Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT EKAP4403 Penganggaran Sektor Publik dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT EKAP4403 Penganggaran Sektor Publik dan Kunci Jawaban
Soal UT EKAP4403 Penganggaran Sektor Publik

Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, menghadapi UAS bukan sekadar duduk dan menjawab soal. Ada proses panjang di baliknya, mulai dari membaca modul tebal, merangkum materi, hingga memastikan semua konsep benar-benar dipahami, bukan sekadar dihafal. Soal UAS UT sering kali dirancang untuk menguji pemahaman mendalam, bukan hafalan semata.

Salah satu mata kuliah yang layak mendapat perhatian ekstra adalah EKAP4403 Penganggaran Sektor Publik. Mata kuliah ini bukan yang mudah dilalui begitu saja. Mahasiswa dituntut memahami bagaimana anggaran disusun, dikelola, dan dipertanggungjawabkan dalam konteks instansi publik.

Cara paling efektif untuk mengukur kesiapan sebelum ujian adalah dengan aktif berlatih mengerjakan Soal UAS UT EKAP4403 Penganggaran Sektor Publik. Lewat latihan, kamu bisa mengenali pola soal yang sering muncul, melatih kecepatan berpikir di bawah tekanan waktu, dan menemukan celah pemahaman yang perlu diperkuat.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT EKAP4403 Penganggaran Sektor Publik

1.

Dalam konteks keuangan negara, penganggaran sektor publik dapat didefinisikan sebagai…

  • A. Proses penetapan target pendapatan daerah yang akan dicapai selama satu tahun fiskal oleh pemerintah daerah
  • B. Proses mengalokasikan sumber daya keuangan yang terbatas untuk membiayai kegiatan pemerintah dalam mencapai tujuan publik
  • C. Dokumen formal berisi rencana penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang telah disetujui oleh lembaga legislatif
  • D. Mekanisme pengendalian keuangan yang digunakan untuk mengawasi penggunaan dana publik oleh instansi pemerintah
Jawaban: B. Proses mengalokasikan sumber daya keuangan yang terbatas untuk membiayai kegiatan pemerintah dalam mencapai tujuan publik.
Penganggaran sektor publik pada intinya adalah proses alokasi sumber daya yang terbatas untuk membiayai berbagai aktivitas pemerintah guna mencapai tujuan pelayanan publik. Pilihan A dan D hanya menyentuh aspek parsial, sementara C merujuk pada produk (dokumen anggaran), bukan proses penganggarannya.
2.

Anggaran sektor publik berfungsi sebagai alat perencanaan karena…

  • A. Menjadi dasar penetapan struktur organisasi pemerintahan yang akan melaksanakan program kerja tahunan
  • B. Memberikan kewenangan legal kepada pemerintah untuk memungut pajak dan retribusi dari masyarakat
  • C. Membantu pemerintah menentukan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai serta mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan
  • D. Menjadi instrumen pemerintah untuk mendistribusikan pendapatan secara adil kepada seluruh lapisan masyarakat
Jawaban: C. Membantu pemerintah menentukan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai serta mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan.
Fungsi anggaran sebagai alat perencanaan berarti anggaran menjadi panduan bagi pemerintah untuk menetapkan tujuan, sasaran, dan kebutuhan sumber daya dalam satu periode fiskal. Pilihan B merupakan fungsi otorisasi, sedangkan D adalah fungsi distribusi.
3.

Perbedaan mendasar antara anggaran sektor publik dan anggaran sektor swasta terletak pada…

  • A. Orientasi tujuan, di mana sektor publik berorientasi pada pelayanan masyarakat sedangkan sektor swasta berorientasi pada profit
  • B. Mekanisme penyusunan, di mana sektor publik disusun oleh eksekutif sedangkan sektor swasta disusun oleh manajemen puncak
  • C. Sumber pendanaan, di mana sektor publik hanya bersumber dari pajak sedangkan sektor swasta bersumber dari modal sendiri
  • D. Periode anggaran, di mana sektor publik selalu menggunakan periode satu tahun sedangkan sektor swasta fleksibel
Jawaban: A. Orientasi tujuan, di mana sektor publik berorientasi pada pelayanan masyarakat sedangkan sektor swasta berorientasi pada profit.
Perbedaan paling mendasar antara anggaran publik dan swasta adalah orientasi tujuannya. Sektor publik mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, sementara sektor swasta mengutamakan keuntungan bagi pemilik atau pemegang saham.
4.

Anggaran publik yang memiliki fungsi sebagai alat pengendalian bermakna bahwa anggaran digunakan untuk…

  • A. Menentukan besaran pajak yang akan dipungut dari masyarakat pada tahun anggaran berikutnya
  • B. Menetapkan prioritas pembangunan yang harus dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja pemerintah
  • C. Memberikan kewenangan kepada lembaga legislatif untuk mengesahkan rencana keuangan pemerintah
  • D. Mencegah terjadinya pengeluaran yang berlebihan dan memastikan penggunaan dana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
Jawaban: D. Mencegah terjadinya pengeluaran yang berlebihan dan memastikan penggunaan dana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Fungsi pengendalian anggaran berarti anggaran menjadi standar atau tolok ukur untuk mengawasi apakah pelaksanaan keuangan pemerintah sudah sesuai rencana, sehingga mencegah penyimpangan dan pemborosan.
5.

Yang dimaksud dengan anggaran sebagai instrumen kebijakan fiskal pemerintah adalah…

  • A. Anggaran digunakan sebagai dasar penilaian kinerja pegawai negeri sipil di setiap satuan kerja perangkat daerah
  • B. Anggaran menjadi sarana bagi pemerintah untuk mempengaruhi kondisi perekonomian melalui kebijakan penerimaan dan pengeluaran negara
  • C. Anggaran menjadi acuan dalam penetapan besaran gaji dan tunjangan bagi aparatur sipil negara di semua tingkatan
  • D. Anggaran berfungsi sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah setiap akhir tahun fiskal
Jawaban: B. Anggaran menjadi sarana bagi pemerintah untuk mempengaruhi kondisi perekonomian melalui kebijakan penerimaan dan pengeluaran negara.
Sebagai instrumen kebijakan fiskal, anggaran publik digunakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, dan mengendalikan inflasi melalui pengelolaan penerimaan (pajak) dan pengeluaran (belanja) negara.
6.

Prinsip transparansi dalam penganggaran sektor publik menuntut bahwa…

  • A. Seluruh proses penyusunan anggaran hanya boleh dilakukan oleh pejabat yang memiliki kompetensi teknis keuangan
  • B. Anggaran harus disusun berdasarkan prakiraan pendapatan yang akurat agar tidak terjadi defisit di akhir tahun fiskal
  • C. Informasi anggaran harus terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat sehingga publik dapat mengetahui penggunaan dana negara
  • D. Setiap satuan kerja wajib melaporkan realisasi anggaran kepada lembaga legislatif setiap triwulan selama tahun berjalan
Jawaban: C. Informasi anggaran harus terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat sehingga publik dapat mengetahui penggunaan dana negara.
Transparansi dalam penganggaran berarti keterbukaan informasi kepada publik, yaitu masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana publik direncanakan dan digunakan. Ini merupakan syarat penting dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
7.

Pendekatan anggaran berbasis kinerja (performance-based budgeting) berbeda dari anggaran tradisional karena lebih menekankan pada…

  • A. Pencapaian output dan outcome dari setiap program yang dibiayai, bukan hanya kesesuaian penggunaan input
  • B. Peningkatan jumlah alokasi anggaran untuk program-program yang dianggap strategis oleh pimpinan daerah
  • C. Penyesuaian belanja pemerintah dengan standar harga pasar agar pengeluaran lebih efisien dan tepat sasaran
  • D. Penerapan sistem akuntansi berbasis akrual dalam pencatatan seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah
Jawaban: A. Pencapaian output dan outcome dari setiap program yang dibiayai, bukan hanya kesesuaian penggunaan input.
Pendekatan anggaran berbasis kinerja menggeser fokus dari input (berapa yang dibelanjakan) ke output (apa yang dihasilkan) dan outcome (apa dampaknya), sehingga penganggaran lebih berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
8.

Perkembangan anggaran sektor publik dari anggaran tradisional menuju anggaran berbasis kinerja di Indonesia secara resmi mulai diterapkan bersamaan dengan…

  • A. Pelaksanaan otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah
  • B. Penerapan anggaran berimbang yang menjadi kebijakan fiskal pemerintah pusat sejak era Orde Baru
  • C. Penandatanganan Letter of Intent antara pemerintah Indonesia dan International Monetary Fund pada tahun 1998
  • D. Reformasi keuangan negara yang ditandai dengan lahirnya paket undang-undang keuangan negara pada tahun 2003 dan 2004
Jawaban: D. Reformasi keuangan negara yang ditandai dengan lahirnya paket undang-undang keuangan negara pada tahun 2003 dan 2004.
Reformasi penganggaran berbasis kinerja di Indonesia secara resmi dimulai melalui UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan UU No. 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Keuangan Negara, yang bersama-sama mengubah paradigma penganggaran.
9.

Pola penganggaran incremental (incremental budgeting) memiliki kelemahan utama yaitu…

  • A. Memerlukan data kinerja yang sangat rinci sehingga menyulitkan proses penyusunan anggaran tahunan
  • B. Anggaran tahun sebelumnya dijadikan dasar tanpa evaluasi menyeluruh sehingga inefisiensi lama terus berlanjut
  • C. Membutuhkan waktu yang sangat lama karena setiap mata anggaran harus dianalisis dari nol setiap tahunnya
  • D. Terlalu berfokus pada pencapaian target kinerja sehingga mengabaikan ketersediaan anggaran yang ada
Jawaban: B. Anggaran tahun sebelumnya dijadikan dasar tanpa evaluasi menyeluruh sehingga inefisiensi lama terus berlanjut.
Kelemahan utama incremental budgeting adalah kecenderungan mempertahankan pola lama dengan hanya menambah sedikit persentase dari anggaran tahun sebelumnya, tanpa mengevaluasi apakah program lama masih relevan dan efisien. Pilihan C justru menggambarkan Zero-Based Budgeting.
10.

Pola Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS) menghubungkan antara perencanaan jangka panjang dengan anggaran tahunan melalui…

  • A. Penerapan analisis biaya-manfaat pada setiap kegiatan pemerintah tanpa memandang batas unit kerja
  • B. Penetapan anggaran berdasarkan persentase tetap dari total pendapatan yang diperoleh pemerintah
  • C. Penyusunan program multitahunan yang menjembatani tujuan jangka panjang dengan alokasi anggaran tahunan
  • D. Penetapan batas atas anggaran (pagu) bagi setiap satuan kerja berdasarkan prioritas pembangunan nasional
Jawaban: C. Penyusunan program multitahunan yang menjembatani tujuan jangka panjang dengan alokasi anggaran tahunan.
PPBS bekerja dengan cara menghubungkan planning (perencanaan jangka panjang), programming (program multitahunan), dan budgeting (anggaran tahunan) secara terpadu, sehingga pengeluaran tahunan selalu terarah pada pencapaian tujuan jangka panjang.
11.

Zero-Based Budgeting (ZBB) mewajibkan setiap unit kerja untuk…

  • A. Memulai proses penyusunan anggaran dari nol setiap tahun dan membuktikan kebutuhan serta relevansi setiap program
  • B. Menetapkan target kinerja yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan anggaran yang lebih rendah
  • C. Mengalokasikan seluruh anggaran hanya untuk program-program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat
  • D. Menyeimbangkan antara pendapatan dan belanja agar anggaran tidak mengalami defisit pada akhir tahun fiskal
Jawaban: A. Memulai proses penyusunan anggaran dari nol setiap tahun dan membuktikan kebutuhan serta relevansi setiap program.
Inti dari ZBB adalah setiap program dan kegiatan harus dibenarkan keberadaannya dari awal setiap siklus anggaran, tanpa mempertimbangkan anggaran tahun sebelumnya. Ini mendorong evaluasi kritis atas setiap pengeluaran pemerintah.
12.

Siklus perencanaan dan penganggaran daerah diawali dengan penyusunan dokumen…

  • A. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang memuat rencana kerja tahunan daerah
  • B. Kebijakan Umum Anggaran (KUA) yang memuat prioritas dan kebijakan anggaran daerah untuk satu tahun
  • C. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang diajukan kepada DPRD
  • D. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) sebagai dokumen perencanaan 20 tahun
Jawaban: D. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) sebagai dokumen perencanaan 20 tahun.
Hierarki perencanaan daerah dimulai dari RPJPD (20 tahun), kemudian diturunkan ke RPJMD (5 tahun), lalu RKPD (1 tahun), dan baru kemudian proses penganggaran (KUA, PPAS, RAPBD). RPJPD adalah fondasi paling awal dari seluruh siklus perencanaan.
13.

Perbedaan antara siklus perencanaan jangka menengah dan siklus penganggaran tahunan daerah terletak pada…

  • A. Penyusunan perencanaan jangka menengah melibatkan DPRD sedangkan penganggaran tahunan hanya melibatkan eksekutif
  • B. Perencanaan jangka menengah berfokus pada arah pembangunan 5 tahunan sedangkan penganggaran tahunan menerjemahkannya ke alokasi sumber daya per tahun
  • C. Perencanaan jangka menengah hanya dilakukan sekali dalam satu periode kepemimpinan sedangkan penganggaran dilakukan setiap bulan
  • D. Penyusunan perencanaan jangka menengah menggunakan data historis sedangkan penganggaran menggunakan proyeksi ke depan
Jawaban: B. Perencanaan jangka menengah berfokus pada arah pembangunan 5 tahunan sedangkan penganggaran tahunan menerjemahkannya ke alokasi sumber daya per tahun.
RPJMD menetapkan arah dan kebijakan pembangunan 5 tahun, sementara RKPD dan APBD merupakan penjabaran tahunan yang mengalokasikan sumber daya konkret untuk mewujudkan sasaran jangka menengah tersebut.
14.

Skedul (jadwal) penyusunan APBD yang ketat ditetapkan dalam peraturan perundangan agar…

  • A. Pemerintah daerah memiliki cukup waktu untuk melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat sebelum anggaran disahkan
  • B. DPRD dapat melakukan pembahasan yang lebih mendalam terhadap setiap pos belanja yang diajukan eksekutif
  • C. Proses penganggaran berlangsung tepat waktu sehingga APBD dapat dilaksanakan mulai awal tahun fiskal tanpa keterlambatan
  • D. Masyarakat mendapatkan cukup waktu untuk memberikan masukan dan partisipasi dalam proses penyusunan anggaran
Jawaban: C. Proses penganggaran berlangsung tepat waktu sehingga APBD dapat dilaksanakan mulai awal tahun fiskal tanpa keterlambatan.
Penetapan skedul yang ketat bertujuan agar APBD dapat disahkan sebelum tahun anggaran dimulai (idealnya sebelum 31 Desember), sehingga pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan sejak 1 Januari tahun berikutnya tanpa hambatan.
15.

Struktur organisasi pengelolaan keuangan daerah menempatkan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) sebagai…

  • A. Bendahara umum daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan daerah secara keseluruhan
  • B. Pimpinan satuan kerja yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program dan kegiatan di unitnya
  • C. Koordinator penyusunan APBD yang bertugas mengintegrasikan RKA dari seluruh SKPD
  • D. Pengawas internal yang bertugas memeriksa kepatuhan penggunaan anggaran oleh seluruh SKPD
Jawaban: A. Bendahara umum daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan daerah secara keseluruhan.
PPKD, yang biasanya dijabat oleh Kepala BPKAD atau Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan, berfungsi sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) yang bertanggung jawab atas keseluruhan pengelolaan keuangan daerah berdasarkan Permendagri.
16.

Pengguna anggaran (PA) pada tingkat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) adalah…

  • A. Sekretaris daerah yang berwenang mengkoordinasikan seluruh kegiatan pemerintahan di daerah
  • B. Bendahara pengeluaran yang bertugas mencatat dan membayar semua tagihan kepada pihak ketiga
  • C. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan tertentu
  • D. Kepala SKPD yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran di unit kerjanya
Jawaban: D. Kepala SKPD yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran di unit kerjanya.
Berdasarkan peraturan pengelolaan keuangan daerah, Pengguna Anggaran adalah Kepala SKPD yang diberikan kewenangan menggunakan anggaran yang telah ditetapkan dalam DPA-SKPD dan bertanggung jawab atas pelaksanaan anggaran unit kerjanya.
17.

Organisasi perencanaan dan penganggaran daerah diwujudkan melalui pembentukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang bertugas…

  • A. Melaksanakan audit internal terhadap penggunaan anggaran oleh seluruh SKPD di lingkungan pemerintah daerah
  • B. Menyiapkan dan membahas rancangan KUA, PPAS, serta rancangan APBD sebelum diajukan ke kepala daerah
  • C. Menetapkan standar harga barang dan jasa yang digunakan sebagai acuan penyusunan RKA seluruh SKPD
  • D. Menyusun laporan keuangan pemerintah daerah yang akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan
Jawaban: B. Menyiapkan dan membahas rancangan KUA, PPAS, serta rancangan APBD sebelum diajukan ke kepala daerah.
TAPD dipimpin oleh Sekretaris Daerah dan bertugas sebagai tim teknis yang memproses dan membahas dokumen-dokumen anggaran, mulai dari KUA hingga RAPBD, sebelum diajukan kepada kepala daerah dan selanjutnya ke DPRD.
18.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) memiliki jangka waktu…

  • A. 5 tahun dan memuat visi, misi, serta program prioritas kepala daerah terpilih
  • B. 10 tahun dan memuat strategi pembangunan jangka menengah yang berkelanjutan
  • C. 20 tahun dan memuat visi, misi, serta arah pembangunan daerah jangka panjang
  • D. 25 tahun dan memuat proyeksi kebutuhan anggaran untuk seluruh sektor pembangunan daerah
Jawaban: C. 20 tahun dan memuat visi, misi, serta arah pembangunan daerah jangka panjang.
Berdasarkan UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, RPJPD disusun untuk jangka waktu 20 tahun. Dokumen ini memuat visi, misi, dan arah kebijakan pembangunan daerah yang bersifat jangka panjang dan menjadi acuan penyusunan RPJMD.
19.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) wajib diselesaikan dan ditetapkan paling lambat…

  • A. 6 bulan setelah kepala daerah dilantik, sebagai penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih
  • B. 3 bulan setelah kepala daerah dilantik, agar dapat segera digunakan sebagai acuan penyusunan RKPD
  • C. 1 tahun setelah kepala daerah dilantik, untuk memberi waktu musyawarah yang lebih komprehensif
  • D. Bersamaan dengan pelantikan kepala daerah karena sudah harus diselesaikan sebelum masa jabatan dimulai
Jawaban: A. 6 bulan setelah kepala daerah dilantik, sebagai penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih.
Sesuai ketentuan peraturan perundangan tentang perencanaan daerah, RPJMD harus ditetapkan paling lambat 6 bulan setelah kepala daerah dilantik. RPJMD ini merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah terpilih.
20.

Perbedaan antara RPJMD dan RKPD dalam sistem perencanaan daerah adalah bahwa RKPD merupakan…

  • A. Dokumen jangka menengah yang memuat program unggulan kepala daerah selama satu periode pemerintahan
  • B. Dokumen yang memuat kebijakan umum keuangan daerah dan plafon anggaran sementara untuk satu tahun
  • C. Dokumen perencanaan yang bersifat strategis dan memuat target pembangunan lima tahunan daerah
  • D. Penjabaran tahunan dari RPJMD yang memuat rencana program, kegiatan, dan alokasi anggaran untuk satu tahun
Jawaban: D. Penjabaran tahunan dari RPJMD yang memuat rencana program, kegiatan, dan alokasi anggaran untuk satu tahun.
RKPD adalah dokumen perencanaan tahunan yang menjabarkan sasaran RPJMD ke dalam rencana kerja konkret satu tahun, termasuk program, kegiatan, dan kebutuhan pendanaannya. RKPD inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan APBD.
21.

Penyusunan RKPD dilakukan melalui proses musyawarah yang dikenal dengan…

  • A. Rapat Paripurna DPRD yang membahas aspirasi masyarakat untuk diakomodasi dalam APBD
  • B. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan
  • C. Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum SKPD) yang membahas prioritas program di tingkat sektoral
  • D. Rapat Koordinasi Pembangunan yang dipimpin langsung oleh kepala daerah beserta seluruh kepala SKPD
Jawaban: B. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Musrenbang merupakan forum partisipatif yang diadakan berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi, sebagai wahana menampung aspirasi masyarakat dalam penyusunan RKPD.
22.

Dalam siklus penyusunan APBD, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) berisi…

  • A. Rincian program dan kegiatan beserta besaran alokasi anggaran per SKPD untuk tahun yang direncanakan
  • C. Standar satuan harga yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD
  • C. Target pencapaian kinerja yang terukur dari program dan kegiatan yang disertai proyeksi pendapatan daerah
  • D. Alur proses dan jadwal lengkap seluruh tahapan penyusunan APBD dari awal hingga penetapan
Jawaban: C. Target pencapaian kinerja yang terukur dari program dan kegiatan yang disertai proyeksi pendapatan daerah.
KUA memuat kondisi ekonomi makro daerah, asumsi dasar penyusunan APBD, kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah, serta target pencapaian kinerja yang terukur. KUA menjadi dasar kesepakatan antara eksekutif dan DPRD sebelum penyusunan PPAS.
23.

Alur proses penyusunan APBD yang benar berdasarkan ketentuan peraturan perundangan adalah…

  • A. RKPD, KUA dan PPAS, RKA-SKPD, RAPBD, pembahasan DPRD, penetapan APBD
  • B. KUA, PPAS, Musrenbang, RKA-SKPD, pembahasan DPRD, penetapan APBD
  • C. RPJMD, RKPD, PPAS, KUA, RKA-SKPD, RAPBD, penetapan APBD
  • D. Musrenbang, RKPD, PPAS, KUA, DPA-SKPD, pembahasan DPRD, penetapan APBD
Jawaban: A. RKPD, KUA dan PPAS, RKA-SKPD, RAPBD, pembahasan DPRD, penetapan APBD.
Siklus APBD dimulai dari RKPD sebagai dasar perencanaan tahunan, dilanjutkan dengan penyusunan KUA dan PPAS yang disepakati bersama DPRD, kemudian SKPD menyusun RKA, lalu dikompilasi menjadi RAPBD, dibahas dan ditetapkan oleh DPRD bersama kepala daerah.
24.

Susunan Nota Keuangan APBD mencakup penjelasan tentang…

  • A. Rincian belanja per kegiatan beserta target kinerja yang harus dicapai oleh masing-masing SKPD
  • B. Prosedur teknis pengisian dokumen RKA-SKPD yang harus dipenuhi oleh setiap pengguna anggaran
  • C. Standar harga satuan barang dan jasa yang digunakan sebagai acuan penyusunan anggaran belanja daerah
  • D. Gambaran kondisi makroekonomi daerah, kebijakan anggaran, serta struktur pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah
Jawaban: D. Gambaran kondisi makroekonomi daerah, kebijakan anggaran, serta struktur pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.
Nota Keuangan APBD adalah dokumen pengantar yang disampaikan kepala daerah kepada DPRD bersamaan dengan RAPBD, berisi penjelasan tentang kondisi ekonomi, asumsi dasar, kebijakan fiscal, serta gambaran umum struktur anggaran daerah untuk tahun yang direncanakan.
25.

Apabila DPRD dan pemerintah daerah tidak menyepakati RAPBD sebelum batas waktu yang ditentukan, maka pemerintah daerah dapat…

  • A. Mengajukan RAPBD yang sama kepada gubernur untuk mendapat pengesahan dari pemerintah provinsi
  • B. Menggunakan anggaran tahun sebelumnya sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pemerintahan sampai APBD ditetapkan
  • C. Menunda seluruh program dan kegiatan hingga APBD disetujui DPRD tanpa batas waktu yang pasti
  • D. Meminta arbitrase dari Kementerian Dalam Negeri untuk menyelesaikan perselisihan antara eksekutif dan legislatif
Jawaban: B. Menggunakan anggaran tahun sebelumnya sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pemerintahan sampai APBD ditetapkan.
Berdasarkan ketentuan pengelolaan keuangan daerah, jika APBD belum disahkan pada awal tahun anggaran, pemerintah daerah dapat melaksanakan pengeluaran berdasarkan APBD tahun sebelumnya untuk keperluan yang bersifat wajib dan mengikat, sambil terus memproses penetapan APBD baru.
26.

Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) harus memperhatikan asumsi dasar yang meliputi…

  • A. Jumlah pegawai daerah, beban gaji, dan kebutuhan operasional minimal seluruh SKPD di daerah
  • B. Target pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan pinjaman daerah untuk tahun yang direncanakan
  • C. Laju pertumbuhan ekonomi daerah, tingkat inflasi, dan proyeksi pendapatan daerah
  • D. Standar pelayanan minimal yang harus dipenuhi oleh setiap SKPD dalam memberikan layanan kepada masyarakat
Jawaban: C. Laju pertumbuhan ekonomi daerah, tingkat inflasi, dan proyeksi pendapatan daerah.
Asumsi dasar dalam penyusunan KUA meliputi kondisi makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi regional, tingkat inflasi, serta proyeksi pendapatan daerah. Asumsi ini dibutuhkan agar kebijakan anggaran dapat dirumuskan secara realistis dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
27.

Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) berfungsi sebagai…

  • A. Batas maksimal anggaran yang diberikan kepada setiap SKPD sebagai acuan penyusunan RKA-SKPD
  • B. Dokumen akhir yang menetapkan besaran APBD yang telah disetujui oleh DPRD dan pemerintah daerah
  • C. Rencana kerja tahunan yang memuat target kinerja dan indikator keberhasilan setiap program daerah
  • D. Laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang disampaikan kepada DPRD setiap akhir tahun
Jawaban: A. Batas maksimal anggaran yang diberikan kepada setiap SKPD sebagai acuan penyusunan RKA-SKPD.
PPAS adalah dokumen yang memuat program prioritas dan plafon (batas atas) anggaran sementara yang dialokasikan kepada setiap SKPD. Dokumen ini menjadi panduan bagi SKPD dalam menyusun RKA agar total usulan tidak melebihi kemampuan keuangan daerah.
28.

Penyusunan Renstra SKPD harus mengacu pada RPJMD karena…

  • A. RPJMD memuat rincian standar biaya yang harus digunakan oleh setiap SKPD dalam penyusunan anggarannya
  • B. RPJMD adalah dokumen yang menjadi syarat administrasi bagi SKPD untuk mengajukan RKA kepada PPKD
  • C. RPJMD menetapkan struktur organisasi dan uraian tugas setiap SKPD selama satu periode pemerintahan
  • D. Renstra SKPD harus selaras dengan tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD agar tidak tumpang tindih
Jawaban: D. Renstra SKPD harus selaras dengan tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD agar tidak tumpang tindih.
Renstra SKPD merupakan penjabaran teknis RPJMD pada tingkat SKPD. Kesesuaian antara Renstra dan RPJMD memastikan bahwa setiap SKPD berkontribusi secara terarah pada pencapaian visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD.
29.

Prosedur pengisian dokumen RKA-SKPD mengharuskan setiap SKPD untuk mencantumkan…

  • A. Laporan realisasi anggaran tahun sebelumnya sebagai bukti bahwa program telah berhasil dilaksanakan
  • B. Indikator kinerja, kelompok sasaran, dan lokasi kegiatan dari setiap program yang diusulkan
  • C. Persetujuan tertulis dari DPRD sebagai bukti bahwa anggaran yang diusulkan telah mendapat dukungan legislatif
  • D. Sumber pendanaan alternatif selain APBD yang dapat digunakan apabila pagu anggaran tidak mencukupi
Jawaban: B. Indikator kinerja, kelompok sasaran, dan lokasi kegiatan dari setiap program yang diusulkan.
RKA-SKPD berbasis kinerja mensyaratkan setiap program dan kegiatan dilengkapi dengan indikator kinerja yang terukur, kelompok sasaran yang jelas, dan lokasi kegiatan. Hal ini memungkinkan evaluasi dan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran secara lebih akuntabel.
30.

Dalam penyusunan Raperda APBD, peran DPRD adalah untuk…

  • A. Menyusun rencana program dan kegiatan yang akan diusulkan ke dalam RAPBD tahun berikutnya
  • B. Menentukan besaran standar satuan harga yang digunakan dalam penyusunan RKA semua SKPD
  • C. Membahas, memberikan persetujuan, dan menetapkan Perda APBD bersama kepala daerah
  • D. Melaksanakan audit atas laporan keuangan yang disampaikan oleh pemerintah daerah setiap semester
Jawaban: C. Membahas, memberikan persetujuan, dan menetapkan Perda APBD bersama kepala daerah.
DPRD memiliki fungsi anggaran yang diwujudkan melalui pembahasan, persetujuan, dan penetapan APBD sebagai Peraturan Daerah. Proses ini merupakan mekanisme check and balance antara lembaga eksekutif dan legislatif di daerah.
31.

Setelah DPRD memberikan persetujuan terhadap Raperda APBD, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah adalah…

  • A. Menyampaikan Raperda APBD kepada gubernur atau Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi sebelum ditetapkan
  • B. Langsung menetapkan Perda APBD dan mendistribusikan DPA-SKPD kepada seluruh SKPD
  • C. Menyerahkan Raperda kepada Badan Pemeriksa Keuangan untuk diverifikasi kesesuaiannya dengan regulasi
  • D. Mengumumkan rancangan APBD kepada masyarakat untuk mendapat tanggapan selama 30 hari kalender
Jawaban: A. Menyampaikan Raperda APBD kepada gubernur atau Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi sebelum ditetapkan.
Sesuai mekanisme pengawasan preventif, Raperda APBD kabupaten/kota yang telah disetujui DPRD harus disampaikan kepada gubernur untuk dievaluasi, sedangkan Raperda APBD provinsi disampaikan kepada Mendagri. Evaluasi ini memastikan APBD tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.
32.

Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) berbeda dari penyusunan Renstra SKPD karena KUA…

  • A. Memuat program dan kegiatan yang lebih terinci dibandingkan Renstra yang hanya bersifat strategis
  • B. Disusun oleh SKPD secara mandiri sedangkan Renstra disusun oleh Bappeda bersama seluruh SKPD
  • C. Berlaku untuk lima tahun sesuai periode RPJMD sedangkan Renstra hanya berlaku untuk satu tahun
  • D. Bersifat tahunan dan memuat asumsi serta kebijakan keuangan, sedangkan Renstra bersifat lima tahunan dan memuat tujuan strategis SKPD
Jawaban: D. Bersifat tahunan dan memuat asumsi serta kebijakan keuangan, sedangkan Renstra bersifat lima tahunan dan memuat tujuan strategis SKPD.
KUA adalah dokumen kebijakan anggaran tahunan yang disepakati antara kepala daerah dan DPRD, berisi asumsi ekonomi dan kebijakan keuangan daerah. Sementara Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan strategis 5 tahunan yang memuat tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD.
33.

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) SKPD yang baik harus memuat komponen berupa…

  • A. Rincian anggaran belanja per kegiatan untuk lima tahun ke depan beserta sumber pendanaannya
  • B. Visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan indikator kinerja yang terukur
  • C. Susunan organisasi SKPD beserta uraian tugas dan fungsi masing-masing jabatan struktural
  • D. Laporan evaluasi kinerja lima tahun sebelumnya sebagai dasar penetapan target kinerja berikutnya
Jawaban: B. Visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan indikator kinerja yang terukur.
Renstra SKPD memuat komponen perencanaan strategis yang lengkap mulai dari visi dan misi SKPD, tujuan dan sasaran jangka menengah, strategi dan arah kebijakan, hingga program dan indikator kinerja yang akan dicapai selama lima tahun.
34.

Dalam konteks penyusunan APBD, dokumen Renja SKPD berfungsi sebagai…

  • A. Dokumen yang menjadi dasar evaluasi kinerja SKPD oleh Inspektorat Daerah setiap akhir tahun anggaran
  • B. Dokumen yang memuat plafon anggaran sementara yang diterima SKPD dari TAPD untuk tahun berjalan
  • C. Penjabaran tahunan dari Renstra SKPD yang menjadi acuan penyusunan RKA-SKPD
  • D. Laporan realisasi program dan kegiatan SKPD yang disampaikan kepada kepala daerah setiap triwulan
Jawaban: C. Penjabaran tahunan dari Renstra SKPD yang menjadi acuan penyusunan RKA-SKPD.
Renja SKPD adalah rencana kerja tahunan yang menjabarkan Renstra SKPD ke dalam program dan kegiatan konkret beserta kebutuhan anggarannya. Renja inilah yang kemudian diterjemahkan ke dalam RKA-SKPD pada proses penganggaran.
35.

Dokumen Rencana Kerja Anggaran (RKA) SKPD disusun berdasarkan…

  • A. Nota kesepakatan KUA-PPAS yang telah ditandatangani bersama antara kepala daerah dan pimpinan DPRD
  • B. Instruksi presiden tentang prioritas pembangunan nasional yang harus diakomodasi dalam anggaran daerah
  • C. Keputusan Menteri Keuangan tentang Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus untuk tahun berikutnya
  • D. Rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan atas hasil audit laporan keuangan pemerintah daerah tahun lalu
Jawaban: A. Nota kesepakatan KUA-PPAS yang telah ditandatangani bersama antara kepala daerah dan pimpinan DPRD.
Nota kesepakatan KUA-PPAS yang ditandatangani bersama kepala daerah dan pimpinan DPRD menjadi dasar legal bagi SKPD untuk menyusun RKA. Plafon yang tercantum dalam PPAS menjadi batas atas anggaran yang boleh diusulkan oleh setiap SKPD.
36.

Kegiatan dalam penyusunan Raperda APBD meliputi pengisian dokumen yang mencakup format RKA yang terdiri dari…

  • A. RKA-1 untuk pendapatan, RKA-2 untuk belanja langsung, dan RKA-3 untuk pembiayaan daerah
  • B. RKA Pendapatan, RKA Belanja Tidak Langsung, RKA Belanja Langsung, dan RKA Transfer
  • C. Formulir A untuk pendapatan dan formulir B untuk belanja yang diisi oleh bendahara SKPD
  • D. Ringkasan RKA-SKPD, rincian anggaran pendapatan, rincian belanja tidak langsung, dan rincian belanja langsung per program dan kegiatan
Jawaban: D. Ringkasan RKA-SKPD, rincian anggaran pendapatan, rincian belanja tidak langsung, dan rincian belanja langsung per program dan kegiatan.
Dokumen RKA-SKPD terdiri atas beberapa bagian: ringkasan seluruh anggaran SKPD, rincian pendapatan yang akan dipungut, rincian belanja tidak langsung (seperti gaji), dan rincian belanja langsung per program dan kegiatan beserta indikator kinerjanya.
37.

Anggaran Berbasis Kinerja (ABK) didefinisikan sebagai sistem penganggaran yang mengaitkan antara…

  • A. Besaran anggaran dengan jumlah pegawai yang mengelola program dan kegiatan di setiap SKPD
  • B. Alokasi anggaran dengan hasil yang diharapkan dari setiap program sehingga pemerintah dapat mengukur keberhasilan penggunaan anggaran
  • C. Sumber pendanaan dengan prioritas belanja yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat terbanyak
  • D. Struktur anggaran dengan standar akuntansi pemerintahan yang berlaku untuk pelaporan keuangan daerah
Jawaban: B. Alokasi anggaran dengan hasil yang diharapkan dari setiap program sehingga pemerintah dapat mengukur keberhasilan penggunaan anggaran.
ABK menghubungkan secara eksplisit antara sumber daya yang dialokasikan (input) dengan hasil (output dan outcome) yang ingin dicapai, sehingga setiap rupiah anggaran dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hasil nyata yang diperoleh masyarakat.
38.

Konsep Anggaran Berbasis Kinerja (ABK) memperkenalkan tiga elemen penting yaitu input, output, dan outcome. Yang dimaksud dengan outcome dalam konteks ABK adalah…

  • A. Sumber daya yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan, seperti dana, pegawai, dan peralatan
  • B. Produk atau jasa yang dihasilkan langsung dari pelaksanaan suatu kegiatan pemerintah
  • C. Manfaat atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat dari produk atau jasa yang dihasilkan pemerintah
  • D. Tingkat efisiensi penggunaan sumber daya yang dihitung berdasarkan rasio antara output dan input
Jawaban: C. Manfaat atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat dari produk atau jasa yang dihasilkan pemerintah.
Dalam rantai nilai kinerja, outcome adalah dampak nyata yang dirasakan oleh penerima manfaat atau masyarakat luas dari output kegiatan pemerintah. Misalnya, output adalah km jalan yang diperbaiki, sementara outcome adalah penurunan waktu tempuh dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
39.

Indikator kinerja dalam ABK harus memenuhi kriteria SMART, di mana huruf “M” dalam SMART mengandung arti bahwa indikator harus…

  • A. Measurable, artinya dapat diukur secara objektif dengan menggunakan data dan metode pengukuran yang jelas
  • B. Manageable, artinya dapat dikelola oleh SKPD dengan kapasitas sumber daya yang tersedia saat ini
  • C. Meaningful, artinya bermakna bagi masyarakat dan mencerminkan kebutuhan nyata yang harus dipenuhi
  • D. Moderate, artinya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah agar mudah dicapai oleh SKPD
Jawaban: A. Measurable, artinya dapat diukur secara objektif dengan menggunakan data dan metode pengukuran yang jelas.
Kriteria SMART terdiri dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Measurable berarti indikator kinerja harus dapat diukur secara kuantitatif maupun kualitatif dengan standar dan metode yang jelas agar hasilnya dapat diverifikasi secara objektif.
40.

Pengukuran kinerja dalam ABK dilakukan dengan cara membandingkan antara…

  • A. Anggaran yang tersedia dengan jumlah kegiatan yang berhasil dilaksanakan oleh SKPD selama satu tahun
  • B. Realisasi pendapatan daerah dengan target pendapatan yang telah ditetapkan dalam APBD
  • C. Jumlah pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dengan standar beban kerja yang ditetapkan
  • D. Realisasi capaian indikator kinerja (output dan outcome) dengan target indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya
Jawaban: D. Realisasi capaian indikator kinerja (output dan outcome) dengan target indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya.
Inti pengukuran kinerja dalam ABK adalah membandingkan realisasi (apa yang benar-benar dicapai) dengan rencana atau target yang sudah ditetapkan di awal perencanaan. Perbandingan ini menghasilkan nilai capaian kinerja yang menjadi dasar evaluasi dan pertanggungjawaban.
41.

Salah satu keunggulan ABK dibandingkan anggaran tradisional adalah kemampuannya untuk mendorong…

  • A. Peningkatan jumlah program dan kegiatan yang dikelola oleh setiap SKPD setiap tahun anggaran
  • B. Akuntabilitas pengelolaan keuangan publik karena setiap pengeluaran dikaitkan dengan hasil yang terukur
  • C. Penyederhanaan struktur organisasi SKPD karena tidak membutuhkan banyak jabatan pengawas internal
  • D. Peningkatan pendapatan asli daerah karena program yang berbasis kinerja cenderung lebih menguntungkan
Jawaban: B. Akuntabilitas pengelolaan keuangan publik karena setiap pengeluaran dikaitkan dengan hasil yang terukur.
ABK mendorong akuntabilitas karena memaksa setiap unit kerja untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tidak sekadar dari sisi kesesuaian prosedur, tetapi juga dari sisi apakah hasil yang dijanjikan benar-benar dicapai.
42.

Dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja, analisis standar belanja digunakan untuk…

  • A. Menetapkan batas maksimal gaji pegawai di setiap SKPD berdasarkan jabatan dan golongannya
  • B. Menentukan jumlah minimum output yang harus dihasilkan oleh setiap kegiatan yang dibiayai APBD
  • C. Menilai kewajaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output dari suatu kegiatan
  • D. Menghitung perbandingan antara anggaran yang digunakan dengan pendapatan yang diperoleh dari kegiatan
Jawaban: C. Menilai kewajaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output dari suatu kegiatan.
Analisis Standar Belanja (ASB) adalah tolok ukur penilaian kewajaran biaya program dan kegiatan yang dilaksanakan SKPD. ASB membantu mendeteksi apakah biaya yang diusulkan untuk menghasilkan suatu output sudah wajar atau mengandung pemborosan.
43.

Sebuah daerah mendapati bahwa program pelatihan keterampilan kerja berhasil melatih 500 orang (sesuai target output), namun hanya 20% peserta yang berhasil mendapat pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa…

  • A. Program berhasil dari sisi output tetapi gagal dari sisi outcome, sehingga perlu evaluasi relevansi dan efektivitas desain program
  • B. Program gagal total karena target kinerja utama yaitu peserta yang terserap tenaga kerja tidak tercapai
  • C. Program berhasil karena jumlah peserta yang dilatih sudah mencapai target yang ditetapkan dalam APBD
  • D. Pemerintah daerah harus meningkatkan anggaran program agar lebih banyak peserta yang bisa terserap kerja
Jawaban: A. Program berhasil dari sisi output tetapi gagal dari sisi outcome, sehingga perlu evaluasi relevansi dan efektivitas desain program.
Kasus ini menggambarkan kesenjangan antara output (jumlah peserta terlatih) yang tercapai dengan outcome (peserta terserap kerja) yang rendah. Dalam ABK, keberhasilan sejati diukur dari dampak nyata bagi masyarakat (outcome), sehingga perlu evaluasi mendalam terhadap relevansi dan desain program pelatihan tersebut.
44.

Evaluasi kinerja dalam sistem ABK menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk…

  • A. Menetapkan sanksi administratif terhadap pegawai yang tidak berhasil mencapai target kinerjanya
  • B. Menghitung besaran tunjangan kinerja yang akan diterima oleh setiap aparatur sipil negara
  • C. Menyesuaikan besaran dana perimbangan yang diterima daerah dari pemerintah pusat pada tahun berikutnya
  • D. Memperbaiki perencanaan dan penganggaran tahun berikutnya berdasarkan pelajaran dari pelaksanaan program tahun berjalan
Jawaban: D. Memperbaiki perencanaan dan penganggaran tahun berikutnya berdasarkan pelajaran dari pelaksanaan program tahun berjalan.
Salah satu tujuan utama evaluasi kinerja dalam ABK adalah pembelajaran organisasional. Hasil evaluasi digunakan sebagai umpan balik (feedback) untuk memperbaiki desain program, meningkatkan efisiensi, dan menyempurnakan target kinerja pada siklus perencanaan dan penganggaran berikutnya.
45.

Tantangan utama penerapan ABK di pemerintah daerah Indonesia adalah…

  • A. Kurangnya dukungan dari lembaga donor internasional yang selama ini membiayai reformasi birokrasi daerah
  • B. Keterbatasan kapasitas SDM aparatur dan lemahnya sistem informasi yang mendukung pengukuran kinerja
  • C. Besarnya resistansi dari DPRD yang tidak mau melepaskan kewenangan tradisionalnya dalam proses penganggaran
  • D. Tidak adanya regulasi yang cukup kuat untuk mewajibkan pemerintah daerah menerapkan prinsip ABK
Jawaban: B. Keterbatasan kapasitas SDM aparatur dan lemahnya sistem informasi yang mendukung pengukuran kinerja.
Implementasi ABK di daerah menghadapi tantangan nyata berupa terbatasnya kompetensi aparatur dalam menyusun indikator kinerja yang baik, serta belum memadainya sistem informasi manajemen kinerja yang diperlukan untuk mengumpulkan, mengolah, dan melaporkan data kinerja secara akurat dan tepat waktu.
46.

Pemerintah daerah A mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan gedung kantor baru, namun mengabaikan program perbaikan layanan kesehatan dasar yang angka cakupannya masih rendah. Kondisi ini menunjukkan lemahnya penerapan prinsip…

  • A. Akuntabilitas, karena pemerintah tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran kepada publik
  • B. Transparansi, karena proses pengalokasian anggaran tidak diketahui secara terbuka oleh masyarakat
  • C. Efektivitas, karena alokasi anggaran tidak diarahkan pada program yang paling berdampak bagi masyarakat
  • D. Efisiensi, karena biaya pembangunan gedung kantor dianggap terlalu mahal dibandingkan manfaat yang diperoleh
Jawaban: C. Efektivitas, karena alokasi anggaran tidak diarahkan pada program yang paling berdampak bagi masyarakat.
Prinsip efektivitas dalam penganggaran menuntut bahwa sumber daya dialokasikan pada program-program yang benar-benar berdampak pada pencapaian tujuan pembangunan. Mengutamakan gedung kantor di atas layanan kesehatan dasar yang kritis menunjukkan misalokasi yang bertentangan dengan efektivitas penganggaran publik.
47.

Indikator kinerja utama (IKU) dalam ABK berbeda dari indikator kinerja biasa karena IKU…

  • A. Hanya mencakup indikator yang paling strategis dan menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi
  • B. Digunakan khusus untuk mengukur kinerja individu pegawai, bukan kinerja program atau kegiatan
  • C. Merupakan indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan berlaku seragam untuk semua daerah
  • D. Mencakup seluruh indikator yang terdapat dalam dokumen Renstra dan RKA setiap SKPD secara lengkap
Jawaban: A. Hanya mencakup indikator yang paling strategis dan menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi.
IKU adalah seleksi dari sekian banyak indikator kinerja yang dianggap paling representatif dan krusial dalam mengukur apakah tujuan organisasi tercapai. IKU bersifat terbatas jumlahnya namun strategis dan menjadi fokus utama manajemen dalam memantau kemajuan pencapaian tujuan.
48.

Laporan kinerja pemerintah daerah yang disusun dalam kerangka ABK berfungsi sebagai…

  • A. Syarat administrasi yang harus dipenuhi sebelum pemerintah daerah dapat mengajukan pinjaman ke pemerintah pusat
  • B. Dasar perhitungan besaran Dana Insentif Daerah yang akan diterima dari pemerintah pusat
  • C. Bahan promosi pencapaian pemerintah yang disampaikan kepada investor dan lembaga rating internasional
  • D. Media pertanggungjawaban kepada publik dan umpan balik bagi perencanaan dan penganggaran tahun berikutnya
Jawaban: D. Media pertanggungjawaban kepada publik dan umpan balik bagi perencanaan dan penganggaran tahun berikutnya.
Laporan kinerja seperti LAKIP/LKjIP berfungsi ganda: sebagai wujud akuntabilitas kepada masyarakat atas penggunaan anggaran, dan sebagai sumber data untuk memperbaiki perencanaan dan penganggaran ke depan melalui analisis gap antara target dan realisasi kinerja.
49.

Perubahan APBD (APBD Perubahan) dapat dilakukan apabila terjadi kondisi seperti…

  • A. Kepala daerah ingin menambah program baru yang tidak tercantum dalam RPJMD periode berjalan
  • B. Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA, keadaan darurat, atau pergeseran anggaran antar unit organisasi
  • C. DPRD meminta penambahan alokasi anggaran untuk kegiatan aspirasi yang berasal dari konstituen legislatif
  • D. Badan Pemeriksa Keuangan merekomendasikan pengurangan anggaran pada program yang dinilai tidak efisien
Jawaban: B. Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA, keadaan darurat, atau pergeseran anggaran antar unit organisasi.
Berdasarkan peraturan pengelolaan keuangan daerah, APBD Perubahan dimungkinkan jika terjadi perkembangan yang tidak sesuai asumsi KUA (misalnya perubahan signifikan harga BBM atau kondisi ekonomi), keadaan darurat (bencana, wabah), serta kebutuhan pergeseran anggaran antar program atau SKPD.
50.

Pelaksanaan anggaran daerah yang baik mensyaratkan adanya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD yang berfungsi sebagai…

  • A. Laporan keuangan triwulanan yang disampaikan oleh SKPD kepada PPKD selama tahun berjalan
  • B. Dokumen perencanaan lima tahunan SKPD yang menjadi penjabaran RPJMD di tingkat unit kerja
  • C. Dasar pelaksanaan anggaran oleh SKPD setelah APBD ditetapkan dan dokumen ini ditandatangani PPKD
  • D. Rancangan anggaran yang diajukan SKPD kepada DPRD sebelum APBD disahkan menjadi Perda
Jawaban: C. Dasar pelaksanaan anggaran oleh SKPD setelah APBD ditetapkan dan dokumen ini ditandatangani PPKD.
DPA-SKPD adalah dokumen yang ditetapkan berdasarkan Perda APBD dan merupakan otorisasi resmi bagi SKPD untuk melaksanakan program dan kegiatan serta menggunakan anggaran yang telah dialokasikan. Tanpa DPA yang sah, SKPD tidak dapat melakukan pengeluaran anggaran.

Satu hal yang perlu kamu tahu, UT menyelenggarakan dua format ujian yang berbeda. Ujian Tatap Muka (UTM) mengharuskan mahasiswa hadir langsung di lokasi ujian yang ditentukan, sementara Ujian Online (UO) memungkinkan pengerjaan soal dari rumah melalui platform digital UT.

Belajar memang butuh konsistensi, bukan intensitas sesaat. Setiap kali kamu membuka modul, mengerjakan Soal UO UT, atau mencoba simulasi ujian, itu semua adalah langkah nyata menuju hasil yang kamu targetkan. Percayai prosesmu. Persiapan matang untuk Soal UAS UT EKAP4403 Penganggaran Sektor Publik adalah fondasi terkuat sebelum menghadapi hari ujian yang sesungguhnya.

Bagikan

error: Content is protected !!