Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.

Donasi sekarang

Soal UAS UT EPFA4336 Audit Forensik dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT EPFA4336 Audit Forensik dan Kunci Jawaban
Soal UT EPFA4336 Audit Forensik

Menghadapi Ujian Akhir Semester di Universitas Terbuka bukan sekadar rutinitas akademik biasa. Mahasiswa UT dituntut mampu menyerap materi dari tumpukan modul secara mandiri. Tanpa strategi belajar yang tepat, soal UT bisa terasa jauh lebih berat dari yang dibayangkan.

Mata kuliah ini bukan hanya soal nilai di atas kertas, melainkan membentuk cara berpikir kritis dalam memahami praktik audit yang berintegritas. Soal UAS UT EPFA4336 Audit Forensik dirancang untuk mengukur seberapa dalam mahasiswa benar-benar memahami substansinya.

Maka, berlatih dengan kisi-kisi soal UT dan soal latihan UT adalah langkah paling cerdas yang bisa Anda ambil. Latihan bukan hanya ajang mengulang materi, tapi juga simulasi nyata sebelum menghadapi ujian sesungguhnya. Semakin sering berlatih.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT EPFA4336 Audit Forensik

1.

Fraud yang dilakukan oleh pejabat publik dengan menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi disebut…

  • A. Embezzlement
  • B. Money laundering
  • C. Korupsi
  • D. Insider trading
C. Korupsi
2.

Teori fraud yang menjelaskan bahwa seseorang melakukan kecurangan karena adanya tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi disebut…

  • A. Agency Theory
  • B. Fraud Triangle
  • C. Broken Window Theory
  • D. Stewardship Theory
B. Fraud Triangle
3.

Salah satu tujuan utama sistem pengendalian internal di sektor publik adalah…

  • A. Memaksimalkan keuntungan organisasi
  • B. Meningkatkan gaji pegawai negeri
  • C. Menjamin keandalan laporan keuangan dan kepatuhan terhadap regulasi
  • D. Mempercepat proses rekrutmen ASN
C. Menjamin keandalan laporan keuangan dan kepatuhan terhadap regulasi
4.

Dalam audit forensik digital, barang bukti yang diperoleh dari perangkat elektronik harus memenuhi prinsip…

  • A. Relevansi, reliabilitas, dan aksesibilitas
  • B. Integritas, autentisitas, dan rantai bukti yang terjaga
  • C. Kerahasiaan, kecepatan, dan efisiensi
  • D. Transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas
B. Integritas, autentisitas, dan rantai bukti yang terjaga
5.

Metode pencegahan fraud yang berfokus pada identifikasi kelemahan sistem sebelum terjadi penyimpangan disebut…

  • A. Deteksi dini
  • B. Audit investigatif
  • C. Proactive fraud prevention
  • D. Whistleblowing
C. Proactive fraud prevention
6.

Jenis fraud yang berupa manipulasi laporan keuangan untuk menyembunyikan kerugian perusahaan termasuk kategori…

  • A. Asset misappropriation
  • B. Corruption
  • C. Fraudulent financial reporting
  • D. Bribery
C. Fraudulent financial reporting
7.

Audit berbasis risiko pada sektor publik bertujuan untuk…

  • A. Mengevaluasi semua transaksi tanpa terkecuali
  • B. Mengalokasikan sumber daya audit pada area berisiko tinggi
  • C. Menggantikan fungsi audit internal secara keseluruhan
  • D. Menyusun laporan keuangan pemerintah
B. Mengalokasikan sumber daya audit pada area berisiko tinggi
8.

Proses pengumpulan, pemeliharaan, dan analisis bukti digital dalam konteks hukum disebut…

  • A. Digital surveillance
  • B. Cyber intelligence
  • C. Forensik digital
  • D. Penetration testing
C. Forensik digital
9.

Rencana audit investigatif yang baik harus mencakup…

  • A. Anggaran belanja negara yang akan diaudit
  • B. Tujuan audit, ruang lingkup, metodologi, dan sumber daya
  • C. Nama seluruh pegawai di unit yang diaudit
  • D. Laporan hasil audit tahun sebelumnya
B. Tujuan audit, ruang lingkup, metodologi, dan sumber daya
10.

Kerugian negara dalam konteks audit investigatif didefinisikan sebagai…

  • A. Pengeluaran pemerintah yang tidak dianggarkan
  • B. Berkurangnya kekayaan negara akibat perbuatan melawan hukum
  • C. Selisih antara anggaran dan realisasi belanja
  • D. Utang pemerintah kepada pihak ketiga
B. Berkurangnya kekayaan negara akibat perbuatan melawan hukum
11.

Etika dalam audit forensik digital mengharuskan auditor untuk…

  • A. Mempublikasikan semua temuan audit kepada masyarakat
  • B. Bekerja sama dengan tersangka untuk mempercepat proses
  • C. Menjaga objektivitas, independensi, dan kerahasiaan informasi
  • D. Mengabaikan bukti yang tidak mendukung hipotesis awal
C. Menjaga objektivitas, independensi, dan kerahasiaan informasi
12.

Salah satu ciri khas dari insider threat (ancaman dari dalam) dalam kejahatan berbasis digital adalah…

  • A. Pelaku berasal dari luar organisasi
  • B. Serangan dilakukan melalui jaringan publik
  • C. Pelaku memiliki akses sah ke sistem yang diserang
  • D. Motif pelaku selalu bersifat finansial
C. Pelaku memiliki akses sah ke sistem yang diserang
13.

Dokumen yang memuat catatan rinci tentang seluruh prosedur, bukti, dan kesimpulan selama pelaksanaan audit investigatif disebut…

  • A. Laporan audit akhir
  • B. Kertas kerja audit
  • C. Surat tugas audit
  • D. Berita acara pemeriksaan
B. Kertas kerja audit
14.

Regulasi utama yang menjadi dasar hukum pelaksanaan audit forensik digital di Indonesia adalah…

  • A. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
  • B. UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  • C. UU No. 15 Tahun 2006 tentang BPK
  • D. UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN
B. UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
15.

Dalam sistem anti-fraud, mekanisme pelaporan pelanggaran secara anonim oleh karyawan dikenal dengan istilah…

  • A. Exit interview
  • B. Peer review
  • C. Whistleblowing system
  • D. Internal control review
C. Whistleblowing system
16.

Rantai bukti (chain of custody) dalam forensik digital sangat penting karena…

  • A. Menjamin kecepatan proses penyidikan
  • B. Memastikan bukti tidak mengalami perubahan sejak dikumpulkan hingga dihadirkan di pengadilan
  • C. Meningkatkan nilai barang bukti secara hukum
  • D. Mempermudah koordinasi antara auditor dan jaksa
B. Memastikan bukti tidak mengalami perubahan sejak dikumpulkan hingga dihadirkan di pengadilan
17.

Identifikasi tempat kejadian perkara dalam audit investigatif bertujuan untuk…

  • A. Menentukan anggaran yang diperlukan untuk audit
  • B. Memetakan lokasi fisik dan virtual yang relevan dengan dugaan fraud
  • C. Memilih personel audit yang akan ditugaskan
  • D. Menyusun laporan awal kepada atasan
B. Memetakan lokasi fisik dan virtual yang relevan dengan dugaan fraud
18.

Koleksi barang bukti digital yang valid harus dilakukan dengan menggunakan…

  • A. Perangkat lunak komersial yang tersedia secara bebas
  • B. Tools forensik yang telah tervalidasi dan menghasilkan hash value untuk verifikasi integritas
  • C. Metode manual tanpa perangkat elektronik
  • D. Prosedur yang ditentukan oleh tersangka
B. Tools forensik yang telah tervalidasi dan menghasilkan hash value untuk verifikasi integritas
19.

Fraud yang melibatkan penggunaan aset organisasi untuk keperluan pribadi tanpa izin termasuk jenis…

  • A. Fraudulent statement
  • B. Corruption
  • C. Asset misappropriation
  • D. Money laundering
C. Asset misappropriation
20.

Dalam perencanaan audit investigatif, hipotesis awal dirumuskan berdasarkan…

  • A. Opini publik tentang pejabat yang diduga korupsi
  • B. Informasi awal, pengaduan, atau hasil analisis dokumen
  • C. Rekomendasi dari BPK tahun sebelumnya
  • D. Arahan dari pimpinan organisasi yang diaudit
B. Informasi awal, pengaduan, atau hasil analisis dokumen
21.

Komponen utama sistem pengendalian internal menurut COSO framework meliputi…

  • A. Input, proses, output, dan umpan balik
  • B. Lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi & komunikasi, serta pemantauan
  • C. Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
  • D. Anggaran, realisasi, evaluasi, dan pelaporan
B. Lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi & komunikasi, serta pemantauan
22.

Tindak lanjut hasil audit investigatif dapat berupa…

  • A. Penerbitan laporan keuangan yang telah dikoreksi
  • B. Penyerahan laporan kepada aparat penegak hukum dan pemulihan kerugian negara
  • C. Pemecatan langsung tersangka oleh auditor
  • D. Pemberian sanksi administratif oleh BPK
B. Penyerahan laporan kepada aparat penegak hukum dan pemulihan kerugian negara
23.

Salah satu teknik yang digunakan dalam pendeteksian fraud adalah analisis…

  • A. Regresi linear berganda
  • B. Anomali atau ketidakwajaran dalam transaksi keuangan
  • C. Kepuasan kerja pegawai
  • D. Struktur organisasi secara hierarkis
B. Anomali atau ketidakwajaran dalam transaksi keuangan
24.

Sifat audit forensik yang membedakannya dari audit keuangan biasa adalah…

  • A. Audit forensik hanya dilakukan oleh BPK
  • B. Audit forensik berorientasi pada pengungkapan fraud dan penyediaan bukti hukum
  • C. Audit forensik tidak memerlukan dokumentasi
  • D. Audit forensik dilakukan setiap tahun secara rutin
B. Audit forensik berorientasi pada pengungkapan fraud dan penyediaan bukti hukum
25.

Potensi tuntutan hukum terhadap auditor dapat muncul apabila auditor…

  • A. Menemukan terlalu banyak temuan audit
  • B. Melaporkan hasil audit kepada penegak hukum
  • C. Melakukan kelalaian, ketidakjujuran, atau pelanggaran standar profesi
  • D. Menggunakan software forensik yang tidak berlisensi resmi
C. Melakukan kelalaian, ketidakjujuran, atau pelanggaran standar profesi
26.

Jenis-jenis fraud berdasarkan pelakunya dapat dibedakan menjadi…

  • A. Fraud internal dan fraud eksternal
  • B. Fraud kecil dan fraud besar
  • C. Fraud langsung dan fraud tidak langsung
  • D. Fraud aktif dan fraud pasif
A. Fraud internal dan fraud eksternal
27.

Dalam analisis bukti digital, hash value digunakan untuk…

  • A. Mengenkripsi data yang ditemukan
  • B. Memverifikasi bahwa bukti tidak mengalami perubahan sejak dikumpulkan
  • C. Mengidentifikasi pemilik perangkat digital
  • D. Mempercepat proses transfer data
B. Memverifikasi bahwa bukti tidak mengalami perubahan sejak dikumpulkan
28.

Laporan hasil audit investigatif yang baik harus memuat…

  • A. Hanya kesimpulan tanpa bukti pendukung
  • B. Latar belakang, metodologi, temuan, bukti, dan rekomendasi
  • C. Identitas lengkap semua saksi yang diwawancarai
  • D. Prediksi kerugian negara di masa mendatang
B. Latar belakang, metodologi, temuan, bukti, dan rekomendasi
29.

Prinsip implementasi audit berbasis risiko yang paling utama adalah…

  • A. Seluruh risiko harus ditangani dengan prioritas yang sama
  • B. Risiko yang telah terjadi tidak perlu dipertimbangkan lagi
  • C. Sumber daya audit dialokasikan sesuai tingkat risiko yang teridentifikasi
  • D. Auditor menentukan risiko berdasarkan intuisi profesional semata
C. Sumber daya audit dialokasikan sesuai tingkat risiko yang teridentifikasi
30.

Sejarah audit forensik digital dimulai secara formal ketika…

  • A. Internet pertama kali ditemukan pada tahun 1960-an
  • B. Kejahatan berbasis komputer mulai menjadi perhatian aparat hukum dan dibutuhkan metode khusus pengumpulan bukti digital
  • C. BPK RI mulai menggunakan sistem komputer untuk audit
  • D. Pemerintah Indonesia mengesahkan UU ITE
B. Kejahatan berbasis komputer mulai menjadi perhatian aparat hukum dan dibutuhkan metode khusus pengumpulan bukti digital
31.

Penetapan jenis penyimpangan dalam audit investigatif dilakukan berdasarkan…

  • A. Pendapat pribadi auditor
  • B. Perbandingan antara kondisi yang ditemukan dengan kriteria atau standar yang berlaku
  • C. Laporan media massa tentang kasus yang sedang ditangani
  • D. Permintaan dari pimpinan instansi yang diaudit
B. Perbandingan antara kondisi yang ditemukan dengan kriteria atau standar yang berlaku
32.

Teknik wawancara dalam audit investigatif harus dilakukan dengan memperhatikan…

  • A. Tekanan psikologis agar narasumber cepat mengakui kesalahan
  • B. Kecepatan agar seluruh saksi dapat diwawancarai dalam satu hari
  • C. Prinsip objektivitas dan tidak memengaruhi jawaban narasumber
  • D. Kepentingan institusi yang paling diuntungkan dari hasil audit
C. Prinsip objektivitas dan tidak memengaruhi jawaban narasumber
33.

Dalam konteks forensik digital, metadata pada file dokumen dapat memberikan informasi tentang…

  • A. Isi dokumen secara keseluruhan
  • B. Waktu pembuatan, modifikasi, dan identitas pengguna yang mengakses file
  • C. Ukuran file yang tersimpan
  • D. Lokasi fisik komputer yang digunakan
B. Waktu pembuatan, modifikasi, dan identitas pengguna yang mengakses file
34.

Audit Anti-Fraud di sektor publik difokuskan pada pencegahan…

  • A. Kesalahan teknis dalam sistem informasi keuangan
  • B. Penyalahgunaan wewenang, korupsi, dan manipulasi data keuangan pemerintah
  • C. Inefisiensi dalam proses pengadaan barang dan jasa
  • D. Keterlambatan penyampaian laporan keuangan
B. Penyalahgunaan wewenang, korupsi, dan manipulasi data keuangan pemerintah
35.

Pelaksanaan audit investigatif di sektor publik diatur dalam standar yang ditetapkan oleh…

  • A. Kementerian Keuangan RI
  • B. Asosiasi Auditor Internal Indonesia
  • C. BPKP dan BPK sesuai kewenangannya
  • D. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
C. BPKP dan BPK sesuai kewenangannya
36.

Manfaat penerapan sistem anti-fraud yang efektif di sektor publik antara lain adalah…

  • A. Memperlambat proses birokrasi pemerintahan
  • B. Mengurangi kebutuhan akan audit eksternal
  • C. Meningkatkan kepercayaan publik dan meminimalkan kerugian negara
  • D. Menurunkan jumlah pegawai negeri yang diperlukan
C. Meningkatkan kepercayaan publik dan meminimalkan kerugian negara
37.

Salah satu jenis kejahatan berbasis digital yang sering terjadi dalam sektor publik adalah…

  • A. Phishing untuk mencuri kredensial akses sistem keuangan pemerintah
  • B. Pembajakan hak cipta software perkantoran
  • C. Penggunaan media sosial oleh ASN
  • D. Akses internet yang tidak dibatasi di kantor pemerintahan
A. Phishing untuk mencuri kredensial akses sistem keuangan pemerintah
38.

Pelaporan hasil audit investigatif kepada instansi yang berwenang merupakan kewajiban yang didasarkan pada prinsip…

  • A. Efisiensi dan efektivitas organisasi
  • B. Akuntabilitas dan penegakan hukum
  • C. Kerahasiaan informasi organisasi
  • D. Hierarki kepemimpinan birokrasi
B. Akuntabilitas dan penegakan hukum
39.

Dalam forensik digital, proses imaging atau kloning media penyimpanan dilakukan dengan tujuan…

  • A. Mempercepat analisis dengan menggunakan komputer yang lebih cepat
  • B. Membuat salinan identik agar analisis dilakukan pada salinan tanpa merusak barang bukti asli
  • C. Mengompres data agar lebih mudah disimpan
  • D. Menghapus data yang tidak relevan dari media penyimpanan
B. Membuat salinan identik agar analisis dilakukan pada salinan tanpa merusak barang bukti asli
40.

Perhitungan kerugian keuangan negara dalam audit investigatif dilakukan dengan membandingkan…

  • A. APBN tahun berjalan dengan tahun sebelumnya
  • B. Gaji pejabat dengan standar internasional
  • C. Kondisi nyata dengan kondisi yang seharusnya terjadi sesuai ketentuan
  • D. Temuan auditor dengan laporan media massa
C. Kondisi nyata dengan kondisi yang seharusnya terjadi sesuai ketentuan
41.

Karakteristik utama dari bukti digital yang dapat diterima di pengadilan adalah…

  • A. Bukti diperoleh dengan cara apapun asalkan relevan
  • B. Bukti harus memiliki nilai moneter yang signifikan
  • C. Bukti dikumpulkan, disimpan, dan dianalisis sesuai prosedur hukum yang berlaku
  • D. Bukti harus diserahkan dalam format tercetak
C. Bukti dikumpulkan, disimpan, dan dianalisis sesuai prosedur hukum yang berlaku
42.

Tahapan dalam perencanaan audit investigatif yang dilakukan pertama kali adalah…

  • A. Penyusunan laporan hasil audit
  • B. Pengumpulan bukti di lapangan
  • C. Penerimaan informasi awal dan penilaian apakah kasus layak untuk diinvestigasi
  • D. Wawancara dengan tersangka utama
C. Penerimaan informasi awal dan penilaian apakah kasus layak untuk diinvestigasi
43.

Konsep “fraud risk assessment” dalam sistem pengendalian internal bertujuan untuk…

  • A. Menilai kinerja auditor internal secara berkala
  • B. Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko terjadinya fraud dalam organisasi
  • C. Menyusun anggaran pengawasan tahunan
  • D. Menentukan sanksi bagi pegawai yang melanggar aturan
B. Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko terjadinya fraud dalam organisasi
44.

Praktik penetapan sistem pengendalian internal yang efektif harus melibatkan…

  • A. Hanya manajemen puncak tanpa melibatkan staf operasional
  • B. Konsultan eksternal dari luar negeri
  • C. Seluruh lapisan organisasi mulai dari pimpinan hingga staf pelaksana
  • D. Auditor BPK sebagai pihak yang bertanggung jawab
C. Seluruh lapisan organisasi mulai dari pimpinan hingga staf pelaksana
45.

Dalam konteks audit forensik, “timeline analysis” digunakan untuk…

  • A. Mengukur lamanya proses audit berlangsung
  • B. Merekonstruksi urutan kejadian berdasarkan data digital yang ditemukan
  • C. Menentukan jadwal wawancara dengan saksi
  • D. Menghitung biaya yang dibutuhkan untuk investigasi
B. Merekonstruksi urutan kejadian berdasarkan data digital yang ditemukan
46.

Regulasi yang mengatur kompetensi dan sertifikasi auditor forensik digital di Indonesia mengacu pada…

  • A. Standar yang ditetapkan oleh BNSP dan asosiasi profesi terkait
  • B. Ketentuan yang dibuat oleh Interpol
  • C. Persyaratan yang ditentukan secara mandiri oleh setiap lembaga audit
  • D. Kurikulum yang ditetapkan oleh perguruan tinggi
A. Standar yang ditetapkan oleh BNSP dan asosiasi profesi terkait
47.

Salah satu tantangan terbesar dalam analisis bukti digital adalah…

  • A. Terlalu banyaknya standar internasional yang harus diikuti
  • B. Volume data yang sangat besar dan kemungkinan data telah dienkripsi atau dihapus
  • C. Kurangnya perangkat keras yang tersedia di Indonesia
  • D. Tidak adanya regulasi yang mengatur forensik digital
B. Volume data yang sangat besar dan kemungkinan data telah dienkripsi atau dihapus
48.

Kertas kerja dalam pelaksanaan audit investigatif berfungsi sebagai…

  • A. Dokumen publik yang dapat diakses oleh siapapun
  • B. Bukti bahwa auditor telah bekerja sesuai standar dan dasar penyusunan laporan akhir
  • C. Laporan sementara yang diserahkan kepada tersangka
  • D. Alat komunikasi antara auditor dan media massa
B. Bukti bahwa auditor telah bekerja sesuai standar dan dasar penyusunan laporan akhir
49.

Prinsip independensi auditor dalam audit forensik berarti auditor harus…

  • A. Bekerja secara mandiri tanpa berkoordinasi dengan pihak manapun
  • B. Bebas dari pengaruh dan tekanan dari pihak yang diaudit maupun pihak yang menugaskan
  • C. Menolak semua bentuk komunikasi dengan auditee
  • D. Hanya menerima penugasan dari lembaga internasional
B. Bebas dari pengaruh dan tekanan dari pihak yang diaudit maupun pihak yang menugaskan
50.

Tindak lanjut yang paling efektif dari hasil audit investigatif yang menemukan kerugian negara secara signifikan adalah…

  • A. Mempublikasikan temuan melalui media sosial
  • B. Menyerahkan laporan kepada pimpinan instansi yang bersangkutan untuk diarsipkan
  • C. Melakukan audit ulang oleh tim yang berbeda
  • D. Menyerahkan hasil audit kepada aparat penegak hukum disertai bukti yang cukup untuk proses hukum
D. Menyerahkan hasil audit kepada aparat penegak hukum disertai bukti yang cukup untuk proses hukum

Mengerjakan soal UAS UT EPFA4336 Audit Forensik secara rutin terbukti ampuh mengasah pemahaman sekaligus melatih kecepatan berpikir saat ujian berlangsung. Baik format Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), maupun Take Home Exam (THE).

Setiap usaha yang Anda curahkan dalam mempelajari soal latihan UT hari ini adalah investasi nyata untuk hasil yang lebih baik. Jangan remehkan proses kecil seperti meringkas modul atau menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya.

Bagikan:

error: Content is protected !!