💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT STPL4218 Perumahan dan Permukiman Beserta Kunci Jawaban

Soal UT STPL4218 Perumahan dan Permukiman
Soal UT STPL4218 Perumahan dan Permukiman

Permukiman yang tidak tertata menimbulkan berbagai masalah sosial. Konsep STPL4218 Perumahan dan Permukiman menjadi krusial untuk dipelajari mahasiswa UT. Materi ini membahas tata ruang, infrastruktur, dan aspek hukum hunian. Memahami dasarnya adalah langkah awal bagi calon perencana wilayah.

Analisis kebijakan perumahan sering menyulitkan mahasiswa. Untungnya, Soal UT di halaman ini dirancang khusus untuk memandu pemahaman. Semua pertanyaan disusun berdasarkan silabus resmi agar fokus belajar lebih terarah.

Kami sediakan Soal UAS UT untuk STPL4218 Perumahan dan Permukiman lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Soal berikut bisa langsung dipakai mengukur sejauh mana penguasaan Anda terhadap materi perkuliahan.

Soal UT STPL4218 Perumahan dan Permukiman

1.

Apa yang dimaksud dengan perumahan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota?

  • A. Kumpulan rumah yang tersebar tanpa direncanakan
  • B. Kumpulan rumah beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum yang direncanakan
  • C. Bangunan tempat tinggal pribadi yang berdiri sendiri
  • D. Kawasan yang hanya berisi rumah-rumah mewah
Jawaban: B. Kumpulan rumah beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum yang direncanakan.
Perumahan mencakup kumpulan rumah dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum, bukan hanya rumah itu sendiri.
2.

Komponen utama dalam pengembangan permukiman yang berkelanjutan adalah…

  • A. Hanya penyediaan infrastruktur fisik
  • B. Keseimbangan aspek fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan
  • C. Fokus pada pertumbuhan ekonomi saja
  • D. Pembangunan rumah secara massal
Jawaban: B. Keseimbangan aspek fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Pengembangan permukiman berkelanjutan mempertimbangkan keseimbangan aspek fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan.
3.

Tujuan dari kebijakan perumahan dan permukiman di Indonesia adalah…

  • A. Menyediakan rumah mewah bagi semua warga
  • B. Mewujudkan permukiman yang layak, aman, dan terjangkau
  • C. Meningkatkan harga properti di perkotaan
  • D. Memusatkan perumahan di satu wilayah saja
Jawaban: B. Mewujudkan permukiman yang layak, aman, dan terjangkau.
Kebijakan perumahan bertujuan menyediakan permukiman yang layak, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
4.

Salah satu isu utama dalam perumahan dan permukiman di Indonesia adalah…

  • A. Ketersediaan lahan yang melimpah
  • B. Pertumbuhan permukiman liar atau kumuh
  • C. Harga rumah yang sangat rendah
  • D. Tidak adanya urbanisasi
Jawaban: B. Pertumbuhan permukiman liar atau kumuh.
Pertumbuhan permukiman kumuh merupakan isu utama akibat keterbatasan lahan dan perencanaan yang kurang baik.
5.

Sistem perumahan dan permukiman mencakup…

  • A. Hanya aspek fisik bangunan
  • B. Subsistem fisik, ekonomi, sosial, dan kelembagaan
  • C. Hanya kebijakan pemerintah
  • D. Hanya aspek lingkungan
Jawaban: B. Subsistem fisik, ekonomi, sosial, dan kelembagaan.
Sistem perumahan dan permukiman terdiri dari subsistem fisik, ekonomi, sosial, dan kelembagaan yang saling terkait.
6.

Komponen yang harus ada dalam rencana perumahan dan permukiman adalah…

  • A. Rencana induk jaringan jalan
  • B. Rencana lokasi, tata ruang, dan infrastruktur
  • C. Hanya desain rumah
  • D. Rencana anggaran saja
Jawaban: B. Rencana lokasi, tata ruang, dan infrastruktur.
Rencana perumahan mencakup lokasi, tata ruang, dan infrastruktur yang mendukung permukiman.
7.

Globalisasi berdampak pada perumahan dan permukiman, terutama melalui…

  • A. Penurunan jumlah penduduk kota
  • B. Peningkatan investasi asing dan urbanisasi
  • C. Penurunan kebutuhan perumahan
  • D. Penghilangan budaya lokal
Jawaban: B. Peningkatan investasi asing dan urbanisasi.
Globalisasi mendorong investasi asing dan urbanisasi, yang meningkatkan permintaan perumahan di perkotaan.
8.

Urbanisasi yang cepat menyebabkan tantangan dalam penyediaan perumahan, yaitu…

  • A. Menurunnya harga tanah
  • B. Kebutuhan perumahan yang meningkat di perkotaan
  • C. Berkurangnya permukiman kumuh
  • D. Meningkatnya lahan kosong
Jawaban: B. Kebutuhan perumahan yang meningkat di perkotaan.
Urbanisasi cepat meningkatkan kebutuhan perumahan di kota, seringkali melebihi kapasitas penyediaan.
9.

Akses ke tanah untuk perumahan dipengaruhi oleh faktor…

  • A. Hanya harga tanah
  • B. Ketersediaan lahan, regulasi, dan harga
  • C. Hanya regulasi pemerintah
  • D. Hanya kepemilikan pribadi
Jawaban: B. Ketersediaan lahan, regulasi, dan harga.
Akses tanah dipengaruhi oleh ketersediaan lahan, regulasi tata ruang, dan harga tanah.
10.

Salah satu implementasi program tanah untuk perumahan adalah…

  • A. Program pembangunan rumah tanpa izin
  • B. Program konsolidasi tanah perumahan
  • C. Program penggusuran paksa
  • D. Program penimbunan tanah
Jawaban: B. Program konsolidasi tanah perumahan.
Konsolidasi tanah adalah program yang mengatur ulang kepemilikan tanah untuk penyediaan perumahan yang teratur.
11.

Ciri utama dari rumah tapak (landed housing) adalah…

  • A. Bangunan bertingkat tinggi
  • B. Rumah yang berdiri di atas tanah sendiri dengan akses langsung ke tanah
  • C. Unit hunian dalam satu gedung
  • D. Rumah yang disewakan
Jawaban: B. Rumah yang berdiri di atas tanah sendiri dengan akses langsung ke tanah.
Rumah tapak memiliki akses langsung ke tanah pribadi, biasanya rumah berdiri sendiri.
12.

Keunggulan rumah susun (nonlanded housing) dibandingkan rumah tapak adalah…

  • A. Harga yang lebih mahal
  • B. Efisiensi lahan dan biaya infrastruktur
  • C. Memiliki pekarangan luas
  • D. Bebas dari biaya perawatan
Jawaban: B. Efisiensi lahan dan biaya infrastruktur.
Rumah susun lebih efisien dalam penggunaan lahan dan lebih murah dalam penyediaan infrastruktur.
13.

Bentuk pembiayaan perumahan yang paling umum di Indonesia adalah…

  • A. Pinjaman dari rentenir
  • B. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
  • C. Tabungan pribadi
  • D. Bantuan tunai langsung
Jawaban: B. Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
KPR merupakan skema pembiayaan perumahan yang paling umum digunakan oleh masyarakat.
14.

Program pembiayaan perumahan bersubsidi di Indonesia ditujukan untuk…

  • A. Masyarakat berpenghasilan tinggi
  • B. Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
  • C. Pengusaha properti
  • D. Investor asing
Jawaban: B. Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Program subsidi perumahan dirancang untuk membantu MBR agar memiliki akses ke rumah layak huni.
15.

Sistem penyediaan perumahan melibatkan peran…

  • A. Hanya pemerintah pusat
  • B. Pemerintah, swasta, dan masyarakat
  • C. Hanya pengembang swasta
  • D. Hanya lembaga internasional
Jawaban: B. Pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Penyediaan perumahan melibatkan kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
16.

Lembaga yang berperan dalam pengembangan perumahan dan permukiman di Indonesia adalah…

  • A. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  • B. Kementerian Pertanian
  • C. Kementerian Perindustrian
  • D. Kementerian Perdagangan
Jawaban: A. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kementerian PUPR memiliki tugas utama dalam pembangunan perumahan dan permukiman.
17.

Program perumahan dan permukiman yang pernah diluncurkan pemerintah Indonesia adalah…

  • A. Program Sejuta Rumah
  • B. Program Satu Rumah Satu Keluarga
  • C. Program Rumah Gratis
  • D. Program Perumahan Mewah
Jawaban: A. Program Sejuta Rumah.
Program Sejuta Rumah merupakan program nasional untuk menyediakan perumahan layak bagi MBR.
18.

Dalam konteks pengertian perumahan, rumah tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai tempat berlindung dan pusat aktivitas yang mencerminkan aspek sosial dan budaya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perumahan memiliki fungsi utama sebagai…

  • A. barang ekonomi
  • B. kebutuhan sosial
  • C. investasi modal
  • D. aset spekulasi
Jawaban: B. kebutuhan sosial.
Rumah sebagai tempat berlindung dan pusat aktivitas sosial-budaya menekankan fungsi sosial, bukan semata-mata ekonomi atau investasi.
19.

Pengembangan permukiman yang ideal harus memperhatikan keseimbangan antara aspek fisik, sosial, dan lingkungan. Salah satu prinsip utama dalam pengembangan permukiman berkelanjutan adalah…

  • A. memaksimalkan kepadatan bangunan
  • B. mengabaikan partisipasi masyarakat
  • C. mengintegrasikan ruang terbuka hijau
  • D. memprioritaskan pembangunan vertikal
Jawaban: C. mengintegrasikan ruang terbuka hijau.
Ruang terbuka hijau merupakan elemen penting dalam permukiman berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekologis dan kualitas hidup.
20.

Kebijakan perumahan dan permukiman di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu instrumen kebijakan yang digunakan adalah…

  • A. subsidi bunga KPR
  • B. pajak progresif rumah mewah
  • C. larangan membangun rumah susun
  • D. pembatasan kepemilikan tanah
Jawaban: A. subsidi bunga KPR.
Subsidi bunga KPR adalah instrumen kebijakan fiskal untuk meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap kepemilikan rumah.
21.

Salah satu isu utama dalam perumahan dan permukiman di perkotaan adalah tingginya backlog perumahan. Faktor utama yang menyebabkan backlog tersebut adalah…

  • A. kelebihan pasokan rumah mewah
  • B. pertumbuhan penduduk yang lambat
  • C. ketidakseimbangan antara harga rumah dan daya beli masyarakat
  • D. kebijakan pembatasan pembangunan rumah baru
Jawaban: C. ketidakseimbangan antara harga rumah dan daya beli masyarakat.
Backlog terjadi karena harga rumah tidak sebanding dengan kemampuan daya beli mayoritas penduduk, terutama di perkotaan.
22.

Dalam sistem perumahan dan permukiman, rencana penyediaan rumah harus diselaraskan dengan rencana tata ruang wilayah. Tujuan utama penyelarasan ini adalah…

  • A. menekan biaya pembangunan rumah
  • B. memastikan ketersediaan infrastruktur dan aksesibilitas
  • C. mengurangi jumlah rumah susun
  • D. mempermudah penguasaan tanah
Jawaban: B. memastikan ketersediaan infrastruktur dan aksesibilitas.
Keselarasan dengan tata ruang menjamin bahwa perumahan didukung infrastruktur yang memadai dan akses yang mudah ke fasilitas umum.
23.

Komponen rencana perumahan dan permukiman mencakup aspek lokasi, kapasitas, dan desain. Aspek lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu permukiman karena berpengaruh terhadap…

  • A. gaya arsitektur bangunan
  • B. ketersediaan lapangan kerja dan transportasi
  • C. luas minimal rumah
  • D. jenis material bangunan
Jawaban: B. ketersediaan lapangan kerja dan transportasi.
Lokasi dekat dengan pusat kegiatan ekonomi dan transportasi umum meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan penghuni permukiman.
24.

Globalisasi mempengaruhi perumahan dan permukiman melalui arus investasi asing dan gaya hidup urban. Dampak urbanisasi yang pesat terhadap permukiman perkotaan adalah…

  • A. berkurangnya lahan hijau
  • B. meningkatnya kualitas lingkungan
  • C. menurunnya harga tanah
  • D. berkurangnya jumlah penduduk
Jawaban: A. berkurangnya lahan hijau.
Urbanisasi cepat menyebabkan alih fungsi lahan hijau menjadi permukiman dan infrastruktur, mengurangi ruang terbuka hijau.
25.

Industrialisasi di perkotaan mendorong pertumbuhan sektor informal dan menimbulkan tantangan baru bagi permukiman. Salah satu tantangan utama yang muncul adalah…

  • A. ketersediaan perumahan formal yang melimpah
  • B. munculnya permukiman kumuh di sekitar kawasan industri
  • C. peningkatan kualitas sanitasi secara merata
  • D. stabilitas harga properti
Jawaban: B. munculnya permukiman kumuh di sekitar kawasan industri.
Industrialisasi sering menarik migran yang tidak tertampung perumahan formal, sehingga menimbulkan permukiman kumuh di sekitar lokasi industri.
26.

Penyediaan tanah untuk perumahan seringkali terkendala oleh spekulasi lahan. Kebijakan yang dapat mengatasi spekulasi lahan untuk perumahan rakyat adalah…

  • A. pembebasan pajak atas tanah kosong
  • B. pemberlakuan land bank atau bank tanah
  • C. peningkatan harga dasar tanah
  • D. privatisasi tanah negara
Jawaban: B. pemberlakuan land bank atau bank tanah.
Bank tanah adalah mekanisme penguasaan tanah oleh pemerintah untuk menjamin ketersediaan lahan bagi perumahan rakyat dan mencegah spekulasi.
27.

Implementasi program tanah untuk perumahan memerlukan skema pembebasan lahan yang adil. Prinsip penting dalam pembebasan lahan untuk proyek perumahan publik adalah…

  • A. ganti rugi berdasarkan nilai pasar wajar
  • B. penggusuran paksa tanpa kompensasi
  • C. penundaan pembayaran hingga rumah terbangun
  • D. pembayaran dalam bentuk saham
Jawaban: A. ganti rugi berdasarkan nilai pasar wajar.
Prinsip keadilan mensyaratkan ganti rugi sesuai nilai pasar wajar agar pemilik tanah tidak dirugikan dan proyek berjalan lancar.
28.

Rumah tapak (landed housing) memiliki karakteristik berupa hunian yang menempati tanah secara langsung. Keunggulan utama rumah tapak dibanding rumah susun adalah…

  • A. biaya pemeliharaan yang lebih rendah
  • B. kebebasan dalam modifikasi bangunan
  • C. efisiensi penggunaan lahan
  • D. lokasi yang selalu strategis
Jawaban: B. kebebasan dalam modifikasi bangunan.
Kepemilikan tanah sendiri pada rumah tapak memungkinkan penghuni untuk memodifikasi bangunan sesuai kebutuhan tanpa izin bersama.
29.

Rumah susun (nonlanded housing) menjadi solusi perumahan di perkotaan padat penduduk. Kendala utama yang sering dihadapi penghuni rumah susun adalah…

  • A. mahalnya harga jual unit
  • B. konflik sosial akibat hunian bersama
  • C. keterbatasan akses transportasi
  • D. kurangnya variasi tipe rumah
Jawaban: B. konflik sosial akibat hunian bersama.
Hidup bersama dalam satu bangunan dapat memicu konflik sosial karena perbedaan kebiasaan dan kurangnya privasi, menjadi tantangan utama rumah susun.
30.

Bentuk pembiayaan perumahan yang umum di Indonesia adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema konvensional maupun syariah. Perbedaan mendasar antara KPR syariah dan konvensional terletak pada…

  • A. besarnya suku bunga
  • B. ada tidaknya sistem bagi hasil
  • C. jangka waktu pinjaman
  • D. besar uang muka
Jawaban: B. ada tidaknya sistem bagi hasil.
KPR syariah menggunakan prinsip bagi hasil (murabahah, musyarakah) tanpa bunga, sedangkan KPR konvensional menerapkan bunga tetap atau mengambang.
31.

Program pembiayaan perumahan seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bertujuan untuk…

  • A. memberikan kredit gratis bagi masyarakat miskin
  • B. menyediakan dana murah bagi pengembang
  • C. membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah
  • D. mendanai pembangunan rumah mewah
Jawaban: C. membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.
FLPP adalah skema subsidi pembiayaan yang menurunkan suku bunga KPR agar terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
32.

Sistem penyediaan perumahan melibatkan tiga aktor utama: pemerintah, swasta, dan masyarakat. Peran utama swasta dalam sistem ini adalah…

  • A. menyediakan tanah secara gratis
  • B. membangun perumahan skala besar untuk dijual
  • C. mengatur tata ruang wilayah
  • D. memberikan izin mendirikan bangunan
Jawaban: B. membangun perumahan skala besar untuk dijual.
Swasta berperan sebagai pengembang yang membangun dan menjual perumahan, baik untuk segmen menengah atas maupun melalui program kerja sama dengan pemerintah.
33.

Lembaga yang bertanggung jawab dalam perumahan dan permukiman di Indonesia, seperti Kementerian PUPR dan BP Tapera, memiliki fungsi masing-masing. Fungsi BP Tapera adalah…

  • A. menetapkan standar bangunan rumah
  • B. menghimpun dan mengelola dana tabungan perumahan
  • C. memberikan izin lokasi perumahan
  • D. merencanakan tata ruang kota
Jawaban: B. menghimpun dan mengelola dana tabungan perumahan.
BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat) mengelola dana iuran peserta untuk pembiayaan perumahan bagi pekerja.
34.

Perkembangan kebijakan perumahan di Indonesia mengalami perubahan dari era sentralisasi ke desentralisasi. Dampak positif desentralisasi terhadap penyediaan perumahan adalah…

  • A. standarisasi tipe rumah di seluruh daerah
  • B. peningkatan peran daerah dalam perencanaan perumahan lokal
  • C. penurunan partisipasi swasta
  • D. keseragaman harga rumah nasional
Jawaban: B. peningkatan peran daerah dalam perencanaan perumahan lokal.
Desentralisasi memberi kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah untuk merencanakan dan mengembangkan perumahan sesuai kebutuhan lokal.
35.

Berdasarkan definisi dari Undang-Undang No. 1 Tahun 2011, apakah yang dimaksud dengan perumahan?

  • A. Suatu bangunan tempat tinggal yang berdiri sendiri
  • B. Kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana
  • C. Seluruh kawasan tempat tinggal beserta lingkungannya
  • D. Rumah yang dibangun oleh pengembang untuk dijual
Jawaban: B. Kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana.
Menurut UU No. 1 Tahun 2011, perumahan adalah kumpulan rumah yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai bagian dari permukiman.
36.

Dalam pengembangan permukiman, konsep 'sustainable development' menekankan pada keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Salah satu penerapan prinsip tersebut adalah…

  • A. Pembangunan rumah dengan kepadatan tinggi tanpa ruang terbuka hijau
  • B. Penyediaan perumahan yang mengabaikan kondisi budaya lokal
  • C. Penggunaan material bangunan ramah lingkungan dan efisien energi
  • D. Pembangunan permukiman di lahan rawan bencana untuk menghemat biaya
Jawaban: C. Penggunaan material bangunan ramah lingkungan dan efisien energi.
Konsep pembangunan berkelanjutan dalam permukiman mendorong penggunaan material ramah lingkungan dan efisien energi untuk menjaga keseimbangan ekologis.
37.

Salah satu kebijakan perumahan dan permukiman di Indonesia adalah penyediaan rumah susun sederhana milik (rusunami). Tujuan utama dari kebijakan ini adalah…

  • A. Meningkatkan jumlah properti mewah di pusat kota
  • B. Memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan
  • C. Mendorong investasi asing di sektor properti
  • D. Mengurangi jumlah rumah tapak di pinggiran kota
Jawaban: B. Memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.
Rusunami merupakan program pemerintah untuk menyediakan hunian vertikal yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di daerah perkotaan yang padat.
38.

Permasalahan kumuh di permukiman perkotaan seringkali disebabkan oleh tingginya laju urbanisasi. Dampak langsung dari kondisi ini terhadap penyediaan perumahan adalah…

  • A. Meningkatnya ketersediaan rumah sehat
  • B. Menurunnya kebutuhan akan sarana dan prasarana dasar
  • C. Meningkatnya permintaan akan hunian yang murah dan dekat dengan pusat kegiatan
  • D. Berkurangnya konflik sosial antarwarga
Jawaban: C. Meningkatnya permintaan akan hunian yang murah dan dekat dengan pusat kegiatan.
Urbanisasi meningkatkan jumlah penduduk di kota, sehingga permintaan akan hunian murah dan dekat dengan lokasi kerja atau pusat kegiatan meningkat pesat.
39.

Dalam sistem perumahan dan permukiman, yang dimaksud dengan 'prasarana' adalah…

  • A. Jaringan jalan, drainase, dan air bersih
  • B. Rumah tinggal dan bangunan komersial
  • C. Tempat ibadah, pasar, dan sekolah
  • D. Pusat perbelanjaan dan taman rekreasi
Jawaban: A. Jaringan jalan, drainase, dan air bersih.
Prasarana merujuk pada fasilitas fisik dasar seperti jaringan jalan, drainase, air bersih, dan listrik yang mendukung fungsi permukiman.
40.

Komponen rencana perumahan dan permukiman yang penting untuk memastikan ketersediaan lahan bagi pengembangan di masa depan disebut…

  • A. Rencana detail tata ruang
  • B. Rencana induk perumahan dan permukiman
  • C. Analisis dampak lingkungan
  • D. Studi kelayakan ekonomi
Jawaban: B. Rencana induk perumahan dan permukiman.
Rencana induk perumahan dan permukiman merupakan komponen strategis yang mengatur alokasi lahan dan pengembangan hunian secara terpadu untuk masa depan.
41.

Globalisasi telah mendorong urbanisasi di negara berkembang. Salah satu dampak negatif urbanisasi terhadap perumahan dan permukiman adalah…

  • A. Peningkatan investasi di sektor properti formal
  • B. Perbaikan sistem transportasi massal
  • C. Terjadinya gentrifikasi yang menggeser penduduk asli dari pusat kota
  • D. Berkurangnya kemacetan lalu lintas
Jawaban: C. Terjadinya gentrifikasi yang menggeser penduduk asli dari pusat kota.
Gentrifikasi terjadi ketika investasi asing dan modernisasi mendorong kenaikan harga properti di pusat kota, sehingga penduduk asli berpenghasilan rendah terpinggirkan.
42.

Industrialisasi di perkotaan seringkali memicu konflik penggunaan lahan antara sektor industri dan sektor perumahan. Solusi yang paling tepat untuk mengatasi tantangan ini adalah…

  • A. Memindahkan seluruh industri ke luar kota
  • B. Menghentikan pembangunan perumahan di dekat kawasan industri
  • C. Menerapkan perencanaan tata ruang yang memisahkan zona industri dan permukiman secara jelas
  • D. Membiarkan perkembangan alamiah tanpa campur tangan pemerintah
Jawaban: C. Menerapkan perencanaan tata ruang yang memisahkan zona industri dan permukiman secara jelas.
Perencanaan tata ruang yang baik diperlukan untuk memisahkan zona industri dan permukiman sehingga dapat mengurangi dampak negatif seperti polusi dan kemacetan.
43.

Akses terhadap tanah untuk perumahan seringkali menjadi kendala bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hambatan utama yang mereka hadapi adalah…

  • A. Ketersediaan tanah yang melimpah di pusat kota
  • B. Harga tanah yang tinggi dan prosedur kepemilikan yang rumit
  • C. Banyaknya program subsidi tanah dari pemerintah
  • D. Mudahnya mendapatkan pinjaman bank untuk pembelian tanah
Jawaban: B. Harga tanah yang tinggi dan prosedur kepemilikan yang rumit.
Harga tanah yang tinggi, terutama di perkotaan, serta birokrasi kepemilikan yang kompleks menjadi hambatan utama akses tanah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
44.

Program land reform di bidang perumahan bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan harga tanah di pasar properti
  • B. Membatasi kepemilikan tanah oleh asing
  • C. Mendistribusikan tanah secara lebih adil kepada masyarakat yang tidak memiliki tanah
  • D. Mendorong pembangunan apartemen mewah
Jawaban: C. Mendistribusikan tanah secara lebih adil kepada masyarakat yang tidak memiliki tanah.
Land reform bertujuan untuk redistribusi tanah guna memberikan akses kepemilikan tanah yang merata, khususnya kepada kelompok yang tidak mampu.
45.

Rumah tapak (landed housing) memiliki karakteristik utama berupa…

  • A. Unit hunian yang menumpuk secara vertikal
  • B. Kepemilikan tanah dan bangunan terpisah
  • C. Rumah yang berdiri di atas tanah sendiri tanpa berbagi dinding dengan tetangga
  • D. Fasilitas bersama seperti lift dan kolam renang
Jawaban: C. Rumah yang berdiri di atas tanah sendiri tanpa berbagi dinding dengan tetangga.
Rumah tapak adalah hunian yang berdiri di atas tanah sendiri, biasanya tidak berbagi dinding dengan unit lain, dan memiliki akses langsung ke tanah.
46.

Rumah susun (nonlanded housing) menjadi solusi perumahan di perkotaan karena…

  • A. Biaya konstruksi lebih murah dibanding rumah tapak
  • B. Memanfaatkan lahan terbatas secara vertikal sehingga mampu menampung banyak penduduk
  • C. Memberikan luas tanah yang besar bagi setiap penghuni
  • D. Tidak memerlukan prasarana seperti air bersih dan listrik
Jawaban: B. Memanfaatkan lahan terbatas secara vertikal sehingga mampu menampung banyak penduduk.
Rumah susun memanfaatkan lahan terbatas dengan membangun secara vertikal, sehingga dapat mengakomodasi lebih banyak penduduk di daerah padat.
47.

Salah satu bentuk pembiayaan perumahan yang disediakan oleh pemerintah adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Tujuan utama dari FLPP adalah…

  • A. Memberikan pinjaman dengan bunga tinggi untuk pengembang
  • B. Membiayai pembangunan rumah mewah bagi investor
  • C. Menyediakan kredit murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk membeli rumah
  • D. Mendanai proyek pembangunan jalan tol
Jawaban: C. Menyediakan kredit murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk membeli rumah.
FLPP adalah program subsidi pemerintah untuk menurunkan suku bunga KPR, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah dapat mengakses kredit perumahan dengan cicilan ringan.
48.

Dalam kelembagaan perumahan, peran developer (pengembang) adalah sebagai…

  • A. Penyedia dana pinjaman perumahan
  • B. Pembuat regulasi tata ruang
  • C. Penyedia lahan dan pembangun unit rumah untuk dijual kepada masyarakat
  • D. Pengawas kualitas konstruksi dari pemerintah
Jawaban: C. Penyedia lahan dan pembangun unit rumah untuk dijual kepada masyarakat.
Developer berfungsi sebagai penyedia lahan dan pembangun perumahan yang kemudian menjual unit rumah kepada konsumen, baik secara tunai maupun kredit.
49.

Lembaga perumahan seperti Perum Perumnas memiliki peran penting dalam penyediaan perumahan di Indonesia. Tugas utama Perum Perumnas adalah…

  • A. Mengatur kebijakan perbankan untuk KPR
  • B. Membangun dan mengelola perumahan bagi masyarakat, khususnya MBR
  • C. Memberikan izin mendirikan bangunan (IMB)
  • D. Menentukan harga tanah di pasar properti
Jawaban: B. Membangun dan mengelola perumahan bagi masyarakat, khususnya MBR.
Perum Perumnas adalah BUMN yang bertugas membangun dan mengelola perumahan, terutama untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
50.

Dalam sejarah kebijakan perumahan di Indonesia, program 'Rusunawa' (Rumah Susun Sewa) diperkenalkan untuk…

  • A. Menyediakan hunian murah yang dapat dimiliki secara langsung oleh masyarakat
  • B. Menyewakan unit rumah susun dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah
  • C. Membangun hotel berbintang di pusat kota
  • D. Menyediakan rumah tapak mewah di pinggiran kota
Jawaban: B. Menyewakan unit rumah susun dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rusunawa adalah program pemerintah yang menyediakan unit hunian vertikal dengan sistem sewa murah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang layak.

Berdasarkan soal latihan di atas, kamu sudah memahami materi utama STPL4218 Perumahan dan Permukiman. Fokuskan persiapan pada konsep kebijakan hunian dan regulasi tata ruang. Ingat, UAS menggunakan dua format, yaitu UTM untuk tes tengah dan UO untuk ujian online. Keduanya menuntut penguasaan istilah teknis secara tepat.

Semua Soal Ujian UT di halaman ini mencerminkan pola soal yang kerap muncul. Kuasai pembahasan tiap nomor, terutama definisi permukiman kumuh dan aspek legalnya. Latihan mandiri dengan STPL4218 Perumahan dan Permukiman akan membuatmu lebih percaya diri menghadapi ujian. Terus ulang materi dari modul UT agar pemahamanmu semakin kuat.

Bagikan

error: Content is protected !!