💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan Beserta Kunci Jawaban

Soal UT STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan
Soal UT STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan

Bingung sendiri waktu pertama kali baca Modul 1 tentang hubungan lingkungan hidup dengan tata ruang, kok kayak dua hal yang beda banget. Tapi ternyata di STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan, semuanya saling terkait dari sumber daya alam sampai penataan wilayah. Begitu masuk Modul 4 soal pendekatan dan konsep, baru sadar ini inti dari semuanya. Di bank soal UT ini, kamu bisa langsung latihan kasus-kasus yang sering membuat bingung.

Modul 2 soal isu lingkungan kaitannya dengan SDGs dan Modul 8 tentang tata kelola berkelanjutan jadi favoritku karena relevan dengan berita sehari-hari. Sayangnya, banyak yang menganggap dua topik itu hanya teori tanpa contoh lapangan. Padahal kumpulan soal UT Perencanaan Wilayah dan Kota di halaman ini ngajak kamu lihat langsung implementasinya. Coba deh kerjakan soal di bagian isu lingkungan dulu.

Soal di bawah ini mencakup tiap KB dari Modul 1 sampai Modul 9, mulai dari RPPLH sampai evaluasi pengelolaan lingkungan. Setiap contoh soal UAS UT dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat, jadi kamu bisa langsung cek logika di balik jawabannya. Aku susun urut per modul biar kamu tidak loncat-loncat pas belajar. Kalau ada jawaban yang tidak cocok, baca dulu pembahasannya sebelum ke nomor berikutnya.

Soal UT STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan

1.

Lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Berdasarkan definisi tersebut, unsur apa yang menjadi pusat interaksi dalam lingkungan hidup?

  • A. Manusia dan perilakunya
  • B. Makhluk hidup selain manusia
  • C. Benda dan daya
  • D. Keadaan alam
Jawaban: A
Definisi lingkungan hidup menempatkan manusia dan perilakunya sebagai pusat yang mempengaruhi alam serta kelangsungan kehidupan lainnya
2.

Penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Salah satu prinsip penataan ruang adalah keterpaduan. Apa yang dimaksud dengan prinsip keterpaduan dalam penataan ruang?

  • A. Pengaturan ruang dilakukan secara terpisah antar sektor
  • B. Penataan ruang mengintegrasikan berbagai kepentingan lintas sektor dan wilayah
  • C. Penataan ruang hanya fokus pada sektor ekonomi
  • D. Penataan ruang bersifat sentralistik
Jawaban: B
Prinsip keterpaduan menekankan integrasi berbagai kepentingan lintas sektor dan wilayah agar tercipta sinergi dalam pemanfaatan ruang
3.

Deforestasi merupakan salah satu isu lingkungan hidup yang signifikan di Indonesia. Dampak utama dari deforestasi terhadap tata ruang adalah…

  • A. Berkurangnya daya dukung lingkungan terhadap pemanfaatan ruang
  • B. Meningkatnya luas lahan pertanian
  • C. Meningkatnya kualitas udara
  • D. Berkurangnya konflik lahan
Jawaban: A
Deforestasi mengurangi fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan sehingga daya dukung lingkungan terhadap pemanfaatan ruang menurun
4.

Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki 17 tujuan global. Tujuan ke-15 SDGs yang secara langsung berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup adalah…

  • A. Mengelola hutan secara lestari, menghentikan deforestasi, dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati
  • B. Menjamin kehidupan yang sehat
  • C. Mengakhiri kemiskinan
  • D. Menyediakan air bersih dan sanitasi
Jawaban: A
Tujuan 15 SDGs berfokus pada ekosistem daratan, termasuk pengelolaan hutan lestari dan perlindungan keanekaragaman hayati
5.

Dalam perencanaan pengelolaan lingkungan, komponen ekologi menjadi salah satu komponen penting. Komponen ekologi meliputi…

  • A. Kelembagaan dan hukum
  • B. Abiotik, biotik, dan ekosistem
  • C. Sosial dan budaya
  • D. Ekonomi dan teknologi
Jawaban: B
Komponen ekologi mencakup unsur abiotik (tanah, air, udara), biotik (flora, fauna), serta interaksinya dalam ekosistem
6.

Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dalam perencanaan pengelolaan lingkungan menyatakan bahwa…

  • A. Tindakan pencegahan harus dilakukan meskipun belum ada bukti ilmiah yang pasti tentang dampak negatif
  • B. Tidak perlu ada tindakan sebelum kerusakan terjadi
  • C. Setiap kegiatan harus dihentikan jika ada risiko
  • D. Biaya pengelolaan lingkungan harus ditanggung oleh masyarakat
Jawaban: A
Prinsip kehati-hatian mendorong tindakan pencegahan terhadap potensi kerusakan lingkungan meskipun belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah
7.

Pendekatan komprehensif dalam perencanaan pengelolaan lingkungan hidup memandang lingkungan sebagai…

  • A. Sistem yang terpisah dari aktivitas manusia
  • B. Sekumpulan sumber daya yang dapat dieksploitasi tanpa batas
  • C. Objek pembangunan semata
  • D. Sistem yang saling terkait antara komponen ekologi, sosial, ekonomi, dan budaya
Jawaban: D
Pendekatan komprehensif mengintegrasikan seluruh aspek lingkungan secara holistik, termasuk ekologi, sosial, ekonomi, dan budaya
8.

Konsep pembangunan berkelanjutan mengamanatkan bahwa pembangunan harus memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Salah satu pilar utama konsep ini adalah…

  • A. Pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya
  • B. Urbanisasi cepat
  • C. Industrialisasi massal
  • D. Pelestarian lingkungan hidup
Jawaban: D
P pembangunan berkelanjutan bertumpu pada tiga pilar: ekonomi, sosial, dan lingkungan, di mana pelestarian lingkungan menjadi pilar kunci
9.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat preventif dan menjadi dasar pengambilan keputusan sebelum suatu kegiatan dilaksanakan adalah…

  • A. Audit lingkungan
  • B. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
  • C. Sistem Manajemen Lingkungan
  • D. Laporan Kinerja Lingkungan
Jawaban: B
AMDAL merupakan instrumen preventif untuk menilai dampak lingkungan suatu rencana kegiatan sebelum dilaksanakan
10.

Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) merupakan dokumen perencanaan lingkungan yang bersifat…

  • A. Jangka pendek dan sektoral
  • B. Sukarela dan tidak mengikat
  • C. Hanya berlaku untuk proyek swasta
  • D. Jangka panjang, menyeluruh, dan menjadi pedoman bagi perencanaan pembangunan daerah
Jawaban: D
RPPLH adalah dokumen perencanaan jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan menjadi acuan bagi perencanaan pembangunan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota
11.

Dalam penyusunan RPPLH, data dan informasi dasar yang diperlukan mencakup kondisi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya. Sumber data yang paling otoritatif untuk menentukan daya dukung dan daya tampung lingkungan adalah…

  • A. Rencana Tata Ruang Wilayah
  • B. Laporan keuangan daerah
  • C. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
  • D. Data sensus penduduk
Jawaban: C
KLHS menyediakan kajian strategis yang menjadi dasar penentuan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk perencanaan
12.

Kebijakan perencanaan pengelolaan lingkungan di Indonesia didasarkan pada prinsip desentralisasi. Implikasi dari prinsip ini adalah…

  • A. Semua urusan lingkungan diatur pusat
  • B. Masyarakat tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan
  • C. Pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam mengelola lingkungan sesuai dengan karakteristik wilayahnya
  • D. Sektor swasta mengabaikan peraturan daerah
Jawaban: C
Desentralisasi memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola lingkungan hidup berdasarkan kondisi dan kebutuhan spesifik wilayahnya
13.

Kelembagaan pengelolaan lingkungan di Indonesia melibatkan berbagai aktor. Lembaga yang berwenang menetapkan kebijakan nasional di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah…

  • A. Kementerian Dalam Negeri
  • B. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  • C. Kementerian Pekerjaan Umum
  • D. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Jawaban: D
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merupakan lembaga yang memiliki tugas untuk menetapkan kebijakan nasional di bidang lingkungan hidup
14.

Tata kelola lingkungan yang baik (good environmental governance) memerlukan partisipasi publik. Salah satu bentuk partisipasi publik dalam pengelolaan lingkungan adalah…

  • A. Membayar pajak tepat waktu
  • B. Menjadi anggota partai politik
  • C. Mengikuti proses pengambilan keputusan melalui konsultasi publik terkait rencana kegiatan yang berdampak lingkungan
  • D. Berkampanye untuk calon kepala daerah
Jawaban: C
Partisipasi publik dalam tata kelola lingkungan meliputi keterlibatan dalam konsultasi publik untuk memberikan masukan pada keputusan yang berdampak pada lingkungan
15.

Pengelolaan lingkungan berkelanjutan menuntut adanya integrasi antara aspek konservasi dan pembangunan. Contoh implementasi konsep ini adalah…

  • A. Pembangunan pabrik tanpa kajian lingkungan
  • B. Eksploitasi sumber daya alam secara maksimal
  • C. Penerapan ekowisata yang memberdayakan masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian alam
  • D. Penutupan total kawasan hutan dari aktivitas manusia
Jawaban: C
Ekowisata merupakan contoh nyata integrasi antara konservasi lingkungan dan pembangunan ekonomi yang melibatkan masyarakat setempat
16.

Monitoring dalam perencanaan pengelolaan lingkungan bertujuan untuk…

  • A. Menghukum pelaku pencemaran
  • B. Memantau pelaksanaan rencana pengelolaan lingkungan secara berkala untuk memastikan kepatuhan dan efektivitas
  • C. Menyusun dokumen baru setiap tahun
  • D. Menghapus data lama
Jawaban: B
Monitoring adalah proses pemantauan berkala terhadap implementasi rencana pengelolaan lingkungan guna menilai kepatuhan dan efektivitasnya
17.

Evaluasi rencana pengelolaan lingkungan dilakukan untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan. Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai dasar untuk…

  • A. Melakukan revisi dan penyempurnaan rencana pengelolaan lingkungan di masa mendatang
  • B. Tidak melakukan perbaikan
  • C. Menghentikan semua kegiatan
  • D. Menambah beban administrasi
Jawaban: A
Evaluasi memberikan umpan balik untuk merevisi dan menyempurnakan rencana pengelolaan lingkungan agar lebih efektif ke depannya
18.

Sumber daya alam yang dapat dipulihkan kembali dalam waktu singkat karena adanya proses alam disebut sumber daya alam…

  • A. yang dapat diperbaharui
  • B. yang tidak dapat diperbaharui
  • C. yang tidak terbarukan
  • D. yang langka
Jawaban: A
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui memiliki kemampuan untuk pulih kembali melalui proses alam dalam waktu yang relatif singkat.
19.

Dokumen tata ruang yang menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) adalah…

  • A. Rencana Detail Tata Ruang
  • B. Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan
  • C. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
  • D. Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional
Jawaban: B
Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan merupakan penjabaran dari RTRWN dan menjadi pedoman untuk penyusunan rencana tata ruang di tingkat wilayah yang lebih kecil.
20.

Isu lingkungan yang berkaitan langsung dengan alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan atau pertanian adalah…

  • A. pencemaran udara
  • B. pencemaran air
  • C. deforestasi
  • D. sampah plastik
Jawaban: C
Deforestasi adalah pengurangan luas hutan yang seringkali disebabkan oleh alih fungsi lahan untuk keperluan non-kehutanan seperti perkebunan atau pertanian.
21.

Tujuan nomor 12 dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang memfokuskan pada pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab adalah…

  • A. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
  • B. Kehidupan di Darat
  • C. Penanganan Perubahan Iklim
  • D. Kota dan Komunitas Berkelanjutan
Jawaban: A
SDGs nomor 12 secara spesifik membahas tentang memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
22.

Komponen perencanaan pengelolaan lingkungan yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan mengukur kondisi lingkungan saat ini dan masa lalu disebut…

  • A. analisis dampak lingkungan
  • B. pemantauan lingkungan
  • C. inventarisasi lingkungan
  • D. audit lingkungan
Jawaban: C
Inventarisasi lingkungan adalah kegiatan pengumpulan data dan informasi untuk mengetahui kondisi lingkungan pada suatu waktu tertentu.
23.

Prinsip perencanaan yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan adalah prinsip…

  • A. kehati-hatian
  • B. pencemar membayar
  • C. partisipasi
  • D. keberlanjutan
Jawaban: D
Prinsip keberlanjutan mendorong integrasi antara tiga pilar pembangunan yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
24.

Pendekatan perencanaan pengelolaan lingkungan yang menekankan pada keterlibatan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan perencanaan disebut pendekatan…

  • A. teknis
  • B. partisipatif
  • C. regulatif
  • D. saintifik
Jawaban: B
Pendekatan partisipatif melibatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam perencanaan, mulai dari identifikasi masalah hingga pengambilan keputusan.
25.

Konsep pengelolaan lingkungan yang mengintegrasikan pertimbangan ekonomi, ekologi, dan kelembagaan dalam satu kesatuan disebut…

  • A. ekonomi hijau
  • B. pembangunan berkelanjutan
  • C. ekoregion
  • D. daya dukung lingkungan
Jawaban: B
Pembangunan berkelanjutan adalah konsep yang memadukan aspek ekonomi, sosial-ekologi, dan kelembagaan untuk mencapai kesejahteraan jangka panjang.
26.

Instrumen hukum yang mewajibkan setiap usaha atau kegiatan yang berdampak penting pada lingkungan untuk melakukan analisis dampak lingkungan adalah…

  • A. Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH)
  • B. Standar Nasional Indonesia (SNI)
  • C. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
  • D. Peraturan Daerah (Perda)
Jawaban: C
AMDAL adalah instrumen pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan yang diwajibkan bagi kegiatan dengan dampak penting.
27.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup pada tingkat nasional yang bersifat strategis dan menyeluruh adalah…

  • A. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
  • B. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
  • C. Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nasional
  • D. Kebijakan Strategis Lingkungan Hidup
Jawaban: C
RPPLH Nasional merupakan instrumen perencanaan yang memuat kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara nasional.
28.

Dokumen RPPLH disusun untuk jangka waktu…

  • A. 20 tahun
  • B. 10 tahun
  • C. 5 tahun
  • D. 30 tahun
Jawaban: A
Sesuai dengan peraturan perundangan, RPPLH ditetapkan untuk jangka waktu 20 tahun.
29.

Kebijakan pengelolaan lingkungan hidup yang mengedepankan pencegahan pencemaran sejak awal proses produksi dikenal dengan istilah…

  • A. produksi bersih
  • B. pengendalian pencemaran
  • C. daur ulang
  • D. pengolahan limbah
Jawaban: A
Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang menekankan pada pencegahan timbulan limbah dan pencemaran sejak dari sumbernya.
30.

Lembaga yang memiliki wewenang untuk menyusun dan menetapkan kebijakan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di tingkat pusat adalah…

  • A. Dewan Perwakilan Rakyat
  • B. Kementerian Dalam Negeri
  • C. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  • D. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Jawaban: D
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan lingkungan hidup di tingkat nasional.
31.

Tata kelola pengelolaan lingkungan yang baik ditandai dengan adanya transparansi, akuntabilitas, dan…

  • A. kerahasiaan data
  • B. sentralisasi kewenangan
  • C. birokrasi yang kaku
  • D. partisipasi publik
Jawaban: D
Good environmental governance mensyaratkan adanya partisipasi publik yang bermakna bersama dengan transparansi dan akuntabilitas.
32.

Tujuan akhir dari pengelolaan lingkungan berkelanjutan adalah…

  • A. pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya
  • B. keseimbangan ekosistem yang dinamis
  • C. penguasaan teknologi canggih
  • D. peningkatan konsumsi sumber daya
Jawaban: B
Pengelolaan lingkungan berkelanjutan bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan fungsi ekosistem agar tetap dapat mendukung kehidupan secara dinamis.
33.

Kegiatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi tentang kondisi lingkungan serta kinerja pengelolaannya disebut…

  • A. evaluasi lingkungan
  • B. audit lingkungan
  • C. pengawasan lingkungan
  • D. pemantauan lingkungan
Jawaban: D
Pemantauan lingkungan adalah kegiatan pengumpulan data lingkungan secara periodik untuk mengamati perubahan dan efektivitas pengelolaan.
34.

Kegiatan evaluasi rencana pengelolaan lingkungan bertujuan untuk…

  • A. menilai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan rencana
  • B. mencari kesalahan pelaksana
  • C. menyusun rencana baru yang berbeda
  • D. membubarkan tim pengelola
Jawaban: A
Evaluasi bertujuan untuk menilai sejauh mana rencana pengelolaan lingkungan telah berjalan efektif dan efisien serta memberikan umpan balik untuk perbaikan.
35.

Konsep pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari keterpaduan antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Dalam perspektif pengelolaan lingkungan, fungsi lingkungan hidup sebagai penyedia sumber daya alam termasuk ke dalam fungsi apa?

  • A. Fungsi penyangga kehidupan
  • B. Fungsi produksi
  • C. Fungsi estetika
  • D. Fungsi spiritual
Jawaban: B
Fungsi produksi menyediakan sumber daya alam seperti air, udara, dan tanah yang menjadi input bagi kegiatan manusia.
36.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan instrumen utama dalam pengelolaan ruang. Jika suatu kawasan ditetapkan sebagai kawasan lindung, hal tersebut berarti kegiatan yang diperbolehkan di dalamnya harus bersifat apa?

  • A. Dapat mengubah bentang alam secara bebas
  • B. Mengutamakan eksploitasi sumber daya mineral
  • C. Hanya untuk kawasan permukiman padat penduduk
  • D. Tidak mengganggu fungsi pokok kawasan lindung
Jawaban: D
Kawasan lindung dilindungi untuk menjaga fungsi ekologisnya, sehingga kegiatan yang diizinkan tidak boleh mengganggu fungsi tersebut.
37.

Salah satu isu lingkungan yang muncul akibat alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan sawit adalah hilangnya habitat satwa dan emisi karbon. Permasalahan tersebut termasuk ke dalam kategori isu lingkungan tingkat apa?

  • A. Lokal saja
  • B. Nasional saja
  • C. Global
  • D. Regional saja
Jawaban: C
Emisi karbon dan hilangnya habitat satwa memiliki dampak lintas batas negara, menjadikannya isu lingkungan tingkat global.
38.

Dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), indikator yang digunakan untuk mengukur kemajuan pengelolaan lingkungan hidup sebaiknya memiliki sifat spesifik, terukur, dan relevan terhadap target. Pernyataan tersebut merupakan penerapan prinsip apa dalam pengelolaan lingkungan?

  • A. Prinsip keterpaduan
  • B. Prinsip kehati-hatian
  • C. Prinsip partisipasi publik
  • D. Prinsip adaptif
Jawaban: A
Prinsip keterpaduan menekankan integrasi aspek lingkungan ke dalam perencanaan, termasuk melalui indikator yang saling terkait dan terukur.
39.

Dalam perencanaan pengelolaan lingkungan hidup, komponen yang berfungsi sebagai dasar analisis dampak dan penentuan upaya pengelolaan adalah data kondisi awal lingkungan. Komponen ini disebut?

  • A. Komponen rencana
  • B. Komponen evaluasi
  • C. Komponen rona lingkungan awal
  • D. Komponen mitigasi
Jawaban: C
Rona lingkungan awal adalah gambaran kondisi eksisting lingkungan yang digunakan sebagai baseline dalam analisis dan perencanaan.
40.

Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dalam perencanaan pengelolaan lingkungan hidup diterapkan ketika terdapat ancaman kerusakan lingkungan yang serius meskipun belum ada bukti ilmiah yang pasti. Bentuk penerapan prinsip ini yang tepat adalah?

  • A. Menunda semua aktivitas pembangunan hingga ada bukti pasti
  • B. Melanjutkan kegiatan karena belum terbukti berbahaya
  • C. Menerapkan langkah pencegahan sebelum izin diberikan
  • D. Mengabaikan potensi risiko karena bersifat spekulatif
Jawaban: C
Prinsip kehati-hatian menghendaki tindakan pencegahan dini untuk melindungi lingkungan dari risiko serius yang belum sepenuhnya terbukti.
41.

Dalam pendekatan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup, pendekatan yang menekankan harmonisasi antara kegiatan manusia dan ekosistem, serta memandang manusia sebagai bagian dari alam, disebut pendekatan?

  • A. Pendekatan teknokratis
  • B. Pendekatan proyek
  • C. Pendekatan legalistik
  • D. Pendekatan sosio-ekologis
Jawaban: D
Pendekatan sosio-ekologis mengintegrasikan aspek sosial dan ekologi, menempatkan manusia sebagai komponen dari ekosistem.
42.

Konsep daya dukung lingkungan (carrying capacity) dalam perencanaan pengelolaan lingkungan hidup digunakan untuk menentukan batas maksimal pemanfaatan suatu sumber daya. Jika suatu wilayah telah melampaui daya dukungnya, dampak yang mungkin terjadi adalah?

  • A. Peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata
  • B. Penurunan kualitas lingkungan secara signifikan
  • C. Terjadinya stabilitas ekosistem jangka panjang
  • D. Meningkatnya regenerasi sumber daya alam
Jawaban: B
Melampaui daya dukung menyebabkan tekanan lingkungan, seperti polusi dan kerusakan ekosistem.
43.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan salah satu instrumen pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dalam peraturan perundangan, AMDAL termasuk dalam jenis instrumen apa?

  • A. Instrumen administratif
  • B. Instrumen fiskal
  • C. Instrumen pasar
  • D. Instrumen sukarela
Jawaban: A
AMDAL adalah instrumen pencegahan yang bersifat administratif dan diatur dalam peraturan perundangan sebagai syarat perizinan.
44.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan tingkatannya, untuk tingkat nasional diwujudkan dalam bentuk dokumen perencanaan jangka panjang. Dokumen yang dimaksud adalah?

  • A. Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Nasional
  • B. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
  • C. Rencana Aksi Daerah Lingkungan Hidup
  • D. Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)
Jawaban: A
RPPLH Nasional merupakan dokumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup tingkat nasional yang bersifat jangka panjang.
45.

Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) memuat peta arahan tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu fungsi utama RPPLH adalah?

  • A. Sebagai dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
  • B. Sebagai pedoman dalam penyusunan dan peninjauan kembali rencana tata ruang
  • C. Sebagai satu-satunya dokumen hukum di bidang lingkungan
  • D. Sebagai acuan operasional kegiatan usaha sehari-hari
Jawaban: B
RPPLH berfungsi sebagai pedoman tata ruang agar peruntukan lahan selaras dengan daya dukung lingkungan.
46.

Dalam penyusunan RPPLH, tahapan inventarisasi lingkungan hidup mencakup pengumpulan data tentang potensi dan permasalahan lingkungan. Hasil inventarisasi ini selanjutnya digunakan untuk?

  • A. Menetapkan arahan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
  • B. Menentukan kebijakan fiskal daerah
  • C. Melakukan evaluasi terhadap rencana tata ruang yang sudah ada
  • D. Menyusun dokumen anggaran subsidi energi
Jawaban: A
Data inventarisasi menjadi dasar ilmiah untuk menetapkan arahan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
47.

Kebijakan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia mengadopsi prinsip desentralisasi pengelolaan sumber daya alam. Kebijakan ini memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk?

  • A. Mengelola seluruh sumber daya alam secara mandiri tanpa koordinasi pusat
  • B. Menyelenggarakan pengelolaan lingkungan sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah
  • C. Menetapkan pajak lingkungan sepihak tanpa acuan nasional
  • D. Menghentikan semua kegiatan pembangunan yang berskala besar
Jawaban: B
Desentralisasi memungkinkan daerah mengelola lingkungan sesuai kebutuhan lokal dengan tetap mengacu pada kebijakan nasional.
48.

Kelembagaan dalam perencanaan pengelolaan lingkungan hidup memerlukan koordinasi antarsektor. Lembaga yang memiliki fungsi koordinatif utama di tingkat pusat adalah?

  • A. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
  • B. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
  • C. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
  • D. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
Jawaban: D
KLHK merupakan lembaga yang memiliki tugas dan fungsi koordinatif utama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di tingkat pusat.
49.

Tata kelola pengelolaan lingkungan berkelanjutan menuntut adanya transparansi dalam pengambilan keputusan. Penerapan transparansi tersebut dapat diwujudkan melalui?

  • A. Penyembunyian data lingkungan kepada publik
  • B. Pengambilan keputusan secara tertutup oleh pejabat berwenang
  • C. Keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perizinan lingkungan
  • D. Pembatasan akses informasi lingkungan untuk umum
Jawaban: C
Transparansi diwujudkan dengan membuka akses informasi dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan lingkungan.
50.

Monitoring dalam perencanaan pengelolaan lingkungan dilakukan secara berkala untuk mengukur kinerja pelaksanaan rencana. Apabila hasil monitoring menunjukkan deviasi negatif signifikan, langkah pertama yang harus diambil adalah?

  • A. Menghentikan seluruh program tanpa evaluasi
  • B. Melanjutkan program tanpa perubahan karena anggaran sudah terpakai
  • C. Menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten
  • D. Melakukan evaluasi komprehensif untuk mengetahui penyebab deviasi
Jawaban: D
Evaluasi komprehensif diperlukan untuk mengidentifikasi akar masalah sebelum mengambil tindakan korektif.

Bagian isu lingkungan paling sering bikin mahasiswa UT salah tebak di UAS. Banyak yang hafal teori SDGs tapi lupa menghubungkannya dengan tata ruang dan RPPLH sebagai instrumen nyata. Padahal soal UO biasanya justru ngetes hubungan itu. Cek lagi modul 4 soal konsep pendekatan perencanaan karena sering muncul dalam kasus.

Di STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan, monitoring dan evaluasi di modul 9 juga jadi favorit penguji untuk soal UTM. Kalau kamu bisa bedain antara fungsi monitoring sama evaluasi di konteks RPPLH, setengah jalan udah aman. Ada banyak prediksi soal UAS UT lain di sini buat matkul lain kalau mau latihan lebih jauh.

Bagikan

error: Content is protected !!