💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT SOSI4412 Sosiologi Perilaku Menyimpang dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT Versi terbaru 1.2.0

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT SOSI4412 Sosiologi Perilaku Menyimpang
Soal UT SOSI4412 Sosiologi Perilaku Menyimpang

Fakta menunjukkan bahwa tingkat kriminalitas di Indonesia kerap dikaitkan dengan perilaku menyimpang dalam masyarakat. SOSI4412 Sosiologi Perilaku Menyimpang mengkaji penyebab dan dampak penyimpangan ini secara sosiologis. Di halaman ini, anda bisa menemukan bahan latihan yang relevan untuk memahami konsep tersebut.

Berbagai teori seperti labelling dan anomie menjadi fondasi penting dalam mata kuliah ini. Soal UT di halaman ini dirancang untuk menguji pemahaman anda terhadap teori-teori tersebut. Latihan ini membantu anda mengidentifikasi pola perilaku menyimpang dalam konteks sosial yang berbeda.

Kami sediakan Soal UAS UT lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan di halaman ini. Materi pembahasan menjelaskan alasan di balik setiap jawaban secara rinci. Soal-soal ini menjadi tolok ukur kesiapan anda dalam memahami sosiologi perilaku menyimpang secara aplikatif.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT SOSI4412 Sosiologi Perilaku Menyimpang

1.

Menurut Edwin H. Sutherland, kejahatan sebagai perilaku menyimpang didefinisikan sebagai…

  • A. Perilaku yang melanggar hukum pidana
  • B. Tindakan yang merugikan orang lain
  • C. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial
  • D. Tindakan yang melanggar aturan adat istiadat
Jawaban: A. Perilaku yang melanggar hukum pidana.
Sutherland mendefinisikan kejahatan secara legalistik sebagai perilaku yang melanggar hukum pidana.
2.

Proses pembentukan perilaku menyimpang melalui asosiasi diferensial menekankan bahwa perilaku menyimpang dipelajari melalui…

  • A. Faktor biologis bawaan
  • B. Interaksi dengan orang lain dalam lingkungan sosial
  • C. Tekanan ekonomi yang ekstrem
  • D. Gangguan kepribadian
Jawaban: B. Interaksi dengan orang lain dalam lingkungan sosial.
Teori asosiasi diferensial Sutherland menyatakan bahwa perilaku menyimpang dipelajari melalui interaksi dengan orang lain, terutama dalam kelompok primer.
3.

Pengendalian sosial bertujuan untuk…

  • A. Menghukum semua pelaku penyimpangan
  • B. Menciptakan ketertiban dan stabilitas dalam masyarakat
  • C. Menghilangkan semua perbedaan individu
  • D. Memaksakan kehendak kelompok mayoritas
Jawaban: B. Menciptakan ketertiban dan stabilitas dalam masyarakat.
Pengendalian sosial adalah mekanisme untuk menjaga ketertiban dan stabilitas sosial dengan mengarahkan perilaku anggota masyarakat agar sesuai dengan norma.
4.

Berikut ini yang termasuk bentuk pengendalian sosial preventif adalah…

  • A. Penangkapan pelaku kriminal
  • B. Sosialisasi nilai dan norma sejak dini
  • C. Pemberian sanksi penjara
  • D. Pengucilan terhadap pelaku penyimpangan
Jawaban: B. Sosialisasi nilai dan norma sejak dini.
Pengendalian preventif dilakukan sebelum penyimpangan terjadi, misalnya melalui sosialisasi nilai dan norma agar masyarakat tidak melakukan penyimpangan.
5.

Teori anomie yang dikemukakan oleh Emile Durkheim menjelaskan bahwa perilaku menyimpang terjadi karena…

  • A. Ketidakmampuan individu mengendalikan nafsu
  • B. Lemahnya ikatan sosial akibat perubahan sosial yang cepat
  • C. Adanya konflik antara kelompok budaya yang berbeda
  • D. Pengaruh media massa yang negatif
Jawaban: B. Lemahnya ikatan sosial akibat perubahan sosial yang cepat.
Durkheim menyatakan bahwa anomie terjadi ketika norma-norma sosial melemah atau hilang akibat perubahan sosial yang cepat, sehingga individu kehilangan panduan perilaku.
6.

Teori patologi sosial memandang penyimpangan sosial sebagai…

  • A. Hasil dari proses belajar yang salah
  • B. Penyakit dalam masyarakat yang mengganggu fungsi normal
  • C. Bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan
  • D. Konsekuensi dari struktur sosial yang timpang
Jawaban: B. Penyakit dalam masyarakat yang mengganggu fungsi normal.
Teori patologi sosial menganalogikan masyarakat seperti organisme biologis, di mana penyimpangan dianggap sebagai penyakit yang mengganggu keseimbangan dan fungsi normal masyarakat.
7.

Masyarakat yang patologis menurut konsep sosiologi ditandai dengan…

  • A. Tingkat partisipasi politik yang tinggi
  • B. Keteraturan sosial yang kuat
  • C. Tingginya angka kriminalitas dan disorganisasi keluarga
  • D. Solidaritas sosial yang erat antar warga
Jawaban: C. Tingginya angka kriminalitas dan disorganisasi keluarga.
Masyarakat patologis menunjukkan gejala-gejala sosial yang tidak sehat seperti tingginya kriminalitas, perceraian, dan disorganisasi keluarga.
8.

Suatu perilaku dianggap menyimpang jika melanggar norma yang dibuat oleh kelompok dominan. Pernyataan ini sesuai dengan parameter perilaku menyimpang dari perspektif…

  • A. Patologi sosial
  • B. Relativisme budaya
  • C. Konflik sosial
  • D. Fungsionalisme struktural
Jawaban: C. Konflik sosial.
Perspektif konflik sosial menekankan bahwa definisi perilaku menyimpang seringkali ditentukan oleh kelompok yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka.
9.

Parameter perilaku menyimpang dari perspektif sosiologi lebih menekankan pada…

  • A. Reaksi sosial terhadap suatu tindakan
  • B. Kriteria absolut tentang baik dan buruk
  • C. Aspek biologis pelaku
  • D. Kepribadian individu
Jawaban: A. Reaksi sosial terhadap suatu tindakan.
Sosiologi melihat perilaku menyimpang sebagai suatu label yang diberikan oleh masyarakat melalui reaksi sosial terhadap tindakan tertentu, bukan pada esensi tindakan itu sendiri.
10.

Disorganisasi sosial adalah kondisi di mana…

  • A. Semua anggota masyarakat mematuhi norma
  • B. Hubungan sosial dalam masyarakat menjadi kacau dan tidak teratur
  • C. Masyarakat mencapai integrasi yang sempurna
  • D. Lembaga sosial berfungsi secara efektif
Jawaban: B. Hubungan sosial dalam masyarakat menjadi kacau dan tidak teratur.
Disorganisasi sosial merujuk pada runtuhnya ikatan sosial dan ketidakmampuan lembaga-lembaga sosial untuk mengatur perilaku anggota masyarakat.
11.

Salah satu contoh kasus disorganisasi sosial dalam masyarakat urban adalah…

  • A. Tradisi gotong royong yang masih kuat
  • B. Meningkatnya angka kriminalitas di pemukiman kumuh
  • C. Partisipasi aktif warga dalam kegiatan RT
  • D. Adanya sistem keamanan lingkungan yang terpadu
Jawaban: B. Meningkatnya angka kriminalitas di pemukiman kumuh.
Disorganisasi sosial sering terjadi di daerah perkotaan dengan mobilitas tinggi dan heterogenitas penduduk, yang dapat memicu meningkatnya kriminalitas dan masalah sosial lainnya.
12.

Perilaku menyimpang yang relatif terjadi karena perubahan norma sosial yang cepat disebut…

  • A. Penyimpangan primer
  • B. Penyimpangan sekunder
  • C. Anomie
  • D. Disorganisasi pribadi
Jawaban: C. Anomie.
Anomie adalah kondisi normlessness (ketiadaan norma) yang terjadi ketika perubahan sosial yang cepat menyebabkan norma-norma lama tidak relevan dan norma baru belum terbentuk.
13.

Bentuk penyimpangan seksual di mana individu mendapatkan kepuasan seksual melalui objek bukan manusia disebut…

  • A. Pedofilia
  • B. Fetisisme
  • C. Eksibisionisme
  • D. Voyeurisme
Jawaban: B. Fetisisme.
Fetisisme adalah ketertarikan seksual yang kuat terhadap objek tertentu yang bukan manusia, seperti pakaian atau bagian tubuh tertentu.
14.

Teori disorganisasi sosial dari Chicago School mengaitkan tingginya perilaku menyimpang dengan…

  • A. Faktor genetik individu
  • B. Karakteristik lingkungan fisik dan sosial yang tidak stabil
  • C. Pengaruh media massa
  • D. Kebijakan pemerintah yang represif
Jawaban: B. Karakteristik lingkungan fisik dan sosial yang tidak stabil.
Chicago School menemukan bahwa daerah dengan mobilitas tinggi, kemiskinan, dan heterogenitas etnis cenderung memiliki tingkat disorganisasi sosial yang tinggi, yang berujung pada tingginya kriminalitas.
15.

Berikut ini yang termasuk lembaga pengendalian sosial formal adalah…

  • A. Keluarga
  • B. Kelompok teman sebaya
  • C. Kepolisian
  • D. Tetangga
Jawaban: C. Kepolisian.
Lembaga pengendalian sosial formal memiliki aturan dan sanksi yang jelas serta diakui secara resmi oleh negara, seperti kepolisian, pengadilan, dan lembaga pemasyarakatan.
16.

Menurut teori labeling, seseorang menjadi menyimpang karena…

  • A. Dorongan internal yang kuat
  • B. Adanya label atau cap negatif dari masyarakat yang kemudian diinternalisasi
  • C. Pengaruh lingkungan alam
  • D. Ketidakmampuan fisik atau mental
Jawaban: B. Adanya label atau cap negatif dari masyarakat yang kemudian diinternalisasi.
Teori labeling berargumen bahwa penyimpangan bukanlah kualitas dari tindakan, melainkan konsekuensi dari penerapan aturan dan sanksi oleh orang lain terhadap pelaku.
17.

Pedofilia dikategorikan sebagai bentuk penyimpangan seksual karena…

  • A. Dilakukan atas dasar suka sama suka antar dewasa
  • B. Melibatkan anak-anak sebagai objek seksual yang belum dewasa secara fisik dan psikologis
  • C. Merupakan bagian dari orientasi seksual minoritas
  • D. Terjadi dalam konteks hubungan romantis
Jawaban: B. Melibatkan anak-anak sebagai objek seksual yang belum dewasa secara fisik dan psikologis.
Pedofilia dianggap menyimpang karena melibatkan ketertarikan seksual terhadap anak-anak, yang dianggap belum mampu memberikan persetujuan secara sadar dan dilindungi oleh hukum.
18.

Dalam KB 1 Modul 1, perilaku menyimpang didefinisikan sebagai…

  • A. tindakan yang melanggar hukum pidana
  • B. perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku
  • C. perilaku yang merugikan orang lain
  • D. tindakan yang dilakukan oleh kelompok minoritas
Jawaban: B. perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku.
Definisi perilaku menyimpang dalam sosiologi menekankan pada ketidaksesuaian dengan norma dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat, bukan semata-mata pelanggaran hukum.
19.

Proses pembentukan perilaku menyimpang menurut KB 2 Modul 1 dapat dijelaskan melalui teori…

  • A. teori konflik
  • B. teori labeling
  • C. teori struktural fungsional
  • D. teori pertukaran sosial
Jawaban: B. teori labeling.
Teori labeling menjelaskan bahwa perilaku menyimpang terbentuk melalui proses pemberian label oleh masyarakat terhadap individu, yang kemudian memengaruhi perilaku individu tersebut.
20.

Pengertian pengendalian sosial dalam KB 1 Modul 2 adalah…

  • A. upaya untuk menghukum pelaku kejahatan
  • B. proses yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi perilaku menyimpang
  • C. sistem peradilan pidana
  • D. tindakan represif terhadap pelanggar norma
Jawaban: B. proses yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi perilaku menyimpang.
Pengendalian sosial mencakup seluruh upaya preventif dan represif dalam menjaga kesesuaian perilaku dengan norma, tidak terbatas pada hukuman atau peradilan.
21.

Bentuk pengendalian sosial yang bersifat preventif, seperti yang dijelaskan dalam KB 2 Modul 2, contohnya adalah…

  • A. hukuman penjara
  • B. teguran lisan
  • C. sosialisasi nilai dan norma melalui pendidikan
  • D. pengucilan sosial
Jawaban: C. sosialisasi nilai dan norma melalui pendidikan.
Sosialisasi nilai dan norma melalui pendidikan merupakan bentuk pengendalian sosial preventif karena dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan untuk mencegahnya.
22.

Menurut teori sosiologi perilaku menyimpang klasik dalam KB 1 Modul 3, kejahatan dipandang sebagai…

  • A. hasil dari tekanan ekonomi
  • B. pilihan rasional individu untuk memaksimalkan keuntungan
  • C. akibat dari patologi sosial
  • D. disfungsi dalam struktur sosial
Jawaban: B. pilihan rasional individu untuk memaksimalkan keuntungan.
Teori klasik, misalnya dari Beccaria, melihat kejahatan sebagai pilihan rasional di mana individu mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari tindakannya.
23.

Teori patologi sosial pada KB 2 Modul 3 menjelaskan bahwa perilaku menyimpang disebabkan oleh…

  • A. ketidakseimbangan dalam sistem sosial
  • B. penyakit atau gangguan dalam masyarakat yang analog dengan penyakit pada organisme
  • C. konflik kepentingan antar kelompok
  • D. proses labeling yang salah
Jawaban: B. penyakit atau gangguan dalam masyarakat yang analog dengan penyakit pada organisme.
Teori patologi sosial menggunakan analogi organisme, di mana perilaku menyimpang dianggap sebagai penyakit yang mengganggu fungsi normal masyarakat.
24.

Dalam KB 1 Modul 4, pengertian penyakit masyarakat (social pathology) merujuk pada…

  • A. kondisi di mana terdapat banyak pengangguran
  • B. setiap bentuk perilaku yang dianggap tidak sehat dan mengancam stabilitas sosial
  • C. kejahatan terorganisir
  • D. kemiskinan struktural
Jawaban: B. setiap bentuk perilaku yang dianggap tidak sehat dan mengancam stabilitas sosial.
Penyakit masyarakat dalam sosiologi adalah perilaku atau kondisi yang dipandang merusak tatanan sosial, tidak hanya terbatas pada masalah ekonomi atau kejahatan.
25.

Masyarakat yang patologis, menurut KB 2 Modul 4, ditandai dengan…

  • A. tingkat partisipasi sosial yang tinggi
  • B. solidaritas mekanik yang kuat
  • C. tingginya angka perilaku menyimpang dan lemahnya kontrol sosial
  • D. pembagian kerja yang kompleks
Jawaban: C. tingginya angka perilaku menyimpang dan lemahnya kontrol sosial.
Masyarakat patologis memiliki ciri meningkatnya berbagai bentuk penyimpangan dan melemahnya mekanisme pengendalian sosial.
26.

Parameter perilaku menyimpang dari perspektif patologi sosial (KB 1 Modul 5) menekankan pada…

  • A. pelabelan oleh kelompok dominan
  • B. kriteria objektif seperti statistik pelanggaran
  • C. kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat
  • D. relativitas budaya
Jawaban: C. kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat.
Perspektif patologi sosial mengukur penyimpangan berdasarkan dampaknya terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, mirip dengan standar kesehatan.
27.

Menurut perspektif sosiologi sebagaimana dibahas dalam KB 2 Modul 5, parameter perilaku menyimpang bersifat…

  • A. universal dan mutlak
  • B. relatif, tergantung pada konteks sosial, budaya, dan sejarah
  • C. berdasarkan hukum positif
  • D. ditentukan oleh individu
Jawaban: B. relatif, tergantung pada konteks sosial, budaya, dan sejarah.
Sosiologi melihat perilaku menyimpang sebagai relatif; apa yang dianggap menyimpang dapat berbeda antar masyarakat, kelompok, dan zaman.
28.

Ruang lingkup disorganisasi sosial dalam KB 1 Modul 6 meliputi…

  • A. konflik antar individu
  • B. pecahnya struktur sosial dan lembaga-lembaga sosial sehingga norma tidak berfungsi efektif
  • C. mobilitas sosial vertikal
  • D. perubahan sosial yang lambat
Jawaban: B. pecahnya struktur sosial dan lembaga-lembaga sosial sehingga norma tidak berfungsi efektif.
Disorganisasi sosial mengacu pada situasi di mana lembaga dan struktur sosial tidak mampu menjalankan fungsinya, menyebabkan kekacauan norma.
29.

Contoh kasus disorganisasi sosial yang disebut dalam KB 2 Modul 6 adalah…

  • A. meningkatnya angka kriminalitas di daerah kumuh perkotaan
  • B. pernikahan antar suku
  • C. penggunaan teknologi baru
  • D. migrasi individu
Jawaban: A. meningkatnya angka kriminalitas di daerah kumuh perkotaan.
Daerah kumuh perkotaan sering dikaitkan dengan disorganisasi sosial karena lemahnya kontrol sosial dan tingginya kriminalitas, seperti diilustrasikan dalam studi Chicago School.
30.

Penyimpangan seksual, menurut KB 1 Modul 7, didefinisikan sebagai…

  • A. setiap aktivitas seksual yang dilakukan di luar pernikahan
  • B. perilaku seksual yang tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku dalam suatu masyarakat
  • C. hubungan seksual yang bersifat komersial
  • D. orientasi seksual yang berbeda dari mayoritas
Jawaban: B. perilaku seksual yang tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku dalam suatu masyarakat.
Penyimpangan seksual dalam sosiologi terkait dengan ketidaksesuaian terhadap norma-norma sosial tentang perilaku seksual yang diterima.
31.

Salah satu bentuk penyimpangan seksual yang dibahas dalam KB 2 Modul 7 adalah…

  • A. homoseksualitas
  • B. pedofilia
  • C. aseksualitas
  • D. poligami
Jawaban: B. pedofilia.
Pedofilia dianggap sebagai bentuk penyimpangan seksual yang serius karena melibatkan anak-anak dan umumnya dilarang oleh norma sosial di banyak masyarakat.
32.

Lembaga pengendalian formal yang berperan dalam menangani perilaku menyimpang, seperti dijelaskan di Modul 2, adalah…

  • A. keluarga
  • B. teman sebaya
  • C. kepolisian
  • D. tokoh agama
Jawaban: C. kepolisian.
Kepolisian adalah lembaga formal yang memiliki wewenang untuk menegakkan hukum dan mengendalikan perilaku menyimpang secara resmi.
33.

Teori disorganisasi sosial dalam Modul 3 dan Modul 6 menyatakan bahwa perilaku menyimpang muncul akibat…

  • A. lemahnya integrasi sosial dan kontrol sosial di suatu wilayah
  • B. adanya konflik antargenerasi
  • C. kesenjangan antara tujuan budaya dan sarana yang tersedia
  • D. pelabelan negatif oleh kelompok berkuasa
Jawaban: A. lemahnya integrasi sosial dan kontrol sosial di suatu wilayah.
Teori disorganisasi sosial berfokus pada lingkungan yang memiliki lemahnya institusi sosial, sehingga kontrol sosial tidak efektif dan penyimpangan meningkat.
34.

Pada proses pembentukan perilaku menyimpang (Modul 1), faktor lingkungan sosial seperti kemiskinan dan tekanan teman sebaya termasuk dalam…

  • A. faktor biologis
  • B. faktor psikologis
  • C. faktor sosiologis
  • D. faktor genetik
Jawaban: C. faktor sosiologis.
Faktor sosiologis mencakup pengaruh lingkungan sosial, seperti kondisi ekonomi dan interaksi dengan teman sebaya, yang membentuk perilaku menyimpang.
35.

Apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang dalam sosiologi?

  • A. Perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai sosial
  • B. Perilaku yang melanggar norma dan nilai sosial yang berlaku
  • C. Perilaku yang selalu bersifat kriminal
  • D. Perilaku yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan sosial
Jawaban: B. Perilaku yang melanggar norma dan nilai sosial yang berlaku.
Perilaku menyimpang didefinisikan sebagai perilaku yang melanggar atau tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat.
36.

Proses pembentukan perilaku menyimpang dipengaruhi oleh faktor berikut, kecuali?

  • A. Lingkungan sosial
  • B. Proses belajar dan interaksi
  • C. Faktor genetik murni tanpa pengaruh sosial
  • D. Tekanan dari kelompok
Jawaban: C. Faktor genetik murni tanpa pengaruh sosial.
Pembentukan perilaku menyimpang lebih dipengaruhi oleh faktor sosial dan interaksi, bukan semata-mata faktor genetik tanpa pengaruh sosial.
37.

Apa pengertian pengendalian sosial menurut sosiologi?

  • A. Proses untuk membebaskan individu dari aturan
  • B. Mekanisme untuk mengarahkan perilaku individu agar sesuai dengan norma
  • C. Kontrol pemerintah terhadap warga negara
  • D. Hukuman fisik bagi pelanggar aturan
Jawaban: B. Mekanisme untuk mengarahkan perilaku individu agar sesuai dengan norma.
Pengendalian sosial adalah mekanisme dan proses yang mengarahkan perilaku individu agar sesuai dengan norma dan aturan sosial.
38.

Bentuk pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran disebut?

  • A. Pengendalian preventif
  • B. Pengendalian represif
  • C. Pengendalian informal
  • D. Pengendalian formal
Jawaban: B. Pengendalian represif.
Pengendalian represif diterapkan setelah terjadi pelanggaran untuk memperbaiki atau menghukum, sedangkan preventif dilakukan sebelum pelanggaran.
39.

Teori sosiologi perilaku menyimpang klasik yang mengemukakan bahwa kejahatan adalah hasil dari perhitungan untung rugi adalah teori?

  • A. Teori Anomie
  • B. Teori Differential Association
  • C. Teori Pilihan Rasional
  • D. Teori Labeling
Jawaban: C. Teori Pilihan Rasional.
Teori pilihan rasional (rational choice theory) menyatakan bahwa individu memutuskan melakukan kejahatan setelah mempertimbangkan untung dan rugi.
40.

Teori patologi sosial memandang perilaku menyimpang sebagai akibat dari?

  • A. Ketimpangan struktural
  • B. Penyakit sosial yang mengganggu fungsi masyarakat
  • C. Proses belajar dari lingkungan
  • D. Pelabelan oleh masyarakat
Jawaban: B. Penyakit sosial yang mengganggu fungsi masyarakat.
Teori patologi sosial melihat perilaku menyimpang sebagai penyakit atau gangguan yang merusak fungsi normal masyarakat.
41.

Apa yang dimaksud dengan penyakit masyarakat dalam konsep sosiologis?

  • A. Penyakit fisik yang menular di masyarakat
  • B. Kondisi sosial yang dianggap merugikan dan melanggar norma
  • C. Gangguan kesehatan mental individu
  • D. Konflik antar kelompok sosial
Jawaban: B. Kondisi sosial yang dianggap merugikan dan melanggar norma.
Penyakit masyarakat merujuk pada kondisi atau perilaku sosial yang melanggar norma dan dianggap merugikan tatanan masyarakat.
42.

Masyarakat yang patologis ditandai dengan?

  • A. Keteraturan sosial yang tinggi
  • B. Tingginya tingkat disorganisasi dan penyimpangan
  • C. Solidaritas sosial yang kuat
  • D. Stabilitas ekonomi
Jawaban: B. Tingginya tingkat disorganisasi dan penyimpangan.
Masyarakat patologis dicirikan oleh tingginya tingkat disorganisasi sosial dan perilaku menyimpang yang merusak norma.
43.

Parameter perilaku menyimpang dari perspektif patologi sosial menekankan pada?

  • A. Relativitas norma
  • B. Kerusakan fungsi sosial dan moral
  • C. Proses interaksi individu
  • D. Pelabelan oleh kelompok dominan
Jawaban: B. Kerusakan fungsi sosial dan moral.
Patologi sosial menilai perilaku menyimpang sebagai kerusakan atau gangguan terhadap fungsi sosial dan moral masyarakat.
44.

Parameter perilaku menyimpang dari perspektif sosiologi lebih menitikberatkan pada?

  • A. Aspek biologis individu
  • B. Relativitas norma dan interaksi sosial
  • C. Hukuman pidana
  • D. Penyakit mental
Jawaban: B. Relativitas norma dan interaksi sosial.
Sosiologi melihat perilaku menyimpang sebagai konstruksi sosial yang tergantung pada norma dan interaksi dalam masyarakat.
45.

Apa yang dimaksud dengan disorganisasi sosial?

  • A. Ketertiban sosial yang sempurna
  • B. Keadaan di mana norma dan nilai sosial melemah atau runtuh
  • C. Organisasi masyarakat yang efisien
  • D. Penguatan kontrol sosial
Jawaban: B. Keadaan di mana norma dan nilai sosial melemah atau runtuh.
Disorganisasi sosial adalah kondisi ketika norma dan nilai sosial dalam masyarakat melemah, sehingga mengakibatkan kekacauan dan meningkatnya penyimpangan.
46.

Contoh kasus masyarakat yang mengalami disorganisasi sosial adalah?

  • A. Komunitas dengan tingkat gotong royong tinggi
  • B. Daerah kumuh dengan tingkat kriminalitas tinggi
  • C. Desa dengan tradisi yang kuat
  • D. Kota dengan pemerintahan yang baik
Jawaban: B. Daerah kumuh dengan tingkat kriminalitas tinggi.
Daerah kumuh dengan kriminalitas tinggi sering menjadi contoh disorganisasi sosial karena lemahnya kontrol dan norma sosial.
47.

Bentuk penyimpangan seksual yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang adalah?

  • A. Hubungan seksual dalam pernikahan
  • B. Pedofilia
  • C. Kencan biasa
  • D. Percakapan intim antar pasangan
Jawaban: B. Pedofilia.
Pedofilia adalah bentuk penyimpangan seksual yang melanggar norma sosial dan hukum karena melibatkan anak-anak.
48.

Salah satu bentuk penyimpangan seksual yang melibatkan benda mati atau hewan adalah?

  • A. Voyeurisme
  • B. Eksibisionisme
  • C. Fetisisme
  • D. Bestialitas
Jawaban: D. Bestialitas.
Bestialitas adalah penyimpangan seksual yang melibatkan hewan, dan dianggap menyimpang dalam banyak masyarakat.
49.

Menurut teori disorganisasi sosial, faktor utama penyebab penyimpangan adalah?

  • A. Kepribadian individu
  • B. Lemahnya kontrol sosial dan perubahan sosial cepat
  • C. Faktor genetik
  • D. Pelabelan dari pihak berwenang
Jawaban: B. Lemahnya kontrol sosial dan perubahan sosial cepat.
Teori disorganisasi sosial menyoroti lemahnya kontrol sosial dan perubahan sosial yang cepat sebagai penyebab utama penyimpangan.
50.

Apa yang membedakan pengendalian sosial formal dan informal?

  • A. Formal dilakukan oleh keluarga, informal oleh negara
  • B. Formal melalui lembaga resmi, informal melalui interaksi sehari-hari
  • C. Formal bersifat sukarela, informal bersifat memaksa
  • D. Formal hanya berlaku di kota, informal di desa
Jawaban: B. Formal melalui lembaga resmi, informal melalui interaksi sehari-hari.
Pengendalian formal dilakukan oleh lembaga resmi seperti polisi dan pengadilan, sementara informal dilakukan melalui norma dan interaksi nonresmi.

Semua soal di atas kami susun berdasarkan materi resmi SOSI4412 Sosiologi Perilaku Menyimpang. Format UTM dan UO biasa dipakai dalam ujian UT, jadi perhatikan baik-baik pola jawabannya. Halaman ini cocok untuk latihan terakhir sebelum hari-H.

Semakin sering kamu mengulang Soal UAS UT di sini, semakin percaya diri saat ujian nanti. SOSI4412 Sosiologi Perilaku Menyimpang memang butuh pemahaman konsep dan contoh kasus. Yang penting bukan hafalan semata, tapi bisa menjelaskan perilaku menyimpang secara sosiologis.

Bagikan

error: Content is protected !!