💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT STPL4101 Kependudukan dan Analisis Demografi Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT Versi terbaru 1.2.0

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT STPL4101 Kependudukan dan Analisis Demografi
Soal UT STPL4101 Kependudukan dan Analisis Demografi

Mempelajari STPL4101 Kependudukan dan Analisis Demografi menjadi lebih mudah dengan bahan latihan yang tepat. Anda bisa mengukur pemahaman tentang struktur populasi dan migrasi secara langsung. Soal UT di halaman ini dirancang untuk membantu Anda menguasai inti materi perkuliahan.

Soal UAS UT biasanya menguji kemampuan membaca tren kependudukan secara aplikatif. Latihan yang terarah akan mempertajam nalar demografis Anda sebelum menghadapi ujian sesungguhnya. Manfaatkan Soal UAS UT sebagai tolok ukur kesiapan akademik.

Di bawah ini, kami sediakan soal ujian yang mencakup teori fertilitas hingga kebijakan kependudukan. Setiap Soal Ujian UT dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan rinci. Anda bisa langsung mencermati pola jawaban yang benar pada tiap nomor.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT STPL4101 Kependudukan dan Analisis Demografi

1.

Dalam konteks perencanaan wilayah dan kota, mengapa analisis kependudukan dianggap penting?

  • A. Karena penduduk adalah subjek dan objek pembangunan, sehingga perencanaan harus didasarkan pada karakteristik dan kebutuhannya
  • B. Karena data penduduk mudah diperoleh dari sensus dan survei
  • C. Karena teori kependudukan sudah mapan dan tidak berubah
  • D. Karena pemerintah pusat mewajibkan setiap daerah memiliki data penduduk
Jawaban: A. Karena penduduk adalah subjek dan objek pembangunan, sehingga perencanaan harus didasarkan pada karakteristik dan kebutuhannya.
Penduduk merupakan subjek (pelaku) dan objek (sasaran) pembangunan, sehingga analisis demografi menjadi dasar dalam penentuan kebijakan dan perencanaan wilayah.
2.

Teori Malthus menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk cenderung mengikuti deret ukur (geometrik), sedangkan pertumbuhan sumber daya pangan mengikuti deret hitung (aritmetik). Implikasi teori ini dalam perencanaan wilayah dan kota adalah…

  • A. Perlunya program Keluarga Berencana yang massif di suatu wilayah
  • B. Perlunya pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan
  • C. Perlunya kebijakan transmigrasi untuk mengurangi kepadatan penduduk
  • D. Perlunya pengaturan tata ruang untuk menjamin ketersediaan lahan pangan
Jawaban: B. Perlunya pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan.
Malthus menekankan bahwa krisis pangan dapat dicegah dengan peningkatan produksi pangan (positive check) dan pengendalian kelahiran (preventive check). Dalam perencanaan, hal ini mendorong pengembangan teknologi dan inovasi pertanian.
3.

Sumber data demografi utama yang dilakukan dengan wawancara langsung terhadap seluruh unit populasi di suatu negara secara periodik adalah…

  • A. Sensus penduduk
  • B. Survei penduduk antar sensus (SUPAS)
  • C. Registrasi vital
  • D. Survei demografi dan kesehatan
Jawaban: A. Sensus penduduk.
Sensus penduduk adalah pencatatan seluruh penduduk secara serentak yang dilakukan setiap 10 tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
4.

Berdasarkan jenis pengukuran dalam demografi, apakah yang dimaksud dengan angka (rate)?

  • A. Bilangan yang menunjukkan jumlah suatu peristiwa pada waktu dan tempat tertentu
  • B. Perbandingan antara jumlah peristiwa dengan jumlah penduduk yang berisiko mengalami peristiwa tersebut
  • C. Angka yang menunjukkan perbandingan antara dua kejadian yang berbeda
  • D. Proporsi atau persentase dari suatu kelompok penduduk
Jawaban: B. Perbandingan antara jumlah peristiwa dengan jumlah penduduk yang berisiko mengalami peristiwa tersebut.
Angka (rate) adalah ukuran yang menghubungkan jumlah kejadian (kelahiran, kematian, migrasi) dengan jumlah penduduk yang berisiko mengalami kejadian tersebut, sehingga dapat dibandingkan antar waktu dan wilayah.
5.

Prinsip komposisi (dalam analisis demografi) menekankan bahwa…

  • A. Setiap penduduk unik dan tidak dapat dikelompokkan
  • B. Penduduk harus dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin, dan karakteristik lainnya untuk analisis lebih mendalam
  • C. Semua penduduk memiliki karakteristik yang sama
  • D. Hanya penduduk usia produktif yang perlu dianalisis
Jawaban: B. Penduduk harus dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin, dan karakteristik lainnya untuk analisis lebih mendalam.
Prinsip komposisi menyatakan bahwa struktur penduduk (berdasarkan umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan) sangat penting untuk memahami perbedaan perilaku demografi antar kelompok.
6.

Dalam demografi, istilah 'paritas' mengacu pada…

  • A. Jumlah anak yang pernah dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya
  • B. Jumlah anak yang masih hidup dari seorang perempuan
  • C. Usia seorang perempuan saat melahirkan anak pertama
  • D. Jumlah kelahiran dalam satu tahun di suatu wilayah
Jawaban: A. Jumlah anak yang pernah dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya.
Paritas adalah jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup oleh seorang perempuan, tanpa memperhitungkan apakah anak tersebut masih hidup atau tidak.
7.

Angka Fertilitas Total (Total Fertility Rate – TFR) mengukur…

  • A. Jumlah kelahiran per 1000 penduduk dalam satu tahun
  • B. Rata-rata jumlah anak yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya berdasarkan pola fertilitas suatu tahun
  • C. Jumlah kelahiran per 1000 perempuan usia subur
  • D. Angka kelahiran kasar yang disesuaikan dengan umur
Jawaban: B. Rata-rata jumlah anak yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya berdasarkan pola fertilitas suatu tahun.
TFR adalah ukuran sintetik yang menunjukkan jumlah rata-rata anak yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama usia reproduksinya (15-49 tahun) jika mengikuti pola fertilitas spesifik umur pada tahun tertentu.
8.

Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate – IMR) dihitung dengan rumus…

  • A. (Jumlah kematian bayi / Jumlah kelahiran hidup) x 1000
  • B. (Jumlah kematian penduduk / Jumlah penduduk) x 1000
  • C. (Jumlah kematian anak balita / Jumlah kelahiran hidup) x 1000
  • D. (Jumlah kematian bayi / Jumlah penduduk usia 0-1 tahun) x 1000
Jawaban: A. (Jumlah kematian bayi / Jumlah kelahiran hidup) x 1000.
IMR adalah jumlah kematian bayi (usia di bawah 1 tahun) per 1000 kelahiran hidup dalam satu tahun. Ini merupakan indikator sensitif kondisi kesehatan dan pelayanan kesehatan di suatu wilayah.
9.

Piramida penduduk dengan bentuk ekspansif (lebar di dasar) menunjukkan…

  • A. Angka kelahiran tinggi dan angka kematian rendah, ciri negara berkembang
  • B. Angka kelahiran rendah dan angka kematian rendah, ciri negara maju
  • C. Angka kelahiran tinggi dan angka kematian tinggi, ciri negara agraris tradisional
  • D. Komposisi penduduk yang stabil dengan pertumbuhan nol
Jawaban: A. Angka kelahiran tinggi dan angka kematian rendah, ciri negara berkembang.
Piramida ekspansif berbentuk segitiga (dasar lebar) karena proporsi penduduk muda besar akibat angka kelahiran yang tinggi, dan mengecil ke atas karena angka kematian yang relatif masih tinggi, khas negara berkembang.
10.

Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara…

  • A. Jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah penduduk non-produktif (0-14 tahun dan 65+ tahun)
  • B. Jumlah penduduk non-produktif dengan jumlah penduduk produktif
  • C. Jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun) dengan jumlah penduduk lanjut usia (65+ tahun)
  • D. Jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan
Jawaban: B. Jumlah penduduk non-produktif dengan jumlah penduduk produktif.
Rasio ketergantungan (dependency ratio) adalah perbandingan antara penduduk usia non-produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) terhadap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun). Semakin tinggi angka ini, semakin besar beban tanggungan.
11.

Suatu wilayah memiliki jumlah penduduk 100.000 jiwa dengan luas wilayah 50 km persegi. Berapakah kepadatan penduduk agraris jika luas lahan pertanian hanya 20 km persegi?

  • A. 2.000 jiwa/km persegi
  • B. 5.000 jiwa/km persegi
  • C. 500 jiwa/km persegi
  • D. 1.000 jiwa/km persegi
Jawaban: B. 5.000 jiwa/km persegi.
Kepadatan penduduk agraris = Jumlah penduduk / Luas lahan pertanian = 100.000 / 20 = 5.000 jiwa per km persegi. Ukuran ini penting untuk perencanaan ketahanan pangan.
12.

Metode proyeksi penduduk yang mengasumsikan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk konstan dari tahun ke tahun disebut metode…

  • A. Geometrik
  • B. Aritmetik
  • C. Eksponensial
  • D. Leslie
Jawaban: A. Geometrik.
Metode geometrik mengasumsikan pertumbuhan penduduk dengan persentase tetap setiap tahun, sehingga proyeksi mengikuti deret ukur (Pn = P0 (1+r)^n).
13.

Proyeksi penduduk metode agregat memerlukan data dasar utama berupa…

  • A. Jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin
  • B. Jumlah penduduk total pada tahun dasar, tingkat fertilitas, mortalitas, dan migrasi
  • C. Angka kelahiran dan kematian kasar
  • D. Distribusi penduduk per provinsi
Jawaban: B. Jumlah penduduk total pada tahun dasar, tingkat fertilitas, mortalitas, dan migrasi.
Metode agregat menggunakan pendekatan komponen dengan data jumlah penduduk awal, kemudian diperbaharui dengan kelahiran, kematian, dan migrasi yang digabung dalam satu model matematis sederhana.
14.

Urbanisasi yang tidak terkendali sering menimbulkan masalah di kota, seperti…

  • A. Terbentuknya permukiman kumuh (slum area) dan meningkatnya pengangguran
  • B. Meningkatnya produksi pertanian di desa
  • C. Berkurangnya kebutuhan akan transportasi umum
  • D. Meningkatnya pelayanan kesehatan di daerah asal
Jawaban: A. Terbentuknya permukiman kumuh (slum area) dan meningkatnya pengangguran.
Urbanisasi yang cepat tanpa diimbangi penyediaan lapangan kerja dan infrastruktur perkotaan memunculkan permukiman kumuh, kemiskinan perkotaan, pengangguran, dan tekanan pada fasilitas umum.
15.

Mobilitas penduduk non-permanen (sirkuler) berbeda dengan migrasi permanen dalam hal…

  • A. Tujuan perpindahan, sirkuler untuk wisata
  • B. Jarak tempuh, sirkuler selalu jarak dekat
  • C. Niat untuk menetap, pada sirkuler tidak ada niat pindah tempat tinggal secara tetap
  • D. Usia pelaku, sirkuler hanya dilakukan oleh usia muda
Jawaban: C. Niat untuk menetap, pada sirkuler tidak ada niat pindah tempat tinggal secara tetap.
Perbedaan utama adalah niat menetap: migrasi permanen berarti pindah tempat tinggal secara tetap, sedangkan mobilitas sirkuler (seperti komuter) tidak mengubah tempat tinggal tetap.
16.

Salah satu kebijakan kuantitas penduduk di Indonesia yang bertujuan menekan laju pertumbuhan penduduk adalah…

  • A. Program WAJIB BELAJAR 12 tahun
  • B. Program Keluarga Berencana (KB)
  • C. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak
  • D. Pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi
Jawaban: B. Program Keluarga Berencana (KB).
Program Keluarga Berencana (KB) adalah kebijakan untuk mengendalikan jumlah dan laju pertumbuhan penduduk melalui pemakaian alat kontrasepsi dan pengaturan jarak kelahiran.
17.

Kebijakan kualitas penduduk dapat dilakukan melalui peningkatan…

  • A. Angka kelahiran total agar penduduk bertambah banyak
  • B. Angka migrasi masuk agar semakin padat
  • C. Akses dan mutu pendidikan dan kesehatan bagi seluruh penduduk
  • D. Luas wilayah administratif
Jawaban: C. Akses dan mutu pendidikan dan kesehatan bagi seluruh penduduk.
Kualitas penduduk ditingkatkan melalui investasi sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan (literasi, keterampilan) dan kesehatan (gizi, pelayanan medis) agar penduduk menjadi produktif dan sejahtera.
18.

Dalam konteks perencanaan wilayah dan kota, mengapa data kependudukan menjadi sangat penting?

  • A. Untuk menentukan jumlah penduduk secara pasti
  • B. Sebagai dasar estimasi kebutuhan sarana dan prasarana wilayah serta pelayanan publik
  • C. Hanya untuk memenuhi persyaratan administrasi pemerintahan
  • D. Untuk mengetahui tingkat partisipasi politik masyarakat
Jawaban: B. Sebagai dasar estimasi kebutuhan sarana dan prasarana wilayah serta pelayanan publik.
Data kependudukan sangat krusial dalam perencanaan wilayah dan kota karena digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan kebutuhan berbagai fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur transportasi sesuai dengan jumlah dan karakteristik penduduk.
19.

Teori Malthus menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk cenderung mengikuti deret ukur, sedangkan pertumbuhan sumber daya pangan mengikuti deret hitung. Apa kesimpulan utama dari teori tersebut?

  • A. Pertumbuhan penduduk akan selalu seimbang dengan produksi pangan
  • B. Pada suatu titik akan terjadi bencana kependudukan seperti kelaparan dan kemiskinan jika tidak ada kontrol
  • C. Teknologi pertanian akan selalu mampu mengimbangi pertambahan penduduk
  • D. Migrasi merupakan solusi utama mengatasi kekurangan pangan
Jawaban: B. Pada suatu titik akan terjadi bencana kependudukan seperti kelaparan dan kemiskinan jika tidak ada kontrol.
Teori Malthus memprediksi bahwa pertumbuhan penduduk yang lebih cepat daripada pertumbuhan pangan akan menyebabkan terjadinya berbagai bencana seperti kelaparan, wabah penyakit, dan kemiskinan jika tidak ada upaya pengendalian penduduk.
20.

Manakah yang termasuk sumber data demografi primer?

  • A. Laporan statistik tahunan dari BPS
  • B. Data registrasi penduduk di dinas kependudukan
  • C. Hasil wawancara langsung dengan responden dalam suatu survei khusus
  • D. Publikasi jurnal demografi tentang proyeksi penduduk
Jawaban: C. Hasil wawancara langsung dengan responden dalam suatu survei khusus.
Sumber data demografi primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari sumbernya melalui survei atau sensus. Wawancara langsung dengan responden merupakan contoh data primer, sedangkan pilihan lain merupakan data sekunder yang sudah diolah atau dipublikasikan pihak lain.
21.

Apa yang dimaksud dengan Crude Birth Rate (CBR) dalam demografi?

  • A. Jumlah kelahiran per seribu penduduk wanita usia subur dalam satu tahun
  • B. Jumlah kelahiran hidup per seribu penduduk total dalam satu tahun
  • C. Jumlah kelahiran hidup per seribu kelahiran total dalam satu tahun
  • D. Jumlah kelahiran per seribu penduduk laki-laki dalam satu tahun
Jawaban: B. Jumlah kelahiran hidup per seribu penduduk total dalam satu tahun.
Crude Birth Rate (CBR) atau Angka Kelahiran Kasar adalah jumlah kelahiran hidup dalam satu tahun per 1.000 penduduk total (tanpa memandang usia atau jenis kelamin).
22.

Dalam analisis demografi, prinsip dasar yang menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi disebut sebagai…

  • A. Prinsip ekuilibrium demografi
  • B. Persamaan fundamental demografi
  • C. Teori transisi demografi
  • D. Hukum Malthus
Jawaban: B. Persamaan fundamental demografi.
Persamaan fundamental demografi menyatakan bahwa perubahan jumlah penduduk suatu wilayah ditentukan oleh tiga komponen utama: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).
23.

Istilah 'paritas' dalam demografi merujuk pada…

  • A. Jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup oleh seorang perempuan
  • B. Jumlah anak yang masih hidup dari seorang perempuan
  • C. Jumlah kelahiran pertama seorang perempuan
  • D. Jumlah kelahiran per seribu perempuan
Jawaban: A. Jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup oleh seorang perempuan.
Paritas adalah jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup (live birth) oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya. Ini berbeda dengan jumlah anak yang masih hidup (surviving children).
24.

Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) adalah ukuran penting dalam demografi. Bagaimana IMR dihitung?

  • A. Jumlah kematian bayi di bawah 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam satu tahun
  • B. Jumlah kematian bayi di bawah 5 tahun per 1.000 kelahiran hidup
  • C. Jumlah kematian ibu hamil per 1.000 kelahiran hidup
  • D. Jumlah kematian bayi per 1.000 penduduk total
Jawaban: A. Jumlah kematian bayi di bawah 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam satu tahun.
Angka Kematian Bayi (IMR) secara spesifik menghitung jumlah kematian bayi yang berusia kurang dari 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.
25.

Apa yang membedakan migrasi internasional dengan migrasi internal?

  • A. Migrasi internal bersifat permanen, migrasi internasional bersifat sementara
  • B. Migrasi internasional melibatkan perpindahan melintasi batas negara, sedangkan migrasi internal hanya dalam satu negara
  • C. Migrasi internal selalu didorong faktor ekonomi, migrasi internasional didorong faktor politik
  • D. Migrasi internasional selalu lebih besar volumenya daripada migrasi internal
Jawaban: B. Migrasi internasional melibatkan perpindahan melintasi batas negara, sedangkan migrasi internal hanya dalam satu negara.
Perbedaan mendasar antara migrasi internal dan internasional terletak pada batas wilayah administratif. Migrasi internal terjadi antar wilayah dalam satu negara, sedangkan migrasi internasional melibatkan perpindahan dari satu negara ke negara lain.
26.

Dalam piramida penduduk, jika suatu wilayah memiliki piramida dengan bentuk seperti segitiga (basis lebar dan puncak runcing), hal ini mengindikasikan…

  • A. Tingkat kelahiran tinggi dan angka harapan hidup rendah
  • B. Tingkat kelahiran rendah dan angka harapan hidup tinggi
  • C. Populasi stabil dengan pertumbuhan lambat
  • D. Tingkat migrasi keluar yang sangat tinggi pada usia produktif
Jawaban: A. Tingkat kelahiran tinggi dan angka harapan hidup rendah.
Piramida berbentuk segitiga (lebar di dasar, menyempit ke atas) menunjukkan angka kelahiran yang tinggi (basis lebar) dan angka harapan hidup yang rendah (puncak runcing karena banyak penduduk meninggal di usia muda), ciri khas negara berkembang dengan pertumbuhan penduduk cepat.
27.

Perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan dalam suatu populasi disebut…

  • A. Rasio anak perempuan
  • B. Rasio jenis kelamin (sex ratio)
  • C. Rasio ketergantungan
  • D. Rasio beban tanggungan
Jawaban: B. Rasio jenis kelamin (sex ratio).
Rasio jenis kelamin (sex ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan, biasanya dinyatakan dalam jumlah laki-laki per 100 perempuan.
28.

Kepadatan penduduk agraris dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan…

  • A. Luas wilayah total
  • B. Luas lahan pertanian
  • C. Luas lahan pemukiman
  • D. Jumlah rumah tangga
Jawaban: B. Luas lahan pertanian.
Kepadatan penduduk agraris secara spesifik mengukur tekanan penduduk terhadap lahan pertanian, sehingga rumusnya adalah jumlah penduduk dibagi dengan luas lahan pertanian yang tersedia.
29.

Metode proyeksi penduduk dengan menggunakan angka pertumbuhan geometrik (r) konstan pada setiap periode waktu disebut metode…

  • A. Metode aritmatik
  • B. Metode geometrik
  • C. Metode eksponensial
  • D. Metode komponen
Jawaban: B. Metode geometrik.
Metode geometrik mengasumsikan bahwa pertumbuhan penduduk terjadi secara geometrik (bunga berbunga) dengan tingkat pertumbuhan (r) yang konstan antar periode waktu, menghasilkan kurva pertumbuhan yang meningkat secara bertahap.
30.

Apa perbedaan utama antara metode proyeksi agregat dengan metode komponen?

  • A. Metode agregat lebih akurat daripada metode komponen
  • B. Metode agregat memperlakukan penduduk sebagai satu kesatuan, sedangkan metode komponen memisahkan berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin
  • C. Metode komponen hanya digunakan untuk proyeksi jangka pendek
  • D. Metode agregat menggunakan data migrasi, sedangkan metode komponen tidak
Jawaban: B. Metode agregat memperlakukan penduduk sebagai satu kesatuan, sedangkan metode komponen memisahkan berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin.
Perbedaan utama terletak pada detail analisis. Metode agregat memproyeksikan total penduduk sebagai satu kesatuan, sementara metode komponen memproyeksikan penduduk berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin dengan mempertimbangkan komponen kelahiran, kematian, dan migrasi secara terpisah.
31.

Istilah yang merujuk pada perpindahan penduduk dari desa ke kota dalam jangka waktu tertentu disebut…

  • A. Urbanisasi
  • B. Ruralisasi
  • C. Transmigrasi
  • D. Mobilitas sirkuler
Jawaban: A. Urbanisasi.
Urbanisasi secara spesifik adalah proses perpindahan penduduk dari daerah pedesaan (rural) ke daerah perkotaan (urban), baik untuk menetap maupun dalam jangka waktu tertentu, yang menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan kota.
32.

Mobilitas penduduk yang bersifat non-permanen, di mana seseorang pergi ke tempat lain untuk bekerja atau sekolah dan kembali dalam waktu kurang dari 6 bulan disebut…

  • A. Migrasi musiman
  • B. Migrasi sirkuler
  • C. Migrasi komuter
  • D. Migrasi permanen
Jawaban: B. Migrasi sirkuler.
Migrasi sirkuler adalah bentuk mobilitas non-permanen di mana terjadi perpindahan bolak-balik antara tempat asal dan tujuan dalam waktu yang relatif singkat (kurang dari 6 bulan), tanpa niat untuk menetap secara permanen.
33.

Contoh kebijakan kependudukan yang bertujuan untuk mengendalikan kuantitas penduduk adalah…

  • A. Peningkatan anggaran pendidikan dan pelatihan kerja
  • B. Program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan angka kelahiran
  • C. Pembangunan rumah sakit dan puskesmas di daerah terpencil
  • D. Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi
Jawaban: B. Program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan angka kelahiran.
Kebijakan kuantitas penduduk berfokus pada jumlah penduduk. Program Keluarga Berencana (KB) adalah contoh konkret kebijakan yang bertujuan mengendalikan angka kelahiran untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.
34.

Kebijakan kependudukan yang berfokus pada peningkatan kualitas penduduk dapat diwujudkan melalui…

  • A. Program transmigrasi untuk meratakan persebaran penduduk
  • B. Peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan serta pendidikan
  • C. Pembatasan jumlah anak melalui undang-undang
  • D. Pemberian insentif bagi keluarga miskin
Jawaban: B. Peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan serta pendidikan.
Kebijakan kualitas penduduk bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan penduduk. Peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan serta pendidikan merupakan investasi langsung dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.
35.

Menurut Teori Malthus, pertumbuhan penduduk yang eksponensial akan berakibat pada…

  • A. peningkatan kesejahteraan masyarakat
  • B. tekanan terhadap sumber daya alam karena pertumbuhan linear
  • C. peningkatan investasi di bidang pendidikan
  • D. perubahan struktur penduduk menjadi lebih produktif
Jawaban: B. tekanan terhadap sumber daya alam karena pertumbuhan linear.
Teori Malthus menyatakan bahwa penduduk tumbuh secara eksponensial (geometrik) sedangkan sumber daya alam tumbuh secara linear (aritmatik), sehingga akan terjadi tekanan terhadap sumber daya.
36.

Salah satu sumber data kependudukan yang dikumpulkan secara rutin setiap tahun dan mencakup seluruh peristiwa vital seperti kelahiran dan kematian adalah…

  • A. Sensus Penduduk
  • B. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS)
  • C. Registrasi Penduduk
  • D. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)
Jawaban: C. Registrasi Penduduk.
Registrasi penduduk mencatat peristiwa vital (kelahiran, kematian, perkawinan) secara terus-menerus, berbeda dengan sensus yang dilakukan periodik.
37.

Dalam analisis demografi, rasio jenis kelamin (sex ratio) didefinisikan sebagai…

  • A. jumlah penduduk laki-laki dibagi jumlah penduduk perempuan dikali 100
  • B. jumlah penduduk perempuan dibagi jumlah penduduk laki-laki dikali 100
  • C. selisih jumlah penduduk laki-laki dan perempuan
  • D. persentase penduduk laki-laki terhadap total penduduk
Jawaban: A. jumlah penduduk laki-laki dibagi jumlah penduduk perempuan dikali 100.
Rasio jenis kelamin adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan, biasanya dinyatakan per 100 perempuan.
38.

Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) mengukur jumlah kelahiran hidup per…

  • A. 1.000 penduduk perempuan usia subur dalam satu tahun
  • B. 1.000 penduduk dalam satu tahun
  • C. 1.000 kelahiran dalam satu tahun
  • D. 1.000 kematian dalam satu tahun
Jawaban: B. 1.000 penduduk dalam satu tahun.
CBR adalah jumlah kelahiran hidup per 1.000 penduduk pada pertengahan tahun, tanpa membedakan usia atau jenis kelamin.
39.

Jika suatu wilayah memiliki angka kematian bayi yang tinggi, hal ini paling mungkin disebabkan oleh…

  • A. tingginya angka kelahiran
  • B. rendahnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak
  • C. tingginya migrasi masuk
  • D. struktur penduduk yang tua
Jawaban: B. rendahnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Angka kematian bayi sangat dipengaruhi oleh faktor kesehatan ibu dan anak, seperti akses terhadap pelayanan kesehatan, gizi, dan sanitasi.
40.

Piramida penduduk dengan bentuk seperti segitiga (base lebar, puncak sempit) menggambarkan…

  • A. penduduk yang stabil
  • B. penduduk yang menua
  • C. penduduk muda dengan tingkat kelahiran tinggi
  • D. penduduk yang mengalami penurunan kelahiran
Jawaban: C. penduduk muda dengan tingkat kelahiran tinggi.
Piramida segitiga menunjukkan proporsi penduduk muda yang besar, menandakan tingkat kelahiran yang tinggi dan pertumbuhan penduduk cepat.
41.

Distribusi penduduk yang tidak merata di Indonesia umumnya terkonsentrasi di Pulau Jawa karena…

  • A. pulau Jawa memiliki luas wilayah terbesar
  • B. pulau Jawa merupakan pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan
  • C. pulau Jawa memiliki sumber daya alam paling melimpah
  • D. pulau Jawa memiliki angka kematian terendah
Jawaban: B. pulau Jawa merupakan pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan.
Konsentrasi penduduk di Jawa didorong oleh faktor ekonomi, infrastruktur, dan pusat pemerintahan yang lebih maju dibanding pulau lain.
42.

Kepadatan penduduk fisiologis (physiological density) dihitung berdasarkan…

  • A. jumlah penduduk per luas wilayah total
  • B. jumlah penduduk per luas lahan pertanian
  • C. jumlah penduduk per luas wilayah yang dapat dihuni
  • D. jumlah penduduk per jumlah rumah tangga
Jawaban: B. jumlah penduduk per luas lahan pertanian.
Kepadatan fisiologis mengukur tekanan penduduk terhadap lahan pertanian, yaitu jumlah penduduk dibagi luas lahan pertanian yang tersedia.
43.

Metode proyeksi penduduk yang mengasumsikan bahwa setiap komponen (kelahiran, kematian, migrasi) berubah secara konstan disebut…

  • A. Metode Aritmatik
  • B. Metode Geometrik
  • C. Metode Eksponensial
  • D. Metode Komponen
Jawaban: D. Metode Komponen.
Metode komponen memproyeksikan penduduk dengan memperhitungkan masing-masing komponen demografi secara terpisah, biasanya dengan asumsi konstan.
44.

Dalam proyeksi penduduk metode agregat, jika suatu daerah memiliki laju pertumbuhan 2% per tahun maka jumlah penduduk setelah 5 tahun dengan rumus geometrik (Pt = P0 (1+r)^t) jika P0=1.000 adalah…

  • A. 1.102
  • B. 1.104
  • C. 1.105
  • D. 1.200
Jawaban: C. 1.105.
Pt = 1000 x (1+0,02)^5 = 1000 x (1,02^5) ≈ 1000 x 1,10408 = 1104,08 dibulatkan 1105.
45.

Urbanisasi diartikan sebagai…

  • A. perpindahan penduduk dari kota ke desa
  • B. perpindahan penduduk antarprovinsi
  • C. perpindahan penduduk dari desa ke kota
  • D. perpindahan penduduk antarnegara
Jawaban: C. perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Urbanisasi secara umum adalah perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan ke perkotaan, yang seringkali dipicu oleh faktor ekonomi.
46.

Salah satu dampak positif mobilitas penduduk sirkuler (commuting) bagi wilayah asal adalah…

  • A. meningkatkan beban infrastruktur
  • B. menyebabkan penurunan penduduk usia produktif
  • C. meningkatkan pendapatan dan transfer pengetahuan
  • D. mempercepat urbanisasi
Jawaban: C. meningkatkan pendapatan dan transfer pengetahuan.
Mobilitas sirkuler memungkinkan pekerja mendapatkan penghasilan di kota dan membawa uang serta pengetahuan ke daerah asal.
47.

Kebijakan transmigrasi di Indonesia pada era Orde Baru termasuk dalam kategori kebijakan kependudukan yang bertujuan…

  • A. mengendalikan kelahiran
  • B. meningkatkan kualitas penduduk
  • C. mendistribusikan penduduk secara merata
  • D. mengurangi angka kematian
Jawaban: C. mendistribusikan penduduk secara merata.
Transmigrasi adalah program pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah jarang penduduk untuk meratakan persebaran.
48.

Kebijakan yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan dan kesehatan termasuk dalam kategori kebijakan…

  • A. kuantitas penduduk
  • B. kualitas penduduk
  • C. mobilitas penduduk
  • D. distribusi penduduk
Jawaban: B. kualitas penduduk.
Kebijakan kualitas penduduk bertujuan meningkatkan taraf hidup, seperti melalui pendidikan, kesehatan, dan gizi.
49.

Teori Boserup berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk justru akan mendorong…

  • A. kelaparan dan kemiskinan
  • B. inovasi teknologi pertanian
  • C. penurunan produktivitas lahan
  • D. peningkatan angka kematian
Jawaban: B. inovasi teknologi pertanian.
Boserup berargumen bahwa tekanan penduduk memaksa manusia untuk mengembangkan teknologi pertanian yang lebih intensif.
50.

Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas penduduk adalah…

  • A. angka kelahiran kasar
  • B. angka ketergantungan
  • C. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
  • D. rasio jenis kelamin
Jawaban: C. Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
IPM mencakup dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup yang mencerminkan kualitas penduduk secara komposit.

Latihan soal di atas memang hanya sebagian kecil dari materi STPL4101 Kependudukan dan Analisis Demografi. Format Ujian UT menggunakan UTM untuk soal objektif dan UO untuk esai. Fokuslah membaca modul pada bagian yang sering muncul sebagai soal, seperti tabel mortalitas dan proyeksi penduduk. Soal-soal ini melatih pemahamanmu terhadap pola soal asli.

Siapkan dirimu dengan mengulang materi yang belum lancar dari kumpulan Soal Ujian UT ini. Ingat, kunci mengerjakan UAS adalah kecepatan membaca tabel demografi dan logika analisis data. Semua itu sudah terwakili dalam soal yang kamu baca di halaman ini. STPL4101 Kependudukan dan Analisis Demografi memang butuh ketelitian, jadi perbanyak latihan hitung manual.

Bagikan

error: Content is protected !!