💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT FSSP4301 Panduan Aplikasi Komputer Akuntansi Perpajakan dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT FSSP4301 Panduan Aplikasi Komputer Akuntansi Perpajakan
Soal UT FSSP4301 Panduan Aplikasi Komputer Akuntansi Perpajakan

Apakah Anda sedang mempersiapkan ujian akhir semester untuk FSSP4301 Panduan Aplikasi Komputer Akuntansi Perpajakan dan mencari referensi latihan yang tepat? Mata kuliah ini menuntut pemahaman mendalam tentang penggunaan software akuntansi dalam konteks perpajakan Indonesia. Persiapan matang dengan latihan soal menjadi kunci kesuksesan Anda.

Bagaimana cara efektif mempersiapkan diri menghadapi ujian mata kuliah yang sangat aplikatif ini? Mengerjakan Soal UT secara rutin akan membantu Anda memahami pola pertanyaan dan mengasah kemampuan praktis dalam mengoperasikan aplikasi komputer akuntansi. Platform soalut.com menyediakan berbagai referensi pembelajaran yang dapat Anda manfaatkan.

Sudahkah Anda mengeksplorasi berbagai tipe Soal UAS UT untuk mata kuliah ini? Latihan dengan Soal Ujian UT yang beragam akan meningkatkan kepercayaan diri Anda saat menghadapi ujian sesungguhnya. Persiapan sistematis memastikan Anda menguasai baik aspek teoretis maupun praktis dari aplikasi komputer akuntansi perpajakan.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT FSSP4301 Panduan Aplikasi Komputer Akuntansi Perpajakan

1.

Dalam akuntansi perpajakan, koreksi fiskal positif akan mengakibatkan:

  • A. Penghasilan kena pajak bertambah
  • B. Penghasilan kena pajak berkurang
  • C. Beban fiskal berkurang
  • D. Pajak terutang berkurang
Jawaban: A. Penghasilan kena pajak bertambah.
Koreksi fiskal positif terjadi ketika terdapat beban yang secara komersial diakui namun tidak dapat dikurangkan secara fiskal, sehingga penghasilan kena pajak akan bertambah.
2.

Sistem DJP Online merupakan bagian dari transformasi digital perpajakan yang berfungsi untuk:

  • A. Menghitung otomatis pajak terutang wajib pajak
  • B. Menyediakan layanan perpajakan elektronik terintegrasi
  • C. Menggantikan fungsi konsultan pajak
  • D. Menghapus kewajiban pelaporan manual
Jawaban: B. Menyediakan layanan perpajakan elektronik terintegrasi.
DJP Online adalah platform layanan perpajakan elektronik yang mengintegrasikan berbagai layanan seperti e-Filing, e-Billing, dan layanan perpajakan lainnya dalam satu ekosistem digital.
3.

Pada tahap instalasi aplikasi akuntansi perpajakan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah:

  • A. Jumlah pengguna yang akan mengakses sistem
  • B. Spesifikasi sistem dan kompatibilitas perangkat
  • C. Biaya lisensi aplikasi
  • D. Koneksi internet yang stabil
Jawaban: B. Spesifikasi sistem dan kompatibilitas perangkat.
Sebelum instalasi, harus dipastikan bahwa spesifikasi sistem komputer memenuhi persyaratan minimum aplikasi dan kompatibel dengan perangkat yang akan digunakan agar aplikasi dapat berjalan optimal.
4.

Dalam penyusunan data induk perusahaan, klasifikasi jenis usaha penting untuk menentukan:

  • A. Jumlah karyawan yang dapat dipekerjakan
  • B. Jenis kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi
  • C. Besaran modal yang harus disetor
  • D. Lokasi kantor perusahaan
Jawaban: B. Jenis kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi.
Klasifikasi jenis usaha menentukan jenis kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi perusahaan, seperti apakah perusahaan wajib memungut PPN, jenis PPh yang harus dipotong, dan bentuk pelaporan yang dibutuhkan.
5.

Perbedaan utama antara bagan akun berbasis fiskal dengan bagan akun komersial adalah:

  • A. Jumlah digit kode akun yang digunakan
  • B. Pengelompokan akun disesuaikan untuk memudahkan pelaporan pajak
  • C. Bagan akun fiskal tidak menggunakan akun ekuitas
  • D. Bagan akun fiskal hanya mencatat transaksi tunai
Jawaban: B. Pengelompokan akun disesuaikan untuk memudahkan pelaporan pajak.
Bagan akun berbasis fiskal dirancang dengan pengelompokan yang disesuaikan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan fiskal dan identifikasi akun-akun yang memerlukan koreksi fiskal.
6.

Rekonsiliasi saldo buku besar dengan data fiskal pada input saldo awal bertujuan untuk:

  • A. Menambah jumlah aset perusahaan
  • B. Memastikan konsistensi data antara catatan komersial dan fiskal
  • C. Mengurangi beban pajak periode berjalan
  • D. Menghapus transaksi tahun sebelumnya
Jawaban: B. Memastikan konsistensi data antara catatan komersial dan fiskal.
Rekonsiliasi saldo awal memastikan bahwa data yang diinput ke sistem aplikasi konsisten antara catatan komersial dan fiskal, sehingga perhitungan pajak periode berjalan akurat.
7.

Dalam sistem aplikasi akuntansi perpajakan, PPN Masukan dicatat ketika:

  • A. Perusahaan melakukan penjualan barang kena pajak
  • B. Perusahaan melakukan pembelian dan membayar PPN
  • C. Perusahaan menerima pembayaran dari pelanggan
  • D. Perusahaan menyetor PPN ke kas negara
Jawaban: B. Perusahaan melakukan pembelian dan membayar PPN.
PPN Masukan adalah PPN yang dibayar perusahaan saat melakukan pembelian barang/jasa kena pajak, yang dapat dikreditkan dengan PPN Keluaran.
8.

Penanganan faktur pajak retur dalam aplikasi akuntansi perpajakan dilakukan dengan:

  • A. Menghapus faktur pajak keluaran yang sudah dibuat
  • B. Membuat nota retur yang dikaitkan dengan faktur pajak pengganti
  • C. Mengabaikan transaksi retur dalam pelaporan
  • D. Mencatat sebagai beban lain-lain
Jawaban: B. Membuat nota retur yang dikaitkan dengan faktur pajak pengganti.
Faktur pajak retur ditangani dengan membuat nota retur yang terhubung dengan faktur pajak terkait atau membuat faktur pajak pengganti sesuai ketentuan PPN.
9.

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) dalam perhitungan PPh Pasal 21 berfungsi sebagai:

  • A. Tarif pajak yang dikenakan kepada karyawan
  • B. Pengurang penghasilan bruto sebelum dikenakan tarif pajak
  • C. Kredit pajak yang dapat dikurangkan dari pajak terutang
  • D. Bonus yang diberikan perusahaan kepada karyawan
Jawaban: B. Pengurang penghasilan bruto sebelum dikenakan tarif pajak.
PTKP adalah pengurang dari penghasilan bruto untuk menghitung penghasilan kena pajak sebelum dikenakan tarif PPh Pasal 21, besarnya tergantung status perkawinan dan jumlah tanggungan.
10.

Perbedaan penghitungan PPh Pasal 21 untuk karyawan tetap dan tidak tetap terletak pada:

  • A. Tarif pajak yang digunakan
  • B. Metode penghitungan dan penggunaan PTKP
  • C. Waktu penyetoran pajak
  • D. Formulir bukti potong yang digunakan
Jawaban: B. Metode penghitungan dan penggunaan PTKP.
Karyawan tetap menggunakan perhitungan kumulatif dengan PTKP penuh, sedangkan karyawan tidak tetap menggunakan metode tarif netto tanpa PTKP atau dengan perhitungan khusus sesuai ketentuan.
11.

PPh Pasal 22 umumnya dipungut pada transaksi:

  • A. Pembayaran gaji karyawan
  • B. Penjualan jasa konsultasi
  • C. Impor barang dan pembelian dari bendahara pemerintah
  • D. Pengalihan hak atas tanah dan bangunan
Jawaban: C. Impor barang dan pembelian dari bendahara pemerintah.
PPh Pasal 22 dipungut pada transaksi impor barang, pembelian barang oleh instansi pemerintah, dan transaksi tertentu lainnya yang ditetapkan sebagai objek PPh Pasal 22.
12.

Jenis penghasilan yang dikenai PPh Final Pasal 4 ayat (2) antara lain:

  • A. Gaji karyawan tetap
  • B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan
  • C. Dividen dari dalam negeri
  • D. Penghasilan dari penjualan barang dagangan
Jawaban: B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan.
PPh Final Pasal 4 ayat (2) dikenakan pada penghasilan tertentu seperti sewa tanah/bangunan, jasa konstruksi, pengalihan hak atas tanah/bangunan, dan penghasilan lain yang ditetapkan bersifat final.
13.

Beda tetap dalam rekonsiliasi fiskal adalah:

  • A. Perbedaan yang akan terpulihkan di periode mendatang
  • B. Perbedaan permanen antara laba komersial dan fiskal
  • C. Perbedaan karena metode penyusutan
  • D. Perbedaan nilai kurs mata uang
Jawaban: B. Perbedaan permanen antara laba komersial dan fiskal.
Beda tetap adalah perbedaan permanen antara laba komersial dan fiskal yang tidak akan terpulihkan di masa mendatang, seperti beban yang tidak dapat dikurangkan atau pendapatan yang bukan objek pajak.
14.

Dalam penghitungan PPh Badan, kredit pajak dapat berasal dari:

  • A. Biaya penyusutan aset tetap
  • B. PPh Pasal 22, 23, dan angsuran PPh Pasal 25
  • C. Beban bunga pinjaman
  • D. Cadangan kerugian piutang
Jawaban: B. PPh Pasal 22, 23, dan angsuran PPh Pasal 25.
Kredit pajak dalam penghitungan PPh Badan berasal dari pajak yang telah dibayar dimuka seperti PPh Pasal 22, 23, 24, dan angsuran PPh Pasal 25 yang dapat dikreditkan terhadap PPh terutang.
15.

Neraca fiskal berbeda dengan neraca komersial terutama dalam hal:

  • A. Format penyajian laporan
  • B. Penilaian aktiva tetap dan perhitungan penyusutan
  • C. Jumlah pos-pos neraca
  • D. Mata uang yang digunakan
Jawaban: B. Penilaian aktiva tetap dan perhitungan penyusutan.
Neraca fiskal menggunakan nilai dan metode penyusutan sesuai ketentuan perpajakan yang mungkin berbeda dengan neraca komersial, terutama dalam penilaian aktiva tetap dan akumulasi penyusutan.
16.

Formulir SPT Tahunan PPh Badan 1771 Lampiran I berisi tentang:

  • A. Daftar pemegang saham
  • B. Perhitungan penghasilan neto fiskal
  • C. Daftar harta dan kewajiban
  • D. Kredit pajak luar negeri
Jawaban: B. Perhitungan penghasilan neto fiskal.
Lampiran I SPT 1771 berisi perhitungan penghasilan neto fiskal yang merupakan rekonsiliasi antara laba komersial dengan koreksi fiskal untuk menghasilkan penghasilan kena pajak.
17.

Prosedur backup data dalam aplikasi akuntansi perpajakan penting untuk:

  • A. Mempercepat proses input transaksi
  • B. Mengamankan data dari kehilangan dan kerusakan
  • C. Mengurangi beban pajak perusahaan
  • D. Menghapus data transaksi yang salah
Jawaban: B. Mengamankan data dari kehilangan dan kerusakan.
Backup data secara rutin penting untuk mengamankan data perusahaan dari risiko kehilangan akibat kerusakan sistem, virus, atau kesalahan operasional, sehingga data dapat dipulihkan jika terjadi masalah.
18.

Dalam akuntansi perpajakan, koreksi fiskal positif akan mengakibatkan:

  • A. Penghasilan Kena Pajak (PKP) bertambah
  • B. Penghasilan Kena Pajak (PKP) berkurang
  • C. Pajak terutang menjadi nihil
  • D. Kompensasi kerugian fiskal meningkat
Jawaban: A. Penghasilan Kena Pajak (PKP) bertambah.
Koreksi fiskal positif terjadi ketika beban komersial lebih besar dari beban fiskal atau pendapatan fiskal lebih besar dari pendapatan komersial, yang mengakibatkan PKP bertambah dan pajak terutang meningkat.
19.

Sistem DJP Online merupakan bagian dari transformasi digital layanan perpajakan yang mencakup layanan berikut, KECUALI:

  • A. e-Filing untuk pelaporan SPT
  • B. e-Billing untuk pembayaran pajak
  • C. e-Faktur untuk penerbitan faktur pajak
  • D. e-Audit untuk pemeriksaan pajak otomatis
Jawaban: D. e-Audit untuk pemeriksaan pajak otomatis.
DJP Online mencakup e-Filing, e-Billing, e-Faktur, dan layanan administrasi pajak lainnya. Namun, e-Audit untuk pemeriksaan pajak otomatis bukan merupakan bagian dari ekosistem DJP Online yang tersedia untuk wajib pajak.
20.

Langkah pertama dalam pengaturan awal aplikasi akuntansi perpajakan adalah:

  • A. Input transaksi penjualan
  • B. Pengaturan data perusahaan dan periode akuntansi
  • C. Pembuatan faktur pajak
  • D. Ekspor data ke e-SPT
Jawaban: B. Pengaturan data perusahaan dan periode akuntansi.
Sebelum dapat menggunakan aplikasi akuntansi perpajakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pengaturan data induk perusahaan dan penentuan periode akuntansi yang akan digunakan sebagai basis pencatatan.
21.

Dalam penyusunan data induk perusahaan pada aplikasi akuntansi perpajakan, informasi yang wajib diinput adalah:

  • A. NPWP dan identitas perusahaan
  • B. Foto kantor perusahaan
  • C. Data keluarga pemilik
  • D. Alamat email pribadi karyawan
Jawaban: A. NPWP dan identitas perusahaan.
Data induk perusahaan yang wajib diinput meliputi NPWP, nama perusahaan, alamat, jenis usaha, dan informasi perpajakan lainnya yang diperlukan untuk administrasi dan pelaporan pajak.
22.

Penyesuaian akun dalam Chart of Accounts untuk kebutuhan pelaporan pajak bertujuan untuk:

  • A. Mempercepat proses pencatatan transaksi
  • B. Memudahkan rekonsiliasi fiskal dan penyusunan SPT
  • C. Mengurangi jumlah akun yang digunakan
  • D. Menghilangkan kebutuhan audit
Jawaban: B. Memudahkan rekonsiliasi fiskal dan penyusunan SPT.
Penyesuaian akun dalam bagan akun dilakukan agar sesuai dengan ketentuan fiskal, sehingga memudahkan proses rekonsiliasi antara laporan komersial dan fiskal serta penyusunan SPT Tahunan.
23.

Prosedur input saldo awal neraca dalam aplikasi akuntansi perpajakan harus dilakukan:

  • A. Setelah semua transaksi tahun berjalan dicatat
  • B. Sebelum mencatat transaksi periode berjalan
  • C. Hanya pada akhir tahun fiskal
  • D. Tidak perlu dilakukan jika perusahaan baru
Jawaban: B. Sebelum mencatat transaksi periode berjalan.
Saldo awal neraca harus diinput terlebih dahulu sebelum mencatat transaksi periode berjalan agar posisi keuangan awal periode tercatat dengan benar dan laporan keuangan akurat.
24.

Dalam sistem aplikasi akuntansi perpajakan, PPN Masukan dan PPN Keluaran diperlakukan berbeda karena:

  • A. PPN Masukan menambah harga pokok, PPN Keluaran mengurangi pendapatan
  • B. PPN Masukan dapat dikreditkan, PPN Keluaran merupakan utang pajak
  • C. PPN Masukan tidak perlu dilaporkan
  • D. PPN Keluaran tidak dikenakan pada ekspor
Jawaban: B. PPN Masukan dapat dikreditkan, PPN Keluaran merupakan utang pajak.
PPN Masukan merupakan pajak yang dibayar saat pembelian dan dapat dikreditkan, sedangkan PPN Keluaran adalah pajak yang dipungut saat penjualan dan merupakan utang pajak yang harus disetor ke negara.
25.

Rekonsiliasi data e-Faktur dengan buku besar aplikasi penting dilakukan untuk:

  • A. Menghindari denda administrasi
  • B. Memastikan konsistensi data PPN dalam laporan keuangan dan SPT
  • C. Mengurangi beban kerja akuntan
  • D. Mempercepat proses pembayaran
Jawaban: B. Memastikan konsistensi data PPN dalam laporan keuangan dan SPT.
Rekonsiliasi data e-Faktur dengan buku besar memastikan bahwa data PPN yang tercatat dalam sistem akuntansi konsisten dengan data yang dilaporkan melalui e-Faktur dan SPT Masa PPN.
26.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dalam penghitungan PPh Pasal 21 berfungsi untuk:

  • A. Mengurangi tarif pajak yang berlaku
  • B. Menambah penghasilan bruto karyawan
  • C. Mengurangi penghasilan bruto sebelum dikenakan tarif pajak
  • D. Menghitung pajak penghasilan perusahaan
Jawaban: C. Mengurangi penghasilan bruto sebelum dikenakan tarif pajak.
PTKP adalah pengurang dari penghasilan bruto karyawan sebelum dikenakan tarif pajak progresif PPh Pasal 21, sehingga menentukan besaran Penghasilan Kena Pajak (PKP) karyawan.
27.

Dalam aplikasi akuntansi perpajakan, penghitungan PPh Pasal 21 untuk THR dan bonus termasuk kategori:

  • A. Penghasilan teratur bulanan
  • B. Penghasilan tidak teratur
  • C. Penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak
  • D. Penghasilan final
Jawaban: B. Penghasilan tidak teratur.
THR dan bonus dikategorikan sebagai penghasilan tidak teratur karena tidak diterima secara rutin setiap bulan dan menggunakan metode penghitungan PPh Pasal 21 yang berbeda dengan gaji bulanan.
28.

PPh Pasal 22 atas impor barang merupakan pajak yang:

  • A. Dipotong oleh penjual dalam negeri
  • B. Dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
  • C. Tidak dapat dikreditkan dalam SPT Tahunan
  • D. Hanya berlaku untuk barang mewah
Jawaban: B. Dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
PPh Pasal 22 atas impor dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saat pengeluaran barang impor dari kawasan pabean dan dapat dikreditkan dalam SPT Tahunan PPh Badan atau Orang Pribadi.
29.

Jenis penghasilan yang dikenai PPh Final Pasal 4 ayat (2) antara lain:

  • A. Gaji karyawan tetap
  • B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan
  • C. Dividen dari dalam negeri untuk WP Badan
  • D. Honorarium konsultan
Jawaban: B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan.
Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan dikenai PPh Final Pasal 4 ayat (2) dengan tarif tertentu dan bersifat final, tidak dapat dikreditkan dalam penghitungan PPh Tahunan.
30.

Beda tetap dalam rekonsiliasi fiskal terjadi karena:

  • A. Perbedaan metode penyusutan antara komersial dan fiskal
  • B. Adanya beban yang tidak dapat dikurangkan menurut ketentuan fiskal
  • C. Perbedaan waktu pengakuan pendapatan
  • D. Kompensasi kerugian tahun sebelumnya
Jawaban: B. Adanya beban yang tidak dapat dikurangkan menurut ketentuan fiskal.
Beda tetap terjadi karena ada beban yang diakui dalam akuntansi komersial tetapi tidak dapat dikurangkan menurut ketentuan fiskal (seperti sanksi pajak, sumbangan yang tidak sesuai ketentuan) dan tidak akan tertutup di masa mendatang.
31.

Dalam penghitungan PPh Badan, kredit pajak yang dapat dikurangkan dari pajak terutang meliputi:

  • A. PPN Masukan
  • B. PPh Pasal 22, 23, dan angsuran PPh Pasal 25
  • C. Pajak Daerah dan Retribusi
  • D. Denda administrasi pajak
Jawaban: B. PPh Pasal 22, 23, dan angsuran PPh Pasal 25.
Kredit pajak yang dapat dikurangkan dari PPh Badan terutang adalah PPh yang telah dipotong/dipungut pihak lain (PPh Pasal 22, 23) dan angsuran pajak yang telah dibayar sendiri (PPh Pasal 25) selama tahun pajak berjalan.
32.

Neraca fiskal berbeda dengan neraca komersial terutama dalam hal:

  • A. Format penyajian laporan
  • B. Nilai aktiva tetap dan akumulasi penyusutan sesuai ketentuan fiskal
  • C. Jumlah kas dan bank
  • D. Nilai piutang usaha
Jawaban: B. Nilai aktiva tetap dan akumulasi penyusutan sesuai ketentuan fiskal.
Neraca fiskal terutama berbeda dalam penilaian aktiva tetap dan akumulasi penyusutannya karena metode dan tarif penyusutan fiskal dapat berbeda dengan yang digunakan dalam akuntansi komersial.
33.

Prosedur backup dan restore data perusahaan dalam aplikasi akuntansi perpajakan bertujuan untuk:

  • A. Mempercepat proses pelaporan SPT
  • B. Mengamankan data dari kehilangan dan kerusakan
  • C. Mengurangi ukuran file aplikasi
  • D. Menghapus data transaksi lama
Jawaban: B. Mengamankan data dari kehilangan dan kerusakan.
Backup dan restore data merupakan prosedur penting untuk mengamankan data perusahaan dari risiko kehilangan atau kerusakan akibat gangguan sistem, sehingga data dapat dipulihkan jika terjadi masalah.
34.

Dalam studi kasus terpadu siklus akuntansi perpajakan, integrasi seluruh jenis pajak bertujuan untuk:

  • A. Mempermudah penghapusan data
  • B. Mengurangi jumlah SPT yang harus dilaporkan
  • C. Memberikan pemahaman holistik tentang kewajiban perpajakan perusahaan
  • D. Menghindari pemeriksaan pajak
Jawaban: C. Memberikan pemahaman holistik tentang kewajiban perpajakan perusahaan.
Studi kasus terpadu mengintegrasikan semua jenis pajak (PPN, PPh Pasal 21, 22, 23, PPh Badan) dalam satu siklus akuntansi untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana seluruh kewajiban perpajakan perusahaan saling terkait dan dilaporkan.
35.

Dalam konteks akuntansi perpajakan Indonesia, koreksi fiskal positif terjadi ketika:

  • A. Beban komersial lebih kecil dari beban fiskal
  • B. Beban komersial lebih besar dari beban fiskal
  • C. Pendapatan komersial sama dengan pendapatan fiskal
  • D. Tidak ada perbedaan antara laba komersial dan fiskal
Jawaban: B. Beban komersial lebih besar dari beban fiskal.
Koreksi fiskal positif terjadi ketika beban komersial lebih besar dari beban fiskal, sehingga laba fiskal harus ditambah (dikoreksi positif) untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak yang sebenarnya.
36.

Ekosistem e-Tax yang dikembangkan DJP untuk transformasi digital layanan perpajakan mencakup aplikasi berikut, KECUALI:

  • A. e-Filing untuk pelaporan SPT
  • B. e-Faktur untuk penerbitan faktur pajak
  • C. e-Bupot untuk bukti pemotongan pajak
  • D. e-Commerce untuk transaksi jual beli online
Jawaban: D. e-Commerce untuk transaksi jual beli online.
e-Commerce bukan bagian dari ekosistem e-Tax DJP. Ekosistem e-Tax mencakup e-Filing, e-Faktur, e-Bupot, e-Billing, dan aplikasi perpajakan lainnya yang dikembangkan DJP.
37.

Pada tahap instalasi aplikasi akuntansi perpajakan, pengaturan awal yang PALING penting untuk dilakukan adalah:

  • A. Mengatur warna tema aplikasi
  • B. Mengatur periode akuntansi dan tahun buku perusahaan
  • C. Mengunduh semua plugin tambahan
  • D. Menghapus data contoh dari aplikasi
Jawaban: B. Mengatur periode akuntansi dan tahun buku perusahaan.
Pengaturan periode akuntansi dan tahun buku perusahaan adalah langkah kritis yang harus dilakukan di awal karena mempengaruhi seluruh pencatatan transaksi dan pelaporan pajak selanjutnya.
38.

Dalam penyusunan data induk perusahaan pada aplikasi akuntansi perpajakan, klasifikasi jenis usaha diperlukan untuk:

  • A. Menentukan desain logo perusahaan
  • B. Menentukan jenis kewajiban perpajakan yang berlaku
  • C. Mengatur jumlah karyawan maksimal
  • D. Menentukan lokasi kantor perusahaan
Jawaban: B. Menentukan jenis kewajiban perpajakan yang berlaku.
Klasifikasi jenis usaha penting untuk menentukan jenis kewajiban perpajakan yang berlaku bagi perusahaan, seperti jenis pajak yang harus dibayar dan tarif yang dikenakan sesuai dengan bidang usahanya.
39.

Penyesuaian akun dalam Chart of Accounts untuk kebutuhan pelaporan pajak terutama diperlukan untuk:

  • A. Memudahkan perhitungan gaji karyawan
  • B. Memisahkan akun yang memiliki perlakuan fiskal berbeda
  • C. Menambah jumlah akun sebanyak mungkin
  • D. Menyamakan dengan chart of accounts perusahaan lain
Jawaban: B. Memisahkan akun yang memiliki perlakuan fiskal berbeda.
Penyesuaian akun diperlukan untuk memisahkan akun-akun yang memiliki perlakuan fiskal berbeda, seperti pendapatan yang merupakan objek pajak dan bukan objek pajak, atau beban yang dapat dan tidak dapat dikurangkan.
40.

Dalam mekanisme PPN, perbedaan mendasar antara PPN masukan dan PPN keluaran adalah:

  • A. PPN masukan berasal dari penjualan, PPN keluaran dari pembelian
  • B. PPN masukan berasal dari pembelian, PPN keluaran dari penjualan
  • C. PPN masukan dan keluaran memiliki tarif berbeda
  • D. PPN masukan tidak dapat dikreditkan
Jawaban: B. PPN masukan berasal dari pembelian, PPN keluaran dari penjualan.
PPN masukan adalah PPN yang dibayar saat melakukan pembelian (dapat dikreditkan), sedangkan PPN keluaran adalah PPN yang dipungut saat melakukan penjualan (harus disetorkan ke negara).
41.

Rekonsiliasi data e-Faktur dengan buku besar aplikasi diperlukan untuk memastikan:

  • A. Jumlah karyawan sesuai dengan database
  • B. Kesesuaian pencatatan PPN dengan faktur pajak yang diterbitkan
  • C. Tingkat penjualan meningkat setiap bulan
  • D. Biaya operasional tidak melebihi anggaran
Jawaban: B. Kesesuaian pencatatan PPN dengan faktur pajak yang diterbitkan.
Rekonsiliasi data e-Faktur dengan buku besar aplikasi penting untuk memastikan bahwa pencatatan PPN dalam sistem akuntansi sesuai dengan faktur pajak yang telah diterbitkan atau diterima, sehingga pelaporan SPT Masa PPN akurat.
42.

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) dalam penghitungan PPh Pasal 21 berfungsi untuk:

  • A. Menambah penghasilan bruto karyawan
  • B. Mengurangi penghasilan bruto untuk menentukan penghasilan kena pajak
  • C. Menentukan tarif pajak yang digunakan
  • D. Menghitung tunjangan karyawan
Jawaban: B. Mengurangi penghasilan bruto untuk menentukan penghasilan kena pajak.
PTKP adalah pengurangan dari penghasilan neto untuk menentukan penghasilan kena pajak. PTKP bervariasi berdasarkan status perkawinan dan jumlah tanggungan wajib pajak.
43.

Dalam aplikasi akuntansi perpajakan, penyesuaian untuk THR dan bonus dalam penghitungan PPh Pasal 21 dilakukan karena:

  • A. THR dan bonus bukan merupakan objek pajak
  • B. THR dan bonus merupakan penghasilan tidak teratur yang memerlukan penghitungan khusus
  • C. THR dan bonus tidak perlu dilaporkan dalam SPT
  • D. THR dan bonus menggunakan tarif pajak 0%
Jawaban: B. THR dan bonus merupakan penghasilan tidak teratur yang memerlukan penghitungan khusus.
THR dan bonus merupakan penghasilan tidak teratur yang memerlukan metode penghitungan PPh Pasal 21 yang berbeda dari penggajian bulanan reguler, menggunakan metode gross up atau kumulatif.
44.

PPh Pasal 22 umumnya dipungut pada saat:

  • A. Pembayaran gaji karyawan
  • B. Pembayaran dividen kepada pemegang saham
  • C. Pembelian barang oleh bendahara pemerintah atau impor barang
  • D. Penjualan jasa konsultasi
Jawaban: C. Pembelian barang oleh bendahara pemerintah atau impor barang.
PPh Pasal 22 dipungut atas pembelian barang yang dilakukan oleh bendahara pemerintah, BUMN tertentu, atau atas kegiatan impor barang. Objeknya adalah transaksi pembelian/impor barang tertentu.
45.

Penghasilan yang dikenai PPh Final Pasal 4 ayat (2) antara lain:

  • A. Gaji karyawan tetap
  • B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan
  • C. Dividen dari perusahaan asing
  • D. Honorarium konsultan
Jawaban: B. Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan.
Penghasilan dari sewa tanah dan bangunan merupakan salah satu objek PPh Final Pasal 4 ayat (2) dengan tarif 10%. Penghasilan ini dikenai pajak bersifat final dan tidak dapat dikreditkan dalam SPT Tahunan.
46.

Beda tetap dalam rekonsiliasi fiskal adalah perbedaan yang:

  • A. Akan hilang di periode berikutnya
  • B. Bersifat permanen dan tidak akan terpulihkan
  • C. Hanya terjadi pada perusahaan kecil
  • D. Dapat dikoreksi dengan jurnal penyesuaian
Jawaban: B. Bersifat permanen dan tidak akan terpulihkan.
Beda tetap adalah perbedaan permanen antara laba akuntansi dan laba fiskal yang tidak akan terpulihkan di masa mendatang, seperti beban yang tidak dapat dikurangkan (entertainment berlebih, sanksi pajak) atau pendapatan yang bukan objek pajak.
47.

Dalam penghitungan PPh Badan, kredit pajak yang dapat mengurangi PPh terutang meliputi:

  • A. PPN yang telah dibayar
  • B. PPh Pasal 22, 23 yang telah dipotong dan PPh Pasal 25 yang telah dibayar
  • C. Biaya bunga pinjaman bank
  • D. Beban penyusutan aset tetap
Jawaban: B. PPh Pasal 22, 23 yang telah dipotong dan PPh Pasal 25 yang telah dibayar.
Kredit pajak untuk PPh Badan terdiri dari PPh yang telah dipotong pihak lain (PPh Pasal 22, 23) dan angsuran PPh Pasal 25 yang telah dibayar sendiri selama tahun pajak berjalan.
48.

Komponen neraca fiskal yang memerlukan penyesuaian khusus adalah:

  • A. Kas dan setara kas
  • B. Aktiva tetap dan penyusutan fiskalnya
  • C. Piutang dagang
  • D. Utang gaji karyawan
Jawaban: B. Aktiva tetap dan penyusutan fiskalnya.
Aktiva tetap dan penyusutannya memerlukan penyesuaian khusus dalam neraca fiskal karena metode dan tarif penyusutan fiskal (berdasarkan UU PPh) seringkali berbeda dengan penyusutan komersial (berdasarkan PSAK).
49.

Dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan (formulir 1771), lampiran yang berisi daftar penyusutan dan amortisasi fiskal adalah:

  • A. Lampiran I
  • B. Lampiran khusus 1A
  • C. Lampiran II
  • D. Lampiran VI
Jawaban: B. Lampiran khusus 1A.
Lampiran khusus 1A dalam SPT 1771 berisi daftar penyusutan dan amortisasi fiskal yang menunjukkan rincian harta berwujud dan tidak berwujud beserta perhitungan penyusutan/amortisasi menurut ketentuan perpajakan.
50.

Audit trail dalam aplikasi akuntansi perpajakan berfungsi untuk:

  • A. Menghitung pajak secara otomatis
  • B. Melacak jejak perubahan data dan transaksi yang dilakukan pengguna
  • C. Membuat backup data setiap hari
  • D. Mengirim SPT secara otomatis
Jawaban: B. Melacak jejak perubahan data dan transaksi yang dilakukan pengguna.
Audit trail adalah fitur yang mencatat semua aktivitas pengguna dalam sistem, termasuk siapa yang mengubah data, kapan, dan apa yang diubah. Ini penting untuk keamanan, akuntabilitas, dan keperluan audit internal maupun eksternal.

Teruslah berlatih dengan Soal UAS UT ini secara konsisten untuk mempertajam pemahaman Anda tentang aplikasi komputer dalam bidang akuntansi perpajakan. Baik menghadapi ujian berbasis komputer (UTM) maupun ujian online (UO), persiapan matang akan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Kunjungi kembali latihan ini kapan pun diperlukan untuk memperkuat penguasaan materi.

Jadikan setiap sesi latihan sebagai kesempatan berharga untuk mengasah keterampilan teknis dan teoritis Anda. Dengan memahami konsep dan praktik dalam FSSP4301 Panduan Aplikasi Komputer Akuntansi Perpajakan secara mendalam, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan ujian. Semoga sukses dalam perjalanan akademik Anda di Universitas Terbuka!

Bagikan

error: Content is protected !!