💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT STPL4106 Ekonomi Wilayah dan Kota Beserta Kunci Jawaban

Soal UT STPL4106 Ekonomi Wilayah dan Kota
Soal UT STPL4106 Ekonomi Wilayah dan Kota

Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh interaksi spasial antar kota. STPL4106 Ekonomi Wilayah dan Kota mempelajari teori lokasi dan pembangunan regional. Memahami pola konsentrasi industri menjadi krusial bagi perencana tata ruang.

Anda dapat memanfaatkan Soal UT di halaman ini untuk menguji pemahaman konsep dasar. Materi mencakup analisis sektor basis dan model gravitasi. Belajar secara terstruktur akan memudahkan Anda menguasai topik-topik tersebut.

Halaman ini menyediakan Soal UAS UT sebagai latihan soal ujian. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban untuk memverifikasi hasil belajar Anda. Pembahasannya juga disertakan agar Anda langsung memahami letak kesalahan pada opsi yang dipilih. Soal-soal di bawah ini siap membantu.

Soal UT STPL4106 Ekonomi Wilayah dan Kota

1.

Dalam ilmu ekonomi, konsep 'biaya kesempatan' (opportunity cost) mengacu pada…

  • A. Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit barang tambahan
  • B. Nilai dari alternatif terbaik yang dikorbankan ketika memilih suatu tindakan
  • C. Total biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan
  • D. Selisih antara pendapatan dan biaya eksplisit
Jawaban: B. Nilai dari alternatif terbaik yang dikorbankan ketika memilih suatu tindakan.
Opportunity cost adalah nilai manfaat dari pilihan terbaik yang tidak diambil ketika seseorang memilih untuk menggunakan sumber daya yang langka.
2.

Konsep 'ruang' (space) dalam ilmu ekonomi wilayah dan kota menekankan pentingnya…

  • A. Pengaruh biaya transportasi terhadap harga barang
  • B. Pembagian wilayah berdasarkan batas administrasi negara
  • C. Jarak fisik dan heterogenitas lokasi dalam mempengaruhi aktivitas ekonomi
  • D. Persaingan sempurna antara produsen di lokasi yang sama
Jawaban: C. Jarak fisik dan heterogenitas lokasi dalam mempengaruhi aktivitas ekonomi.
Dalam ekonomi wilayah, ruang dipahami sebagai dimensi yang memiliki jarak dan perbedaan karakteristik antar lokasi, sehingga mempengaruhi keputusan ekonomi.
3.

Teori lokasi yang menekankan bahwa biaya transportasi bahan baku dan barang jadi adalah faktor utama dalam pemilihan lokasi industri dikemukakan oleh…

  • A. Johann Heinrich von Thünen
  • B. Alfred Weber
  • C. Walter Christaller
  • D. August Lösch
Jawaban: B. Alfred Weber.
Alfred Weber mengembangkan teori lokasi industri yang berfokus pada minimasi biaya transportasi untuk bahan baku dan produk jadi.
4.

Salah satu variabel penentu dalam pemilihan lokasi kegiatan ekonomi yang bersifat 'soft factor' adalah…

  • A. Biaya bahan baku
  • B. Biaya transportasi
  • C. Ketersediaan tenaga kerja terampil
  • D. Harga tanah
Jawaban: C. Ketersediaan tenaga kerja terampil.
Faktor lunak (soft factor) meliputi aspek seperti kualitas tenaga kerja, infrastruktur pengetahuan, dan iklim bisnis, bukan biaya fisik langsung.
5.

Berdasarkan teori Von Thünen, zona pertanian yang paling dekat dengan pasar akan ditanami oleh…

  • A. Tanaman pangan tahan lama seperti gandum
  • B. Tanaman peternakan seperti padang rumput
  • C. Produk yang mudah rusak atau berat dengan biaya transportasi tinggi
  • D. Hutan produksi untuk kayu bangunan
Jawaban: C. Produk yang mudah rusak atau berat dengan biaya transportasi tinggi.
Von Thünen menyatakan bahwa produk yang mudah rusak atau memiliki biaya transportasi tinggi akan ditempatkan di zona terdekat dengan pasar untuk meminimalkan biaya.
6.

Model sewa lahan (bid-rent) dalam teori penggunaan lahan perkotaan menjelaskan bahwa…

  • A. Harga tanah menurun seiring dengan bertambahnya jarak dari pusat kota
  • B. Harga tanah meningkat seiring dengan bertambahnya jarak dari pusat kota
  • C. Semua jenis kegiatan ekonomi membayar sewa yang sama di pusat kota
  • D. Sewa lahan hanya ditentukan oleh kesuburan tanah
Jawaban: A. Harga tanah menurun seiring dengan bertambahnya jarak dari pusat kota.
Model bid-rent menunjukkan bahwa permintaan lahan lebih tinggi di pusat kota, sehingga harga tanah tertinggi di pusat dan menurun ke pinggiran.
7.

Teori basis ekspor (export base theory) termasuk dalam kelompok teori pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan. Menurut teori ini, pertumbuhan suatu wilayah didorong oleh…

  • A. Peningkatan produktivitas tenaga kerja lokal
  • B. Peningkatan permintaan dari luar wilayah terhadap produk ekspor daerah
  • C. Akumulasi modal fisik dan teknologi di dalam wilayah
  • D. Kebijakan proteksi pemerintah daerah
Jawaban: B. Peningkatan permintaan dari luar wilayah terhadap produk ekspor daerah.
Teori basis ekspor menyatakan bahwa sektor basis (ekspor) menjadi motor penggerak pertumbuhan karena menghasilkan pendapatan dari luar wilayah yang kemudian mendorong sektor non-basis.
8.

Dalam analisis Input-Output, koefisien teknis (aij) menunjukkan…

  • A. Jumlah output sektor j yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit input sektor i
  • B. Jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j
  • C. Total permintaan akhir dari sektor i
  • D. Nilai tambah bruto sektor j
Jawaban: B. Jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j.
Koefisien teknis aij mengukur berapa banyak input dari sektor i yang diperlukan untuk memproduksi satu unit output dari sektor j.
9.

Pergerakan barang dan jasa antar daerah sering disebut sebagai…

  • A. Mobilitas tenaga kerja
  • B. Perdagangan interregional
  • C. Migrasi penduduk
  • D. Investasi portofolio
Jawaban: B. Perdagangan interregional.
Perdagangan interregional merujuk pada pertukaran barang dan jasa antara dua wilayah atau lebih, yang merupakan bentuk mobilitas sumber daya.
10.

Faktor penarik (pull factor) utama yang menyebabkan mobilitas tenaga kerja dari desa ke kota adalah…

  • A. Upah yang lebih rendah di kota
  • B. Ketersediaan lapangan kerja dan pendapatan yang lebih tinggi di kota
  • C. Biaya hidup yang murah di kota
  • D. Adanya program transmigrasi
Jawaban: B. Ketersediaan lapangan kerja dan pendapatan yang lebih tinggi di kota.
Faktor penarik migrasi ke kota umumnya adalah peluang kerja yang lebih banyak dan tingkat upah yang lebih tinggi dibandingkan di desa.
11.

Aglomerasi ekonomi terjadi ketika…

  • A. Perusahaan menyebar secara merata di seluruh wilayah
  • B. Konsentrasi kegiatan ekonomi di suatu lokasi memberikan keuntungan biaya atau produktivitas
  • C. Pemerintah membatasi pendirian usaha di satu kawasan
  • D. Biaya transportasi antar wilayah menjadi sangat tinggi
Jawaban: B. Konsentrasi kegiatan ekonomi di suatu lokasi memberikan keuntungan biaya atau produktivitas.
Aglomerasi adalah pemusatan aktivitas ekonomi di suatu tempat karena adanya keuntungan seperti skala ekonomi, pasar tenaga kerja bersama, dan spillover pengetahuan.
12.

Salah satu aspek mikro penyebab aglomerasi adalah 'labor market pooling', yang berarti…

  • A. Perusahaan bersaing untuk mendapatkan tenaga kerja dengan upah rendah
  • B. Konsentrasi perusahaan menciptakan pasar tenaga kerja bersama yang menguntungkan pekerja dan perusahaan
  • C. Pekerja dipaksa untuk bekerja di satu perusahaan saja
  • D. Upah tenaga kerja ditetapkan secara seragam oleh pemerintah
Jawaban: B. Konsentrasi perusahaan menciptakan pasar tenaga kerja bersama yang menguntungkan pekerja dan perusahaan.
Labor market pooling memungkinkan perusahaan mendapatkan pekerja dengan keterampilan spesifik dan pekerja memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan di satu kawasan.
13.

Urbanisasi yang terlalu cepat tanpa diimbangi penyediaan lapangan kerja dapat menyebabkan munculnya masalah…

  • A. Overurbanisasi
  • B. Suburbanisasi
  • C. Reurbanisasi
  • D. Gentrifikasi
Jawaban: A. Overurbanisasi.
Overurbanisasi adalah kondisi di mana urbanisasi terjadi lebih cepat daripada kemampuan kota dalam menyediakan pekerjaan dan infrastruktur, sehingga menimbulkan kemiskinan dan permukiman kumuh.
14.

Masalah segregasi sosial di perkotaan sering dikaitkan dengan…

  • A. Penyebaran penduduk yang merata antar kelas sosial
  • B. Pemisahan tempat tinggal berdasarkan ras, etnis, atau pendapatan
  • C. Integrasi sosial yang kuat antar kelompok masyarakat
  • D. Hilangnya identitas budaya lokal
Jawaban: B. Pemisahan tempat tinggal berdasarkan ras, etnis, atau pendapatan.
Segregasi sosial adalah pemisahan fisik kelompok masyarakat berdasarkan karakteristik tertentu seperti status ekonomi atau etnis, yang sering terlihat dalam pola perumahan.
15.

Indeks Gini adalah alat ukur yang digunakan untuk menganalisis…

  • A. Tingkat kemiskinan absolut
  • B. Ketimpangan distribusi pendapatan antar wilayah atau individu
  • C. Laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah
  • D. Tingkat pengangguran terbuka
Jawaban: B. Ketimpangan distribusi pendapatan antar wilayah atau individu.
Indeks Gini mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan, dengan nilai 0 berarti merata sempurna dan 1 berarti tidak merata sempurna.
16.

Peran pemerintah dalam pembangunan wilayah dan kota yang bersifat 'fasilitatif' adalah…

  • A. Mengelola langsung semua perusahaan milik negara
  • B. Menyediakan infrastruktur dasar seperti jalan dan irigasi
  • C. Menetapkan harga semua barang kebutuhan pokok
  • D. Melarang investasi swasta di sektor strategis
Jawaban: B. Menyediakan infrastruktur dasar seperti jalan dan irigasi.
Peran fasilitatif pemerintah adalah menyediakan prasarana dan sarana yang mendukung kegiatan ekonomi, sehingga sektor swasta dapat berperan aktif dalam pembangunan.
17.

Konsep tata kelola (governance) dalam perspektif spasial menekankan pentingnya…

  • A. Sentralisasi wewenang di pemerintah pusat
  • B. Kolaborasi antar aktor (pemerintah, swasta, masyarakat) pada skala wilayah tertentu
  • C. Prinsip profit maksimal dalam setiap kebijakan daerah
  • D. Penghapusan peran pemerintah daerah
Jawaban: B. Kolaborasi antar aktor (pemerintah, swasta, masyarakat) pada skala wilayah tertentu.
Tata kelola spasial menekankan partisipasi dan koordinasi multipihak dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah untuk mencapai pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
18.

Ilmu ekonomi secara umum didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana manusia dan masyarakat menentukan pilihan dalam menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi berbagai komoditas dan mendistribusikannya kepada individu/kelompok untuk dikonsumsi. Dalam konteks ilmu ekonomi wilayah dan kota, prinsip kelangkaan ini dikaitkan dengan…

  • A. proses produksi yang tidak efisien di wilayah tertentu
  • B. keterbatasan sumber daya alam, manusia, dan modal yang tersebar secara spasial
  • C. distribusi pendapatan yang tidak merata antar kelompok masyarakat
  • D. ketidakmampuan pemerintah daerah dalam mengelola anggaran
Jawaban: B. keterbatasan sumber daya alam, manusia, dan modal yang tersebar secara spasial.
Ilmu ekonomi wilayah dan kota menekankan aspek spasial (ruang) dalam analisis ekonomi. Prinsip kelangkaan dalam konteks ini berarti setiap wilayah memiliki keterbatasan sumber daya yang tersebar secara spasial, sehingga perlu ada alokasi yang efisien antar wilayah.
19.

Konsep 'ruang' (space) dalam ilmu ekonomi memiliki makna yang lebih spesifik dari sekadar 'tempat'. Dalam analisis ekonomi regional, ruang didefinisikan sebagai…

  • A. lokasi absolut suatu titik di permukaan bumi yang diukur dari garis lintang dan bujur
  • B. permukaan bumi yang menjadi tempat tinggal dan beraktivitas manusia
  • C. suatu dimensi atau wadah yang memiliki karakteristik heterogen dan mempengaruhi biaya pergerakan barang, jasa, dan faktor produksi
  • D. wilayah administratif suatu negara yang dibatasi oleh batas politik
Jawaban: C. suatu dimensi atau wadah yang memiliki karakteristik heterogen dan mempengaruhi biaya pergerakan barang, jasa, dan faktor produksi.
Dalam ekonomi regional, ruang bukan sekadar tempat statis, tetapi merupakan variabel yang mempengaruhi biaya transportasi dan mobilitas faktor produksi. Heterogenitas ruang (kondisi geografis, jarak, infrastruktur) menjadi inti analisis ekonomi spasial.
20.

Teori Lokasi Von Thunen berfokus pada pola penggunaan lahan pertanian di sekitar pasar. Inti dari teori ini adalah bahwa jenis komoditas yang dibudidayakan akan ditentukan oleh…

  • A. kesuburan tanah yang berbeda-beda di setiap zona
  • B. jarak dari pasar dan biaya transportasi yang dikeluarkan
  • C. permintaan pasar terhadap komoditas pertanian tertentu
  • D. kebijakan pemerintah dalam menentukan zona pertanian
Jawaban: B. jarak dari pasar dan biaya transportasi yang dikeluarkan.
Teori Von Thunen menyatakan bahwa biaya transportasi (sebagai fungsi jarak) dan harga komoditas di pasar menentukan seberapa jauh suatu komoditas akan dibudidayakan dari pasar. Semakin tinggi biaya transportasi atau semakin mudah rusak komoditas, semakin dekat lokasinya ke pasar.
21.

Dalam teori lokasi industri Weber (Least Cost Theory), faktor utama yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik adalah minimasi biaya. Tiga biaya utama yang dipertimbangkan Weber adalah…

  • A. biaya tenaga kerja, biaya modal, dan biaya bahan baku
  • B. biaya transportasi, biaya tenaga kerja, dan aglomerasi/deglomerasi
  • C. biaya sewa lahan, biaya energi, dan biaya distribusi
  • D. biaya bahan baku, biaya produksi, dan biaya pemasaran
Jawaban: B. biaya transportasi, biaya tenaga kerja, dan aglomerasi/deglomerasi.
Weber mengidentifikasi tiga faktor biaya utama: biaya transportasi (mengangkut bahan baku dan produk jadi), biaya tenaga kerja (upah), dan efek aglomerasi (penghematan dari pengelompokan industri) atau deglomerasi (biaya akibat terlalu terkonsentrasi).
22.

Distribusi spasial aktivitas ekonomi dalam suatu kota seringkali menunjukkan pola konsentrasi tertentu. Konsep 'agglomeration economies' menjelaskan fenomena ini sebagai keuntungan yang diperoleh perusahaan karena…

  • A. berada di luar wilayah perkotaan yang padat
  • B. berlokasi berdekatan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama atau terkait
  • C. menggunakan teknologi produksi yang paling modern
  • D. mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah daerah
Jawaban: B. berlokasi berdekatan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama atau terkait.
Ekonomi aglomerasi mengacu pada manfaat yang didapat perusahaan ketika mereka berlokasi berdekatan. Manfaat ini dapat berupa akses ke pasar tenaga kerja yang lebih luas, pertukaran pengetahuan (knowledge spillover), dan berbagi infrastruktur bersama, yang semuanya menurunkan biaya rata-rata.
23.

Teori sewa lahan (Bid-Rent Theory) dalam konteks perkotaan menjelaskan bahwa harga atau sewa lahan tertinggi akan berada di pusat kota (CBD). Hal ini terutama disebabkan oleh…

  • A. tingkat polusi yang lebih rendah di pusat kota
  • B. aksesibilitas yang lebih tinggi di pusat kota sehingga meminimalkan biaya transportasi
  • C. ketersediaan lahan yang lebih luas di pusat kota
  • D. peraturan pemerintah yang mewajibkan harga lahan tinggi di pusat
Jawaban: B. aksesibilitas yang lebih tinggi di pusat kota sehingga meminimalkan biaya transportasi.
Dalam Bid-Rent Theory, perusahaan dan rumah tangga bersedia membayar sewa lebih tinggi untuk lahan di pusat kota karena aksesibilitas yang sangat baik. Akses ini mengurangi biaya transportasi dan waktu tempuh, sehingga nilai lahan di pusat menjadi lebih tinggi dibandingkan di pinggiran.
24.

Teori Pertumbuhan Jalur Cepat (Export Base Theory) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu wilayah ditentukan terutama oleh…

  • A. peningkatan konsumsi rumah tangga di dalam wilayah tersebut
  • B. tingkat investasi pemerintah daerah dalam infrastruktur publik
  • C. permintaan dari luar wilayah (ekspor) terhadap barang dan jasa yang diproduksi oleh sektor basis wilayah
  • D. laju pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut
Jawaban: C. permintaan dari luar wilayah (ekspor) terhadap barang dan jasa yang diproduksi oleh sektor basis wilayah.
Export Base Theory berfokus pada sektor basis (industri yang mengekspor barang/jasa ke luar wilayah) sebagai motor utama pertumbuhan. Pendapatan dari ekspor ini akan masuk ke wilayah dan menciptakan efek multiplier dengan meningkatkan permintaan untuk sektor non-basis (lokal).
25.

Dalam analisis Input-Output (I-O), nilai koefisien input langsung dijabarkan sebagai perbandingan antara…

  • A. total output suatu sektor dengan total input seluruh perekonomian
  • B. input yang dibeli dari sektor lain untuk memproduksi satu unit output sektor tersebut
  • C. input primer (tenaga kerja dan modal) terhadap output total sektor
  • D. permintaan akhir terhadap barang jadi dari sektor tersebut
Jawaban: B. input yang dibeli dari sektor lain untuk memproduksi satu unit output sektor tersebut.
Koefisien input langsung (a_ij) menunjukkan nilai input dari sektor i yang dibutuhkan secara langsung untuk memproduksi satu unit output dari sektor j. Matriks koefisien ini menjadi dasar untuk menghitung dampak perubahan permintaan akhir terhadap total output seluruh sektor (efek multiplier).
26.

Mobilitas tenaga kerja antarwilayah seringkali dipengaruhi oleh disparitas upah. Menurut model migrasi neoklasik, aliran tenaga kerja terjadi dari…

  • A. wilayah dengan upah tinggi ke wilayah dengan upah rendah
  • B. wilayah dengan produktivitas rendah ke wilayah dengan produktivitas tinggi
  • C. wilayah perkotaan ke wilayah pedesaan yang tenang
  • D. wilayah dengan tingginya permintaan tenaga kerja ke wilayah dengan surplus tenaga kerja
Jawaban: B. wilayah dengan produktivitas rendah ke wilayah dengan produktivitas tinggi.
Model neoklasik dasar menyatakan bahwa tenaga kerja (labor) akan bermigrasi dari wilayah yang memiliki upah rendah (dan produktivitas rendah) menuju wilayah dengan upah tinggi (dan produktivitas tinggi), dalam upaya memaksimalkan pendapatan mereka. Proses ini diharapkan pada akhirnya dapat menyamakan upah antarwilayah.
27.

Salah satu jenis aglomerasi ekonomi adalah 'urbanization economies', yaitu keuntungan yang diperoleh perusahaan karena…

  • A. berada dalam satu kawasan industri khusus yang disediakan pemerintah
  • B. berlokasi di kota besar yang memiliki beragam fasilitas, infrastruktur, dan pasar tenaga kerja yang luas
  • C. berada di dekat perusahaan sejenis untuk mengurangi persaingan
  • D. memproduksi barang yang sama dengan perusahaan lain dalam satu klaster
Jawaban: B. berlokasi di kota besar yang memiliki beragam fasilitas, infrastruktur, dan pasar tenaga kerja yang luas.
Urbanization economies adalah keuntungan yang berasal dari ukuran dan keragaman suatu kota secara keseluruhan, bukan hanya dari satu industri spesifik. Manfaatnya termasuk akses ke tenaga kerja dengan berbagai keterampilan, infrastruktur umum yang lebih baik, dan pasar yang besar dan beragam.
28.

Salah satu masalah utama urbanisasi di negara berkembang adalah pertumbuhan penduduk kota yang sangat cepat namun tidak diimbangi dengan penyediaan infrastruktur dan lapangan kerja yang memadai. Kondisi ini sering melahirkan fenomena…

  • A. suburbanisasi dan pembangunan kota satelit
  • B. segregasi sosial dan pertumbuhan permukiman kumuh (slum)
  • C. penurunan tingkat kriminalitas karena pengawasan yang lebih ketat
  • D. peningkatan pendapatan per kapita secara merata
Jawaban: B. segregasi sosial dan pertumbuhan permukiman kumuh (slum).
Ketidakmampuan kota menyerap ledakan penduduk secara ekonomi dan fisik menyebabkan munculnya permukiman kumuh (slums) di daerah pinggiran atau pusat kota yang padat. Ketimpangan akses terhadap perumahan layak dan fasilitas dasar juga memperkuat segregasi sosial antara kelompok kaya dan miskin.
29.

Dalam teori segitiga kriminalitas (Crime Triangle Theory), terjadinya suatu tindak kriminal memerlukan tiga elemen yang bertemu secara bersamaan, yaitu…

  • A. pelaku, korban, dan saksi mata
  • B. pelaku yang termotivasi, target yang sesuai, dan tidak adanya pengamanan yang efektif
  • C. kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan pengangguran
  • D. lokasi yang gelap, waktu malam hari, dan tidak adanya polisi
Jawaban: B. pelaku yang termotivasi, target yang sesuai, dan tidak adanya pengamanan yang efektif.
Teori segitiga kriminalitas (atau Routine Activity Theory) menyatakan bahwa kejahatan terjadi ketika ada pelaku yang termotivasi (motivated offender), target yang sesuai (suitable target), dan ketiadaan penjaga yang mampu (absence of capable guardian). Ketiga elemen ini harus hadir bersamaan.
30.

Indeks Williamson digunakan untuk mengukur ketimpangan pendapatan antarwilayah dalam suatu negara. Semakin tinggi nilai Indeks Williamson, maka…

  • A. semakin merata distribusi pendapatan antar daerah
  • B. semakin besar kesenjangan pendapatan antar daerah
  • C. semakin tinggi pertumbuhan ekonomi nasional
  • D. semakin kecil disparitas antara kota dan desa
Jawaban: B. semakin besar kesenjangan pendapatan antar daerah.
Indeks Williamson dihitung dengan standar deviasi tertimbang dari PDB per kapita antarwilayah. Nilai yang lebih tinggi menunjukkan penyebaran yang lebih besar (variasi) dari pendapatan per kapita antar daerah, yang berarti ketimpangan antarwilayah semakin besar.
31.

Konsep 'lingkaran setan kemiskinan' (vicious circle of poverty) yang dikemukakan oleh Ragnar Nurkse menjelaskan bahwa negara atau daerah miskin cenderung tetap miskin karena…

  • A. sumber daya alam yang dimiliki terlalu sedikit untuk dieksploitasi
  • B. pendapatan rendah menyebabkan tabungan rendah, investasi rendah, produktivitas rendah, dan kembali ke pendapatan rendah
  • C. terlalu banyak menerima bantuan asing yang membuat malas
  • D. tingkat pendidikan yang tinggi justru membuat penduduk enggan bekerja di sektor primer
Jawaban: B. pendapatan rendah menyebabkan tabungan rendah, investasi rendah, produktivitas rendah, dan kembali ke pendapatan rendah.
Siklus ini adalah kondisi dimana kemiskinan menyebabkan ketidakmampuan menabung dan berinvestasi, sehingga produktivitas rendah dan pendapatan tetap rendah. Lingkaran ini bersifat 'setan' karena sulit diputus tanpa intervensi dari luar, seperti investasi besar-besaran dari pemerintah atau asing.
32.

Peran pemerintah dalam pembangunan wilayah dan kota sangat krusial, terutama dalam mengatasi kegagalan pasar. Salah satu contoh kegagalan pasar yang memerlukan intervensi pemerintah adalah…

  • A. persaingan sempurna antar perusahaan di pasar lokal
  • B. adanya eksternalitas negatif, seperti pencemaran udara dari sebuah pabrik
  • C. perusahaan yang berhasil mendapatkan keuntungan maksimal
  • D. konsumen yang memiliki informasi lengkap tentang harga barang
Jawaban: B. adanya eksternalitas negatif, seperti pencemaran udara dari sebuah pabrik.
Eksternalitas negatif adalah biaya yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan ekonomi yang tidak tercermin dalam harga pasar, seperti polusi. Pemerintah perlu campur tangan (misal: pajak, peraturan) untuk menginternalisasi biaya eksternal tersebut dan mencapai efisiensi alokasi sumber daya.
33.

Dalam konteks kelembagaan pembangunan wilayah, konsep 'desentralisasi' atau otonomi daerah bertujuan untuk…

  • A. memusatkan seluruh kewenangan perencanaan dan anggaran di pemerintah pusat
  • B. meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik dengan memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah
  • C. mengurangi peran sektor swasta dalam pembangunan daerah
  • D. menyamakan seluruh kebijakan pembangunan antar daerah tanpa terkecuali
Jawaban: B. meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik dengan memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah.
Desentralisasi didasarkan pada prinsip subsidiaritas: masalah harus ditangani pada tingkat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan memberikan kewenangan kepada daerah, diharapkan pelayanan publik lebih responsif terhadap kebutuhan lokal, perencanaan lebih tepat sasaran, dan akuntabilitas meningkat.
34.

Tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dalam perspektif spasial mensyaratkan adanya koordinasi vertikal dan horizontal antar lembaga. Koordinasi vertikal merujuk pada hubungan antara…

  • A. berbagai dinas dalam satu pemerintah daerah
  • B. pemerintah daerah dengan sektor swasta di wilayahnya
  • C. pemerintah pusat dan pemerintah daerah
  • D. pemerintah daerah dengan negara tetangga dalam kerja sama regional
Jawaban: C. pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Koordinasi vertikal dalam tata kelola spasial mengacu pada hubungan hirarkis antar tingkat pemerintahan, misalnya antara kementerian pusat dengan pemerintah provinsi atau kabupaten/kota. Sementara itu, koordinasi horizontal adalah hubungan antar lembaga setingkat (misal, antar dinas dalam satu provinsi atau antar pemerintah provinsi).
35.

Ilmu ekonomi dapat didefinisikan sebagai studi tentang bagaimana masyarakat mengelola sumber daya yang langka. Dalam konteks ilmu ekonomi wilayah dan kota, kelangkaan sumber daya menjadi relevan karena berkaitan dengan…

  • A. Alokasi sumber daya yang tidak terbatas antarwilayah
  • B. Distribusi aktivitas ekonomi yang seragam di setiap titik ruang
  • C. Penggunaan sumber daya yang langka pada lokasi-lokasi tertentu untuk memenuhi kebutuhan
  • D. Penghapusan batasan geografis dalam kegiatan produksi
Jawaban: C. Penggunaan sumber daya yang langka pada lokasi-lokasi tertentu untuk memenuhi kebutuhan.
Ilmu ekonomi secara umum mempelajari kelangkaan, dan dalam konteks wilayah dan kota, kelangkaan sumber daya sangat terkait dengan lokasi-lokasi spesifik di mana aktivitas ekonomi harus dialokasikan secara efisien.
36.

Konsep ruang (space) dalam ilmu ekonomi wilayah dan kota menekankan bahwa jarak dan lokasi memiliki pengaruh terhadap aktivitas ekonomi. Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan pengaruh jarak adalah…

  • A. Jarak tidak mempengaruhi biaya transportasi karena teknologi modern telah menghilangkan hambatan ruang
  • B. Semakin jauh jarak antara produsen dan konsumen, semakin rendah biaya transportasi per unit
  • C. Jarak menimbulkan biaya transportasi yang dapat mempengaruhi harga barang dan keputusan lokasi
  • D. Jarak hanya relevan untuk sumber daya alam, bukan untuk barang manufaktur
Jawaban: C. Jarak menimbulkan biaya transportasi yang dapat mempengaruhi harga barang dan keputusan lokasi.
Jarak menimbulkan biaya transportasi yang menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi ekonomi dan harga barang, yang merupakan inti dari konsep ruang dalam ilmu ekonomi wilayah.
37.

Teori lokasi yang dikemukakan oleh Johann Heinrich von Thünen berfokus pada…

  • A. Pemilihan lokasi industri berdasarkan biaya transportasi bahan baku
  • B. Penggunaan lahan pertanian di sekitar pasar pusat berdasarkan sewa lahan
  • C. Persaingan spasial antara dua perusahaan yang menjual produk homogen
  • D. Distribusi permukiman penduduk berdasarkan prinsip central place
Jawaban: B. Penggunaan lahan pertanian di sekitar pasar pusat berdasarkan sewa lahan.
Von Thünen mengembangkan model penggunaan lahan pertanian di sekitar satu pusat pasar, di mana sewa lahan ditentukan oleh jarak ke pasar dan jenis komoditas yang ditanam.
38.

Dalam teori lokasi industri Alfred Weber, variabel penentu utama dalam memilih lokasi pabrik adalah…

  • A. Jarak ke pasar dan ketersediaan tenaga kerja saja
  • B. Biaya transportasi bahan baku dan produk jadi, serta biaya tenaga kerja
  • C. Kebijakan pajak pemerintah daerah dan ketersediaan modal
  • D. Tingkat aglomerasi dan spesialisasi regional
Jawaban: B. Biaya transportasi bahan baku dan produk jadi, serta biaya tenaga kerja.
Weber menekankan bahwa biaya transportasi (bahan baku dan produk jadi) serta biaya tenaga kerja adalah dua faktor utama yang menentukan lokasi industri, dengan aglomerasi sebagai faktor tambahan.
39.

Distribusi spasial aktivitas ekonomi yang cenderung terkonsentrasi di satu wilayah disebut sebagai pola…

  • A. Dispersi merata
  • B. Konsentrasi geografis atau aglomerasi
  • C. Fragmentasi acak
  • D. Urban sprawl terdesentralisasi
Jawaban: B. Konsentrasi geografis atau aglomerasi.
Pola konsentrasi spasial di mana aktivitas ekonomi berkumpul di satu area disebut aglomerasi, yang sering terjadi karena adanya skala ekonomi dan eksternalitas positif.
40.

Model penggunaan lahan yang menjelaskan bahwa harga sewa lahan menurun seiring bertambahnya jarak dari pusat kota dikenal sebagai…

  • A. Model sewa bid-rent
  • B. Model land-use cap
  • C. Model laissez-faire
  • D. Model central place
Jawaban: A. Model sewa bid-rent.
Model bid-rent menggambarkan hubungan negatif antara jarak dari pusat kota dan harga sewa lahan, di mana pengguna lahan akan menawar harga tertinggi untuk lokasi yang paling dekat dengan pusat.
41.

Teori basis ekonomi (economic base theory) termasuk dalam teori pertumbuhan ekonomi wilayah sisi permintaan. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu wilayah ditentukan oleh…

  • A. Peningkatan penawaran tenaga kerja dan modal dalam negeri
  • B. Peningkatan permintaan ekspor dari luar wilayah terhadap barang dan jasa yang diproduksi wilayah tersebut
  • C. Peningkatan investasi asing langsung di sektor pertanian
  • D. Penurunan impor barang konsumsi dari wilayah lain
Jawaban: B. Peningkatan permintaan ekspor dari luar wilayah terhadap barang dan jasa yang diproduksi wilayah tersebut.
Teori basis ekonomi berfokus pada sisi permintaan, di mana sektor basis (ekspor) menjadi motor penggerak ekonomi wilayah melalui permintaan dari luar wilayah.
42.

Dalam analisis tabel input-output, koefisien teknis (a_ij) menunjukkan…

  • A. Jumlah output total sektor i yang digunakan oleh sektor j sebagai input
  • B. Nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor i per unit output
  • C. Jumlah input dari sektor i yang diperlukan untuk memproduksi satu unit output sektor j
  • D. Permintaan akhir dari sektor i oleh rumah tangga
Jawaban: C. Jumlah input dari sektor i yang diperlukan untuk memproduksi satu unit output sektor j.
Koefisien teknis adalah rasio yang menunjukkan berapa banyak input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output di sektor j, mencerminkan keterkaitan antar sektor.
43.

Pergerakan barang dan jasa antardaerah akan menimbulkan hubungan timbal balik (linkage). Keterkaitan ke belakang (backward linkage) mengacu pada…

  • A. Hubungan suatu sektor dengan sektor yang menjual outputnya sebagai input bagi sektor lain
  • B. Hubungan suatu sektor dengan sektor yang menyediakan bahan baku atau input bagi sektor tersebut
  • C. Pergerakan tenaga kerja dari daerah pinggiran ke pusat
  • D. Aliran modal dari daerah kaya ke daerah miskin
Jawaban: B. Hubungan suatu sektor dengan sektor yang menyediakan bahan baku atau input bagi sektor tersebut.
Backward linkage adalah keterkaitan ke belakang, di mana suatu sektor membutuhkan input dari sektor lain, sehingga permintaan dari sektor tersebut mendorong produksi di sektor hulu.
44.

Mobilitas tenaga kerja antarwilayah sering terjadi karena adanya perbedaan upah. Namun, selain faktor upah, faktor penarik (pull factor) utama yang menyebabkan tenaga kerja pindah ke perkotaan adalah…

  • A. Rendahnya biaya hidup di perkotaan
  • B. Ketersediaan lapangan kerja dan fasilitas publik yang lebih baik
  • C. Tingginya tingkat kriminalitas di pedesaan
  • D. Kebijakan pemerintah yang membatasi migrasi
Jawaban: B. Ketersediaan lapangan kerja dan fasilitas publik yang lebih baik.
Pull factor seperti kesempatan kerja yang lebih banyak, upah lebih tinggi, serta akses terhadap pendidikan dan kesehatan menjadi daya tarik utama migrasi tenaga kerja ke perkotaan.
45.

Skala ekonomi (economies of scale) dalam konteks aglomerasi terjadi ketika…

  • A. Biaya produksi rata-rata menurun seiring dengan peningkatan jumlah output dalam satu perusahaan
  • B. Biaya produksi meningkat karena terlalu banyak perusahaan di satu wilayah
  • C. Perusahaan cenderung menyebar untuk menghindari persaingan
  • D. Pemerintah memberikan subsidi untuk perusahaan kecil
Jawaban: A. Biaya produksi rata-rata menurun seiring dengan peningkatan jumlah output dalam satu perusahaan.
Skala ekonomi mengacu pada penurunan biaya rata-rata per unit ketika volume produksi meningkat, yang mendorong konsentrasi produksi di satu lokasi dan memperkuat aglomerasi.
46.

Salah satu penyebab utama terjadinya aglomerasi ekonomi adalah adanya eksternalitas positif. Contoh eksternalitas positif yang mendorong aglomerasi adalah…

  • A. Peningkatan polusi udara akibat banyaknya pabrik
  • B. Kemacetan lalu lintas di pusat kota
  • C. Pengetahuan dan teknologi yang menyebar antarperusahaan yang berlokasi berdekatan
  • D. Meningkatnya biaya sewa lahan karena permintaan tinggi
Jawaban: C. Pengetahuan dan teknologi yang menyebar antarperusahaan yang berlokasi berdekatan.
Eksternalitas positif seperti knowledge spillover (penyebaran pengetahuan) memungkinkan perusahaan mendapatkan manfaat inovasi dan informasi dari perusahaan lain di sekitarnya, sehingga menarik aglomerasi.
47.

Urbanisasi yang tidak terkendali sering menimbulkan masalah perkotaan. Salah satu dampak negatif utama urbanisasi terhadap penyediaan perumahan adalah…

  • A. Meningkatnya ketersediaan perumahan karena banyak pembangunan baru
  • B. Meningkatnya harga tanah dan perumahan yang menyebabkan munculnya permukiman kumuh
  • C. Berkurangnya segregasi sosial di perkotaan
  • D. Membaiknya kualitas lingkungan karena kepadatan penduduk
Jawaban: B. Meningkatnya harga tanah dan perumahan yang menyebabkan munculnya permukiman kumuh.
Urbanisasi yang cepat meningkatkan permintaan akan perumahan, sehingga harga tanah dan properti melonjak, yang mendorong pertumbuhan permukiman kumuh akibat ketidakmampuan penduduk membeli rumah layak.
48.

Ketimpangan antarwilayah dapat diukur menggunakan Indeks Williamson. Jika nilai Indeks Williamson mendekati 0, maka hal ini menunjukkan…

  • A. Ketimpangan yang sangat tinggi antarwilayah
  • B. Pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat
  • C. Distribusi pendapatan yang relatif merata antarwilayah
  • D. Tingkat kemiskinan yang ekstrem di daerah tertinggal
Jawaban: C. Distribusi pendapatan yang relatif merata antarwilayah.
Indeks Williamson mengukur ketimpangan pendapatan antarwilayah; nilai yang mendekati 0 menunjukkan bahwa pendapatan per kapita antarwilayah relatif sama atau merata.
49.

Kemiskinan memiliki dimensi multidimensi yang tidak hanya diukur dari pendapatan. Salah satu dimensi non-pendapatan dalam kemiskinan adalah…

  • A. Angka pengangguran terbuka
  • B. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
  • C. Keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kesehatan
  • D. Ekspor netto daerah
Jawaban: C. Keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kesehatan.
Kemiskinan multidimensional mencakup aspek seperti kurangnya akses terhadap layanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan, yang merupakan dimensi di luar pendapatan semata.
50.

Peran pemerintah dalam pembangunan wilayah dan kota sangat penting untuk mengatasi kegagalan pasar. Salah satu intervensi pemerintah dalam perspektif spasial adalah…

  • A. Membiarkan mekanisme pasar mengatur sepenuhnya alokasi sumber daya
  • B. Menerapkan kebijakan tata ruang untuk mengarahkan lokasi kegiatan ekonomi
  • C. Menghapus semua pajak daerah untuk menarik investor
  • D. Menyerahkan seluruh pembangunan infrastruktur ke sektor swasta
Jawaban: B. Menerapkan kebijakan tata ruang untuk mengarahkan lokasi kegiatan ekonomi.
Pemerintah berperan dalam tata kelola spasial melalui kebijakan tata ruang (seperti RTRW) untuk mengarahkan lokasi kegiatan ekonomi, mengendalikan penggunaan lahan, dan meminimalkan eksternalitas negatif.

Latihan soal di atas menguji penguasaanmu terhadap konsep dasar STPL4106 Ekonomi Wilayah dan Kota. Perhatikan format Ujian Mandiri (UTM) dan Ujian Online (UO) di UT. Tipe soal pilihan ganda seperti ini akan banyak muncul. Gunakan soal-soal di halaman ini untuk mengukur bagian mana yang perlu diulang.

Fokuslah pada teori lokasi dan analisis regional untuk persiapan Soal UAS UT nanti. Bacalah modul sambil mencocokkan dengan soal yang sudah kamu kerjakan di sini. STPL4106 Ekonomi Wilayah dan Kota menuntut pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan. Pelajari kembali jawaban yang masih diragukan.

Bagikan

error: Content is protected !!