Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.

Donasi sekarang

Soal UAS UT EKSI4308 Auditing I dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT EKSI4308 Auditing I dan Kunci Jawaban
Soal UT EKSI4308 Auditing I

Banyak mahasiswa Universitas Terbuka merasa kewalahan saat musim Soal UAS UT tiba. Tumpukan modul tebal dan cakupan materi yang luas kerap membuat strategi belajar jadi tidak terarah. Padahal, kunci suksesnya bukan sekadar membaca, melainkan memahami pola dan struktur ujian itu sendiri.

EKSI4308 Auditing I menjadi salah satu mata kuliah yang patut mendapat perhatian serius. Soal UAS UT EKSI4308 Auditing I dirancang bukan hanya untuk mengukur hafalan, tetapi juga kemampuan analisis mahasiswa dalam memahami praktik audit secara nyata dan kontekstual.

Mengerjakan Soal Latihan UT secara rutin adalah investasi waktu yang paling menguntungkan. Melalui latihan, mahasiswa dapat mengenali celah pemahaman sebelum hari ujian tiba dan memperbaikinya dengan lebih terarah, baik untuk format Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), maupun Take Home Exam (THE).

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT EKSI4308 Auditing I

1.

Auditing adalah proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi. Tujuan utama dari proses ini adalah…

  • A. Memaksimalkan laba perusahaan yang diaudit
  • B. Menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan
  • C. Menyusun laporan keuangan perusahaan
  • D. Menetapkan kebijakan akuntansi perusahaan
B. Menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan
2.

Dalam auditing, pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan adalah…

  • A. Auditor independen
  • B. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
  • C. Manajemen perusahaan
  • D. Komite audit
C. Manajemen perusahaan
3.

Salah satu alasan mendasar mengapa audit diperlukan dalam dunia bisnis adalah adanya…

  • A. Kewajiban membayar pajak oleh perusahaan
  • B. Kebutuhan manajemen untuk mengetahui laba bersih
  • C. Potensi konflik kepentingan antara penyedia informasi dan pengguna informasi
  • D. Keharusan perusahaan memiliki sistem akuntansi terkomputerisasi
C. Potensi konflik kepentingan antara penyedia informasi dan pengguna informasi
4.

Opini auditor yang menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai standar akuntansi yang berlaku disebut…

  • A. Opini wajar dengan pengecualian
  • B. Opini tidak wajar
  • C. Opini menolak memberikan pendapat
  • D. Opini wajar tanpa pengecualian
D. Opini wajar tanpa pengecualian
5.

Laporan auditor independen wajib memuat paragraf yang menjelaskan tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan. Hal ini bertujuan untuk…

  • A. Membebaskan auditor dari segala tanggung jawab hukum
  • B. Memperjelas batas tanggung jawab antara manajemen dan auditor
  • C. Memudahkan pengguna laporan dalam menghitung pajak
  • D. Menggantikan catatan atas laporan keuangan
B. Memperjelas batas tanggung jawab antara manajemen dan auditor
6.

Standar Auditing yang ditetapkan oleh IAPI di Indonesia mengharuskan auditor untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Konsep “keyakinan memadai” ini bermakna bahwa…

  • A. Auditor memberikan jaminan absolut atas kebenaran laporan keuangan
  • B. Audit harus mencakup seluruh transaksi tanpa pengecualian
  • C. Auditor tidak dapat mendeteksi semua kecurangan yang ada
  • D. Tingkat kepastian yang tinggi namun bukan merupakan jaminan mutlak
D. Tingkat kepastian yang tinggi namun bukan merupakan jaminan mutlak
7.

Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) merupakan organisasi profesi yang berfungsi sebagai…

  • A. Regulator pasar modal Indonesia
  • B. Penyusun standar akuntansi keuangan
  • C. Organisasi induk akuntan publik di Indonesia yang menetapkan standar dan kode etik
  • D. Lembaga pemerintah pengawas keuangan negara
C. Organisasi induk akuntan publik di Indonesia yang menetapkan standar dan kode etik
8.

Seorang akuntan publik yang memberikan jasa audit atas laporan keuangan historis diharuskan memiliki kompetensi teknis yang memadai. Hal ini termasuk dalam persyaratan…

  • A. Independensi auditor
  • B. Standar pelaporan
  • C. Standar umum dalam standar auditing
  • D. Pengendalian mutu
C. Standar umum dalam standar auditing
9.

Perkembangan profesi akuntan di Indonesia dimulai sejak era kolonial Belanda. Tonggak penting dalam perkembangan profesi ini di era modern adalah berdirinya…

  • A. Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
  • B. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tahun 1957
  • C. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • D. Direktorat Jenderal Pajak
B. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tahun 1957
10.

Jenis auditor yang bekerja sebagai karyawan tetap pada suatu perusahaan dan bertugas memeriksa efisiensi serta efektivitas operasional perusahaan tersebut disebut…

  • A. Auditor pemerintah
  • B. Auditor pajak
  • C. Auditor independen
  • D. Auditor internal
D. Auditor internal
11.

Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berafiliasi dengan jaringan KAP internasional seperti Big Four memiliki keunggulan utama berupa…

  • A. Bebas dari kewajiban membayar pajak
  • B. Akses ke metodologi, teknologi, dan sumber daya global yang lebih luas
  • C. Tidak perlu mengikuti standar auditing lokal
  • D. Dibebaskan dari pengawasan regulator nasional
B. Akses ke metodologi, teknologi, dan sumber daya global yang lebih luas
12.

Dalam struktur KAP, pihak yang memiliki tanggung jawab penuh atas pelaksanaan dan hasil audit serta memiliki hak menandatangani laporan auditor adalah…

  • A. Senior auditor
  • B. Manajer audit
  • C. Rekan (partner)
  • D. Junior auditor
C. Rekan (partner)
13.

Standar auditing yang mengatur kewajiban auditor untuk mengungkapkan informasi tertentu dalam laporan auditnya, meskipun laporan keuangan telah menyajikan secara wajar, merupakan bagian dari…

  • A. Standar umum
  • B. Standar pekerjaan lapangan
  • C. Standar pelaporan
  • D. Standar pengendalian mutu
C. Standar pelaporan
14.

Standar Audit yang dikeluarkan oleh IAPI mensyaratkan auditor untuk memahami pengendalian internal klien. Tujuan utama pemahaman ini dalam konteks perencanaan audit adalah untuk…

  • A. Menilai kelayakan sistem informasi akuntansi klien
  • B. Menentukan sifat, saat, dan luas prosedur audit selanjutnya
  • C. Menyusun rekomendasi perbaikan sistem akuntansi
  • D. Menggantikan pengujian substantif secara keseluruhan
B. Menentukan sifat, saat, dan luas prosedur audit selanjutnya
15.

Fraud audit (audit kecurangan) berbeda dari audit laporan keuangan biasa karena…

  • A. Fraud audit hanya dilakukan oleh pemerintah
  • B. Fraud audit tidak memerlukan bukti audit
  • C. Fraud audit lebih berfokus pada pendeteksian dan investigasi kecurangan secara spesifik
  • D. Fraud audit tidak mengikuti standar auditing yang berlaku
C. Fraud audit lebih berfokus pada pendeteksian dan investigasi kecurangan secara spesifik
16.

Etika profesi akuntan publik mencakup prinsip-prinsip yang harus ditaati. Prinsip yang mewajibkan akuntan publik untuk tidak memihak kepada kepentingan siapapun dalam menjalankan tugasnya disebut…

  • A. Kerahasiaan
  • B. Integritas
  • C. Objektivitas
  • D. Kompetensi profesional
C. Objektivitas
17.

Dalam teori etika, moralitas yang didasarkan pada konsekuensi atau hasil dari suatu tindakan (bukan pada niat atau aturan) disebut…

  • A. Deontologi
  • B. Utilitarisme
  • C. Virtue ethics
  • D. Relativisme moral
B. Utilitarisme
18.

Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang diterbitkan IAPI mengatur bahwa auditor dilarang memiliki hubungan keuangan yang material dengan klien yang diauditnya. Larangan ini merupakan perlindungan terhadap ancaman…

  • A. Ancaman advokasi
  • B. Ancaman telaah pribadi
  • C. Ancaman kepentingan pribadi
  • D. Ancaman kedekatan
C. Ancaman kepentingan pribadi
19.

Salah satu isi penting dari laporan auditor independen adalah paragraf opini. Dalam paragraf opini, auditor wajib menyebutkan…

  • A. Rincian prosedur audit yang telah dilaksanakan
  • B. Nama seluruh anggota tim audit
  • C. Kerangka pelaporan keuangan yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan
  • D. Proyeksi laporan keuangan tahun berikutnya
C. Kerangka pelaporan keuangan yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan
20.

Opini auditor “wajar dengan pengecualian” (qualified opinion) diberikan ketika…

  • A. Laporan keuangan mengandung banyak kesalahan sehingga tidak dapat dipercaya sama sekali
  • B. Terdapat salah saji material atau pembatasan ruang lingkup yang tidak pervasif
  • C. Auditor tidak dapat menemukan cukup bukti untuk memberikan opini apapun
  • D. Laporan keuangan disajikan secara sempurna tanpa salah saji
B. Terdapat salah saji material atau pembatasan ruang lingkup yang tidak pervasif
21.

Bukti audit yang diperoleh langsung oleh auditor melalui observasi fisik, pengujian, atau konfirmasi langsung dari pihak ketiga diklasifikasikan sebagai bukti…

  • A. Bukti dokumenter
  • B. Bukti eksternal
  • C. Bukti yang diperoleh secara langsung (first-hand evidence)
  • D. Bukti analitis
C. Bukti yang diperoleh secara langsung (first-hand evidence)
22.

Kertas kerja audit berfungsi sebagai dokumentasi atas prosedur yang telah dilaksanakan. Kepemilikan kertas kerja audit berada pada…

  • A. Klien yang diaudit
  • B. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
  • C. Auditor/KAP yang melaksanakan audit
  • D. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
C. Auditor/KAP yang melaksanakan audit
23.

Prosedur audit yang dilakukan sebelum tanggal neraca untuk menguji transaksi dan saldo akun yang akan diverifikasi lebih lanjut disebut…

  • A. Audit substantif
  • B. Audit pendahuluan (interim audit)
  • C. Audit berbasis risiko
  • D. Audit final
B. Audit pendahuluan (interim audit)
24.

Dalam tahap audit khusus, auditor sering diminta untuk memeriksa transaksi terkait pihak berelasi. Risiko utama yang perlu diwaspadai dalam pemeriksaan ini adalah…

  • A. Salah klasifikasi transaksi antar departemen
  • B. Kesalahan dalam konversi mata uang asing
  • C. Transaksi tidak wajar yang menguntungkan pihak berelasi dengan merugikan perusahaan
  • D. Keterlambatan pencatatan transaksi
C. Transaksi tidak wajar yang menguntungkan pihak berelasi dengan merugikan perusahaan
25.

Langkah kerja audit yang sistematis dimulai dari penerimaan penugasan hingga penerbitan laporan auditor. Tahap yang dilakukan pertama kali adalah…

  • A. Pengujian pengendalian internal
  • B. Penerimaan klien dan perencanaan awal
  • C. Penerbitan laporan audit
  • D. Pengujian substantif atas transaksi
B. Penerimaan klien dan perencanaan awal
26.

Perencanaan audit yang baik mencakup pembuatan program audit. Program audit berfungsi sebagai…

  • A. Laporan hasil akhir audit kepada klien
  • B. Pedoman langkah-langkah prosedur yang harus dilaksanakan oleh tim auditor
  • C. Dokumen perjanjian antara auditor dan klien
  • D. Rekap temuan-temuan selama proses audit berlangsung
B. Pedoman langkah-langkah prosedur yang harus dilaksanakan oleh tim auditor
27.

Prosedur analitis dalam audit digunakan untuk mengevaluasi informasi keuangan dengan cara membandingkan data keuangan dengan…

  • A. Hanya data internal perusahaan tahun berjalan
  • B. Opini auditor tahun sebelumnya
  • C. Ekspektasi yang dikembangkan dari data historis, industri, atau informasi nonkeuangan
  • D. Rencana anggaran yang belum disetujui manajemen
C. Ekspektasi yang dikembangkan dari data historis, industri, atau informasi nonkeuangan
28.

Dalam konteks perencanaan audit, pemahaman atas bisnis dan industri klien bertujuan untuk…

  • A. Mengidentifikasi rekening bank klien untuk keperluan konfirmasi
  • B. Mengidentifikasi area berisiko tinggi yang memerlukan perhatian lebih dalam audit
  • C. Menentukan besarnya fee audit yang pantas dikenakan
  • D. Membuat proyeksi laporan keuangan klien
B. Mengidentifikasi area berisiko tinggi yang memerlukan perhatian lebih dalam audit
29.

Materialitas dalam auditing adalah konsep yang digunakan untuk menentukan apakah suatu salah saji atau kelalaian akan mempengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan. Faktor utama yang mempengaruhi penetapan materialitas adalah…

  • A. Lama hubungan auditor dengan klien
  • B. Ukuran dan sifat dari pos yang bersangkutan dalam konteks laporan keuangan
  • C. Jumlah anggota tim audit yang ditugaskan
  • D. Jenis software akuntansi yang digunakan klien
B. Ukuran dan sifat dari pos yang bersangkutan dalam konteks laporan keuangan
30.

Auditor menetapkan materialitas perencanaan (planning materiality) pada awal audit. Jika selama pelaksanaan audit ditemukan bahwa risiko lebih tinggi dari perkiraan, maka materialitas perencanaan sebaiknya…

  • A. Dinaikkan agar lebih banyak salah saji yang diabaikan
  • B. Diturunkan agar prosedur audit menjadi lebih ketat
  • C. Tetap tidak berubah sampai audit selesai
  • D. Diserahkan kepada klien untuk ditetapkan
B. Diturunkan agar prosedur audit menjadi lebih ketat
31.

Risiko audit adalah risiko bahwa auditor memberikan opini yang tidak tepat atas laporan keuangan yang salah saji material. Risiko audit terdiri atas tiga komponen, yaitu…

  • A. Risiko pasar, risiko kredit, dan risiko operasional
  • B. Risiko bisnis, risiko pengendalian, dan risiko deteksi
  • C. Risiko bawaan, risiko pengendalian, dan risiko deteksi
  • D. Risiko signifikan, risiko residual, dan risiko inheren
C. Risiko bawaan, risiko pengendalian, dan risiko deteksi
32.

Jika risiko bawaan (inherent risk) suatu akun tinggi dan risiko pengendalian (control risk) juga tinggi, maka untuk mempertahankan risiko audit pada tingkat yang dapat diterima, auditor harus…

  • A. Meningkatkan risiko deteksi dengan mengurangi prosedur substantif
  • B. Mengabaikan akun tersebut karena risikonya sudah jelas
  • C. Menurunkan risiko deteksi dengan memperluas prosedur substantif
  • D. Menyerahkan pengujian kepada auditor internal klien
C. Menurunkan risiko deteksi dengan memperluas prosedur substantif
33.

Konsep materialitas bersifat relatif, bukan absolut. Artinya, suatu jumlah yang material bagi satu perusahaan bisa jadi tidak material bagi perusahaan lain. Hal ini menunjukkan bahwa materialitas sangat dipengaruhi oleh…

  • A. Preferensi pribadi auditor yang menangani
  • B. Standar yang ditetapkan oleh pemerintah secara seragam
  • C. Ukuran dan kompleksitas entitas yang diaudit
  • D. Jenis industri tanpa mempertimbangkan ukuran perusahaan
C. Ukuran dan kompleksitas entitas yang diaudit
34.

Pengendalian internal adalah proses yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan organisasi. Komponen pengendalian internal menurut kerangka COSO meliputi…

  • A. Perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi
  • B. Lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi & komunikasi, dan pemantauan
  • C. Struktur organisasi, sistem akuntansi, prosedur pengendalian, dan audit internal
  • D. Otorisasi, pencatatan, penyimpanan, dan rekonsiliasi
B. Lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi & komunikasi, dan pemantauan
35.

Auditor mengevaluasi struktur pengendalian internal klien untuk berbagai tujuan. Salah satu tujuan utama evaluasi ini adalah untuk…

  • A. Menyusun rekomendasi investasi bagi manajemen
  • B. Menggantikan seluruh prosedur pengujian substantif
  • C. Merencanakan sifat, saat, dan luas pengujian audit yang akan dilaksanakan
  • D. Menentukan gaji yang layak bagi staf akuntansi klien
C. Merencanakan sifat, saat, dan luas pengujian audit yang akan dilaksanakan
36.

Pemisahan tugas (segregation of duties) merupakan elemen kunci dari aktivitas pengendalian. Pemisahan tugas yang efektif mensyaratkan bahwa fungsi-fungsi berikut dijalankan oleh orang yang berbeda, yaitu…

  • A. Pemasaran, produksi, dan distribusi
  • B. Otorisasi, pencatatan, dan penyimpanan aset
  • C. Perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan
  • D. Pembelian, penjualan, dan penagihan
B. Otorisasi, pencatatan, dan penyimpanan aset
37.

Dalam mengevaluasi pengendalian internal, auditor dapat menggunakan kuesioner pengendalian internal (Internal Control Questionnaire/ICQ). Kelemahan utama penggunaan ICQ adalah…

  • A. ICQ terlalu mahal untuk digunakan oleh KAP kecil
  • B. ICQ tidak dapat digunakan untuk klien yang besar
  • C. Jawaban “ya” pada ICQ belum tentu mencerminkan pengendalian yang benar-benar berfungsi
  • D. ICQ tidak diakui oleh standar auditing internasional
C. Jawaban “ya” pada ICQ belum tentu mencerminkan pengendalian yang benar-benar berfungsi
38.

Fraud triangle menggambarkan tiga kondisi yang umumnya hadir saat terjadi kecurangan. Ketiga unsur tersebut adalah…

  • A. Niat, kesempatan, dan kemampuan teknis
  • B. Tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi
  • C. Keserakahan, kejujuran rendah, dan lingkungan lemah
  • D. Pengetahuan, akses sistem, dan lemahnya pengawasan
B. Tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi
39.

Dalam audit internal, fungsi utama yang membedakannya dari audit eksternal adalah bahwa audit internal lebih berorientasi pada…

  • A. Pemberian opini atas kewajaran laporan keuangan untuk pihak eksternal
  • B. Pemenuhan kewajiban perpajakan perusahaan
  • C. Peningkatan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola organisasi
  • D. Pemeriksaan kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal
C. Peningkatan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola organisasi
40.

Standar Audit yang berlaku mengharuskan auditor untuk mendokumentasikan pemahaman atas pengendalian internal klien. Bentuk dokumentasi yang paling komprehensif untuk menggambarkan alur transaksi adalah…

  • A. Memo naratif
  • B. Bagan alir (flowchart)
  • C. Kuesioner pengendalian internal
  • D. Daftar periksa (checklist)
B. Bagan alir (flowchart)
41.

Dalam Standar Audit, asersi manajemen yang berkaitan dengan apakah semua transaksi yang seharusnya dicatat telah benar-benar dicatat disebut asersi…

  • A. Keberadaan (existence)
  • B. Penilaian (valuation)
  • C. Kelengkapan (completeness)
  • D. Hak dan kewajiban (rights and obligations)
C. Kelengkapan (completeness)
42.

Prosedur konfirmasi dalam audit digunakan untuk mendapatkan bukti dari pihak ketiga secara tertulis. Konfirmasi positif mensyaratkan bahwa pihak yang dikonfirmasi…

  • A. Hanya membalas jika terdapat perbedaan dengan catatan auditor
  • B. Selalu membalas konfirmasi, baik saldo sesuai maupun tidak
  • C. Tidak perlu membalas karena datanya sudah tersedia dari sistem
  • D. Hanya membalas jika diminta secara lisan oleh auditor
B. Selalu membalas konfirmasi, baik saldo sesuai maupun tidak
43.

Standar Audit mengharuskan auditor untuk merencanakan dan melaksanakan prosedur analitis pada tahap akhir audit. Tujuan prosedur analitis pada tahap penyelesaian audit adalah…

  • A. Menggantikan semua pengujian substantif yang belum terlaksana
  • B. Membantu auditor menilai apakah laporan keuangan secara keseluruhan konsisten dengan pemahaman auditor atas bisnis klien
  • C. Menentukan materialitas akhir untuk keperluan opini
  • D. Mengidentifikasi kelemahan pengendalian internal yang belum tercakup
B. Membantu auditor menilai apakah laporan keuangan secara keseluruhan konsisten dengan pemahaman auditor atas bisnis klien
44.

Opini “tidak memberikan pendapat” (disclaimer of opinion) diterbitkan oleh auditor ketika…

  • A. Laporan keuangan mengandung salah saji yang tidak material
  • B. Auditor menemukan kecurangan yang dilakukan oleh manajemen puncak
  • C. Terdapat pembatasan ruang lingkup yang sangat signifikan sehingga auditor tidak dapat memperoleh bukti yang cukup
  • D. Klien terlambat menyerahkan dokumen yang diperlukan
C. Terdapat pembatasan ruang lingkup yang sangat signifikan sehingga auditor tidak dapat memperoleh bukti yang cukup
45.

Dalam evaluasi pengendalian internal berbasis komponen COSO, lingkungan pengendalian (control environment) dianggap sebagai fondasi dari seluruh komponen lainnya. Hal ini karena lingkungan pengendalian mencerminkan…

  • A. Prosedur otorisasi dan persetujuan transaksi
  • B. Sistem pelaporan keuangan yang digunakan
  • C. Sikap, kesadaran, dan tindakan dewan direksi serta manajemen terhadap pengendalian internal
  • D. Kebijakan teknologi informasi yang ditetapkan perusahaan
C. Sikap, kesadaran, dan tindakan dewan direksi serta manajemen terhadap pengendalian internal
46.

Ketika auditor menemukan bahwa klien memiliki kelemahan material (material weakness) dalam pengendalian internal, maka auditor berkewajiban untuk…

  • A. Segera menarik diri dari penugasan audit
  • B. Mengkomunikasikannya secara tertulis kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola (governance)
  • C. Langsung melaporkannya kepada otoritas hukum yang berwenang
  • D. Menerbitkan laporan auditor dengan opini tidak wajar
B. Mengkomunikasikannya secara tertulis kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola (governance)
47.

Prinsip “due professional care” dalam standar umum auditing menuntut auditor untuk…

  • A. Menyelesaikan audit secepat mungkin untuk efisiensi biaya
  • B. Menggunakan pertimbangan profesional dengan kecermatan dan keseksamaan yang wajar dalam pelaksanaan audit
  • C. Selalu menggunakan teknologi terkini dalam setiap penugasan audit
  • D. Menyetujui semua kebijakan akuntansi yang diusulkan manajemen
B. Menggunakan pertimbangan profesional dengan kecermatan dan keseksamaan yang wajar dalam pelaksanaan audit
48.

Auditor pemerintah yang bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia memiliki mandat utama untuk melakukan audit atas…

  • A. Laporan keuangan perusahaan publik yang terdaftar di BEI
  • B. Laporan keuangan seluruh perbankan nasional
  • C. Pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara
  • D. Kepatuhan perusahaan swasta terhadap regulasi perpajakan
C. Pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara
49.

Dalam konteks penerimaan klien baru, auditor wajib melakukan prosedur tertentu sebelum menerima penugasan. Salah satu prosedur penting tersebut adalah…

  • A. Menyusun laporan keuangan sementara untuk klien baru
  • B. Berkomunikasi dengan auditor pendahulu untuk memperoleh informasi tentang integritas manajemen dan alasan pergantian auditor
  • C. Meminta klien baru untuk melunasi seluruh utang ke KAP sebelumnya
  • D. Melakukan pemeriksaan fisik atas aset klien secara menyeluruh
B. Berkomunikasi dengan auditor pendahulu untuk memperoleh informasi tentang integritas manajemen dan alasan pergantian auditor
50.

Komponen pengendalian internal COSO yang berfungsi untuk memastikan bahwa sistem pengendalian internal terus berjalan secara efektif dari waktu ke waktu melalui evaluasi berkala maupun berkelanjutan adalah…

  • A. Aktivitas pengendalian
  • B. Informasi dan komunikasi
  • C. Penilaian risiko
  • D. Pemantauan (monitoring)
D. Pemantauan (monitoring)

Konsistensi dalam mengerjakan Kisi-kisi Soal UT akan membentuk kepercayaan diri yang solid. Setiap sesi latihan Soal UAS UT EKSI4308 Auditing I yang Anda selesaikan adalah langkah nyata menuju pemahaman yang lebih matang dan jawaban yang lebih tajam saat ujian berlangsung.

Jadikan setiap modul sebagai peta, bukan beban. Soal UT yang Anda latih hari ini adalah cerminan kesiapan Anda esok hari. Percayai prosesnya karena hasil terbaik selalu lahir dari persiapan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran.

Bagikan:

error: Content is protected !!