Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT EPFA4329 Akuntansi Organisasi Tidak Berorientasi Laba dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT EPFA4329 Akuntansi Organisasi Tidak Berorientasi Laba dan Kunci Jawaban
Soal UT EPFA4329 Akuntansi Organisasi Tidak Berorientasi Laba

Banyak mahasiswa Universitas Terbuka merasa kewalahan saat mendekati musim ujian, bukan karena tidak belajar, tapi karena tidak tahu harus mulai dari mana. Modul yang tebal, materi yang padat, dan waktu yang terbatas membuat persiapan Soal UAS UT terasa seperti pekerjaan yang tidak ada habisnya.

Salah satu mata kuliah yang butuh pendekatan belajar lebih serius adalah EPFA4329 Akuntansi Organisasi Tidak Berorientasi Laba. Mata kuliah ini bukan sekadar hafalan angka. Kamu dituntut memahami bagaimana sistem akuntansi bekerja di organisasi yang tujuan utamanya bukan mencari keuntungan.

Di sinilah latihan Soal UAS UT UT EPFA4329 Akuntansi Organisasi Tidak Berorientasi Laba punya peran yang tidak bisa dianggap remeh. Mengerjakan soal-soal latihan secara rutin membantu kamu mengenali tipe pertanyaan yang sering muncul, melatih kecepatan analisis, dan menutup celah pemahaman yang mungkin belum kamu sadari.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT EPFA4329 Akuntansi Organisasi Tidak Berorientasi Laba

1.

Organisasi tidak berorientasi laba (nonprofit) memiliki ciri utama yang membedakannya dari organisasi berorientasi laba, yaitu…

  • A. Tidak memiliki pendapatan dari kegiatan operasional
  • B. Sumber daya diperoleh dari pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan imbalan ekonomi
  • C. Seluruh kegiatannya dibiayai oleh pemerintah
  • D. Tidak wajib menyusun laporan keuangan secara berkala
Jawaban: B. Sumber daya diperoleh dari pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan imbalan ekonomi.
Ciri khas organisasi nonprofit adalah memperoleh sumber daya dari donatur, pemerintah, atau penyumbang yang tidak mengharapkan pengembalian ekonomi sepadan.
2.

Pemangku kepentingan utama yang menentukan arah kebijakan dan penggunaan dana pada organisasi tidak berorientasi laba adalah…

  • A. Dewan pengurus dan pemberi dana
  • B. Pemegang saham dan investor pasar modal
  • C. Manajemen puncak dan distributor
  • D. Kreditur dan lembaga perbankan
Jawaban: A. Dewan pengurus dan pemberi dana.
Dalam organisasi nonprofit, dewan pengurus bertanggung jawab atas tata kelola, sedangkan pemberi dana memiliki kepentingan atas penggunaan sumber daya yang mereka sumbangkan.
3.

Peran utama organisasi tidak berorientasi laba dalam masyarakat adalah…

  • A. Memaksimalkan laba bagi para pendirinya
  • B. Menyediakan barang dan jasa eksklusif untuk kalangan tertentu
  • C. Memberikan layanan sosial dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak terpenuhi oleh sektor swasta
  • D. Mengelola investasi jangka panjang untuk kepentingan pendiri
Jawaban: C. Memberikan layanan sosial dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak terpenuhi oleh sektor swasta.
Organisasi nonprofit hadir untuk melayani kepentingan publik dan sosial, mengisi celah pelayanan yang tidak ditangani oleh sektor bisnis maupun pemerintah secara optimal.
4.

Berikut ini yang merupakan contoh organisasi tidak berorientasi laba adalah…

  • A. Perseroan terbatas yang bergerak di bidang pendidikan
  • B. Koperasi simpan pinjam yang membagi sisa hasil usaha
  • C. Perusahaan asuransi jiwa milik swasta
  • D. Yayasan sosial dan lembaga keagamaan
Jawaban: D. Yayasan sosial dan lembaga keagamaan.
Yayasan sosial dan lembaga keagamaan beroperasi untuk tujuan non-komersial dan tidak mendistribusikan surplus kepada pemilik atau pendiri, sehingga termasuk kategori organisasi nonprofit.
5.

Isu terkini yang sering dihadapi oleh organisasi tidak berorientasi laba dalam pengelolaan operasionalnya adalah…

  • A. Kelebihan modal yang tidak dapat diinvestasikan
  • B. Tuntutan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana oleh publik
  • C. Persaingan yang ketat dengan organisasi berorientasi laba
  • D. Kesulitan dalam menetapkan harga jual produk dan jasa
Jawaban: B. Tuntutan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana oleh publik.
Salah satu tantangan terbesar organisasi nonprofit adalah memenuhi tuntutan transparansi dari donatur, pemerintah, dan masyarakat terkait bagaimana dana dikelola dan dimanfaatkan.
6.

Karakteristik yang membedakan organisasi tidak berorientasi laba dari organisasi pemerintah adalah…

  • A. Organisasi nonprofit tidak memiliki kewajiban hukum apapun
  • B. Organisasi nonprofit tidak perlu menyusun anggaran tahunan
  • C. Organisasi nonprofit berdiri secara independen dari kekuasaan pemerintah
  • D. Organisasi nonprofit memperoleh pendanaan hanya dari pajak
Jawaban: C. Organisasi nonprofit berdiri secara independen dari kekuasaan pemerintah.
Perbedaan mendasar antara nonprofit dan organisasi pemerintah adalah kemandirian organisasi nonprofit dari struktur birokrasi pemerintah, meskipun keduanya melayani kepentingan publik.
7.

Fungsi manajemen yang paling kritis dalam organisasi tidak berorientasi laba untuk memastikan keberlangsungan program adalah…

  • A. Perencanaan dan penganggaran berbasis misi organisasi
  • B. Penetapan target laba bersih tahunan
  • C. Ekspansi pasar ke segmen konsumen baru
  • D. Pembagian dividen kepada anggota pengurus
Jawaban: A. Perencanaan dan penganggaran berbasis misi organisasi.
Manajemen nonprofit berfokus pada pencapaian misi, sehingga perencanaan program dan anggaran yang selaras dengan misi menjadi fungsi manajemen yang paling esensial.
8.

Dalam manajemen organisasi tidak berorientasi laba, pengukuran kinerja yang paling relevan adalah berdasarkan…

  • A. Besarnya return on equity yang dihasilkan
  • B. Pertumbuhan aset yang diperoleh dalam satu periode
  • C. Jumlah pendapatan operasional dibandingkan pesaing
  • D. Efektivitas pencapaian misi dan dampak sosial yang dihasilkan
Jawaban: D. Efektivitas pencapaian misi dan dampak sosial yang dihasilkan.
Keberhasilan organisasi nonprofit tidak diukur dari profitabilitas, melainkan dari seberapa besar dampak sosial yang diciptakan dan sejauh mana misi organisasi tercapai.
9.

Akuntabilitas pada organisasi tidak berorientasi laba mencakup kewajiban untuk…

  • A. Melaporkan laba kepada pemegang saham setiap kuartal
  • B. Mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya kepada pemberi dana dan masyarakat
  • C. Membayar pajak penghasilan atas seluruh penerimaan organisasi
  • D. Mendistribusikan surplus kepada anggota secara proporsional
Jawaban: B. Mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya kepada pemberi dana dan masyarakat.
Akuntabilitas nonprofit bersifat multi-stakeholder, meliputi pertanggungjawaban kepada donatur, pemerintah, penerima manfaat, dan publik luas atas pengelolaan sumber daya yang dipercayakan.
10.

Kolaborasi antar organisasi tidak berorientasi laba paling sering dilakukan untuk tujuan…

  • A. Mengurangi persaingan dalam memperoleh proyek pemerintah
  • B. Meningkatkan keuntungan finansial masing-masing organisasi
  • C. Memperluas jangkauan layanan dan memaksimalkan dampak sosial bersama
  • D. Menghindari kewajiban pelaporan keuangan secara individual
Jawaban: C. Memperluas jangkauan layanan dan memaksimalkan dampak sosial bersama.
Kolaborasi antar nonprofit bertujuan menggabungkan sumber daya, keahlian, dan jaringan untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan meningkatkan dampak program sosial.
11.

Pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi tidak berorientasi laba memiliki tantangan khas berupa…

  • A. Ketergantungan pada relawan yang tidak mendapat kompensasi finansial tetap
  • B. Jumlah pegawai yang terlalu besar sehingga sulit dikendalikan
  • C. Tingginya tuntutan gaji dari pegawai tetap dibandingkan sektor swasta
  • D. Minimnya regulasi ketenagakerjaan yang berlaku untuk sektor nonprofit
Jawaban: A. Ketergantungan pada relawan yang tidak mendapat kompensasi finansial tetap.
Banyak organisasi nonprofit bergantung pada tenaga relawan sebagai komponen utama SDM, sehingga pengelolaan motivasi, retensi, dan komitmen relawan menjadi tantangan tersendiri.
12.

Dalam konteks pengelolaan organisasi nonprofit, prinsip stewardship mengacu pada…

  • A. Kewajiban manajemen untuk memaksimalkan pendapatan organisasi
  • B. Hak pengurus untuk mengelola aset organisasi demi kepentingan pribadi
  • C. Prosedur pengendalian internal yang ditetapkan dewan pengawas
  • D. Tanggung jawab pengurus untuk menjaga dan menggunakan sumber daya sesuai tujuan yang diamanahkan
Jawaban: D. Tanggung jawab pengurus untuk menjaga dan menggunakan sumber daya sesuai tujuan yang diamanahkan.
Prinsip stewardship menekankan bahwa pengelola nonprofit bertindak sebagai pelayan (steward) atas sumber daya yang dipercayakan, bukan sebagai pemilik, sehingga wajib menggunakannya sesuai amanah pemberi sumber daya.
13.

Tujuan utama pelaporan keuangan organisasi tidak berorientasi laba menurut standar akuntansi yang berlaku adalah…

  • A. Menentukan besarnya laba yang akan dibagikan kepada pendiri
  • B. Menyediakan informasi yang berguna bagi pengguna dalam menilai cara manajemen menggunakan sumber daya
  • C. Menghitung pajak penghasilan yang terutang kepada pemerintah
  • D. Membandingkan kinerja keuangan dengan perusahaan sejenis di pasar modal
Jawaban: B. Menyediakan informasi yang berguna bagi pengguna dalam menilai cara manajemen menggunakan sumber daya.
Pelaporan keuangan nonprofit bertujuan memberikan informasi tentang pengelolaan sumber daya kepada pemangku kepentingan, bukan untuk mengukur profitabilitas.
14.

Pernyataan standar akuntansi keuangan yang mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba di Indonesia adalah…

  • A. PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan
  • B. PSAK 57 tentang Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi
  • C. PSAK 45 tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba
  • D. PSAK 16 tentang Aset Tetap
Jawaban: C. PSAK 45 tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba.
PSAK 45 merupakan standar akuntansi yang secara khusus mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba di Indonesia, mencakup klasifikasi aset bersih dan format laporan keuangan yang sesuai.
15.

Dalam PSAK 45, aset bersih organisasi nirlaba diklasifikasikan berdasarkan…

  • A. Ada tidaknya pembatasan oleh pemberi sumber daya
  • B. Jenis aset yang dimiliki, yaitu lancar dan tidak lancar
  • C. Periode perolehan aset, yaitu jangka pendek dan jangka panjang
  • D. Sumber pendanaan, yaitu pemerintah dan swasta
Jawaban: A. Ada tidaknya pembatasan oleh pemberi sumber daya.
PSAK 45 mengklasifikasikan aset bersih menjadi aset bersih tidak terikat, terikat temporer, dan terikat permanen, sesuai ada tidaknya pembatasan penggunaan oleh donatur atau pemberi sumber daya.
16.

Laporan keuangan yang menunjukkan perubahan aset bersih dalam suatu periode pada organisasi nirlaba disebut…

  • A. Laporan neraca saldo
  • B. Laporan posisi keuangan
  • C. Laporan arus kas
  • D. Laporan aktivitas
Jawaban: D. Laporan aktivitas.
Laporan aktivitas merupakan padanan laporan laba rugi pada entitas nirlaba, yang menyajikan pendapatan, beban, dan perubahan aset bersih dalam suatu periode akuntansi.
17.

Akun-akun yang lazim terdapat dalam laporan posisi keuangan organisasi nirlaba pada sisi liabilitas meliputi…

  • A. Sumbangan terikat permanen, kas, dan piutang usaha
  • B. Utang usaha, pendapatan diterima dimuka, dan utang jangka panjang
  • C. Aset bersih tidak terikat dan aset bersih terikat temporer
  • D. Modal disetor, laba ditahan, dan cadangan umum
Jawaban: B. Utang usaha, pendapatan diterima dimuka, dan utang jangka panjang.
Sisi liabilitas laporan posisi keuangan nonprofit memuat kewajiban yang harus diselesaikan, seperti utang usaha, pendapatan diterima dimuka, dan liabilitas jangka panjang lainnya.
18.

Sumbangan atau hibah yang diterima oleh organisasi nirlaba dicatat sebagai…

  • A. Utang kepada pemberi sumbangan
  • B. Modal disetor dari donatur
  • C. Pendapatan dalam laporan aktivitas sesuai klasifikasi pembatasannya
  • D. Pengurang beban operasional dalam periode berjalan
Jawaban: C. Pendapatan dalam laporan aktivitas sesuai klasifikasi pembatasannya.
Sumbangan diakui sebagai pendapatan pada laporan aktivitas dan diklasifikasikan ke aset bersih tidak terikat, terikat temporer, atau terikat permanen sesuai dengan ketentuan pemberi sumbangan.
19.

Pengertian sumbangan terikat temporer dalam akuntansi organisasi nirlaba adalah…

  • A. Sumbangan dengan pembatasan penggunaan yang bersifat sementara dan akan berakhir setelah kondisi tertentu terpenuhi
  • B. Sumbangan yang hanya dapat digunakan selama masa jabatan pengurus yang menerimanya
  • C. Sumbangan yang diterima secara berkala setiap bulan dari donatur tetap
  • D. Sumbangan yang langsung dicatat sebagai pengurang utang organisasi
Jawaban: A. Sumbangan dengan pembatasan penggunaan yang bersifat sementara dan akan berakhir setelah kondisi tertentu terpenuhi.
Sumbangan terikat temporer memiliki pembatasan yang dapat berakhir karena berlalunya waktu atau terpenuhinya tujuan tertentu yang ditetapkan oleh pemberi sumbangan.
20.

Sebuah yayasan menerima hibah senilai Rp500.000.000 dari sebuah perusahaan dengan syarat harus digunakan untuk membangun perpustakaan dalam dua tahun. Hibah ini diklasifikasikan sebagai…

  • A. Aset bersih tidak terikat karena sudah diterima secara tunai
  • B. Liabilitas karena masih ada kewajiban yang harus dipenuhi
  • C. Aset bersih terikat permanen karena berasal dari perusahaan
  • D. Aset bersih terikat temporer karena ada pembatasan waktu dan tujuan penggunaan
Jawaban: D. Aset bersih terikat temporer karena ada pembatasan waktu dan tujuan penggunaan.
Hibah dengan syarat harus digunakan untuk tujuan tertentu dalam batas waktu tertentu merupakan sumbangan terikat temporer, karena pembatasannya akan berakhir saat perpustakaan selesai dibangun.
21.

Pencatatan sumbangan dalam satu siklus akuntansi mencakup tahapan…

  • A. Identifikasi transaksi, pencatatan di buku besar pembantu, penyusunan anggaran
  • B. Identifikasi transaksi, jurnal, posting ke buku besar, penyusunan laporan
  • C. Penandatanganan perjanjian hibah, audit eksternal, penerbitan laporan publik
  • D. Penerimaan dana, investasi sementara, penggunaan untuk program, penutupan rekening
Jawaban: B. Identifikasi transaksi, jurnal, posting ke buku besar, penyusunan laporan.
Siklus akuntansi sumbangan mengikuti siklus akuntansi umum yang dimulai dari identifikasi transaksi, penjurnalan, posting ke buku besar, hingga penyusunan laporan keuangan.
22.

Sebuah lembaga sosial menerima janji sumbangan (pledge) senilai Rp200.000.000 yang akan dibayarkan enam bulan kemudian. Perlakuan akuntansi yang tepat atas janji tersebut adalah…

  • A. Tidak dicatat karena uang belum diterima secara tunai
  • B. Dicatat sebagai pendapatan hanya pada saat uang diterima
  • C. Diakui sebagai piutang sumbangan dan pendapatan saat janji dibuat, jika memenuhi syarat pengakuan
  • D. Dicatat sebagai aset tetap karena bersifat jangka panjang
Jawaban: C. Diakui sebagai piutang sumbangan dan pendapatan saat janji dibuat, jika memenuhi syarat pengakuan.
Janji sumbangan yang dapat dipaksakan secara hukum diakui pada saat janji dibuat dengan mendebit piutang sumbangan dan mengkredit pendapatan sumbangan sesuai prinsip akrual.
23.

Laporan keuangan pokok yang wajib disajikan oleh organisasi nirlaba sesuai PSAK 45 adalah…

  • A. Laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan
  • B. Neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas
  • C. Laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan
  • D. Laporan perubahan ekuitas, laporan aktivitas, dan laporan posisi keuangan
Jawaban: A. Laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
PSAK 45 mewajibkan entitas nirlaba menyajikan empat komponen laporan keuangan tersebut sebagai satu set laporan keuangan yang lengkap.
24.

Analisis laporan keuangan organisasi nirlaba yang bertujuan menilai kemampuan organisasi membiayai operasional tanpa bergantung pada sumbangan eksternal disebut analisis…

  • A. Analisis profitabilitas
  • B. Analisis leverage keuangan
  • C. Analisis nilai pasar
  • D. Analisis kemandirian keuangan
Jawaban: D. Analisis kemandirian keuangan.
Analisis kemandirian keuangan mengukur sejauh mana organisasi nirlaba mampu membiayai dirinya sendiri melalui pendapatan yang dihasilkan, tanpa ketergantungan berlebihan pada donasi eksternal.
25.

Rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi pengeluaran program dibandingkan total pengeluaran pada organisasi nirlaba adalah…

  • A. Rasio likuiditas lancar
  • B. Rasio efisiensi program
  • C. Rasio return on assets
  • D. Rasio debt to equity
Jawaban: B. Rasio efisiensi program.
Rasio efisiensi program menunjukkan perbandingan antara biaya yang dikeluarkan langsung untuk program dengan total biaya organisasi, mencerminkan seberapa besar dana yang sampai ke penerima manfaat.
26.

Tujuan dilaksanakannya audit internal pada organisasi tidak berorientasi laba adalah…

  • A. Memperoleh opini atas kewajaran laporan keuangan untuk keperluan publik
  • B. Memeriksa laporan pajak untuk disampaikan kepada otoritas perpajakan
  • C. Menilai efektivitas pengendalian internal dan memberikan rekomendasi perbaikan kepada manajemen
  • D. Memverifikasi kepatuhan terhadap hukum yang ditetapkan oleh regulator eksternal
Jawaban: C. Menilai efektivitas pengendalian internal dan memberikan rekomendasi perbaikan kepada manajemen.
Audit internal berfokus pada evaluasi sistem pengendalian internal organisasi dan memberikan masukan konstruktif kepada manajemen untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.
27.

Perbedaan mendasar antara audit internal dan audit eksternal pada organisasi nirlaba terletak pada…

  • A. Independensi dan tujuan audit yang berbeda, serta pengguna laporan hasil audit
  • B. Jumlah auditor yang terlibat dan besarnya biaya audit
  • C. Jenis standar akuntansi yang digunakan sebagai acuan pemeriksaan
  • D. Frekuensi pemeriksaan dan jenis dokumen yang diperiksa
Jawaban: A. Independensi dan tujuan audit yang berbeda, serta pengguna laporan hasil audit.
Audit internal dilakukan oleh pegawai internal untuk kepentingan manajemen, sedangkan audit eksternal dilakukan oleh auditor independen untuk memberikan opini kepada publik dan pemangku kepentingan eksternal.
28.

Audit eksternal atas laporan keuangan organisasi nirlaba menghasilkan output berupa…

  • A. Rekomendasi peningkatan efisiensi program sosial
  • B. Laporan manajemen atas pengendalian internal
  • C. Rencana strategis pengembangan organisasi lima tahun ke depan
  • D. Laporan auditor independen yang memuat opini atas kewajaran laporan keuangan
Jawaban: D. Laporan auditor independen yang memuat opini atas kewajaran laporan keuangan.
Hasil akhir audit eksternal adalah laporan auditor independen yang berisi opini apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi yang berlaku.
29.

Alasan utama organisasi nirlaba diwajibkan menjalani audit eksternal adalah…

  • A. Kewajiban membayar pajak penghasilan kepada pemerintah
  • B. Kebutuhan akuntabilitas kepada donatur dan publik atas pengelolaan dana yang dipercayakan
  • C. Persyaratan pencatatan saham di bursa efek
  • D. Kewajiban menerbitkan prospektus tahunan kepada investor
Jawaban: B. Kebutuhan akuntabilitas kepada donatur dan publik atas pengelolaan dana yang dipercayakan.
Audit eksternal pada organisasi nirlaba terutama didorong oleh tuntutan akuntabilitas publik, karena organisasi ini mengelola dana dari donatur dan masyarakat yang berhak mengetahui penggunaannya secara benar.
30.

Komponen pengendalian internal yang memastikan setiap transaksi keuangan melibatkan lebih dari satu orang dalam prosesnya disebut…

  • A. Pengendalian fisik aset
  • B. Rekonsiliasi bank bulanan
  • C. Pemisahan tugas
  • D. Otorisasi manajemen puncak
Jawaban: C. Pemisahan tugas.
Pemisahan tugas (segregation of duties) mengharuskan fungsi otorisasi, pencatatan, dan penyimpanan aset dilakukan oleh orang yang berbeda untuk mencegah kecurangan dan kesalahan.
31.

Konsep dasar evaluasi organisasi tidak berorientasi laba bertujuan untuk…

  • A. Menilai sejauh mana organisasi telah mencapai misi dan tujuannya secara efektif dan efisien
  • B. Menentukan besarnya bonus yang diterima oleh pengurus organisasi
  • C. Mengukur nilai pasar organisasi untuk kepentingan akuisisi
  • D. Membandingkan kinerja keuangan dengan rata-rata industri
Jawaban: A. Menilai sejauh mana organisasi telah mencapai misi dan tujuannya secara efektif dan efisien.
Evaluasi organisasi nonprofit berfokus pada pencapaian misi, dampak program, dan efisiensi penggunaan sumber daya, berbeda dengan evaluasi bisnis yang berfokus pada profitabilitas.
32.

Indikator kinerja kunci (key performance indicator) yang tepat untuk mengukur dampak sosial sebuah lembaga pendidikan nirlaba adalah…

  • A. Nilai total aset yang dimiliki lembaga pada akhir tahun
  • B. Besarnya surplus dari penyelenggaraan kegiatan pendidikan
  • C. Jumlah donatur baru yang bergabung setiap tahun
  • D. Tingkat kelulusan dan peningkatan kompetensi peserta didik yang dilayani
Jawaban: D. Tingkat kelulusan dan peningkatan kompetensi peserta didik yang dilayani.
KPI yang relevan untuk lembaga pendidikan nirlaba adalah ukuran dampak langsung terhadap penerima manfaat, yaitu pencapaian akademik dan peningkatan kapasitas peserta didik.
33.

Studi kasus penyusunan kerangka acuan kerja (terms of reference) pada organisasi nirlaba digunakan untuk…

  • A. Menetapkan standar gaji bagi seluruh karyawan organisasi
  • B. Mendefinisikan tujuan, ruang lingkup, metodologi, dan hasil yang diharapkan dari suatu kegiatan atau proyek
  • C. Mengajukan perizinan operasional kepada instansi pemerintah terkait
  • D. Menyusun laporan akhir tahun kepada pemberi hibah internasional
Jawaban: B. Mendefinisikan tujuan, ruang lingkup, metodologi, dan hasil yang diharapkan dari suatu kegiatan atau proyek.
Kerangka acuan kerja berfungsi sebagai panduan operasional yang menetapkan parameter, target, dan metodologi pelaksanaan kegiatan agar program berjalan terarah dan terukur.
34.

Kerangka logis (logical framework) dalam evaluasi program nirlaba menghubungkan antara…

  • A. Struktur organisasi dengan hierarki pelaporan keuangan
  • B. Jadwal pelaksanaan dengan besarnya anggaran yang tersedia
  • C. Input, aktivitas, output, outcome, dan dampak program secara sistematis
  • D. Jumlah tenaga relawan dengan target penerima manfaat yang dilayani
Jawaban: C. Input, aktivitas, output, outcome, dan dampak program secara sistematis.
Kerangka logis (logframe) menggambarkan rantai hasil program dari sumber daya yang digunakan (input) hingga dampak jangka panjang yang ingin dicapai, sebagai alat perencanaan dan evaluasi yang sistematis.
35.

Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) termasuk dalam kategori organisasi tidak berorientasi laba karena…

  • A. Dana yang dihimpun didistribusikan kepada mustahiq sesuai ketentuan syariah, bukan untuk keuntungan pengelola
  • B. Seluruh pengelolanya adalah relawan tanpa kompensasi finansial
  • C. LAZIS hanya beroperasi di lingkungan masjid dan tidak memiliki badan hukum
  • D. Dana zakat dikecualikan dari kewajiban pelaporan keuangan apapun
Jawaban: A. Dana yang dihimpun didistribusikan kepada mustahiq sesuai ketentuan syariah, bukan untuk keuntungan pengelola.
LAZIS menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada golongan yang berhak (mustahiq) sesuai syariah, sehingga tidak ada distribusi keuntungan kepada pengelola atau pendiri.
36.

Delapan golongan yang berhak menerima zakat (asnaf) yang menjadi dasar penyaluran dana LAZIS adalah…

  • A. Fakir, miskin, guru, santri, yatim, janda, dhuafa, dan mualaf
  • B. Fakir, miskin, amil, gharim, mualaf, riqab, sabilillah, dan ibnussabil
  • C. Fakir, miskin, yatim, janda, dhuafa, narapidana, pengungsi, dan penyandang disabilitas
  • D. Fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil
Jawaban: D. Fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil.
Delapan asnaf penerima zakat ini tercantum dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60 dan menjadi landasan utama penyaluran dana LAZIS sesuai prinsip syariah.
37.

Sistem akuntansi LAZIS menggunakan dana (fund accounting) karena…

  • A. Peraturan perpajakan mewajibkan LAZIS menggunakan basis kas tunggal
  • B. Setiap jenis dana (zakat, infak, sedekah) memiliki ketentuan penggunaan yang berbeda sehingga harus dicatat terpisah
  • C. LAZIS beroperasi di bawah pengawasan Bank Indonesia sehingga wajib menggunakan sistem perbankan
  • D. Sistem dana memudahkan perhitungan pajak penghasilan LAZIS
Jawaban: B. Setiap jenis dana (zakat, infak, sedekah) memiliki ketentuan penggunaan yang berbeda sehingga harus dicatat terpisah.
Zakat wajib disalurkan hanya kepada asnaf, sedangkan infak dan sedekah lebih fleksibel. Fund accounting memastikan setiap dana dikelola dan dilaporkan sesuai peruntukan syariahnya masing-masing.
38.

Siklus akuntansi LAZIS dimulai dari transaksi penerimaan dana muzakki. Jurnal yang dibuat saat menerima zakat tunai dari muzakki adalah…

  • A. Debit Utang Zakat, Kredit Kas
  • B. Debit Beban Zakat, Kredit Kas
  • C. Debit Kas, Kredit Penerimaan Dana Zakat
  • D. Debit Piutang Zakat, Kredit Pendapatan Zakat
Jawaban: C. Debit Kas, Kredit Penerimaan Dana Zakat.
Saat LAZIS menerima zakat tunai, kas bertambah (debit) dan penerimaan dana zakat diakui sebagai kredit. Ini mencerminkan aliran masuk dana yang akan dikelola dan disalurkan sesuai ketentuan syariah.
39.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berbeda dari LAZIS terutama dalam hal…

  • A. Sumber pendanaan dan dasar hukum pengelolaan dana yang menjadi acuan
  • B. Kewajiban menyusun laporan keuangan tahunan
  • C. Keharusan memiliki kantor dan staf administratif tetap
  • D. Larangan menerima pendanaan dari pihak asing
Jawaban: A. Sumber pendanaan dan dasar hukum pengelolaan dana yang menjadi acuan.
LAZIS berlandaskan hukum syariah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, sedangkan LSM mengandalkan hibah, grant internasional, atau subsidi pemerintah dengan mengacu pada regulasi hukum positif yang berlaku.
40.

Standar akuntansi yang digunakan sebagai acuan pelaporan keuangan LAZIS di Indonesia adalah…

  • A. PSAK 45 tentang Entitas Nirlaba
  • B. PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan
  • C. PSAK 50 tentang Instrumen Keuangan
  • D. PSAK 109 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah
Jawaban: D. PSAK 109 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah.
PSAK 109 diterbitkan khusus untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi zakat, infak, dan sedekah pada amil, termasuk LAZIS.
41.

Akuntansi untuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menerima dana hibah dari lembaga donor internasional harus memperhatikan…

  • A. Nilai tukar saham donor di bursa internasional
  • B. Persyaratan pelaporan yang ditetapkan oleh donor, termasuk format dan periode pelaporan
  • C. Kewajiban membayar bea masuk atas setiap transfer dana dari luar negeri
  • D. Pembagian keuntungan dengan kantor perwakilan donor di Indonesia
Jawaban: B. Persyaratan pelaporan yang ditetapkan oleh donor, termasuk format dan periode pelaporan.
LSM penerima hibah internasional wajib memenuhi syarat pelaporan dari donor, yang sering mencakup format laporan khusus, periode pertanggungjawaban, dan bukti penggunaan dana sesuai proposal.
42.

Sebuah LSM menerima hibah Rp1.000.000.000 dari donor luar negeri untuk program pemberdayaan perempuan selama dua tahun. Perlakuan akuntansi yang tepat adalah…

  • A. Diakui seluruhnya sebagai pendapatan pada saat dana diterima
  • B. Dicatat sebagai utang kepada donor yang harus dikembalikan setelah program selesai
  • C. Diakui secara bertahap sebagai pendapatan seiring dengan terpenuhinya kondisi dan penggunaan dana sesuai program
  • D. Dibagi sama rata dan diakui sebagai pendapatan setiap bulan selama 24 bulan
Jawaban: C. Diakui secara bertahap sebagai pendapatan seiring dengan terpenuhinya kondisi dan penggunaan dana sesuai program.
Hibah dengan syarat penggunaan diakui sebagai pendapatan saat kondisi yang disyaratkan terpenuhi dan dana digunakan untuk tujuan yang ditetapkan, bukan sekaligus saat diterima.
43.

Partai politik sebagai organisasi tidak berorientasi laba memiliki sumber pendanaan utama yang bersifat khas, yaitu…

  • A. Iuran anggota, sumbangan yang sah, dan bantuan keuangan dari pemerintah
  • B. Penjualan saham kepada masyarakat melalui bursa efek
  • C. Pembagian laba dari perusahaan milik partai dan investasi portofolio
  • D. Hibah dari lembaga asing dan sumbangan dari pemerintah asing
Jawaban: A. Iuran anggota, sumbangan yang sah, dan bantuan keuangan dari pemerintah.
Undang-Undang Partai Politik di Indonesia menetapkan bahwa sumber keuangan partai berasal dari iuran anggota, sumbangan perseorangan atau badan usaha yang sah secara hukum, dan bantuan APBN atau APBD.
44.

Kewajiban pelaporan keuangan partai politik kepada publik di Indonesia bertujuan untuk…

  • A. Menghitung potensi pajak penghasilan yang harus dibayar partai
  • B. Menentukan besarnya bantuan pemerintah yang diterima di periode berikutnya
  • C. Membandingkan kekuatan finansial antar partai politik yang ada
  • D. Mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana partai kepada masyarakat dan KPU
Jawaban: D. Mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana partai kepada masyarakat dan KPU.
Pelaporan keuangan partai politik diwajibkan untuk memastikan dana yang diterima, termasuk bantuan negara, dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan lembaga pengawas.
45.

Sebuah LSM bidang kesehatan menerima sumbangan berupa obat-obatan senilai Rp150.000.000. Perlakuan akuntansi yang tepat untuk sumbangan non-tunai ini adalah…

  • A. Tidak dicatat karena bukan penerimaan uang tunai
  • B. Dicatat sebagai pendapatan sumbangan non-tunai sebesar nilai wajar obat-obatan tersebut
  • C. Dicatat hanya dalam catatan atas laporan keuangan tanpa mempengaruhi nilai aset
  • D. Dicatat sebagai utang kepada donatur sampai obat disalurkan kepada penerima manfaat
Jawaban: B. Dicatat sebagai pendapatan sumbangan non-tunai sebesar nilai wajar obat-obatan tersebut.
Sumbangan dalam bentuk barang diakui sebagai pendapatan dan aset sebesar nilai wajarnya pada tanggal penerimaan, sesuai prinsip pengakuan aset dan pendapatan dalam akuntansi nonprofit.
46.

Transparansi pengelolaan keuangan LAZIS kepada muzakki dapat diwujudkan melalui…

  • A. Pemberian bonus kepada muzakki yang menyetor zakat dalam jumlah besar
  • B. Penggabungan seluruh rekening dana ke dalam satu akun bank
  • C. Publikasi laporan keuangan yang telah diaudit dan laporan penyaluran dana secara berkala
  • D. Pembatasan akses informasi keuangan hanya untuk pengurus internal LAZIS
Jawaban: C. Publikasi laporan keuangan yang telah diaudit dan laporan penyaluran dana secara berkala.
Transparansi LAZIS kepada muzakki diwujudkan dengan menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit secara independen dan laporan distribusi zakat kepada asnaf secara berkala dan mudah diakses publik.
47.

Pengelolaan dana abadi (endowment fund) yang diterima oleh yayasan nirlaba memiliki ketentuan bahwa…

  • A. Pokok dana tidak boleh digunakan dan hanya hasil investasinya yang dimanfaatkan untuk program
  • B. Seluruh dana dapat digunakan untuk keperluan operasional segera setelah diterima
  • C. Dana hanya dapat diinvestasikan dalam deposito perbankan syariah
  • D. Dana wajib didistribusikan habis dalam satu tahun anggaran
Jawaban: A. Pokok dana tidak boleh digunakan dan hanya hasil investasinya yang dimanfaatkan untuk program.
Dana abadi atau endowment bersifat terikat permanen, di mana pokok dana wajib dipertahankan, sementara hanya imbal hasil investasinya yang dapat digunakan untuk mendanai program atau operasional organisasi.
48.

Organisasi nirlaba yang menerima dana dari berbagai sumber dengan pembatasan yang berbeda-beda sebaiknya menggunakan sistem…

  • A. Sistem akuntansi tunggal tanpa pemisahan jenis dana
  • B. Sistem akuntansi berbasis kas tanpa jurnal penyesuaian
  • C. Sistem akuntansi yang hanya mencatat transaksi terbesar saja
  • D. Sistem akuntansi dana (fund accounting) yang memisahkan pencatatan per jenis dana
Jawaban: D. Sistem akuntansi dana (fund accounting) yang memisahkan pencatatan per jenis dana.
Fund accounting memungkinkan organisasi melacak dan melaporkan setiap sumber dana secara terpisah sesuai pembatasan yang ditetapkan oleh masing-masing pemberi dana, menjamin akuntabilitas penggunaan dana.
49.

Laporan pertanggungjawaban keuangan partai politik wajib disampaikan kepada…

  • A. Komisi Pemberantasan Korupsi dan Mahkamah Konstitusi
  • B. Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pemeriksa Keuangan
  • C. Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Perwakilan Rakyat
  • D. Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia
Jawaban: B. Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pemeriksa Keuangan.
Sesuai regulasi kepartaian di Indonesia, laporan keuangan partai politik disampaikan kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu dan BPK sebagai lembaga pengawas keuangan negara, khususnya terkait bantuan keuangan dari APBN atau APBD.
50.

Tantangan terbesar dalam akuntansi untuk partai politik dibandingkan dengan organisasi nirlaba lainnya adalah…

  • A. Kewajiban menyusun laporan keuangan konsolidasi seluruh cabang partai secara bersamaan
  • B. Tidak tersedianya standar akuntansi yang khusus mengatur keuangan partai politik
  • C. Kompleksitas sumber dana yang mencakup iuran, sumbangan, dan bantuan negara, dengan batasan dan kewajiban pelaporan yang berbeda untuk setiap sumber
  • D. Kewajiban menerbitkan laporan keuangan dalam bahasa asing untuk kepentingan mitra internasional
Jawaban: C. Kompleksitas sumber dana yang mencakup iuran, sumbangan, dan bantuan negara, dengan batasan dan kewajiban pelaporan yang berbeda untuk setiap sumber.
Partai politik mengelola berbagai jenis dana dengan persyaratan pelaporan yang berbeda-beda, termasuk pembatasan besaran sumbangan dan kewajiban audit khusus untuk bantuan negara, yang membutuhkan sistem akuntansi yang lebih kompleks.

Persiapan yang matang mencakup pemahaman tentang format ujian yang akan kamu hadapi. Di UT, ada dua skema ujian yang berlaku, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM) yang dilaksanakan langsung di lokasi ujian, dan Ujian Online (UO) yang bisa dikerjakan dari rumah dengan waktu yang sudah ditentukan.

Setiap soal yang kamu kerjakan, setiap konsep yang kamu pahami lebih dalam, semuanya menumpuk jadi bekal nyata saat hari ujian tiba. Semoga perjuanganmu dalam mempersiapkan Soal UAS UT UT EPFA4329 Akuntansi Organisasi Tidak Berorientasi Laba berujung pada hasil yang benar-benar membanggakan.

Bagikan

error: Content is protected !!