💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT SPAI4101 Tahsin Al-Qur’an dan Kunci Jawaban

Soal UT SPAI4101 Tahsin Al-Qur'an
Soal UT SPAI4101 Tahsin Al-Qur'an

Banyak mahasiswa mengalami kesulitan saat menghadapi ujian SPAI4101 Tahsin Al-Qur’an karena materi bacaan Al-Qur’an membutuhkan pemahaman tajwid yang mendalam. Tanpa persiapan yang matang, nilai ujian bisa jauh dari harapan. Oleh karena itu, berlatih soal secara rutin menjadi langkah penting sebelum menghadapi ujian akhir semester.

Salah satu cara efektif untuk mempersiapkan diri adalah dengan mengerjakan Soal UAS UT yang relevan dengan materi Tahsin Al-Qur’an. Banyak mahasiswa Universitas Terbuka belum mengetahui bahwa latihan soal secara mandiri dapat meningkatkan pemahaman sekaligus membantu mengidentifikasi bagian materi yang masih lemah sebelum ujian berlangsung.

Untuk membantu persiapan tersebut, kamu bisa mengunjungi soalut.com sebagai sumber referensi belajar yang lengkap. Di sana tersedia koleksi Soal UT dari berbagai mata kuliah, termasuk Soal Ujian UT bidang studi pendidikan agama Islam. Manfaatkan sumber belajar ini sebaik mungkin agar kamu lebih siap dan percaya diri menghadapi ujian.

Soal UT SPAI4101 Tahsin Al-Qur'an

1.

Makharijul huruf secara bahasa berarti tempat keluarnya huruf. Menurut ulama tajwid, jumlah makhraj huruf yang paling masyhur adalah…

  • A. 15 makhraj
  • B. 17 makhraj
  • C. 19 makhraj
  • D. 21 makhraj
Jawaban: B. 17 makhraj.
Menurut pendapat yang paling masyhur di kalangan ulama tajwid, jumlah makhraj huruf hijaiyah adalah 17 makhraj yang terbagi dalam 5 tempat utama.
2.

Al-Jauf merupakan salah satu makhraj huruf. Huruf-huruf yang keluar dari Al-Jauf (rongga mulut dan tenggorokan) adalah…

  • A. ا، و، ي ketika berharakat sukun dan didahului harakat yang sesuai
  • B. خ، غ، ح
  • C. ب، م، و
  • D. ق، ك، ج
Jawaban: A. ا، و، ي ketika berharakat sukun dan didahului harakat yang sesuai.
Huruf-huruf Al-Jauf adalah huruf-huruf mad yaitu alif (ا), wau sukun (و), dan ya sukun (ي) yang masing-masing didahului harakat yang sesuai, karena suaranya keluar dari rongga mulut dan tenggorokan.
3.

Huruf-huruf Al-Halq (tenggorokan) berjumlah 6 huruf yang dibagi menjadi tiga tingkatan. Huruf yang keluar dari tenggorokan bagian tengah (wasthul halq) adalah…

  • A. ء dan ه
  • B. ع dan ح
  • C. غ dan خ
  • D. ق dan ك
Jawaban: B. ع dan ح.
Tenggorokan tengah (wasthul halq) adalah tempat keluarnya huruf 'ain (ع) dan ha (ح), sedangkan tenggorokan bawah untuk ء dan ه, dan tenggorokan atas untuk غ dan خ.
4.

Di antara makhraj Al-Syafatain, huruf yang keluar dari perut bibir bawah bertemu dengan ujung gigi atas adalah…

  • A. ب
  • B. م
  • C. و
  • D. ف
Jawaban: D. ف.
Huruf fa (ف) keluar dari bagian dalam bibir bawah (perut bibir bawah) yang bersentuhan dengan ujung gigi seri atas, berbeda dengan ب، م، و yang keluar dari pertemuan kedua bibir.
5.

Al-Khaisyum adalah makhraj yang berhubungan dengan suara dengung (ghunnah). Huruf yang keluar dari Al-Khaisyum adalah…

  • A. Hanya huruf nun (ن)
  • B. Hanya huruf mim (م)
  • C. Nun dan mim ketika berdengung
  • D. Semua huruf yang bertasydid
Jawaban: C. Nun dan mim ketika berdengung.
Al-Khaisyum adalah pangkal hidung, dan suara yang keluar darinya adalah suara ghunnah (dengung) yang menjadi sifat huruf nun dan mim ketika dalam kondisi berdengung.
6.

Dalam ilmu sifatul huruf, yang dimaksud dengan sifat Jahr adalah…

  • A. Tertahannya aliran nafas ketika mengucapkan huruf
  • B. Mengalirnya nafas ketika mengucapkan huruf
  • C. Pantulan suara huruf
  • D. Tebalnya suara huruf
Jawaban: A. Tertahannya aliran nafas ketika mengucapkan huruf.
Jahr adalah sifat huruf dimana aliran nafas tertahan/tidak mengalir ketika mengucapkan huruf tersebut karena kuatnya tekanan pada makhraj. Lawannya adalah Hams dimana nafas mengalir.
7.

Sifat Qalqalah adalah sifat yang dimiliki oleh 5 huruf yang terkumpul dalam kalimat قطبجد. Qalqalah terbagi menjadi dua tingkatan, yaitu…

  • A. Qalqalah sughra dan qalqalah kubra
  • B. Qalqalah asghar dan qalqalah akbar
  • C. Qalqalah ringan dan qalqalah berat
  • D. Qalqalah washol dan qalqalah waqaf
Jawaban: A. Qalqalah sughra dan qalqalah kubra.
Qalqalah terbagi menjadi Qalqalah Sughra (kecil) yaitu ketika huruf qalqalah berharakat sukun di tengah kalimat, dan Qalqalah Kubra (besar) yaitu ketika huruf qalqalah berada di akhir kalimat dalam keadaan waqaf.
8.

Hukum nun sukun atau tanwin ketika bertemu dengan huruf-huruf حَيٌّ طَهُرَ (ح، ي، ط، ه، ر) disebut…

  • A. Izhar Halqi
  • B. Idgham Bighunnah
  • C. Idgham Bilaghunnah
  • D. Ikhfa Haqiqi
Jawaban: C. Idgham Bilaghunnah.
Idgham Bilaghunnah terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ل dan ر, sehingga dimasukkan tanpa dengung. Huruf-huruf tersebut sering diringkas dalam lafaz لر.
9.

Ikhfa Haqiqi adalah hukum nun sukun/tanwin yang bertemu dengan 15 huruf ikhfa. Cara membaca Ikhfa Haqiqi yang benar adalah…

  • A. Membaca nun secara jelas dan terang
  • B. Memasukkan nun ke huruf berikutnya tanpa dengung
  • C. Mengucapkan samar antara izhar dan idgham disertai ghunnah
  • D. Mengubah nun menjadi mim
Jawaban: C. Mengucapkan samar antara izhar dan idgham disertai ghunnah.
Ikhfa Haqiqi dibaca dengan samar, yaitu pengucapan nun yang tidak jelas (tidak izhar) dan tidak dimasukkan sepenuhnya (tidak idgham), dengan disertai ghunnah/dengung selama dua harakat.
10.

Hukum Iqlab terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ب. Cara membaca Iqlab yang benar adalah…

  • A. Membaca nun dengan jelas
  • B. Mengubah nun menjadi mim dengan disertai dengung dan samar
  • C. Memasukkan nun ke huruf ba tanpa dengung
  • D. Membaca nun dengan memantulkan suara
Jawaban: B. Mengubah nun menjadi mim dengan disertai dengung dan samar.
Iqlab artinya membalik/mengubah. Ketika nun sukun/tanwin bertemu huruf ب, maka nun diubah menjadi mim (م) kemudian dibaca samar/ikhfa dengan dengung selama dua harakat.
11.

Ikhfa Syafawi terjadi ketika mim sukun bertemu dengan huruf…

  • A. Semua huruf hijaiyah kecuali mim dan ba
  • B. Hanya huruf ba (ب)
  • C. Hanya huruf mim (م)
  • D. Huruf-huruf tenggorokan
Jawaban: B. Hanya huruf ba (ب).
Ikhfa Syafawi terjadi khusus ketika mim sukun (م) bertemu dengan huruf ba (ب). Disebut syafawi karena kedua huruf tersebut keluar dari bibir (syafah).
12.

Mad Tabi'i (Mad Asli) adalah mad yang paling mendasar. Ukuran panjang Mad Tabi'i adalah…

  • A. Satu harakat
  • B. Dua harakat
  • C. Empat harakat
  • D. Enam harakat
Jawaban: B. Dua harakat.
Mad Tabi'i dibaca sepanjang dua harakat (dua ketukan). Disebut tabi'i karena seseorang dengan tabiat/watak yang normal pasti akan memanjangkannya sebanyak dua harakat.
13.

Mad Wajib Muttashil adalah mad yang terjadi apabila…

  • A. Huruf mad bertemu hamzah dalam dua kata yang berbeda
  • B. Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata
  • C. Huruf mad berada di akhir ayat
  • D. Huruf mad bertemu huruf sukun dalam satu kata
Jawaban: B. Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Mad Wajib Muttashil terjadi ketika huruf mad bertemu dengan hamzah dalam SATU kata. Disebut muttashil (bersambung) karena hamzah dan huruf mad berada dalam satu kata, dibaca 4-5 harakat.
14.

Mad Aridh Lissukun terjadi karena…

  • A. Adanya hamzah setelah huruf mad
  • B. Huruf mad bertemu huruf yang di-tasydid
  • C. Huruf mad pada akhir kalimat yang di-waqaf-kan sehingga huruf setelahnya menjadi sukun
  • D. Huruf mad berada di awal surah
Jawaban: C. Huruf mad pada akhir kalimat yang di-waqaf-kan sehingga huruf setelahnya menjadi sukun.
Mad Aridh Lissukun adalah mad yang terjadi karena sukun yang mendatang/baru (aridh) akibat waqaf. Panjang bacaannya boleh 2, 4, atau 6 harakat.
15.

Waqaf Tam adalah waqaf yang paling sempurna. Pengertian Waqaf Tam adalah…

  • A. Berhenti pada kata yang belum sempurna maknanya
  • B. Berhenti pada kata yang sudah sempurna maknanya dan tidak ada kaitan lafaz maupun makna dengan kalimat sesudahnya
  • C. Berhenti pada kata yang sudah sempurna maknanya namun masih ada kaitan makna dengan sesudahnya
  • D. Berhenti di sembarang tempat karena kehabisan nafas
Jawaban: B. Berhenti pada kata yang sudah sempurna maknanya dan tidak ada kaitan lafaz maupun makna dengan kalimat sesudahnya.
Waqaf Tam adalah berhenti pada kata yang telah sempurna maknanya dan tidak ada keterkaitan lafaz maupun makna dengan kalimat sesudahnya. Ini adalah waqaf terbaik dan dibolehkan untuk ibtida' dari kata setelahnya.
16.

Dalam hukum bacaan Tafkhim dan Tarqiq, huruf Ra' (ر) dibaca tafkhim (tebal) apabila…

  • A. Ra' berharakat kasrah
  • B. Ra' sukun didahului huruf berharakat kasrah asli
  • C. Ra' berharakat fathah atau dhammah
  • D. Ra' berada di akhir kata dalam keadaan waqaf setelah ya' lin
Jawaban: C. Ra' berharakat fathah atau dhammah.
Huruf Ra' dibaca tafkhim (tebal) salah satunya apabila berharakat fathah atau dhammah. Sedangkan Ra' dibaca tarqiq (tipis) apabila berharakat kasrah atau sukun didahului kasrah asli.
17.

Tingkatan membaca Al-Qur'an dari yang paling lambat hingga paling cepat secara berurutan adalah…

  • A. Tartil, Tadwir, Hadr
  • B. Hadr, Tadwir, Tartil
  • C. Tadwir, Tartil, Hadr
  • D. Tartil, Hadr, Tadwir
Jawaban: A. Tartil, Tadwir, Hadr.
Tingkatan membaca Al-Qur'an terbagi tiga: Tartil (paling lambat dan tenang dengan tajwid sempurna), Tadwir (pertengahan antara tartil dan hadr), dan Hadr (paling cepat namun tetap memperhatikan hukum tajwid).
18.

Makharijul huruf secara istilah berarti tempat-tempat keluarnya huruf hijaiyyah. Menurut para ulama tajwid, secara umum makharijul huruf dibagi menjadi berapa bagian utama?

  • A. 3 bagian
  • B. 5 bagian
  • C. 7 bagian
  • D. 9 bagian
Jawaban: B. 5 bagian.
Makharijul huruf dibagi menjadi 5 bagian utama, yaitu Al-Jauf, Al-Halq, Al-Lisan, Al-Syafatain, dan Al-Khaisyum.
19.

Al-Jauf adalah makhraj yang bersumber dari rongga mulut dan tenggorokan. Huruf-huruf yang keluar dari Al-Jauf adalah huruf mad, yaitu…

  • A. ا، و، ي ketika berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat sesuai
  • B. ب، م، و
  • C. ا، ح، خ
  • D. ن، م، و
Jawaban: A. ا، و، ي ketika berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat sesuai.
Huruf Al-Jauf adalah huruf-huruf mad, yaitu alif mati yang sebelumnya berharakat fathah, wau mati yang sebelumnya berharakat dhammah, dan ya mati yang sebelumnya berharakat kasrah.
20.

Huruf-huruf Al-Halq (tenggorokan) berjumlah 6 huruf yang dibagi menjadi 3 makhraj. Huruf yang keluar dari tenggorokan bagian bawah (aqshal halq) adalah…

  • A. ع dan غ
  • B. ح dan خ
  • C. ء dan ه
  • D. ق dan ك
Jawaban: C. ء dan ه.
Aqshal halq (tenggorokan paling bawah) menghasilkan huruf hamzah (ء) dan ha (ه). Tenggorokan tengah menghasilkan ع dan ح, sedangkan tenggorokan atas menghasilkan غ dan خ.
21.

Dalam makhraj Al-Syafatain, huruf mim (م) dan ba (ب) keluar dari dua bibir yang dirapatkan. Perbedaan antara makhraj huruf mim dan ba terletak pada…

  • A. Posisi lidah saat pengucapan
  • B. Mim keluar dengan ghunnah sedangkan ba tanpa ghunnah pada dasarnya
  • C. Mim keluar dari ujung bibir, ba dari pangkal bibir
  • D. Mim dan ba memiliki makhraj yang benar-benar sama tanpa perbedaan apapun
Jawaban: B. Mim keluar dengan ghunnah sedangkan ba tanpa ghunnah pada dasarnya.
Mim dan ba sama-sama keluar dari dua bibir yang dirapatkan, namun mim memiliki sifat ghunnah (dengung) yang menjadi ciri khasnya, sedangkan ba tidak memiliki sifat ghunnah tersebut.
22.

Dalam ilmu tajwid, sifat Jahr berarti suara yang tertahan karena aliran udara terhenti saat mengucapkan huruf. Lawan dari sifat Jahr adalah…

  • A. Rakhawah
  • B. Hams
  • C. Syiddah
  • D. Istifal
Jawaban: B. Hams.
Sifat Jahr lawannya adalah Hams. Jahr berarti suara keras (udara tertahan), sedangkan Hams berarti suara yang tidak jelas/mendesis karena udara mengalir lancar saat pengucapan huruf.
23.

Sifat Qalqalah adalah sifat yang menyebabkan huruf berbunyi memantul saat diucapkan dalam keadaan sukun atau waqaf. Huruf-huruf Qalqalah terkumpul dalam kalimat…

  • A. قطب جد
  • B. فر من لب
  • C. صفر حكيم
  • D. سمع نضر
Jawaban: A. قطب جد.
Huruf-huruf Qalqalah ada 5, terkumpul dalam lafaz قطب جد yaitu: Qaf (ق), Tha (ط), Ba (ب), Jim (ج), dan Dal (د).
24.

Dalam hukum nun sukun dan tanwin, Izhar Halqi terjadi apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 6 huruf halq. Cara membaca Izhar Halqi adalah…

  • A. Didengungkan selama 2 harakat
  • B. Dimasukkan ke huruf berikutnya dengan dengung
  • C. Dibunyikan dengan jelas tanpa dengung
  • D. Diubah menjadi mim
Jawaban: C. Dibunyikan dengan jelas tanpa dengung.
Izhar Halqi berarti jelas (izhar). Apabila nun sukun atau tanwin bertemu huruf halq (ء، ه، ع، ح، غ، خ), maka harus dibaca jelas tanpa dengung dan tanpa dimasukkan ke huruf berikutnya.
25.

Idgham Bighunnah terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan 4 huruf yang terkumpul dalam kata يَنْمُو. Berikut yang merupakan contoh Idgham Bighunnah yang tepat adalah…

  • A. مِن قَبْلُ
  • B. مِن نِّعْمَةٍ
  • C. مِنْ خَيْرٍ
  • D. أَنبِئْهُمْ
Jawaban: B. مِن نِّعْمَةٍ.
Idgham Bighunnah terjadi jika nun sukun/tanwin bertemu huruf ي، ن، م، و. Contoh مِن نِّعْمَةٍ adalah nun sukun bertemu nun, sehingga dibaca dengan idgham bighunnah (dimasukkan dengan dengung).
26.

Hukum Iqlab terjadi apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba (ب). Cara membaca Iqlab adalah…

  • A. Nun sukun dibaca jelas
  • B. Nun sukun dimasukkan ke huruf ba
  • C. Nun sukun diubah menjadi mim dan dibaca dengan ghunnah
  • D. Nun sukun dibaca samar selama 2 harakat
Jawaban: C. Nun sukun diubah menjadi mim dan dibaca dengan ghunnah.
Iqlab artinya mengubah. Ketika nun sukun atau tanwin bertemu huruf ba, maka nun diubah menjadi mim (م) kemudian dibaca dengan ghunnah (dengung) selama 2 harakat.
27.

Ikhfa Syafawi terjadi apabila mim sukun bertemu dengan huruf ba (ب). Cara membaca Ikhfa Syafawi adalah…

  • A. Mim dibaca jelas dengan bibir rapat
  • B. Mim dimasukkan sepenuhnya ke huruf ba
  • C. Mim dibaca samar dengan bibir tidak sepenuhnya rapat disertai ghunnah
  • D. Mim diubah menjadi nun
Jawaban: C. Mim dibaca samar dengan bibir tidak sepenuhnya rapat disertai ghunnah.
Ikhfa Syafawi dibaca dengan cara menyamarkan mim sukun saat bertemu ba, yaitu bibir tidak sepenuhnya rapat (tidak seperti izhar) sambil mengeluarkan ghunnah selama 2 harakat.
28.

Idgham Mimi (Idgham Mutamatsilain Shaghir) terjadi apabila mim sukun bertemu dengan huruf mim berharakat. Cara membacanya adalah…

  • A. Dua mim dibaca jelas masing-masing
  • B. Mim pertama dimasukkan ke mim kedua dengan ghunnah 2 harakat
  • C. Mim pertama dibaca samar tanpa ghunnah
  • D. Mim pertama dihilangkan sama sekali
Jawaban: B. Mim pertama dimasukkan ke mim kedua dengan ghunnah 2 harakat.
Idgham Mimi terjadi ketika mim sukun bertemu mim berharakat. Mim pertama dimasukkan (idgham) ke mim kedua sehingga menjadi satu mim yang bertasydid dengan ghunnah selama 2 harakat.
29.

Mad Tabi'i (Mad Asli) adalah mad yang tidak bergantung pada sebab hamzah atau sukun. Ukuran panjang bacaan Mad Tabi'i adalah…

  • A. 1 harakat
  • B. 2 harakat
  • C. 4 harakat
  • D. 6 harakat
Jawaban: B. 2 harakat.
Mad Tabi'i atau Mad Asli dibaca sepanjang 2 harakat (1 alif). Ini adalah ukuran dasar mad yang menjadi tolok ukur jenis mad lainnya.
30.

Mad Wajib Muttashil terjadi apabila huruf mad bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Ukuran panjang membaca Mad Wajib Muttashil adalah…

  • A. 2 harakat
  • B. 2 atau 4 harakat
  • C. 4 atau 5 harakat
  • D. 4, 5, atau 6 harakat
Jawaban: C. 4 atau 5 harakat.
Mad Wajib Muttashil dibaca 4 atau 5 harakat. Disebut wajib karena wajib dipanjangkan melebihi Mad Tabi'i, dan muttashil karena huruf mad dan hamzah berada dalam satu kata.
31.

Mad Aridh Lissukun terjadi apabila huruf mad bertemu sukun yang timbul karena waqaf. Ukuran panjang membaca Mad Aridh Lissukun adalah…

  • A. 2 harakat saja
  • B. 2, 4, atau 6 harakat
  • C. 4 atau 6 harakat saja
  • D. 6 harakat saja
Jawaban: B. 2, 4, atau 6 harakat.
Mad Aridh Lissukun boleh dibaca 2, 4, atau 6 harakat karena sukun yang menyebabkannya bersifat 'aridh (sementara) akibat waqaf, sehingga ada kelonggaran dalam ukuran panjangnya.
32.

Dalam ilmu waqaf, Waqaf Tam adalah waqaf yang paling sempurna karena…

  • A. Waqaf dilakukan di tengah kalimat yang maknanya belum sempurna
  • B. Waqaf dilakukan pada kata yang sudah sempurna maknanya dan tidak ada hubungan lafaz maupun makna dengan kalimat sesudahnya
  • C. Waqaf dilakukan karena kehabisan nafas
  • D. Waqaf dilakukan pada akhir setiap ayat
Jawaban: B. Waqaf dilakukan pada kata yang sudah sempurna maknanya dan tidak ada hubungan lafaz maupun makna dengan kalimat sesudahnya.
Waqaf Tam adalah waqaf yang dilakukan pada kata yang sempurna secara lafaz dan makna, serta tidak berkaitan dengan kalimat sesudahnya. Ini adalah waqaf terbaik dan biasanya terdapat di akhir surah atau akhir kisah.
33.

Tafkhim pada huruf Ra' (ر) berlaku dalam beberapa kondisi. Ra' dibaca tafkhim (tebal) apabila…

  • A. Ra' berharakat kasrah atau ya sukun sebelumnya
  • B. Ra' berharakat fathah atau dhammah
  • C. Ra' bertemu dengan huruf isti'la
  • D. Ra' berada di akhir kata saja
Jawaban: B. Ra' berharakat fathah atau dhammah.
Ra' dibaca tafkhim (tebal) apabila berharakat fathah atau dhammah, atau ra' sukun yang sebelumnya berharakat fathah atau dhammah. Ra' dibaca tarqiq (tipis) apabila berharakat kasrah atau sebelumnya berharakat kasrah.
34.

Dalam tingkatan membaca Al-Qur'an, Tartil adalah cara membaca yang paling utama. Yang dimaksud dengan Tartil adalah…

  • A. Membaca Al-Qur'an dengan cepat namun tetap benar
  • B. Membaca Al-Qur'an dengan sedang, antara tartil dan hadr
  • C. Membaca Al-Qur'an dengan perlahan, tenang, dan memperhatikan tajwid serta merenungkan maknanya
  • D. Membaca Al-Qur'an dengan suara keras dan merdu
Jawaban: C. Membaca Al-Qur'an dengan perlahan, tenang, dan memperhatikan tajwid serta merenungkan maknanya.
Tartil adalah cara membaca Al-Qur'an dengan perlahan-lahan, tenang, memperhatikan setiap hukum tajwid dengan benar, serta merenungkan makna ayat yang dibaca. Ini adalah tingkatan yang paling utama sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-Muzzammil: 4.
35.

Makharijul huruf Al-Jauf adalah tempat keluarnya huruf-huruf mad yang bersumber dari rongga mulut dan tenggorokan. Huruf-huruf yang termasuk dalam Al-Jauf adalah…

  • A. ا، و، ي ketika berharakat
  • B. ا Mad, و Mad, dan ي Mad
  • C. ب، م، و
  • D. ء، ه، ع، غ
Jawaban: B. ا Mad, و Mad, dan ي Mad.
Al-Jauf adalah rongga mulut dan tenggorokan yang menjadi tempat keluarnya huruf-huruf mad yaitu alif mad (ا), waw mad (و), dan ya mad (ي) dalam keadaan sukun setelah harakat yang sesuai.
36.

Huruf-huruf Al-Halq (tenggorokan) berjumlah enam huruf yang terbagi menjadi tiga kelompok berdasarkan letak di tenggorokan. Huruf yang keluar dari tenggorokan bagian bawah (Aqshal Halq) adalah…

  • A. ع dan غ
  • B. ح dan خ
  • C. ء dan ه
  • D. ق dan ك
Jawaban: C. ء dan ه.
Aqshal Halq (tenggorokan bagian bawah/paling dalam) adalah tempat keluarnya huruf Hamzah (ء) dan Ha (ه). Adapun ع dan غ keluar dari Ausathal Halq, sedangkan ح dan خ dari Adnal Halq.
37.

Al-Syafatain adalah makhraj yang berhubungan dengan kedua bibir. Huruf ف (fa) dilafalkan dengan cara…

  • A. Mempertemukan kedua bibir atas dan bawah
  • B. Menempelkan ujung gigi atas pada bibir bawah bagian dalam
  • C. Menempelkan bibir bawah pada gigi atas bagian luar
  • D. Mempertemukan ujung kedua bibir dengan sedikit terbuka
Jawaban: B. Menempelkan ujung gigi atas pada bibir bawah bagian dalam.
Huruf ف (fa) dilafalkan dengan cara menempelkan ujung gigi seri atas pada bibir bawah bagian dalam (perut bibir bawah), sehingga termasuk makhraj syafatain yang bersifat labiodental.
38.

Dalam ilmu tajwid, sifat huruf dibagi menjadi dua kelompok besar. Sifat Jahr adalah lawan dari sifat Hams. Pengertian sifat Hams adalah…

  • A. Tertahannya aliran nafas saat mengucapkan huruf
  • B. Mengalirnya nafas saat mengucapkan huruf karena lemahnya penekanan pada makhraj
  • C. Kuatnya tekanan pada makhraj sehingga suara tertahan
  • D. Kerasnya suara yang keluar dari makhraj huruf
Jawaban: B. Mengalirnya nafas saat mengucapkan huruf karena lemahnya penekanan pada makhraj.
Hams adalah sifat mengalirnya nafas ketika mengucapkan huruf karena lemahnya penekanan pada makhraj. Huruf-huruf hams berjumlah 10 yang terkumpul dalam ungkapan فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ.
39.

Sifat Qalqalah termasuk dalam kelompok sifat Ghair Mutadhadah. Huruf-huruf qalqalah berjumlah lima yang terkumpul dalam lafaz…

  • A. قطب جد
  • B. صفر شمس
  • C. بمو نف
  • D. طيب نهج
Jawaban: A. قطب جد.
Huruf-huruf qalqalah terkumpul dalam lafaz قطب جد yaitu ق، ط، ب، ج، د. Qalqalah berarti getaran atau pantulan suara yang terjadi pada makhraj huruf tersebut saat dalam keadaan sukun.
40.

Dalam hukum nun sukun dan tanwin, Izhar Halqi terjadi apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari enam huruf halqi. Cara membaca Izhar Halqi adalah…

  • A. Memasukkan nun sukun ke huruf berikutnya dengan dengung
  • B. Membaca nun sukun atau tanwin dengan jelas tanpa dengung
  • C. Menukar nun sukun menjadi mim dengan dengung
  • D. Menyamarkan nun sukun dengan dengung
Jawaban: B. Membaca nun sukun atau tanwin dengan jelas tanpa dengung.
Izhar Halqi berarti membaca nun sukun atau tanwin secara jelas (izhar=jelas) tanpa dengung (ghunnah) ketika bertemu dengan huruf-huruf halqi yaitu ء، ه، ع، غ، ح، خ.
41.

Hukum Idgham Bighunnah terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf tertentu. Huruf-huruf Idgham Bighunnah adalah…

  • A. ل dan ر
  • B. ب، م، و
  • C. ي، ن، م، و
  • D. ء، ه، ع، غ، ح، خ
Jawaban: C. ي، ن، م، و.
Huruf-huruf Idgham Bighunnah terkumpul dalam lafaz يَنْمُو yaitu ي، ن، م، و. Ketika nun sukun atau tanwin bertemu huruf-huruf ini, dibaca dengan memasukkan nun ke huruf berikutnya disertai dengung (ghunnah).
42.

Hukum Iqlab adalah salah satu hukum nun sukun dan tanwin. Yang dimaksud dengan Iqlab adalah…

  • A. Memasukkan nun sukun ke huruf ba dengan dengung
  • B. Menukar nun sukun atau tanwin menjadi mim kemudian disamarkan di hadapan huruf ba
  • C. Membaca nun sukun dengan jelas di hadapan huruf ba
  • D. Mendengungkan nun sukun tanpa memasukkannya ke huruf ba
Jawaban: B. Menukar nun sukun atau tanwin menjadi mim kemudian disamarkan di hadapan huruf ba.
Iqlab berarti menukar atau mengganti, yaitu menukar nun sukun atau tanwin menjadi mim (م) kemudian disamarkan (ikhfa) di hadapan huruf ba (ب) dengan tetap menjaga dengung (ghunnah).
43.

Hukum Ikhfa Syafawi terjadi pada hukum mim sukun. Ikhfa Syafawi berlaku ketika mim sukun bertemu dengan huruf…

  • A. Mim (م)
  • B. Ba (ب)
  • C. Fa (ف)
  • D. Nun (ن)
Jawaban: B. Ba (ب).
Ikhfa Syafawi terjadi ketika mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf ba (ب). Cara membacanya adalah dengan menyamarkan mim sukun di antara izhar dan idgham, disertai dengung (ghunnah) selama dua harakat.
44.

Dalam hukum mim sukun, Idgham Mimi (Idgham Mutamatsilain Shaghir) terjadi ketika…

  • A. Mim sukun bertemu dengan huruf ba
  • B. Mim sukun bertemu dengan huruf mim
  • C. Mim sukun bertemu dengan huruf nun
  • D. Mim sukun bertemu dengan huruf waw
Jawaban: B. Mim sukun bertemu dengan huruf mim.
Idgham Mimi atau Idgham Mutamatsilain Shaghir terjadi ketika mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf mim (م) berikutnya. Cara membacanya adalah dengan memasukkan mim sukun ke dalam mim berikutnya dengan dengung selama dua harakat.
45.

Mad Tabi'i (Mad Asli) adalah mad yang paling dasar dalam ilmu tajwid. Ukuran panjang bacaan Mad Tabi'i adalah…

  • A. Satu harakat
  • B. Dua harakat
  • C. Empat harakat
  • D. Enam harakat
Jawaban: B. Dua harakat.
Mad Tabi'i dibaca sepanjang dua harakat (dua ketukan). Disebut tabi'i (alami) karena panjang dua harakat ini merupakan ukuran alami yang tidak bertambah dan tidak berkurang, serta menjadi dasar ukuran mad-mad lainnya.
46.

Mad Wajib Muttashil terjadi ketika huruf mad bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Ukuran panjang membaca Mad Wajib Muttashil adalah…

  • A. 2 harakat
  • B. 2 atau 4 harakat
  • C. 4 atau 5 harakat
  • D. Wajib 5 harakat (boleh 4 atau 6 harakat)
Jawaban: D. Wajib 5 harakat (boleh 4 atau 6 harakat).
Mad Wajib Muttashil dibaca panjang 5 harakat menurut pendapat yang paling umum digunakan, namun ada yang membolehkan 4 atau 6 harakat. Disebut wajib karena wajib dipanjangkan melebihi Mad Tabi'i, dan muttashil karena huruf mad dan hamzah berada dalam satu kata.
47.

Mad Aridh Lissukun terjadi karena sebab sukun yang bersifat sementara (karena waqaf). Ukuran panjang membaca Mad Aridh Lissukun adalah…

  • A. Hanya 2 harakat
  • B. Hanya 4 harakat
  • C. Hanya 6 harakat
  • D. Boleh 2, 4, atau 6 harakat
Jawaban: D. Boleh 2, 4, atau 6 harakat.
Mad Aridh Lissukun boleh dibaca dengan tiga ukuran panjang yaitu 2 harakat (qasar), 4 harakat (tawassuth), atau 6 harakat (isyba'). Hal ini karena sukun yang menyebabkannya bersifat 'aridh (sementara) yaitu hanya terjadi saat waqaf.
48.

Dalam ilmu waqaf, Waqaf Tam adalah waqaf yang paling sempurna. Pengertian Waqaf Tam adalah…

  • A. Waqaf pada kata yang sudah sempurna maknanya dan tidak ada hubungan lafaz maupun makna dengan kalimat berikutnya
  • B. Waqaf pada kata yang sudah sempurna maknanya tetapi masih ada hubungan makna dengan kalimat berikutnya
  • C. Waqaf pada kata yang belum sempurna maknanya
  • D. Waqaf pada tengah-tengah kata
Jawaban: A. Waqaf pada kata yang sudah sempurna maknanya dan tidak ada hubungan lafaz maupun makna dengan kalimat berikutnya.
Waqaf Tam adalah waqaf pada kata yang telah sempurna maknanya dan tidak memiliki hubungan baik dari sisi lafaz maupun makna dengan kalimat sesudahnya. Setelah Waqaf Tam, boleh memulai bacaan dari kata berikutnya.
49.

Dalam hukum bacaan, huruf Ra' (ر) dapat dibaca tafkhim (tebal) atau tarqiq (tipis). Ra' dibaca tarqiq (tipis) apabila…

  • A. Ra' berharakat fathah atau dhammah
  • B. Ra' berharakat kasrah atau sukun setelah kasrah
  • C. Ra' sukun setelah fathah
  • D. Ra' sukun setelah dhammah
Jawaban: B. Ra' berharakat kasrah atau sukun setelah kasrah.
Ra' dibaca tarqiq (tipis) apabila: Ra' berharakat kasrah, Ra' sukun yang sebelumnya berharakat kasrah, atau Ra' sukun yang diikuti huruf isti'la berharakat kasrah. Selebihnya Ra' umumnya dibaca tafkhim (tebal).
50.

Dalam praktik tartil, membaca Al-Qur'an memiliki beberapa tingkatan kecepatan. Yang dimaksud dengan tingkatan 'Hadr' dalam membaca Al-Qur'an adalah…

  • A. Membaca dengan sangat pelan dan tenang serta penuh penghayatan
  • B. Membaca dengan kecepatan sedang antara tartil dan hadr
  • C. Membaca dengan cepat namun tetap memenuhi kaidah tajwid
  • D. Membaca dengan suara keras dan berirama
Jawaban: C. Membaca dengan cepat namun tetap memenuhi kaidah tajwid.
Hadr adalah tingkatan membaca Al-Qur'an dengan tempo cepat namun tetap harus memenuhi kaidah-kaidah tajwid. Tingkatan membaca Al-Qur'an ada tiga: Tartil (paling lambat dan sempurna), Tadwir (sedang), dan Hadr (cepat).

Persiapkan dirimu dengan sungguh-sungguh sebelum menghadapi ujian. Latihan Soal UAS UT ini dirancang untuk membantumu memahami pola soal, baik dalam format UTM maupun UO, sehingga kamu lebih percaya diri dan siap menghadapi ujian sesungguhnya dengan hasil terbaik.

Jangan menyerah meski materi terasa berat. Dengan tekad kuat dan latihan konsisten, kamu pasti mampu menguasai mata kuliah SPAI4101 Tahsin Al-Qur’an dan meraih nilai memuaskan. Semangat terus, mahasiswa Universitas Terbuka!

Bagikan

error: Content is protected !!