💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT STAT4431 Rancangan Percobaan dan Kunci Jawaban

Soal UT STAT4431 Rancangan Percobaan
Soal UT STAT4431 Rancangan Percobaan

Banyak mahasiswa UT terkecoh saat membedakan model tetap dan model random di STAT4431 Rancangan Percobaan, padahal bedanya cuma di asumsi efek perlakuan. Modul 2 dan Modul 3 langsung membahas dua model ini, lengkap dengan analisa lanjutan saat H0 ditolak. Akibatnya, uji F Satterthwaite di Modul 6 sering salah dipahami. Soal UT di halaman ini justru fokus ke jebakan seperti itu.

Modul 4 soal Rancangan Blok Random Lengkap dan Modul 7 tentang rancangan faktorial tersarang jadi dua topik yang paling sering muncul dengan kesalahan interpretasi. Banyak yang bingung kapan harus pakai blok dan kapan cukup random lengkap. Coba deh, kerjakan ulang bagian interaksi faktorial dulu. Kumpulan soal UT Statistika ini nyusun tiap KB biar kamu nggak loncat-loncat waktu belajar.

Soal UAS UT di bawah ini sengaja kami ambil dari Modul 1 sampai Modul 9, terutama bagian uji asumsi normalitas di Modul 3 dan permukaan respon di Modul 9. Setiap soal sudah ada kunci jawaban plus pembahasan yang naratif, jadi kamu bisa tahu landasan pemikiran di balik jawaban. Prediksi UAS Universitas Terbuka ini paling cocok buat latihan yang hasilnya langsung terukur.

Soal UT STAT4431 Rancangan Percobaan

1.

Dalam eksperimen, perlakuan diberikan pada unit-unit percobaan. Apa yang dimaksud dengan unit percobaan?

  • A. Objek atau entitas yang menerapkan perlakuan
  • B. Variabel bebas yang dimanipulasi oleh peneliti
  • C. Objek atau entitas yang menerima perlakuan dan diamati responnya
  • D. Kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan
Jawaban: C
Unit percobaan adalah entitas terkecil yang menerima perlakuan dan diukur responnya, menjadi dasar pengamatan dalam analisis.
2.

Dalam rancangan acak lengkap dengan satu faktor dan jumlah observasi sama tiap perlakuan, uji F digunakan untuk menguji hipotesis nol bahwa semua rata-rata perlakuan sama. Apa yang terjadi jika H0 ditolak dan perlakuan bersifat kualitatif?

  • A. Analisis selesai karena perbedaan sudah terdeteksi
  • B. Model tetap diganti menjadi model random
  • C. Data harus ditransformasi karena asumsi tidak terpenuhi
  • D. Dilakukan uji lanjutan seperti uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk membandingkan pasangan perlakuan
Jawaban: D
Penolakan H0 mengindikasikan adanya perbedaan antar perlakuan, dan uji lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi perlakuan mana yang berbeda secara signifikan.
3.

Pada model II (model random) dalam analisis variansi satu arah, komponen variansi yang diuji adalah:

  • A. Hanya variansi galat
  • B. Variansi antar perlakuan dan variansi galat
  • C. Variansi total dari seluruh pengamatan
  • D. Variansi antar perlakuan saja
Jawaban: B
Model random menguji komponen variansi, yaitu variansi antar perlakuan (dari populasi perlakuan) dan variansi galat (dalam perlakuan).
4.

Jika asumsi normalitas data tidak terpenuhi dalam analisis variansi, langkah yang tepat adalah:

  • A. Melakukan transformasi data, misalnya transformasi logaritma atau akar kuadrat
  • B. Mengabaikan asumsi tersebut
  • C. Menggunakan uji F biasa walaupun asumsi dilanggar
  • D. Menambah jumlah ulangan
Jawaban: A
Transformasi data merupakan salah satu cara untuk menormalkan sebaran data sehingga asumsi analisis variansi dapat dipenuhi.
5.

Dalam Rancangan Blok Random Lengkap (RBRL), tujuan pemblokan adalah:

  • A. Mengurangi jumlah perlakuan
  • B. Mengontrol variabilitas dari faktor luar yang diketahui agar tidak mempengaruhi galat percobaan
  • C. Memudahkan randomisasi perlakuan
  • D. Meningkatkan jumlah ulangan
Jawaban: B
Pemblokan mengelompokkan unit percobaan yang homogen, sehingga variabilitas antar blok dapat dipisahkan dari galat, meningkatkan presisi percobaan.
6.

Ciri utama dari Rancangan Blok Random Tak Lengkap Seimbang (BIBD) adalah:

  • A. Setiap pasangan perlakuan muncul bersama dalam jumlah blok yang sama
  • B. Setiap blok hanya berisi satu perlakuan
  • C. Jumlah unit setiap blok sama dengan jumlah perlakuan
  • D. Randomisasi dilakukan hanya pada baris
Jawaban: A
Keseimbangan dalam BIBD terletak pada kemunculan setiap pasangan perlakuan dalam jumlah blok yang sama, sehingga analisis menjadi efisien.
7.

Rancangan Bujur Sangkar Latin mengendalikan dua sumber variasi dengan cara:

  • A. Menggunakan dua faktor perlakuan yang disusun dalam baris dan kolom
  • B. Menyusun perlakuan sehingga setiap perlakuan muncul satu kali pada setiap baris dan setiap kolom
  • C. Mengacak perlakuan secara total tanpa blok
  • D. Menerapkan perlakuan secara sistematis
Jawaban: B
Struktur baris dan kolom pada Bujur Sangkar Latin berfungsi sebagai dua blok, mengendalikan variasi antar baris dan antar kolom secara bersamaan.
8.

Rancangan Bujur Sangkar Youden merupakan modifikasi dari rancangan:

  • A. Rancangan Acak Lengkap
  • B. Rancangan Bujur Sangkar Latin untuk jumlah baris tidak sama dengan jumlah perlakuan
  • C. Rancangan Blok Random Lengkap
  • D. Rancangan Bujur Sangkar Graeco-Latin
Jawaban: B
Rancangan Bujur Sangkar Youden adalah adaptasi dari Bujur Sangkar Latin ketika jumlah baris (blok) lebih sedikit dibanding jumlah perlakuan, mempertahankan keseimbangan.
9.

Dalam eksperimen faktorial dengan rancangan acak lengkap, aturan untuk menentukan derajat bebas interaksi antara faktor A (a level) dan faktor B (b level) adalah:

  • A. ab – 1
  • B. a + b – 2
  • C. (a – 1)(b – 1)
  • D. a b
Jawaban: C
Derajat bebas interaksi A×B diperoleh dari perkalian derajat bebas masing-masing faktor, yaitu (a-1)(b-1).
10.

Jika dalam model faktorial terdapat interaksi yang signifikan, maka interpretasi utama harus fokus pada:

  • A. Efek interaksi, dan efek utama tidak dapat diinterpretasikan secara independen
  • B. Efek utama masing-masing faktor secara terpisah
  • C. Rata-rata total seluruh perlakuan
  • D. Perbandingan antar level salah satu faktor saja
Jawaban: A
Interaksi signifikan menunjukkan bahwa efek suatu faktor tergantung pada level faktor lain, sehingga efek utama tidak dapat ditafsirkan sendiri-sendiri.
11.

Perbedaan mendasar antara rancangan faktorial dan rancangan tersarang (nested) adalah:

  • A. Faktorial hanya untuk dua faktor, tersarang bisa lebih dari dua
  • B. Pada tersarang tidak ada interaksi yang dapat diuji
  • C. Pada faktorial, faktor menyilang (crossed), pada tersarang, level faktor satu bersarang dalam level faktor lain
  • D. Faktorial memerlukan jumlah ulangan yang lebih sedikit
Jawaban: C
Pada rancangan faktorial, setiap level suatu faktor dikombinasikan dengan semua level faktor lain, sedangkan pada tersarang, level satu faktor hanya ditemukan dalam satu level faktor lainnya.
12.

Eksperimen faktorial dalam rancangan blok random lengkap bertujuan untuk:

  • A. Mengurangi jumlah kombinasi perlakuan
  • B. Meningkatkan kompleksitas analisis
  • C. Menghilangkan efek interaksi
  • D. Mengontrol variabilitas dari blok selain efek faktor utama dan interaksinya
Jawaban: D
Penggunaan blok random dalam faktorial bertujuan mengurangi galat dengan mengendalikan variasi dari sumber yang diketahui, sehingga pengujian efek faktor menjadi lebih sensitif.
13.

Dalam rancangan split-plot, faktor yang ditempatkan pada petak utama (main plot) memiliki presisi yang:

  • A. Lebih tinggi dibandingkan faktor pada anak petak
  • B. Lebih rendah dibandingkan faktor pada anak petak
  • C. Sama dengan faktor pada anak petak (sub-plot)
  • D. Tidak dapat dibandingkan karena menggunakan galat yang berbeda
Jawaban: A
Faktor anak petak memiliki lebih banyak ulangan sehingga estimasi efeknya lebih presisi dibanding faktor petak utama yang ulangannya lebih sedikit.
14.

Tujuan utama dari analisis permukaan respon adalah:

  • A. Menguji perbedaan rata-rata antar perlakuan
  • B. Membandingkan dua kelompok perlakuan
  • C. Mengurangi jumlah variabel dalam eksperimen
  • D. Memodelkan dan mengoptimalkan respon yang dipengaruhi oleh beberapa variabel kontinu
Jawaban: D
Analisis permukaan respon digunakan untuk mendekati hubungan antara variabel bebas kontinu dengan respon, dan menentukan kondisi optimal dari variabel tersebut.
15.

Prosedur operasi evolusi (EVOP) diterapkan pada:

  • A. Eksperimen laboratorium skala kecil
  • B. Rancangan blok tak lengkap
  • C. Eksperimen dengan satu faktor saja
  • D. Proses industri secara langsung tanpa mengganggu produksi untuk mencari kondisi operasi optimal
Jawaban: D
EVOP adalah metode yang dilakukan langsung pada proses produksi berjalan untuk mencari peningkatan kualitas secara bertahap dengan perubahan kecil pada variabel proses.
16.

Jika dalam uji F model tetap satu arah dengan jumlah observasi tidak sama, perbandingan antar perlakuan sebaiknya menggunakan:

  • A. Uji BNT biasa yang mengasumsikan jumlah sama
  • B. Uji F saja tanpa uji lanjut
  • C. Uji BNT dengan galat baku yang disesuaikan menggunakan rata-rata harmonik jumlah ulangan
  • D. Uji Chi-square
Jawaban: C
Dengan jumlah ulangan tidak sama, galat baku untuk perbandingan antar perlakuan harus disesuaikan, misalnya dengan menggunakan rata-rata harmonik agar uji menjadi valid.
17.

Pendekatan uji F Satterthwaite digunakan dalam analisis variansi ketika:

  • A. Terdapat komponen galat majemuk yang berasal dari lebih dari satu sumber variasi dengan derajat bebas yang berbeda
  • B. Jumlah ulangan sama untuk setiap perlakuan
  • C. Data berdistribusi normal sempurna
  • D. Eksperimen hanya memiliki satu faktor
Jawaban: A
Uji Satterthwaite mengestimasi derajat bebas penggabungan beberapa komponen variansi, berguna dalam model yang lebih kompleks seperti campuran atau random.
18.

Dalam eksperimen perbandingan sederhana dengan rancangan acak lengkap (RAL), jika hanya ada dua perlakuan yang dibandingkan, uji statistik yang ekuivalen dengan analisis variansi satu arah adalah…

  • A. Uji t satu sampel
  • B. Uji F untuk perbandingan varians
  • C. Uji t dua sampel independen
  • D. Uji Mann-Whitney
Jawaban: C
Untuk dua perlakuan dalam RAL, uji F dari ANOVA satu arah ekuivalen dengan uji t dua sampel independen karena F = t^2.
19.

Pada rancangan blok random lengkap (RBRL) dengan satu faktor dan blok sebagai sumber variasi, jika jumlah blok adalah b dan jumlah perlakuan adalah t, maka derajat bebas untuk galat adalah…

  • A. b-1
  • B. tb-1
  • C. (t-1)(b-1)
  • D. t-1
Jawaban: C
Dalam RBRL, derajat bebas galat adalah (t-1)(b-1) karena total variasi dibagi menjadi perlakuan, blok, dan galat.
20.

Dalam analisis variansi model tetap satu arah dengan jumlah observasi sama tiap perlakuan, jika H0 ditolak dan perlakuan bersifat kualitatif, maka langkah lanjutan yang tepat adalah…

  • A. Mengestimasi komponen varians
  • B. Melakukan uji perbandingan berganda seperti uji Beda Nyata Terkecil (BNT)
  • C. Melakukan uji asumsi normalitas
  • D. Mengubah model menjadi model random
Jawaban: B
Jika H0 ditolak dan perlakuan kualitatif, perlu dilakukan uji lanjut seperti BNT untuk menentukan perbedaan antar perlakuan.
21.

Pada model random (Model II) untuk eksperimen faktor tunggal dengan RAL, hipotesis yang diuji adalah…

  • A. H0: σ² = 0 melawan H1: σ² > 0
  • B. H0: μ1 = μ2 = … = μt melawan H1: tidak semua sama
  • C. H0: τi = 0 melawan H1: τi ≠ 0
  • D. H0: σ²τ = 0 melawan H1: σ²τ > 0
Jawaban: D
Model random menguji komponen varians perlakuan, yaitu H0 bahwa varians perlakuan sama dengan nol.
22.

Jika data percobaan melanggar asumsi homogenitas varians, transformasi yang sering digunakan adalah transformasi Box-Cox. Transformasi ini bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan jumlah sampel
  • B. Menstabilkan varians dan mendekatkan data ke distribusi normal
  • C. Menghilangkan outlier
  • D. Mengubah data menjadi ordinal
Jawaban: B
Transformasi Box-Cox digunakan untuk menstabilkan varians dan memperbaiki kenormalan data.
23.

Pada rancangan bujur sangkar Latin, jika terdapat p perlakuan, maka jumlah baris dan kolom masing-masing adalah…

  • A. 2p
  • B. p-1
  • C. p+1
  • D. p
Jawaban: D
Rancangan bujur sangkar Latin memiliki p baris dan p kolom untuk p perlakuan, sehingga jumlah unit percobaan adalah p^2.
24.

Dalam eksperimen faktorial dengan dua faktor A dan B menggunakan rancangan acak lengkap, jika faktor A memiliki a taraf dan faktor B memiliki b taraf dengan r ulangan, maka derajat bebas untuk interaksi A×B adalah…

  • A. a b r
  • B. ab(r-1)
  • C. (a-1)+(b-1)
  • D. (a-1)(b-1)
Jawaban: D
Derajat bebas interaksi A×B adalah (a-1)(b-1) sesuai aturan derajat bebas pada faktorial.
25.

Pada rancangan blok random tak lengkap seimbang (BIBD), ciri khasnya adalah…

  • A. Setiap pasangan perlakuan muncul bersama dalam jumlah blok yang sama
  • B. Jumlah ulangan setiap perlakuan boleh berbeda
  • C. Blok tidak diperlukan dalam analisis
  • D. Hanya cocok untuk dua perlakuan
Jawaban: A
BIBD memiliki sifat setiap pasangan perlakuan muncul bersama dalam jumlah blok yang sama, sehingga estimasi efek perlakuan tetap seimbang.
26.

Dalam eksperimen faktorial yang menggunakan rancangan blok random lengkap (RBRL), tujuan pemblokiran adalah…

  • A. Memudahkan analisis data
  • B. Meningkatkan jumlah perlakuan
  • C. Mengurangi jumlah ulangan
  • D. Mengontrol variasi dari faktor luar yang diketahui
Jawaban: D
Pemblokiran bertujuan mengurangi galat dengan mengelompokkan unit percobaan yang homogen.
27.

Pada rancangan split-plot, faktor yang ditempatkan pada petak utama (main plot) biasanya memiliki…

  • A. Tingkat kepentingan lebih tinggi
  • B. Tingkat kepentingan lebih rendah atau variasi lebih besar
  • C. Jumlah taraf lebih banyak
  • D. Jumlah taraf lebih sedikit
Jawaban: A
Faktor pada petak utama biasanya memiliki variasi lebih besar atau kepentingan lebih rendah, sehingga galat untuk petak utama lebih besar.
28.

Uji pendekatan F Satterthwaite digunakan ketika…

  • A. Jumlah sampel sangat kecil
  • B. Derajat bebas galat tidak dapat ditentukan secara langsung karena kombinasi komponen varians
  • C. Data tidak normal
  • D. Perlakuan bersifat acak
Jawaban: A
Pendekatan Satterthwaite digunakan dalam model campuran atau faktorial kompleks untuk mendekati derajat bebas galat.
29.

Dalam analisis permukaan respon, metode yang umum digunakan untuk mengeksplorasi kondisi optimal adalah…

  • A. Metode Least Squares
  • B. Metode Steepest Ascent
  • C. Metode Maximum Likelihood
  • D. Metode Monte Carlo
Jawaban: B
Metode Steepest Ascent digunakan dalam permukaan respon untuk bergerak menuju daerah optimal.
30.

Pada rancangan tersarang (nested), misalkan faktor A tersarang dalam B, maka struktur efeknya adalah…

  • A. Efek A tidak dapat dipisah dari efek B
  • B. A dan B bersifat silang
  • C. A dan B saling bebas
  • D. A adalah ulangan dari B
Jawaban: A
Dalam rancangan tersarang, faktor A hanya muncul dalam taraf tertentu dari B, sehingga efeknya bersarang.
31.

Rancangan bujur sangkar Youden merupakan modifikasi dari rancangan…

  • A. Blok random tak lengkap
  • B. Blok random lengkap
  • C. Bujur sangkar Latin
  • D. Faktorial
Jawaban: C
Rancangan Youden adalah bentuk BIBD yang simetris, terkait dengan bujur sangkar Latin tak lengkap.
32.

Dalam rancangan split-split plot, jumlah galat yang dianalisis adalah…

  • A. Dua galat
  • B. Satu galat total
  • C. Tiga galat (main plot, sub plot, sub-sub plot)
  • D. Empat galat
Jawaban: C
Rancangan split-split plot memiliki tiga strata dengan galat berbeda untuk setiap tingkat petak.
33.

Prosedur operasi evolusi (EVOP) bertujuan untuk…

  • A. Mengganti desain eksperimen lama
  • B. Mengoptimalkan proses produksi secara bertahap tanpa mengganggu operasi
  • C. Menguji hipotesis statistika
  • D. Menganalisis data kualitatif
Jawaban: B
EVOP digunakan untuk perbaikan proses industri secara kontinu dengan perubahan kecil.
34.

Jika dalam eksperimen faktorial 2×2 dengan RAL diperoleh interaksi signifikan, maka interpretasi utama adalah…

  • A. Efek faktor A tergantung pada taraf faktor B
  • B. Kedua faktor tidak berpengaruh
  • C. Hanya satu faktor yang berpengaruh
  • D. Varians data tidak homogen
Jawaban: A
Interaksi signifikan menunjukkan bahwa efek faktor A berubah pada setiap taraf faktor B.
35.

Dalam eksperimen perbandingan sederhana dengan Rancangan Random Lengkap (RRL), tujuan utama dari randomisasi adalah…

  • A. Mengurangi variasi antar perlakuan
  • B. Meningkatkan jumlah ulangan
  • C. Mengontrol variabel luar yang tidak diketahui
  • D. Memastikan data berdistribusi normal
Jawaban: C
Randomisasi bertujuan untuk menyebarkan pengaruh variabel luar secara merata ke semua perlakuan, sehingga bias dapat diminimalkan.
36.

Analisis variansi satu arah model tetap dengan jumlah observasi sama tiap perlakuan, jika H0 ditolak maka langkah selanjutnya adalah…

  • A. Melakukan uji lanjutan seperti uji Beda Nyata Terkecil
  • B. Menghentikan analisis
  • C. Mengubah model menjadi random
  • D. Menambahkan ulangan
Jawaban: A
Penolakan H0 menunjukkan ada perbedaan nyata antar perlakuan, sehingga perlu uji lanjutan untuk menentukan perlakuan mana yang berbeda.
37.

Pada model random (Model II) dalam eksperimen faktor tunggal, inferensi statistik berlaku untuk…

  • A. Hanya perlakuan yang diuji
  • B. Populasi perlakuan yang lebih luas
  • C. Satu perlakuan tertentu
  • D. Setiap individu dalam percobaan
Jawaban: B
Model random menganggap perlakuan sebagai sampel acak dari populasi perlakuan, sehingga inferensi dapat digeneralisasi ke populasi.
38.

Transformasi data dalam rancangan percobaan sering dilakukan untuk memenuhi asumsi…

  • A. Independensi dan linearitas
  • B. Randomisasi dan bloking
  • C. Normalitas dan homogenitas varians
  • D. Interaksi dan efek utama
Jawaban: C
Transformasi seperti log atau akar kuadrat digunakan untuk menstabilkan varians dan mendekatkan data ke distribusi normal.
39.

Dalam Rancangan Blok Random Lengkap (RBRL), fungsi utama dari pembentukan blok adalah…

  • A. Mengontrol variasi dari sumber keragaman yang diketahui
  • B. Mengurangi variasi antar ulangan
  • C. Meningkatkan jumlah perlakuan
  • D. Mempermudah perhitungan analisis
Jawaban: A
Blok digunakan untuk mengelompokkan unit percobaan yang homogen sehingga variasi antar blok dapat dipisahkan dari kesalahan acak.
40.

Rancangan Bujur Sangkar Latin digunakan jika terdapat dua sumber keragaman yang perlu dikontrol, yaitu…

  • A. Blok dan interaksi
  • B. Perlakuan dan ulangan
  • C. Baris dan kolom
  • D. Faktor tetap dan acak
Jawaban: C
Rancangan Bujur Sangkar Latin mengontrol variasi dari dua arah, yaitu baris dan kolom, selain perlakuan.
41.

Pada eksperimen faktorial dengan Rancangan Random Lengkap, aturan derajat bebas untuk interaksi dua faktor A dan B adalah…

  • A. (a-1) + (b-1)
  • B. (a-1) × n
  • C. a × b
  • D. (a-1)(b-1)
Jawaban: D
Derajat bebas interaksi dua faktor adalah hasil kali dari derajat bebas masing-masing faktor utama, yaitu (a-1)(b-1).
42.

Uji pendekatan F Satterthwaite digunakan ketika…

  • A. Jumlah ulangan sama
  • B. Data berdistribusi normal
  • C. Tidak ada interaksi antar faktor
  • D. Ragam galat tidak homogen atau struktur data kompleks
Jawaban: D
Pendekatan Satterthwaite memberikan estimasi derajat bebas yang lebih akurat ketika ragam galat tidak homogen atau dalam model campuran.
43.

Dalam rancangan faktorial, efek utama adalah…

  • A. Pengaruh gabungan dari dua faktor atau lebih
  • B. Pengaruh yang hanya muncul pada level tertentu
  • C. Pengaruh rata-rata dari satu faktor terhadap respons
  • D. Pengaruh acak dari faktor yang tidak terkontrol
Jawaban: C
Efek utama mengukur pengaruh mandiri suatu faktor, tanpa mempertimbangkan interaksi dengan faktor lain.
44.

Rancangan tersarang (hierarchical) digunakan ketika…

  • A. Semua faktor disilangkan satu sama lain
  • B. Ada dua sumber keragaman blok
  • C. Jumlah ulangan per perlakuan tidak sama
  • D. Level suatu faktor hanya muncul dalam level faktor lain
Jawaban: D
Rancangan tersarang terjadi ketika level dari satu faktor hanya terdapat di dalam level tertentu dari faktor lainnya.
45.

Eksperimen faktorial dalam Rancangan Blok Random Lengkap bertujuan untuk…

  • A. Mengurangi jumlah unit percobaan
  • B. Menghilangkan efek acak
  • C. Hanya menguji efek utama
  • D. Mengontrol variasi antar blok sekaligus menguji interaksi
Jawaban: D
Kombinasi faktorial dengan blok memungkinkan pengendalian variasi blok sambil tetap menguji interaksi antar faktor.
46.

Ciri khas rancangan Split-Plot adalah…

  • A. Semua perlakuan diacak penuh
  • B. Terdapat petak utama dan anak petak dengan tingkat kesalahan berbeda
  • C. Hanya satu faktor yang diuji
  • D. Tidak ada bloking
Jawaban: B
Rancangan Split-Plot memiliki dua ukuran unit percobaan, yaitu petak utama dan anak petak, dengan kesalahan acak berbeda untuk masing-masing.
47.

Analisis permukaan respons (response surface) digunakan ketika…

  • A. Hanya ada satu faktor kualitatif
  • B. Tujuan eksperimen adalah optimasi respons pada level faktor kontinu
  • C. Faktor bersifat kategorik
  • D. Jumlah ulangan sangat sedikit
Jawaban: B
Metode permukaan respons membantu menemukan kombinasi level faktor kontinu yang menghasilkan respons optimal.
48.

Prosedur Operasi Epolusi (Evolutionary Operation) diterapkan terutama untuk…

  • A. Optimasi proses industri secara bertahap tanpa mengganggu produksi
  • B. Eksperimen laboratorium skala kecil
  • C. Analisis data kualitatif
  • D. Pengujian hipotesis tunggal
Jawaban: A
EVOP adalah metode untuk meningkatkan proses produksi dengan melakukan perubahan kecil dan sistematis selama operasi berlangsung.
49.

Perbedaan utama antara RBRL dan Rancangan Blok Random Tak Lengkap Seimbang adalah…

  • A. Pada RBRL semua perlakuan muncul dalam setiap blok, sedangkan pada rancangan tak lengkap tidak
  • B. Jumlah blok lebih banyak pada RBRL
  • C. RBRL lebih efisien untuk perlakuan sedikit
  • D. Rancangan tak lengkap tidak memerlukan analisis variansi
Jawaban: A
Dalam RBRL, setiap blok berisi semua perlakuan, sementara pada rancangan tak lengkap, setiap blok hanya berisi sebagian perlakuan.
50.

Dalam Rancangan Bujur Sangkar Graeco-Latin, jumlah baris, kolom, dan level perlakuan harus…

  • A. Berbeda satu sama lain
  • B. Sama (n x n)
  • C. Berlipat dua
  • D. Tidak lebih dari lima
Jawaban: B
Rancangan Bujur Sangkar Graeco-Latin memerlukan jumlah baris, kolom, dan level perlakuan yang sama, membentuk tabel n x n.

Soal-soal di atas memang langsung menguji pemahamanmu soal asumsi model dan jenis rancangan. Aplikasi ANOVA satu arah model tetap dan random sering bikin bingung, apalagi kalau jumlah observasi tiap perlakuan tidak sama. Padahal perbedaan itu fundamental di UAS nanti. Ada banyak latihan UAS UT lain yang pola soalnya mirip dan bisa kamu pakai untuk mengukur sejauh mana kamu paham soal treatment dan blok.

Pola soal di STAT4431 Rancangan Percobaan biasanya gabungan dari UTM yang hafalan prosedur dan UO yang menguji tafsiran tabel ANOVA. Kalau di Modul 6 kamu sudah ngerti aturan derajat bebas untuk efek interaksi, sisanya tinggal latihan konsisten. Jangan khawatir kalau masih ada soal yang ngambang; seringnya cuma soal kurang teliti bedain model tetap dan acak dari awal.

Bagikan

error: Content is protected !!