Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.

Donasi sekarang

Soal UAS UT EKMA4265 Manajemen Kualitas dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT EKMA4265 Manajemen Kualitas dan Kunci Jawaban
Soal UT EKMA4265 Manajemen Kualitas

EKMA4265 Manajemen Kualitas bukan mata kuliah yang bisa dianggap enteng begitu saja. Di balik setiap modulnya tersimpan konsep-konsep penting yang saling berkaitan erat, mulai dari filosofi dasar kualitas hingga penerapan sistem manajemen dalam skala organisasi yang sesungguhnya.

Di sinilah peran soal UAS UT EKMA4265 Manajemen Kualitas menjadi sangat strategis. Berlatih secara rutin bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah simulasi nyata yang mempersiapkan mental dan kemampuan analitis Anda. Apalagi mengingat format ujian UT yang bervariasi, mulai dari Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), hingga Take Home Exam (THE).

Artikel ini dirancang bukan hanya sebagai kumpulan soal biasa. Lebih dari itu, kami menyajikan kisi-kisi soal UT, pemetaan materi, dan pendekatan belajar yang relevan agar Anda benar-benar siap menghadapi ujian dengan percaya diri.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT EKMA4265 Manajemen Kualitas

1.

Secara umum, kualitas dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Pendekatan definisi kualitas yang berfokus pada kepuasan pelanggan ini dikenal sebagai pendekatan…

  • A. Transcendent approach
  • B. Product-based approach
  • C. User-based approach
  • D. Manufacturing-based approach
C. User-based approach
2.

Biaya yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya kerusakan atau cacat produk sebelum proses produksi selesai disebut…

  • A. Biaya kegagalan eksternal
  • B. Biaya pencegahan
  • C. Biaya penilaian
  • D. Biaya kegagalan internal
B. Biaya pencegahan
3.

Tokoh yang memperkenalkan konsep “Zero Defects” sebagai filosofi kualitas adalah…

  • A. W. Edwards Deming
  • B. Joseph M. Juran
  • C. Kaoru Ishikawa
  • D. Philip B. Crosby
D. Philip B. Crosby
4.

Dalam Total Quality Management, prinsip utama yang menjadi fondasi keberhasilan implementasi adalah…

  • A. Fokus pada efisiensi produksi semata
  • B. Orientasi pada pelanggan dan perbaikan berkelanjutan
  • C. Penekanan biaya operasional secara agresif
  • D. Peningkatan jumlah tenaga kerja terampil
B. Orientasi pada pelanggan dan perbaikan berkelanjutan
5.

Berikut ini yang BUKAN merupakan hambatan dalam penerapan TQM di organisasi adalah…

  • A. Kurangnya komitmen manajemen puncak
  • B. Resistensi terhadap perubahan dari karyawan
  • C. Adanya sistem penghargaan berbasis kinerja kualitas
  • D. Budaya organisasi yang tidak mendukung kolaborasi
C. Adanya sistem penghargaan berbasis kinerja kualitas
6.

Sertifikasi internasional yang menetapkan standar sistem manajemen kualitas untuk berbagai jenis organisasi adalah…

  • A. ISO 14001
  • B. ISO 45001
  • C. ISO 9000
  • D. ISO 31000
C. ISO 9000
7.

Kepemimpinan yang efektif dalam manajemen kualitas ditandai dengan kemampuan pemimpin untuk…

  • A. Mendelegasikan seluruh tanggung jawab kualitas kepada tim QC
  • B. Membangun visi kualitas dan memotivasi seluruh anggota organisasi
  • C. Menetapkan target kualitas secara sepihak tanpa masukan bawahan
  • D. Mengutamakan hasil finansial di atas standar kualitas produk
B. Membangun visi kualitas dan memotivasi seluruh anggota organisasi
8.

Konsep Just In Time (JIT) dalam manajemen kualitas bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan stok persediaan agar produksi tidak terganggu
  • B. Mempercepat proses rekrutmen tenaga kerja baru
  • C. Mengurangi pemborosan dengan menghasilkan barang sesuai permintaan tepat waktu
  • D. Memaksimalkan kapasitas mesin produksi secara terus-menerus
C. Mengurangi pemborosan dengan menghasilkan barang sesuai permintaan tepat waktu
9.

Alat yang digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah kualitas secara sistematis berbentuk diagram tulang ikan disebut…

  • A. Histogram
  • B. Diagram Pareto
  • C. Control Chart
  • D. Diagram Ishikawa
D. Diagram Ishikawa
10.

Dalam metode Six Sigma, tingkat kualitas tertinggi (6σ) mengizinkan maksimal berapa cacat per satu juta peluang (DPMO)?

  • A. 3,4
  • B. 6,2
  • C. 10,0
  • D. 66,8
A. 3,4
11.

Keefektifan organisasi dalam konteks kepemimpinan kualitas diukur melalui kemampuan organisasi mencapai tujuannya. Faktor yang paling berpengaruh terhadap keefektifan organisasi adalah…

  • A. Jumlah modal yang dimiliki perusahaan
  • B. Lokasi geografis perusahaan
  • C. Keselarasan antara strategi, struktur, dan budaya organisasi
  • D. Banyaknya produk yang ditawarkan ke pasar
C. Keselarasan antara strategi, struktur, dan budaya organisasi
12.

Pendekatan manajemen kualitas jasa yang berfokus pada pemenuhan ekspektasi pelanggan secara konsisten dikenal sebagai…

  • A. Product Quality Management
  • B. Total Quality Service (TQS)
  • C. Statistical Quality Control
  • D. Lean Production System
B. Total Quality Service (TQS)
13.

Pengendalian kualitas statistik menggunakan data variabel ketika data yang diukur bersifat…

  • A. Kategoris seperti “lulus” atau “gagal”
  • B. Kontinu dan dapat diukur secara numerik seperti berat atau panjang
  • C. Diskrit berupa jumlah cacatan per unit
  • D. Ordinal seperti skala kepuasan 1–5
B. Kontinu dan dapat diukur secara numerik seperti berat atau panjang
14.

Implementasi ISO 9000 memberikan manfaat bagi organisasi antara lain…

  • A. Menjamin produk bebas cacat 100% secara otomatis
  • B. Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan konsistensi proses
  • C. Menghilangkan kebutuhan audit internal selamanya
  • D. Mengurangi jumlah karyawan yang dibutuhkan
B. Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan konsistensi proses
15.

Konsep Lean Management berfokus pada…

  • A. Penambahan fitur produk sebanyak-banyaknya
  • B. Peningkatan kecepatan mesin produksi
  • C. Eliminasi segala bentuk pemborosan (waste) dalam proses
  • D. Pengurangan harga jual produk secara drastis
C. Eliminasi segala bentuk pemborosan (waste) dalam proses
16.

Dalam siklus PDCA yang dikembangkan Deming, tahap “Check” bertujuan untuk…

  • A. Merencanakan tindakan perbaikan yang akan dilakukan
  • B. Melaksanakan rencana perbaikan dalam skala kecil
  • C. Memantau dan mengevaluasi hasil dari tindakan yang telah dilakukan
  • D. Menstandarkan proses yang telah berhasil diperbaiki
C. Memantau dan mengevaluasi hasil dari tindakan yang telah dilakukan
17.

Biaya kegagalan eksternal adalah biaya yang timbul akibat…

  • A. Inspeksi produk sebelum pengiriman ke pelanggan
  • B. Pelatihan karyawan di bidang kualitas
  • C. Cacat produk yang ditemukan setelah sampai ke tangan pelanggan
  • D. Pengujian bahan baku sebelum proses produksi
C. Cacat produk yang ditemukan setelah sampai ke tangan pelanggan
18.

Audit kualitas dilakukan untuk memastikan bahwa…

  • A. Seluruh karyawan mendapat kenaikan gaji secara berkala
  • B. Proses dan sistem kualitas berjalan sesuai standar yang ditetapkan
  • C. Produksi berjalan dengan kecepatan maksimum
  • D. Kompetitor tidak dapat meniru produk perusahaan
B. Proses dan sistem kualitas berjalan sesuai standar yang ditetapkan
19.

Manakah yang merupakan dimensi kualitas produk menurut Garvin?

  • A. Profitabilitas, estetika, keandalan, kecepatan
  • B. Keandalan, daya tahan, kesesuaian, estetika
  • C. Harga, keindahan, kecepatan, kemudahan
  • D. Keamanan, popularitas, harga, kemasan
B. Keandalan, daya tahan, kesesuaian, estetika
20.

Strategi implementasi Total Quality Service (TQS) yang tepat dalam industri jasa adalah…

  • A. Mengurangi interaksi langsung antara karyawan dan pelanggan
  • B. Mengutamakan kecepatan layanan meski mengorbankan akurasi
  • C. Membangun budaya pelayanan prima yang melibatkan seluruh karyawan
  • D. Menyerahkan penanganan keluhan hanya kepada manajer senior
C. Membangun budaya pelayanan prima yang melibatkan seluruh karyawan
21.

Teknik statistik yang digunakan untuk memisahkan “vital few” dari “trivial many” dalam analisis penyebab masalah kualitas adalah…

  • A. Scatter diagram
  • B. Diagram Pareto
  • C. Run chart
  • D. Flowchart
B. Diagram Pareto
22.

Perkembangan konsep manajemen kualitas dari era inspeksi menuju era TQM menunjukkan pergeseran fokus dari…

  • A. Pelanggan ke proses
  • B. Deteksi cacat ke pencegahan cacat dan perbaikan sistem
  • C. Manajemen puncak ke karyawan lapangan
  • D. Pasar internasional ke pasar domestik
B. Deteksi cacat ke pencegahan cacat dan perbaikan sistem
23.

Dalam pengendalian kualitas statistik data atribut, jenis cacat diukur menggunakan…

  • A. X-bar chart dan R chart
  • B. Scatter diagram dan histogram
  • C. P chart atau C chart
  • D. Capability index (Cp dan Cpk)
C. P chart atau C chart
24.

Salah satu prinsip dasar Six Sigma yang membedakannya dari program kualitas konvensional adalah penggunaan data dan analisis statistik yang ketat untuk pengambilan keputusan. Metodologi yang digunakan adalah…

  • A. PDCA
  • B. 5S
  • C. Kaizen
  • D. DMAIC
D. DMAIC
25.

Pengukuran kinerja kualitas organisasi yang baik harus mencakup…

  • A. Hanya perspektif keuangan saja
  • B. Perspektif pelanggan saja karena kualitas diukur dari kepuasan pelanggan
  • C. Dimensi proses, pelanggan, keuangan, dan pembelajaran secara seimbang
  • D. Indikator yang hanya bisa diukur secara kualitatif
C. Dimensi proses, pelanggan, keuangan, dan pembelajaran secara seimbang
26.

Biaya penilaian (appraisal cost) dalam manajemen biaya kualitas mencakup kegiatan…

  • A. Pelatihan karyawan baru
  • B. Pemrosesan klaim garansi dari pelanggan
  • C. Inspeksi dan pengujian produk selama proses produksi
  • D. Redesain produk akibat keluhan pelanggan
C. Inspeksi dan pengujian produk selama proses produksi
27.

Hambatan budaya organisasi dalam implementasi TQM sering muncul ketika…

  • A. Perusahaan memiliki terlalu banyak sumber daya manusia berkualitas
  • B. Karyawan dan manajer menolak perubahan dan mempertahankan status quo
  • C. Teknologi produksi yang digunakan terlalu canggih
  • D. Standar kualitas ditetapkan terlalu rendah oleh manajemen
B. Karyawan dan manajer menolak perubahan dan mempertahankan status quo
28.

Dalam Quality Assurance, tanggung jawab kualitas tidak hanya berada di departemen QC tetapi…

  • A. Dipindahkan sepenuhnya kepada pemasok bahan baku
  • B. Menjadi tanggung jawab CEO secara personal
  • C. Menjadi tanggung jawab bersama seluruh fungsi dalam organisasi
  • D. Diserahkan kepada lembaga sertifikasi eksternal
C. Menjadi tanggung jawab bersama seluruh fungsi dalam organisasi
29.

Evaluasi kualitas layanan dalam Manajemen Kualitas Jasa menggunakan model SERVQUAL yang mengukur kesenjangan antara…

  • A. Biaya aktual dan biaya yang dianggarkan
  • B. Ekspektasi pelanggan dan persepsi pelanggan terhadap layanan yang diterima
  • C. Jumlah karyawan yang dibutuhkan dan yang tersedia
  • D. Target produksi dan realisasi produksi
B. Ekspektasi pelanggan dan persepsi pelanggan terhadap layanan yang diterima
30.

Alat perencanaan kualitas berupa matriks yang menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan karakteristik teknis produk disebut…

  • A. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
  • B. Statistical Process Control (SPC)
  • C. Benchmarking
  • D. Quality Function Deployment (QFD)
D. Quality Function Deployment (QFD)
31.

Mengukur keberhasilan organisasi dalam perspektif manajemen kualitas dilakukan dengan melihat sejauh mana organisasi mampu…

  • A. Menekan biaya produksi seminimal mungkin tanpa memperhatikan kualitas
  • B. Memenuhi atau melampaui harapan pelanggan secara konsisten
  • C. Menghasilkan volume produksi tertinggi di industri
  • D. Menguasai pangsa pasar melalui strategi harga murah
B. Memenuhi atau melampaui harapan pelanggan secara konsisten
32.

Konsep “kaizen” yang erat kaitannya dengan TQM berarti…

  • A. Perubahan radikal dan revolusioner dalam sekali langkah besar
  • B. Perbaikan berkelanjutan secara bertahap yang melibatkan semua orang
  • C. Eliminasi seluruh karyawan yang tidak produktif
  • D. Standardisasi proses untuk mencegah inovasi yang tidak perlu
B. Perbaikan berkelanjutan secara bertahap yang melibatkan semua orang
33.

Dalam pengendalian kualitas statistik, fungsi batas kendali atas (UCL) dan batas kendali bawah (LCL) pada control chart adalah…

  • A. Menentukan harga jual produk yang kompetitif
  • B. Menetapkan target produksi harian karyawan
  • C. Mengukur tingkat kepuasan pelanggan secara statistik
  • D. Mengidentifikasi apakah variasi proses masih dalam batas yang dapat diterima
D. Mengidentifikasi apakah variasi proses masih dalam batas yang dapat diterima
34.

Kepemimpinan transformasional dalam manajemen kualitas terutama berperan dalam…

  • A. Menginspirasi perubahan budaya menuju orientasi kualitas yang lebih tinggi
  • B. Mempertahankan cara kerja lama yang sudah terbukti efisien
  • C. Mengalihkan tanggung jawab kualitas kepada konsultan eksternal
  • D. Mengurangi keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan
A. Menginspirasi perubahan budaya menuju orientasi kualitas yang lebih tinggi
35.

Salah satu tujuan utama implementasi sistem manajemen kualitas ISO 9001 adalah…

  • A. Mendapatkan subsidi pemerintah untuk perusahaan
  • B. Mengganti seluruh sistem operasi perusahaan dengan sistem baru
  • C. Memastikan konsistensi dan kemampuan organisasi memenuhi persyaratan pelanggan
  • D. Memenangkan penghargaan industri secara otomatis
C. Memastikan konsistensi dan kemampuan organisasi memenuhi persyaratan pelanggan
36.

Strategi implementasi TQS yang efektif dalam bisnis jasa melibatkan…

  • A. Pengurangan jumlah titik kontak antara karyawan dan pelanggan
  • B. Sentralisasi keputusan pelayanan hanya pada manajemen puncak
  • C. Otomatisasi seluruh proses layanan untuk menghilangkan kesalahan manusia
  • D. Pemberdayaan karyawan garis depan untuk menyelesaikan masalah pelanggan secara mandiri
D. Pemberdayaan karyawan garis depan untuk menyelesaikan masalah pelanggan secara mandiri
37.

Lean Management berfokus pada tujuh jenis pemborosan. Manakah yang BUKAN termasuk pemborosan (waste) dalam konsep Lean?

  • A. Kelebihan produksi (overproduction)
  • B. Waktu tunggu (waiting)
  • C. Pelatihan dan pengembangan karyawan
  • D. Transportasi yang tidak perlu
C. Pelatihan dan pengembangan karyawan
38.

Dalam implementasi TQM, peran tim lintas fungsional (cross-functional team) adalah…

  • A. Menggantikan struktur organisasi formal yang ada
  • B. Menyelesaikan masalah kualitas yang membutuhkan perspektif dari berbagai departemen
  • C. Memisahkan tanggung jawab kualitas antardepartemen secara tegas
  • D. Mengurangi komunikasi antara manajemen dan karyawan
B. Menyelesaikan masalah kualitas yang membutuhkan perspektif dari berbagai departemen
39.

Indikator “first pass yield” dalam pengukuran kinerja kualitas bertujuan untuk mengetahui…

  • A. Seberapa cepat produk dapat diproduksi
  • B. Jumlah total unit yang diproduksi dalam satu periode
  • C. Tingkat kepuasan karyawan terhadap lingkungan kerja
  • D. Persentase produk yang lolos proses tanpa cacat atau pengerjaan ulang
D. Persentase produk yang lolos proses tanpa cacat atau pengerjaan ulang
40.

Alat pengendalian kualitas berupa grafik yang menampilkan distribusi frekuensi data untuk mengidentifikasi pola variasi disebut…

  • A. Check sheet
  • B. Scatter diagram
  • C. Histogram
  • D. Flowchart
C. Histogram
41.

Perbedaan utama antara Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) adalah…

  • A. QC lebih mahal biayanya dibanding QA
  • B. QC bersifat reaktif mendeteksi cacat, QA bersifat proaktif mencegah cacat
  • C. QA hanya berlaku untuk industri manufaktur, QC untuk industri jasa
  • D. QC dilakukan oleh manajemen puncak, QA oleh karyawan operasional
B. QC bersifat reaktif mendeteksi cacat, QA bersifat proaktif mencegah cacat
42.

Metodologi Six Sigma menggunakan tahapan DMAIC. Urutan yang benar adalah…

  • A. Define, Measure, Analyze, Improve, Control
  • B. Design, Monitor, Assess, Implement, Check
  • C. Define, Manage, Allocate, Inspect, Certify
  • D. Detect, Measure, Analyze, Improve, Close
A. Define, Measure, Analyze, Improve, Control
43.

Keberhasilan implementasi Just In Time (JIT) sangat bergantung pada…

  • A. Kemampuan perusahaan menyimpan stok cadangan sebesar mungkin
  • B. Hubungan yang kuat dan kepercayaan dengan pemasok yang andal
  • C. Penggunaan mesin produksi berkapasitas tinggi
  • D. Jumlah tenaga kerja yang banyak di lini produksi
B. Hubungan yang kuat dan kepercayaan dengan pemasok yang andal
44.

Dalam manajemen kualitas jasa, dimensi “reliability” (keandalan) mengacu pada…

  • A. Penampilan fisik fasilitas dan karyawan yang menarik
  • B. Kesediaan karyawan membantu pelanggan dengan cepat
  • C. Kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan secara akurat dan konsisten
  • D. Pengetahuan dan kesopanan karyawan dalam melayani pelanggan
C. Kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan secara akurat dan konsisten
45.

Dalam proses audit kualitas, audit internal berbeda dari audit eksternal karena…

  • A. Audit internal lebih mahal dan memakan waktu lebih lama
  • B. Audit internal hanya dilakukan sekali saat pertama kali mendaftar sertifikasi
  • C. Audit internal selalu menghasilkan laporan yang lebih akurat
  • D. Audit internal dilakukan oleh auditor dari dalam organisasi sendiri untuk evaluasi mandiri
D. Audit internal dilakukan oleh auditor dari dalam organisasi sendiri untuk evaluasi mandiri
46.

Pengendalian kualitas statistik data atribut menggunakan P-chart digunakan untuk memantau…

  • A. Rata-rata dan rentang nilai pengukuran suatu proses
  • B. Jumlah cacat per unit produk yang diperiksa
  • C. Kemampuan proses dalam memenuhi spesifikasi teknis
  • D. Proporsi atau persentase produk cacat dalam sampel
D. Proporsi atau persentase produk cacat dalam sampel
47.

Manfaat utama penerapan benchmarking dalam manajemen kualitas adalah…

  • A. Meniru seluruh strategi kompetitor tanpa modifikasi
  • B. Mengidentifikasi praktik terbaik di industri sebagai referensi perbaikan internal
  • C. Membuktikan bahwa perusahaan sudah lebih baik dari kompetitor
  • D. Mengurangi biaya riset dan pengembangan produk baru
B. Mengidentifikasi praktik terbaik di industri sebagai referensi perbaikan internal
48.

Era Total Quality Management dalam perkembangan manajemen kualitas ditandai dengan…

  • A. Kualitas hanya menjadi tanggung jawab departemen inspeksi
  • B. Penekanan pada statistik proses produksi secara eksklusif
  • C. Fokus pada pemenuhan standar minimum yang ditetapkan pemerintah
  • D. Keterlibatan seluruh karyawan dan integrasi kualitas ke dalam strategi bisnis
D. Keterlibatan seluruh karyawan dan integrasi kualitas ke dalam strategi bisnis
49.

Alat teknik perencanaan kualitas yang menggunakan matriks risiko untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi kegagalan sebelum terjadi disebut…

  • A. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
  • B. Control chart
  • C. Pareto diagram
  • D. Cause and effect diagram
A. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
50.

Pengendalian kualitas statistik data variabel menggunakan X-bar chart dan R-chart bertujuan untuk…

  • A. Menghitung persentase produk yang tidak memenuhi standar
  • B. Mengidentifikasi jenis cacat terbanyak dalam proses produksi
  • C. Menentukan kapasitas produksi maksimum mesin
  • D. Memantau stabilitas rata-rata proses dan variasi rentang pengukuran
D. Memantau stabilitas rata-rata proses dan variasi rentang pengukuran

Perjalanan mempersiapkan soal ujian UT memang tidak selalu mudah, tetapi setiap sesi latihan yang Anda jalani perlahan membentuk ketajaman berpikir yang tidak ternilai. Mengerjakan soal UAS UT EKMA4265 Manajemen Kualitas secara berulang bukan berarti menghafal jawaban.

Akhir kata, setiap usaha yang Anda tuangkan, mulai dari menelusuri bank soal UT, mengasah diri lewat soal ujian UT, hingga mempelajari kisi-kisi soal UT secara serius, adalah bukti nyata komitmen Anda terhadap masa depan.

Bagikan:

error: Content is protected !!