Aplikasi Gratis

Soalut.com

v1.3.0

Install sekali, akses kapan saja tanpa browser

Ribuan soal & modul lengkap di aplikasi

GET IT ON Google Play

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir! 💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung
Rp
Rp
Rp
Rp
Selalu Gratis
Ribuan soal UT gratis,
karena kamu peduli
Ikut Dukung Sekarang

Soal UAS UT STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi Gratis

Soalut.com
★★★★★ 5.0
Gratis
GET IT ON Google Play
Soal UT STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan
Soal UT STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan

Pulang kerja langsung buka modul 01 tentang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, rasanya kepala makin mumet. Apalagi pas ketemu Kegiatan Belajar 2 soal tata ruang yang kaitannya abstrak sama kehidupan sehari-hari. Banyak yang akhirnya malas baca. bank soal Universitas Terbuka di sini sengaja aku susun dari tiap KB biar belajarmu lebih terarah untuk STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan.

Modul 03 soal Komponen Perencanaan Pengelolaan Lingkungan dan Modul 09 tentang Monitoring dan Evaluasi itu dua topik yang paling sering bikin mahasiswa UT keliru. Bukan karena materinya susah, tapi karena istilahnya mirip-mirip dan gampang terbalik. Cobain deh kerjakan soal di bagian itu dulu. latihan soal Perencanaan Wilayah dan Kota ini bisa bantu kamu bedain masing-masing komponen dan prinsip dasarnya secara lebih gamblang.

Soal UAS UT di bawah ini mencakup inti dari tiap kegiatan belajar, mulai dari isu lingkungan di Modul 02 sampai implementasi RPPLH di Modul 06. contoh soal UAS UT yang kami sediakan juga sudah dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat. Jadi kalau ada jawabanmu yang meleset, langsung cek alasan kenapa jawabannya begitu.

Soal UT STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan

1.

Manakah dari berikut ini yang merupakan definisi lingkungan hidup menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009?

  • A. Kumpulan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui
  • B. Lingkungan sekitar tempat tinggal manusia yang terdiri dari udara, air, dan tanah
  • C. Segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup
  • D. Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri
Jawaban: D
Definisi lingkungan hidup dalam UU 32/2009 mencakup kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya.
2.

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui memiliki ciri utama berupa…

  • A. Ketersediaannya sangat terbatas dan tidak dapat dipulihkan
  • B. Membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk kembali
  • C. Hanya dapat ditemukan di daerah tropis
  • D. Dapat pulih kembali secara alami dalam waktu yang relatif singkat
Jawaban: D
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui memiliki kemampuan untuk pulih kembali secara alami dalam waktu yang relatif singkat, seperti hutan dan air.
3.

Berikut ini yang termasuk contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah…

  • A. Air dan udara
  • B. Tanah dan hutan
  • C. Minyak bumi dan batu bara
  • D. Ikan dan hasil pertanian
Jawaban: C
Minyak bumi dan batu bara termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena proses pembentukannya memakan waktu jutaan tahun.
4.

Prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan hidup menekankan pada…

  • A. Keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk generasi sekarang dan masa depan
  • B. Pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal untuk pertumbuhan ekonomi
  • C. Penghentian total eksploitasi sumber daya alam
  • D. Prioritas pada kepentingan ekonomi jangka pendek
Jawaban: A
Pembangunan berkelanjutan menekankan keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan generasi mendatang.
5.

Daya dukung lingkungan adalah…

  • A. Kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan makhluk hidup secara optimal
  • B. Kemampuan lingkungan untuk menyerap limbah tanpa batas
  • C. Jumlah populasi manusia yang dapat ditampung di suatu wilayah
  • D. Luas area hutan yang tersedia di suatu daerah
Jawaban: A
Daya dukung lingkungan merujuk pada kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan makhluk hidup secara optimal tanpa mengalami kerusakan.
6.

Faktor utama yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup adalah…

  • A. Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami
  • B. Gerakan lempeng tektonik
  • C. Perubahan iklim alami
  • D. Aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan
Jawaban: D
Aktivitas manusia seperti deforestasi, polusi, dan eksploitasi berlebihan menjadi faktor utama kerusakan lingkungan hidup.
7.

Pengertian tata ruang menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 adalah…

  • A. Struktur ruang dan pola ruang yang direncanakan untuk pembangunan wilayah
  • B. Penataan ulang bangunan di perkotaan
  • C. Pembagian wilayah berdasarkan kepadatan penduduk
  • D. Pengelolaan sumber daya alam secara terpadu
Jawaban: A
Tata ruang adalah struktur ruang dan pola ruang yang direncanakan untuk pembangunan wilayah berdasarkan undang-undang yang berlaku.
8.

Berikut ini yang termasuk dalam rencana tata ruang (RTRW) adalah…

  • A. Rencana pembangunan jangka pendek daerah
  • B. Rencana penggunaan lahan untuk pertanian, permukiman, dan industri
  • C. Rencana pengelolaan sampah kota
  • D. Rencana pengembangan transportasi umum
Jawaban: B
RTRW mencakup rencana penggunaan lahan untuk berbagai fungsi seperti pertanian, permukiman, dan industri dalam suatu wilayah.
9.

Tujuan utama dari penataan ruang adalah…

  • A. Meningkatkan nilai ekonomi suatu wilayah secara maksimal
  • B. Memusatkan pembangunan di perkotaan
  • C. Menciptakan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan
  • D. Mempercepat industrialisasi daerah pedalaman
Jawaban: C
Penataan ruang bertujuan menciptakan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
10.

Kawasan lindung dalam tata ruang berfungsi untuk…

  • A. Mendukung kegiatan industri dan perdagangan
  • B. Mengembangkan pusat perbelanjaan modern
  • C. Menampung permukiman padat penduduk
  • D. Melindungi ekosistem dan sumber daya alam dari kerusakan
Jawaban: D
Kawasan lindung berfungsi melindungi ekosistem dan sumber daya alam sehingga tetap lestari dan tidak rusak akibat aktivitas manusia.
11.

Salah satu contoh penerapan tata ruang adalah…

  • A. Pembangunan gedung tinggi di kawasan resapan air
  • B. Penetapan zona hijau di perkotaan untuk menjaga keseimbangan lingkungan
  • C. Pembukaan lahan hutan untuk pertanian skala besar
  • D. Pembangunan pabrik di pinggir sungai
Jawaban: B
Zona hijau di perkotaan merupakan contoh penerapan tata ruang yang baik untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan kualitas hidup.
12.

Dampak negatif dari tata ruang yang tidak terencana adalah…

  • A. Meningkatnya kualitas udara di perkotaan
  • B. Terjadinya banjir akibat alih fungsi lahan
  • C. Berkurangnya polusi dari kendaraan bermotor
  • D. Meningkatnya produktivitas pertanian
Jawaban: B
Tata ruang yang tidak terencana menyebabkan alih fungsi lahan yang memicu banjir karena berkurangnya area resapan air.
13.

Isu lingkungan utama yang terkait dengan tata ruang di Indonesia adalah…

  • A. Peningkatan jumlah hutan lindung
  • B. Berkurangnya emisi gas rumah kaca
  • C. Deforestasi dan konversi lahan yang tidak terkendali
  • D. Meningkatnya kualitas air bersih
Jawaban: C
Deforestasi dan konversi lahan yang tidak terkendali menjadi isu lingkungan utama akibat perencanaan tata ruang yang buruk.
14.

Perjalanan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dimulai dengan diterbitkannya…

  • A. Peraturan Pemerintah tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
  • B. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • C. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • D. Peraturan Menteri tentang Baku Mutu Lingkungan
Jawaban: B
Pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dimulai dengan UU 4/1982 yang menjadi landasan hukum pertama dalam pengelolaan lingkungan.
15.

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda pembangunan global yang mencakup…

  • A. 8 tujuan pembangunan milenium
  • B. 10 tujuan pembangunan berkelanjutan
  • C. 17 tujuan dengan 169 target yang saling terkait
  • D. 25 target pengelolaan lingkungan
Jawaban: C
SDGs mencakup 17 tujuan dan 169 target yang saling terkait untuk mencapai pembangunan berkelanjutan secara global.
16.

Hubungan antara lingkungan hidup dan pencapaian SDGs tercermin dalam tujuan…

  • A. Tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim
  • B. Tujuan ke-1 tentang pengentasan kemiskinan
  • C. Tujuan ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau
  • D. Tujuan ke-16 tentang perdamaian dan keadilan
Jawaban: A
Tujuan ke-13 SDGs secara langsung berkaitan dengan lingkungan hidup, yaitu penanganan perubahan iklim dan dampaknya.
17.

Salah satu tantangan dalam mencapai SDGs terkait lingkungan di Indonesia adalah…

  • A. Konflik kepentingan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan
  • B. Tingginya kesadaran masyarakat akan daur ulang
  • C. Melimpahnya sumber daya alam yang mudah diperbaharui
  • D. Stabilitas kebijakan lingkungan jangka panjang
Jawaban: A
Konflik antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi tantangan utama dalam pencapaian SDGs di Indonesia.
18.

Pencemaran udara akibat aktivitas industri dan transportasi dapat berdampak langsung pada perubahan tata ruang. Dampak tersebut yang paling mungkin terjadi adalah…

  • A. peningkatan luas hutan kota
  • B. perubahan fungsi kawasan industri menjadi permukiman
  • C. peningkatan intensitas penggunaan lahan untuk permukiman
  • D. pengembangan jalur hijau di sepanjang jalan raya
Jawaban: C
Pencemaran udara mendorong pergeseran aktivitas ekonomi ke daerah pinggiran sehingga intensitas penggunaan lahan untuk permukiman meningkat.
19.

Salah satu target SDGs yang secara langsung berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup adalah target nomor 13 yaitu…

  • A. mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya
  • B. mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di mana pun
  • C. memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan
  • D. melindungi, merestorasi, dan memanfaatkan secara berkelanjutan ekosistem daratan
Jawaban: A
Target SDGs nomor 13 secara khusus berfokus pada aksi terhadap perubahan iklim dan dampaknya.
20.

Indikator pencapaian SDGs pada target 6 (air bersih dan sanitasi) yang relevan dengan pengelolaan lingkungan adalah…

  • A. meningkatkan proporsi penduduk yang memiliki akses terhadap layanan air minum yang dikelola secara aman
  • B. meningkatkan efisiensi penggunaan air di sektor pertanian
  • C. mengurangi jumlah bencana alam terkait air
  • D. meningkatkan investasi dalam infrastruktur air minum
Jawaban: A
Indikator akses air minum aman merupakan ukuran langsung dari target 6 yang terkait pengelolaan sumber daya air.
21.

Dalam konteks SDGs, konsep 'tidak meninggalkan siapa pun' (leave no one behind) diimplementasikan dalam perencanaan lingkungan dengan cara…

  • A. memprioritaskan pembangunan infrastruktur di kota besar
  • B. memfokuskan anggaran pada perlindungan kawasan konservasi
  • C. mengurangi regulasi lingkungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
  • D. memastikan kebijakan lingkungan mengakomodasi kebutuhan kelompok rentan
Jawaban: D
Prinsip leave no one behind menuntut kebijakan lingkungan yang inklusif terhadap kelompok rentan.
22.

Pengelolaan sampah yang mendukung pencapaian SDGs terutama pada target 12 (konsumsi dan produksi berkelanjutan) adalah…

  • A. pembakaran sampah terbuka
  • B. penerapan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang
  • C. penggunaan plastik sekali pakai secara luas
  • D. penimbunan sampah di tempat pembuangan akhir
Jawaban: B
Prinsip reduce, reuse, recycle (3R) adalah strategi utama untuk konsumsi dan produksi berkelanjutan.
23.

Peran perencanaan tata ruang dalam mencapai SDGs target 11 (kota dan permukiman berkelanjutan) adalah…

  • A. memperluas lahan industri di pusat kota
  • B. meningkatkan kepadatan bangunan tanpa ruang terbuka hijau
  • C. membangun gedung tinggi tanpa memperhatikan dampak lingkungan
  • D. mengintegrasikan aspek lingkungan dalam rencana tata ruang untuk menciptakan kota layak huni
Jawaban: D
Integrasi lingkungan dalam tata ruang merupakan kunci untuk menciptakan kota berkelanjutan dan layak huni.
24.

Salah satu komponen utama dalam perencanaan pengelolaan lingkungan hidup adalah…

  • A. analisis ekonomi makro
  • B. inventarisasi sumber daya alam dan lingkungan
  • C. penyusunan anggaran negara
  • D. pengembangan teknologi informasi
Jawaban: B
Inventarisasi sumber daya alam dan lingkungan merupakan langkah awal yang esensial dalam perencanaan pengelolaan lingkungan.
25.

Komponen perencanaan yang berfungsi sebagai acuan dalam menentukan arah kebijakan lingkungan adalah…

  • A. analisis dampak lingkungan
  • B. visi dan misi pengelolaan lingkungan
  • C. inventarisasi emisi gas rumah kaca
  • D. proyeksi pertumbuhan penduduk
Jawaban: B
Visi dan misi memberikan arah kebijakan dan tujuan dalam perencanaan pengelolaan lingkungan.
26.

Data mengenai kualitas air, udara, dan tanah termasuk dalam komponen perencanaan lingkungan pada tahap…

  • A. evaluasi kebijakan
  • B. implementasi program
  • C. identifikasi dan inventarisasi
  • D. monitoring dan pelaporan
Jawaban: C
Identifikasi dan inventarisasi lingkungan mencakup pengumpulan data kualitas air, udara, dan tanah.
27.

Salah satu komponen yang harus ada dalam rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (RPPLH) adalah…

  • A. rencana pengembangan industri
  • B. target pertumbuhan ekonomi nasional
  • C. daftar proyek infrastruktur prioritas
  • D. analisis risiko lingkungan dan kesehatan
Jawaban: D
Analisis risiko lingkungan dan kesehatan merupakan komponen penting dalam RPPLH untuk mengantisipasi dampak.
28.

Komponen perencanaan lingkungan yang berkaitan dengan ketersediaan dan alokasi sumber daya adalah…

  • A. strategi pendanaan
  • B. pemetaan konflik sumber daya
  • C. analisis dampak sosial
  • D. penetapan zona pemanfaatan
Jawaban: A
Strategi pendanaan memastikan ketersediaan dan alokasi sumber daya untuk program lingkungan.
29.

Dalam perencanaan lingkungan, komponen evaluasi lingkungan strategis (ELS) digunakan untuk…

  • A. mengukur dampak proyek yang sudah berjalan
  • B. membandingkan biaya dan manfaat dari sebuah proyek
  • C. menilai dampak dari kebijakan, rencana, dan program terhadap lingkungan
  • D. menentukan zonasi kawasan konservasi
Jawaban: C
ELS menilai dampak kebijakan, rencana, dan program terhadap lingkungan secara strategis.
30.

Prinsip pertama dalam perencanaan pengelolaan lingkungan adalah…

  • A. efektivitas dan efisiensi
  • B. partisipasi masyarakat
  • C. keseimbangan antara kepentingan ekologi dan ekonomi
  • D. kehati-hatian
Jawaban: C
Prinsip keseimbangan antara ekologi dan ekonomi menjadi dasar dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
31.

Prinsip integrasi dalam perencanaan pengelolaan lingkungan berarti…

  • A. pertimbangan lingkungan harus menyatu dalam setiap tahap perencanaan pembangunan
  • B. semua kegiatan ekonomi dihentikan untuk lingkungan
  • C. pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh tanpa koordinasi pusat
  • D. hanya sektor lingkungan yang boleh merencanakan pembangunan
Jawaban: A
Integrasi berarti memasukkan aspek lingkungan dalam setiap tahap perencanaan pembangunan.
32.

Prinsip keadilan lingkungan dalam perencanaan pengelolaan lingkungan mengharuskan…

  • A. beban dan manfaat lingkungan didistribusikan secara merata di seluruh kelompok masyarakat
  • B. semua orang mendapat akses yang sama terhadap sumber daya alam tanpa batasan
  • C. masyarakat kaya dibebani biaya lingkungan lebih besar
  • D. hanya masyarakat lokal yang berhak memanfaatkan sumber daya alam
Jawaban: A
Keadilan lingkungan menuntut distribusi beban dan manfaat lingkungan secara merata.
33.

Prinsip 'precautionary principle' (prinsip kehati-hatian) diterapkan dalam perencanaan lingkungan ketika…

  • A. terdapat bukti ilmiah yang kuat tentang dampak negatif suatu kegiatan
  • B. masyarakat menolak rencana pembangunan
  • C. biaya mitigasi lebih kecil daripada manfaat ekonomi
  • D. ketidakpastian ilmiah mengenai dampak lingkungan dapat menyebabkan risiko serius
Jawaban: D
Prinsip kehati-hatian diterapkan dalam situasi ketidakpastian ilmiah namun berpotensi risiko serius.
34.

Penerapan prinsip 'polluter pays principle' pada perencanaan lingkungan ditunjukkan dengan…

  • A. pemerintah memberikan subsidi kepada pencemar
  • B. pencemar dikenakan biaya atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan
  • C. masyarakat membayar biaya pembersihan lingkungan
  • D. perusahaan dibebaskan dari tanggung jawab hukum
Jawaban: B
Prinsip pencemar membayar mewajibkan pencemar menanggung biaya kerusakan lingkungan.
35.

Prinsip pencegahan atau precautionary principle dalam perencanaan pengelolaan lingkungan menekankan pada tindakan apa?

  • A. Menunda pengambilan keputusan hingga semua data ilmiah lengkap
  • B. Menerapkan teknologi modern tanpa mempertimbangkan risiko lingkungan
  • C. Mendelegasikan tanggung jawab lingkungan kepada pihak swasta sepenuhnya
  • D. Mengambil tindakan antisipatif meskipun terdapat ketidakpastian ilmiah tentang dampak lingkungan
Jawaban: D
Prinsip pencegahan menuntut tindakan proaktif untuk mencegah kerusakan lingkungan meskipun bukti ilmiah belum lengkap, sesuai konsep dasar precautionary principle dalam KB 2 Modul 3 tentang Prinsip-Prinsip Perencanaan Pengelolaan Lingkungan.
36.

Prinsip polluter pays principle dalam pengelolaan lingkungan menyatakan bahwa pencemar wajib menanggung biaya apa?

  • A. Biaya operasional perusahaan yang menyebabkan pencemaran
  • B. Biaya kompensasi sosial bagi masyarakat sekitar saja
  • C. Biaya penanggulangan pencemaran dan pemulihan lingkungan
  • D. Biaya administrasi perizinan lingkungan
Jawaban: C
Prinsip pencemar membayar mewajibkan pihak yang menyebabkan pencemaran untuk menanggung biaya penanggulangan dan pemulihan lingkungan, seperti diatur dalam KB 2 Modul 3.
37.

Pendekatan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang menekankan pada keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan disebut pendekatan apa?

  • A. Pendekatan partisipatif
  • B. Pendekatan teknokratik
  • C. Pendekatan top-down
  • D. Pendekatan reaktif
Jawaban: A
Pendekatan partisipatif melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan lingkungan, berbeda dengan pendekatan teknokratik atau top-down yang lebih sentralistik. Hal ini tercakup dalam KB 1 Modul 4.
38.

Dalam pendekatan perencanaan pengelolaan lingkungan, pendekatan yang mengandalkan data ilmiah dan analisis teknis dari para ahli disebut pendekatan apa?

  • A. Pendekatan teknokratik
  • B. Pendekatan bottom-up
  • C. Pendekatan partisipatif
  • D. Pendekatan kolaboratif
Jawaban: A
Pendekatan teknokratik menekankan pada penggunaan data, analisis ilmiah, dan keahlian teknis dalam perencanaan lingkungan. Ini merupakan kebalikan dari pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat. Sesuai KB 1 Modul 4.
39.

Pendekatan perencanaan pengelolaan lingkungan yang dimulai dari tingkat lokal kemudian naik ke tingkat nasional disebut pendekatan apa?

  • A. Pendekatan top-down
  • B. Pendekatan teknokratik
  • C. Pendekatan bottom-up
  • D. Pendekatan sentralistik
Jawaban: C
Pendekatan bottom-up dimulai dari inisiatif dan aspirasi masyarakat lokal yang kemudian diintegrasikan ke dalam perencanaan tingkat lebih tinggi. Ini berbeda dengan pendekatan top-down yang berasal dari pusat. Sesuai KB 1 Modul 4.
40.

Pendekatan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang menekankan pada integrasi antara aspek ekologi, ekonomi, dan sosial disebut pendekatan apa?

  • A. Pendekatan sektoral
  • B. Pendekatan parsial
  • C. Pendekatan teknokratik
  • D. Pendekatan holistik
Jawaban: D
Pendekatan holistik memandang perencanaan lingkungan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan berbagai aspek, termasuk ekologi, ekonomi, dan sosial. Ini tercakup dalam KB 1 Modul 4 tentang Pendekatan Perencanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
41.

Dalam pendekatan perencanaan pengelolaan lingkungan, prinsip kehati-hatian atau precautionary principle lebih tepat diterapkan ketika kondisi apa?

  • A. Semua data dampak lingkungan sudah tersedia secara lengkap
  • B. Tidak ada indikasi dampak negatif dari suatu kegiatan
  • C. Terdapat ancaman kerusakan lingkungan yang serius meskipun data ilmiah belum pasti
  • D. Kegiatan telah berjalan lama tanpa keluhan masyarakat
Jawaban: C
Prinsip kehati-hatian diterapkan ketika terdapat potensi ancaman kerusakan lingkungan yang serius, meskipun belum ada bukti ilmiah yang konklusif. Ini merupakan bagian dari pendekatan perencanaan lingkungan dalam KB 1 Modul 4.
42.

Konsep perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang disebut konsep apa?

  • A. Konsep pembangunan berkelanjutan
  • B. Konsep modernisasi ekologis
  • C. Konsep pertumbuhan ekonomi
  • D. Konsep industrialisasi hijau
Jawaban: A
Konsep pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Ini merupakan konsep inti dalam KB 2 Modul 4.
43.

Menurut konsep perencanaan pengelolaan lingkungan, yang dimaksud dengan daya dukung lingkungan adalah apa?

  • A. Kemampuan lingkungan untuk mendukung produksi industri
  • B. Kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan makhluk hidup lain
  • C. Jumlah sumber daya alam yang dapat diekspor
  • D. Luas wilayah yang dapat dikembangkan menjadi pemukiman
Jawaban: B
Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya secara berkelanjutan. Konsep ini dibahas dalam KB 2 Modul 4 tentang Konsep Perencanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
44.

Konsep perencanaan pengelolaan lingkungan yang memandang bahwa kegiatan manusia harus berada dalam batas kemampuan lingkungan untuk menyerap dampak disebut konsep apa?

  • A. Konsep efisiensi sumber daya
  • B. Konsep daya tampung lingkungan
  • C. Konsep rantai ekologis
  • D. Konsep substitusi sumber daya
Jawaban: B
Daya tampung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk menyerap limbah dan dampak dari aktivitas manusia tanpa mengalami kerusakan. Konsep ini erat kaitannya dengan perencanaan lingkungan berkelanjutan dalam KB 2 Modul 4.
45.

Konsep perencanaan pengelolaan lingkungan yang mengharuskan setiap kegiatan dievaluasi dampaknya melalui studi ilmiah sebelum diizinkan disebut konsep apa?

  • A. Konsep analisis risiko lingkungan
  • B. Konsep audit lingkungan
  • C. Konsep eko-efisiensi
  • D. Konsep AMDAL
Jawaban: D
Konsep AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan mewajibkan studi dampak lingkungan sebelum kegiatan dilaksanakan. Ini merupakan instrumen penting dalam perencanaan pengelolaan lingkungan seperti dijelaskan dalam KB 2 Modul 4.
46.

Konsep perencanaan pengelolaan lingkungan yang menekankan pada penggunaan sumber daya secara efisien dan meminimalkan limbah disebut konsep apa?

  • A. Konsep AMDAL
  • B. Konsep produksi bersih
  • C. Konsep zonasi lingkungan
  • D. Konsep tata ruang hijau
Jawaban: B
Konsep produksi bersih menekankan efisiensi sumber daya dan pengurangan limbah sejak awal proses produksi. Ini merupakan bagian dari konsep perencanaan pengelolaan lingkungan dalam KB 2 Modul 4.
47.

Salah satu instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat legal dan diatur dalam peraturan perundangan di Indonesia adalah apa?

  • A. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL
  • B. Sertifikasi ISO 14001
  • C. Laporan Keberlanjutan Perusahaan
  • D. Indeks Kinerja Lingkungan Daerah
Jawaban: A
AMDAL merupakan instrumen hukum yang diatur dalam Undang-Undang dan peraturan turunannya di Indonesia, berbeda dengan sertifikasi sukarela atau laporan keberlanjutan. Ini tercakup dalam KB 1 Modul 5.
48.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang berisi rencana pemantauan dan pengelolaan dampak lingkungan dari suatu kegiatan disebut apa?

  • A. Rencana Tata Ruang Wilayah
  • B. Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan atau UKL-UPL
  • C. Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • D. Sistem Informasi Lingkungan Hidup
Jawaban: B
UKL-UPL merupakan dokumen perencanaan yang berisi upaya pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan untuk kegiatan yang tidak wajib AMDAL. Ini diatur dalam peraturan perundangan sebagaimana dalam KB 1 Modul 5.
49.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup berupa izin yang diberikan kepada setiap usaha atau kegiatan untuk melakukan pembuangan limbah ke media lingkungan disebut apa?

  • A. Izin Lingkungan
  • B. Izin Mendirikan Bangunan
  • C. Izin Usaha Pertambangan
  • D. Izin Gangguan
Jawaban: A
Izin Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada usaha atau kegiatan untuk melakukan pembuangan limbah ke lingkungan, sebagai instrumen pengelolaan lingkungan berbasis peraturan perundangan. Sesuai KB 1 Modul 5.
50.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup pada tingkat nasional yang memuat arah kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara menyeluruh disebut apa?

  • A. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
  • B. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
  • C. Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nasional
  • D. Kebijakan Strategis Lingkungan Hidup
Jawaban: C
Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nasional merupakan instrumen perencanaan tingkat nasional yang bersifat menyeluruh dan strategis. Ini sesuai dengan pembahasan dalam KB 1 Modul 5 tentang instrumen perencanaan berdasarkan peraturan perundangan.
51.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang digunakan untuk menilai dampak kebijakan, rencana, atau program terhadap lingkungan disebut apa?

  • A. Audit Lingkungan
  • B. Sistem Manajemen Lingkungan
  • C. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL
  • D. Kajian Lingkungan Hidup Strategis atau KLHS
Jawaban: D
KLHS adalah instrumen yang menilai dampak lingkungan dari kebijakan, rencana, atau program, bukan hanya proyek. Ini merupakan bagian dari instrumen perencanaan berbasis peraturan perundangan dalam KB 1 Modul 5.
52.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang pertama kali diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia adalah…

  • A. AMDAL
  • B. UKL-UPL
  • C. SPPL
  • D. RPPLH
Jawaban: A
AMDAL diatur pertama kali dalam PP No. 29 Tahun 1986 sebagai instrumen pencegahan dampak lingkungan.
53.

Peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukum utama instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup saat ini adalah…

  • A. PP No. 27 Tahun 1999
  • B. UU No. 23 Tahun 1997
  • C. UU No. 4 Tahun 1982
  • D. UU No. 32 Tahun 2009
Jawaban: D
UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi landasan utama.
54.

Salah satu instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup berbasis peraturan perundangan yang bersifat sukarela adalah…

  • A. AMDAL
  • B. UKL-UPL
  • C. SPPL
  • D. PROPER
Jawaban: C
SPPL bersifat sukarela sebagai pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan bagi usaha mikro.
55.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup pada tingkat nasional disebut…

  • A. RENSTRA
  • B. RTRW Nasional
  • C. RPPLH Nasional
  • D. RPJMN
Jawaban: C
RPPLH Nasional adalah rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tingkat nasional.
56.

Pada tingkat provinsi, instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang ditetapkan oleh gubernur adalah…

  • A. PERDA Provinsi
  • B. RPPLH Provinsi
  • C. RTRW Provinsi
  • D. RPJMD
Jawaban: B
RPPLH Provinsi ditetapkan oleh gubernur sebagai rencana pengelolaan lingkungan di tingkat provinsi.
57.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup pada tingkat kabupaten/kota mencakup…

  • A. APBD
  • B. RPJPD
  • C. RENSTRA SKPD
  • D. RPPLH Kabupaten/Kota
Jawaban: D
RPPLH Kabupaten/Kota merencanakan pengelolaan lingkungan hingga ke tingkat daerah.
58.

Instrumen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat sektoral dan berbasis kawasan adalah…

  • A. RTRW
  • B. AMDAL
  • C. UKL-UPL
  • D. PROPER
Jawaban: A
RTRW mengatur tata ruang sebagai instrumen sektoral untuk pengelolaan lingkungan berbasis kawasan.
59.

Instrumen yang mengintegrasikan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup dengan rencana pembangunan daerah adalah…

  • A. RPPLH
  • B. RPJPD
  • C. RTRW
  • D. AMDAL
Jawaban: A
RPPLH berfungsi mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam rencana pembangunan daerah.
60.

RPPLH disusun berdasarkan…

  • A. Analisis dampak lingkungan (AMDAL)
  • B. Kajian lingkungan hidup strategis (KLHS)
  • C. Standar pelayanan minimal (SPM)
  • D. Peraturan pemerintah
Jawaban: B
RPPLH disusun berdasarkan hasil KLHS yang mengevaluasi dampak lingkungan kebijakan.
61.

Jangka waktu rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (RPPLH) adalah…

  • A. 20 tahun
  • B. 10 tahun
  • C. 25 tahun
  • D. 5 tahun
Jawaban: A
RPPLH berlaku untuk jangka waktu 20 tahun dan bisa ditinjau setiap 5 tahun.
62.

Salah satu fungsi RPPLH adalah sebagai…

  • A. Dasar penyusunan RTRW
  • B. Dasar penetapan APBD
  • C. Pedoman pengendalian lingkungan
  • D. Acuan penyusunan AMDAL
Jawaban: C
RPPLH berfungsi sebagai pedoman pengendalian dampak lingkungan dalam perencanaan pembangunan.
63.

RPPLH harus diintegrasikan ke dalam…

  • A. Rencana strategis (Renstra)
  • B. Rencana tata ruang (RTR)
  • C. Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)
  • D. Rencana pembangunan jangka panjang (RPJP)
Jawaban: D
RPPLH diintegrasikan ke dalam RPJP sebagai acuan perencanaan pembangunan berkelanjutan.
64.

Penyusunan RPPLH melibatkan pemangku kepentingan seperti…

  • A. Masyarakat dan akademisi
  • B. Hanya pemerintah pusat
  • C. Swasta tanpa publik
  • D. Lembaga internasional
Jawaban: A
Penyusunan RPPLH partisipatif dengan melibatkan masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
65.

Langkah pertama dalam penyusunan RPPLH adalah…

  • A. Penyusunan draf rencana
  • B. Penetapan peraturan daerah
  • C. Sosialisasi publik
  • D. Kajian lingkungan hidup strategis
Jawaban: D
KLHS menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi isu dan dampak lingkungan sebelum menyusun RPPLH.
66.

Implementasi RPPLH memerlukan koordinasi antara…

  • A. Swasta dan pemerintah saja
  • B. Pemerintah pusat dan daerah
  • C. Lembaga swadaya masyarakat
  • D. Perguruan tinggi
Jawaban: B
Implementasi RPPLH butuh koordinasi pusat dan daerah agar selaras dengan kebijakan nasional.
67.

Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi RPPLH adalah…

  • A. Tanpa partisipasi publik
  • B. Anggaran yang tidak terbatas
  • C. Ketersediaan data dan informasi
  • D. Peraturan tanpa sanksi
Jawaban: C
Data dan informasi lingkungan yang akurat mendukung implementasi RPPLH secara efektif.
68.

Evaluasi RPPLH dilakukan setiap…

  • A. 1 tahun sekali
  • B. 5 tahun sekali
  • C. 10 tahun sekali
  • D. 20 tahun sekali
Jawaban: B
RPPLH dievaluasi setiap 5 tahun untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi lingkungan.
69.

Langkah pertama dalam penyusunan RPPLH adalah melakukan pengkajian terhadap kondisi lingkungan hidup. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah lingkungan. Kegiatan apa yang paling tepat dilakukan pada tahap pengkajian tersebut?

  • A. Menyusun rencana aksi mitigasi bencana
  • B. Menyusun dokumen AMDAL untuk proyek prioritas
  • C. Menetapkan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
  • D. Melakukan inventarisasi sumber daya alam dan ekosistem
Jawaban: D
Tahap pengkajian dalam penyusunan RPPLH berfokus pada inventarisasi data dasar lingkungan termasuk sumber daya alam dan ekosistem untuk mengetahui kondisi awal.
70.

Dalam penyusunan RPPLH, terdapat prinsip bahwa perencanaan harus didasarkan pada daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Prinsip ini penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya alam tidak melampaui batas kemampuan lingkungan. Apa dampak utama jika prinsip ini diabaikan?

  • A. Peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata
  • B. Menurunnya biaya operasional kegiatan industri
  • C. Mempercepat tercapainya target pembangunan infrastruktur
  • D. Terjadinya degradasi lingkungan dan penurunan kualitas hidup
Jawaban: D
Mengabaikan daya dukung dan daya tampung lingkungan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran dan degradasi yang menurunkan kualitas hidup masyarakat.
71.

Kebijakan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia didasarkan pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Prinsip ini menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Salah satu implementasi dari prinsip tersebut adalah pengarusutamaan lingkungan dalam setiap kebijakan pembangunan. Contoh pengarusutamaan lingkungan adalah…

  • A. Memberikan subsidi bahan bakar fosil untuk industri
  • B. Mengizinkan pembukaan lahan gambut untuk perkebunan sawit
  • C. Mewajibkan AMDAL untuk kegiatan yang berdampak besar pada lingkungan
  • D. Menekan partisipasi masyarakat dalam perencanaan tata ruang
Jawaban: C
Pengarusutamaan lingkungan diwujudkan melalui instrumen AMDAL yang menilai dampak lingkungan sebelum kegiatan dilaksanakan, sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan.
72.

Kebijakan nasional pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Salah satu asas dalam undang-undang ini adalah asas kehati-hatian. Penerapan asas kehati-hatian dalam perencanaan berarti…

  • A. Kegiatan pembangunan dapat dilanjutkan meskipun belum ada kajian dampak
  • B. Masyarakat tidak perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan
  • C. Prioritas diberikan pada kegiatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi
  • D. Setiap kegiatan harus didahului dengan kajian risiko lingkungan secara cermat
Jawaban: D
Asas kehati-hatian mewajibkan bahwa apabila terdapat ancaman kerusakan lingkungan yang serius, tindakan pencegahan harus diambil meskipun belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan, sehingga kajian risiko menjadi penting.
73.

Kebijakan pengelolaan lingkungan di tingkat daerah harus selaras dengan kebijakan nasional. Namun, seringkali terjadi konflik antara kepentingan ekonomi dan lingkungan dalam perencanaan daerah. Strategi yang paling efektif untuk mengatasi konflik tersebut adalah…

  • A. Menerapkan analisis biaya-manfaat yang mempertimbangkan nilai ekologis
  • B. Mengabaikan aspek lingkungan demi pertumbuhan ekonomi
  • C. Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada investor
  • D. Membatasi semua kegiatan pembangunan di daerah
Jawaban: A
Analisis biaya-manfaat yang memasukkan nilai ekologis dapat membantu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan lingkungan dalam pengambilan keputusan perencanaan daerah.
74.

Perubahan iklim global menjadi isu utama dalam kebijakan lingkungan internasional. Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca melalui Nationally Determined Contribution (NDC). Kebijakan adaptasi perubahan iklim yang paling relevan dengan sektor pertanian adalah…

  • A. Meningkatkan penggunaan pupuk kimia sintetis
  • B. Mengembangkan varietas tanaman yang tahan kekeringan
  • C. Memperluas lahan pertanian di daerah hutan lindung
  • D. Menghentikan semua sistem irigasi tradisional
Jawaban: B
Adaptasi perubahan iklim di sektor pertanian meliputi pengembangan varietas unggul yang tahan terhadap cekaman iklim seperti kekeringan untuk menjaga produktivitas.
75.

Kebijakan pengelolaan lingkungan seringkali menghadapi kendala dalam implementasi akibat lemahnya penegakan hukum. Upaya yang paling tepat untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum lingkungan adalah…

  • A. Memperkuat kapasitas aparat penegak hukum dan partisipasi masyarakat
  • B. Meningkatkan jumlah sanksi pidana tanpa sosialisasi
  • C. Mendelegasikan penegakan hukum kepada pihak swasta
  • D. Mengurangi peran lembaga pengawas lingkungan
Jawaban: A
Penguatan kapasitas aparat penegak hukum dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan dapat meningkatkan efektivitas penegakan hukum lingkungan.
76.

Kelembagaan perencanaan pengelolaan lingkungan di Indonesia melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan. Di tingkat pusat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki peran utama. Peran KLHK dalam perencanaan pengelolaan lingkungan adalah…

  • A. Menyusun rencana tata ruang wilayah provinsi
  • B. Memberikan izin usaha pertambangan untuk perusahaan besar
  • C. Merumuskan kebijakan nasional perlindungan dan pengelolaan lingkungan
  • D. Mengelola sampah rumah tangga di tingkat kelurahan
Jawaban: C
KLHK bertugas merumuskan kebijakan nasional di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk perencanaan strategis di tingkat pusat.
77.

Kerangka kelembagaan di daerah diatur melalui dinas yang membidangi lingkungan hidup. Dalam konteks otonomi daerah, dinas lingkungan hidup provinsi memiliki kewenangan untuk…

  • A. Menetapkan kebijakan moneter dan fiskal
  • B. Menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) tingkat provinsi
  • C. Mengesahkan undang-undang baru tentang lingkungan
  • D. Menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain
Jawaban: B
Berdasarkan UU 32/2009, dinas lingkungan hidup provinsi berwenang menyusun RPPLH tingkat provinsi sebagai bagian dari perencanaan pengelolaan lingkungan di daerah.
78.

Partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam kelembagaan pengelolaan lingkungan. Namun, dalam praktiknya, partisipasi seringkali bersifat formalitas. Upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat yang substantif adalah…

  • A. Melibatkan masyarakat sejak tahap awal perencanaan hingga evaluasi
  • B. Menyelenggarakan musyawarah pada tahap akhir perencanaan
  • C. Memberikan informasi yang terbatas kepada masyarakat
  • D. Menggunakan bahasa teknis yang sulit dipahami dalam konsultasi publik
Jawaban: A
Partisipasi yang substantif memerlukan keterlibatan masyarakat sejak awal proses perencanaan hingga evaluasi agar masukan mereka benar-benar dipertimbangkan.
79.

Kelembagaan pengelolaan lingkungan juga mencakup lembaga non-pemerintah seperti organisasi masyarakat sipil. Peran organisasi masyarakat sipil dalam perencanaan pengelolaan lingkungan adalah…

  • A. Menggantikan fungsi pemerintah dalam penegakan hukum
  • B. Menentukan alokasi anggaran negara untuk lingkungan
  • C. Melakukan advokasi, pengawasan, dan edukasi kepada masyarakat
  • D. Mengelola secara langsung semua kawasan konservasi
Jawaban: C
Organisasi masyarakat sipil berperan dalam advokasi kebijakan, melakukan pengawasan partisipatif, dan memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
80.

Koordinasi antar lembaga pemerintah seringkali menjadi tantangan dalam kelembagaan pengelolaan lingkungan. Salah satu penyebab utama lemahnya koordinasi adalah…

  • A. Adanya kesamaan visi dan misi antar lembaga
  • B. Tumpang tindih kewenangan antar sektor dan tingkatan pemerintahan
  • C. Ketersediaan dana yang melimpah untuk setiap program
  • D. Tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi
Jawaban: B
Tumpang tindih kewenangan antara berbagai sektor dan tingkatan pemerintahan sering menyebabkan konflik kepentingan dan lemahnya koordinasi dalam pengelolaan lingkungan.
81.

Tata kelola pengelolaan lingkungan yang baik (good environmental governance) menekankan pada prinsip transparansi. Salah satu indikator penerapan transparansi dalam perencanaan pengelolaan lingkungan adalah…

  • A. Dokumen perencanaan hanya diketahui oleh pejabat tinggi
  • B. Masyarakat dapat mengakses informasi rencana pengelolaan lingkungan secara mudah
  • C. Keputusan perencanaan diambil secara tertutup tanpa konsultasi
  • D. Data lingkungan disimpan rapat sebagai rahasia negara
Jawaban: B
Transparansi berarti bahwa masyarakat memiliki akses terbuka terhadap informasi perencanaan pengelolaan lingkungan, sehingga dapat berpartisipasi dan mengawasi prosesnya.
82.

Dalam tata kelola pengelolaan lingkungan, prinsip akuntabilitas menuntut setiap lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan untuk dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya. Bentuk pertanggungjawaban tersebut dapat diwujudkan melalui…

  • A. Pemusatan wewenang pada satu individu
  • B. Penghapusan seluruh sanksi bagi pelanggar
  • C. Penutupan akses informasi keuangan
  • D. Penyusunan laporan kinerja tahunan yang dapat diakses publik
Jawaban: D
Akuntabilitas diwujudkan dengan menyusun laporan kinerja yang transparan dan dapat diakses oleh publik untuk mengevaluasi capaian pengelolaan lingkungan.
83.

Salah satu elemen penting dalam tata kelola pengelolaan lingkungan adalah penegakan aturan yang konsisten. Namun, seringkali terjadi inkonsistensi dalam penerapan hukum lingkungan. Dampak negatif dari inkonsistensi tersebut adalah…

  • A. Meningkatnya kepercayaan investor terhadap sistem hukum
  • B. Semakin mudahnya mencapai target lingkungan nasional
  • C. Terjadinya ketidakpastian hukum yang menghambat kepatuhan
  • D. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan
Jawaban: C
Inkonsistensi dalam penegakan hukum menciptakan ketidakpastian yang membuat pelaku usaha dan masyarakat ragu untuk mematuhi aturan lingkungan.
84.

Partisipasi multi-pihak merupakan salah satu prinsip dalam tata kelola pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam perencanaan dapat meningkatkan kualitas keputusan. Kendala utama dalam penerapan partisipasi multi-pihak adalah…

  • A. Adanya perbedaan kepentingan yang sulit dijembatani antar pihak
  • B. Kemudahan dalam mencapai konsensus karena kepentingan seragam
  • C. Ketersediaan waktu yang melimpah untuk diskusi panjang
  • D. Tingginya dana yang dialokasikan untuk fasilitasi pertemuan
Jawaban: A
Setiap pemangku kepentingan memiliki kepentingan yang berbeda-beda, sehingga menjembatani perbedaan tersebut menjadi tantangan utama dalam partisipasi multi-pihak.
85.

Prinsip apa yang menekankan bahwa pengelolaan lingkungan harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan secara aktif?

  • A. Prinsip tanggung jawab
  • B. Prinsip kehati-hatian
  • C. Prinsip ekosistem
  • D. Prinsip partisipasi
Jawaban: D
Prinsip partisipasi dalam tata kelola lingkungan menekankan keterlibatan aktif semua pihak berkepentingan.
86.

Dalam konteks pengelolaan lingkungan berkelanjutan, apa yang dimaksud dengan triple bottom line?

  • A. Tiga pilar pembangunan berkelanjutan: ekonomi, sosial, dan lingkungan
  • B. Tiga jenis limbah yang harus dikelola
  • C. Tiga tahap dalam perencanaan lingkungan
  • D. Tiga instrumen kebijakan lingkungan
Jawaban: A
Triple bottom line merujuk pada tiga pilar pembangunan berkelanjutan, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
87.

Indikator apa yang digunakan untuk mengukur keberlanjutan pengelolaan lingkungan dari aspek ekologis?

  • A. Tingkat pendapatan masyarakat
  • B. Jumlah penduduk yang terlibat
  • C. Luas tutupan lahan vegetasi
  • D. Biaya produksi barang
Jawaban: C
Luas tutupan lahan vegetasi merupakan indikator ekologis yang mengukur kondisi lingkungan.
88.

Apa tujuan utama dari penerapan prinsip polluter pays dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan?

  • A. Meningkatkan produksi industri
  • B. Menurunkan harga barang konsumen
  • C. Memberi sanksi pada pencemar untuk menanggung biaya kerusakan
  • D. Mendorong investasi asing
Jawaban: C
Prinsip polluter pays mewajibkan pencemar menanggung biaya kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.
89.

Salah satu tantangan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Indonesia adalah…

  • A. Ketersediaan lahan yang melimpah
  • B. Rendahnya kesadaran masyarakat
  • C. Teknologi yang sudah maju
  • D. Anggaran yang berlebihan
Jawaban: B
Rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan dalam menerapkan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
90.

Apa peran utama dari sistem informasi lingkungan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan?

  • A. Mengurangi partisipasi publik
  • B. Meningkatkan produksi limbah
  • C. Menyediakan data dan informasi untuk pengambilan keputusan
  • D. Mempercepat eksploitasi sumber daya
Jawaban: C
Sistem informasi lingkungan menyediakan data yang mendukung pengambilan keputusan berkelanjutan.
91.

Dalam monitoring perencanaan pengelolaan lingkungan, apa yang dimaksud dengan indikator kinerja?

  • A. Jenis peralatan yang digunakan
  • B. Alat untuk mengukur pencapaian tujuan pengelolaan
  • C. Nama lembaga pengawas
  • D. Prosedur administrasi
Jawaban: B
Indikator kinerja digunakan untuk mengukur sejauh mana tujuan pengelolaan lingkungan tercapai.
92.

Metode apa yang sering digunakan dalam monitoring partisipatif pengelolaan lingkungan?

  • A. FGD dan pemetaan bersama
  • B. Analisis regresi
  • C. Eksperimen laboratorium
  • D. Simulasi komputer
Jawaban: A
FGD dan pemetaan bersama adalah metode monitoring partisipatif yang melibatkan masyarakat.
93.

Apa fungsi dari baseline data dalam monitoring lingkungan?

  • A. Menghitung biaya proyek
  • B. Untuk memperkirakan cuaca
  • C. Menentukan jenis pencemar
  • D. Sebagai acuan awal untuk membandingkan perubahan
Jawaban: D
Baseline data berfungsi sebagai kondisi awal yang dijadikan acuan untuk mengukur perubahan lingkungan.
94.

Frekuensi monitoring yang ideal untuk parameter kualitas udara cenderung dilakukan dengan jadwal…

  • A. Setiap 10 tahun sekali
  • B. Tahun depan setelah proyek selesai
  • C. Satu kali di awal proyek
  • D. Bulanan atau triwulan
Jawaban: D
Kualitas udara dipantau secara berkala, misalnya bulanan atau triwulan, mengingat perubahan yang cepat.
95.

Siapa yang bertanggung jawab utama dalam melaksanakan monitoring lingkungan di tingkat proyek?

  • A. Pemrakarsa proyek
  • B. Masyarakat umum
  • C. Lembaga donor
  • D. Akademisi
Jawaban: A
Pemrakarsa proyek bertanggung jawab melakukan monitoring lingkungan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
96.

Apa tujuan evaluasi rencana pengelolaan lingkungan?

  • A. Mengganti semua kebijakan
  • B. Menyusun anggaran baru
  • C. Memperpanjang waktu proyek
  • D. Menilai efektivitas implementasi rencana dalam mencapai tujuan
Jawaban: D
Evaluasi bertujuan menilai efektivitas implementasi rencana pengelolaan lingkungan dalam mencapai tujuan.
97.

Kriteria yang digunakan dalam evaluasi untuk menilai keberlanjutan pengelolaan lingkungan adalah…

  • A. Keuntungan finansial semata
  • B. Popularitas proyek
  • C. Integrasi aspek ekologi, sosial, dan ekonomi
  • D. Kecepatan pelaksanaan
Jawaban: C
Evaluasi keberlanjutan mempertimbangkan integrasi aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.
98.

Hasil evaluasi rencana pengelolaan lingkungan biasanya digunakan untuk…

  • A. Menutup proyek tanpa perbaikan
  • B. Dasar perbaikan dan penyesuaian rencana
  • C. Mengabaikan temuan lapangan
  • D. Menambah beban administrasi
Jawaban: B
Hasil evaluasi menjadi dasar untuk perbaikan dan penyesuaian rencana pengelolaan lingkungan.
99.

Salah satu tantangan dalam evaluasi rencana pengelolaan lingkungan adalah…

  • A. Banyaknya tenaga ahli
  • B. Ketersediaan data yang akurat dan lengkap
  • C. Dana yang melimpah
  • D. Partisipasi publik yang tinggi
Jawaban: B
Ketersediaan data yang akurat dan lengkap sering menjadi tantangan dalam evaluasi pengelolaan lingkungan.
100.

Metode evaluasi yang membandingkan kondisi lapangan dengan standar baku mutu lingkungan disebut…

  • A. Audit lingkungan
  • B. Analisis dampak lingkungan
  • C. Penilaian risiko lingkungan
  • D. Monitoring partisipatif
Jawaban: A
Audit lingkungan adalah metode evaluasi yang membandingkan kondisi lapangan dengan standar baku mutu lingkungan.

Latihan soal ini langsung menguji sejauh mana kamu paham hubungan antara tata ruang dan perlindungan lingkungan. Di modul 1 dan 2, kamu belajar tentang lingkungan hidup dan SDGs, tapi soal UAS biasanya lebih dalam lagi , misalnya, bagaimana RPPLH dari modul 6 diterapkan di lapangan. Itu yang bikin banyak mahasiswa UT kaget. Kalau ada bagian yang masih abu-abu, coba buka lagi modul 8 soal tata kelola berkelanjutan.

Di STPL4217 Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan, soal UO sering nyari bentuk analisis kasus, bukan sekadar hafalan. Pola seperti itu muncul di modul 4 dan 7, jadi siapkan logika kamu dari sekarang. Ada banyak soal ujian UT lain di sini kalau mau tambah latihan, terutama untuk ngulik instrumen perencanaan yang ada di modul 5. Kalau sudah paham semua, sisanya tinggal praktik baca soal dengan teliti.

Bagikan

error: Content is protected !!