💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT FSSP4XXX Panduan Laboratorium Perpajakan dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT FSSP4XXX Panduan Laboratorium Perpajakan
Soal UT FSSP4XXX Panduan Laboratorium Perpajakan

Praktik perpajakan memerlukan pemahaman mendalam tentang regulasi dan aplikasi teknis di lapangan. FSSP4XXX Panduan Laboratorium Perpajakan memberikan kesempatan mahasiswa Universitas Terbuka untuk mengasah keterampilan perhitungan pajak melalui simulasi kasus nyata. Penguasaan materi ini sangat penting bagi carier profesional di bidang akuntansi dan konsultan pajak.

Persiapan menghadapi ujian akhir membutuhkan latihan intensif dengan berbagai variasi kasus. Soal UAS UT dirancang untuk menguji kemampuan analitis mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan perpajakan kompleks. Mengerjakan latihan soal secara rutin melalui platform seperti soalut.com membantu mahasiswa memahami pola dan tingkat kesulitan ujian yang akan dihadapi.

Keberhasilan dalam mata kuliah ini ditentukan oleh konsistensi berlatih menggunakan Soal UT yang tersedia. Soal Ujian UT mencakup perhitungan PPh, PPN, dan pelaporan SPT yang sering muncul dalam praktik profesional. Dengan persiapan matang, mahasiswa dapat mencapai hasil optimal dan menguasai kompetensi perpajakan secara menyeluruh.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT FSSP4XXX Panduan Laboratorium Perpajakan

1.

Dalam sistem perpajakan Indonesia, pajak yang dipungut berdasarkan Self Assessment System memiliki karakteristik utama yaitu:

  • A. Fiskus yang menghitung dan menetapkan besarnya pajak terutang
  • B. Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri pajaknya
  • C. Pemungutan pajak dilakukan oleh pihak ketiga yang ditunjuk
  • D. Negara menunggu pembayaran dari Wajib Pajak tanpa ada kewajiban pelaporan
Jawaban: B. Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri pajaknya.
Self Assessment System adalah sistem pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan penuh kepada Wajib Pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
2.

Menurut Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi adalah:

  • A. Paling lama 3 bulan setelah akhir tahun pajak
  • B. Paling lama 4 bulan setelah akhir tahun pajak
  • C. Paling lama 20 hari setelah akhir bulan
  • D. Paling lama akhir bulan Maret tahun berikutnya
Jawaban: A. Paling lama 3 bulan setelah akhir tahun pajak.
SPT Tahunan PPh Orang Pribadi harus disampaikan paling lama 3 bulan setelah akhir tahun pajak, yaitu paling lambat 31 Maret tahun berikutnya.
3.

Salah satu keuntungan menggunakan sistem DJP Online dalam administrasi perpajakan adalah:

  • A. Menghilangkan kewajiban pembayaran pajak
  • B. Mempermudah akses layanan perpajakan secara elektronik 24 jam
  • C. Mengurangi tarif pajak yang harus dibayar
  • D. Membebaskan Wajib Pajak dari sanksi administrasi
Jawaban: B. Mempermudah akses layanan perpajakan secara elektronik 24 jam.
DJP Online memberikan kemudahan akses layanan perpajakan secara elektronik yang dapat diakses 24 jam, termasuk e-Filing, e-Billing, dan layanan perpajakan lainnya tanpa harus datang ke kantor pajak.
4.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berfungsi untuk:

  • A. Mengurangi tarif pajak progresif
  • B. Memberikan batas minimum penghasilan yang tidak dikenakan pajak
  • C. Menambah jumlah kredit pajak yang dapat diklaim
  • D. Menghitung biaya jabatan karyawan
Jawaban: B. Memberikan batas minimum penghasilan yang tidak dikenakan pajak.
PTKP adalah batas minimum penghasilan yang tidak dikenakan pajak, bertujuan untuk memberikan keadilan dengan mempertimbangkan kebutuhan dasar hidup Wajib Pajak dan tanggungannya.
5.

Dalam penghitungan PPh Pasal 21 untuk karyawan tetap, yang termasuk komponen pengurang penghasilan bruto adalah:

  • A. Tunjangan hari raya
  • B. Biaya jabatan dan iuran pensiun
  • C. Bonus tahunan
  • D. Natura dan kenikmatan
Jawaban: B. Biaya jabatan dan iuran pensiun.
Biaya jabatan (maksimal 5% dari penghasilan bruto dengan batas Rp 500.000 per bulan) dan iuran pensiun yang dibayar sendiri oleh karyawan merupakan pengurang dalam menghitung penghasilan neto untuk PPh Pasal 21.
6.

Formulir SPT Tahunan yang digunakan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas adalah:

  • A. SPT 1770SS
  • B. SPT 1770S
  • C. SPT 1770
  • D. SPT 1771
Jawaban: C. SPT 1770.
SPT Tahunan 1770 digunakan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang memperoleh penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas, atau yang penghasilannya berasal dari lebih dari satu pemberi kerja.
7.

Dalam menghitung PPh Badan, yang termasuk biaya yang tidak dapat dikurangkan (non-deductible expense) adalah:

  • A. Biaya gaji dan upah karyawan
  • B. Biaya promosi dan iklan
  • C. Sanksi administrasi perpajakan
  • D. Biaya sewa gedung kantor
Jawaban: C. Sanksi administrasi perpajakan.
Sanksi administrasi perpajakan (denda, bunga, dan kenaikan pajak) tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak badan sesuai ketentuan koreksi fiskal.
8.

Tujuan utama dari rekonsiliasi fiskal dalam penghitungan PPh Badan adalah:

  • A. Menyesuaikan laporan keuangan komersial dengan ketentuan perpajakan
  • B. Menghilangkan kewajiban pembayaran pajak
  • C. Mengurangi tarif pajak yang berlaku
  • D. Menghapus seluruh biaya operasional
Jawaban: A. Menyesuaikan laporan keuangan komersial dengan ketentuan perpajakan.
Rekonsiliasi fiskal bertujuan untuk menyesuaikan laba komersial dengan ketentuan perpajakan melalui koreksi fiskal positif dan negatif untuk mendapatkan Penghasilan Kena Pajak yang sesuai dengan peraturan perpajakan.
9.

PPh Pasal 22 dikenakan atas kegiatan:

  • A. Pemotongan dividen dan bunga
  • B. Pemungutan atas impor dan perdagangan barang tertentu
  • C. Penghasilan dari pekerjaan bebas
  • D. Penyerahan jasa konstruksi
Jawaban: B. Pemungutan atas impor dan perdagangan barang tertentu.
PPh Pasal 22 adalah pajak yang dipungut atas kegiatan impor barang dan perdagangan barang tertentu yang dilakukan oleh pemungut pajak yang ditunjuk oleh pemerintah.
10.

Tarif PPh Pasal 23 atas penghasilan berupa jasa selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21 adalah:

  • A. 15% dari jumlah bruto
  • B. 2% dari jumlah bruto
  • C. 10% dari jumlah bruto
  • D. 5% dari jumlah bruto
Jawaban: B. 2% dari jumlah bruto.
Tarif PPh Pasal 23 atas penghasilan dari jasa selain yang telah dipotong PPh Pasal 21 adalah 2% dari jumlah bruto, tidak termasuk PPN.
11.

Dalam mekanisme PPN, yang dimaksud dengan Pajak Masukan (PM) adalah:

  • A. PPN yang dipungut oleh PKP saat melakukan penjualan
  • B. PPN yang dibayar PKP saat melakukan pembelian atau perolehan BKP/JKP
  • C. PPN yang disetor ke kas negara
  • D. PPN yang dilaporkan dalam SPT Tahunan
Jawaban: B. PPN yang dibayar PKP saat melakukan pembelian atau perolehan BKP/JKP.
Pajak Masukan adalah PPN yang dibayar oleh PKP ketika membeli, memperoleh, atau mendapatkan BKP/JKP yang dapat dikreditkan untuk mengurangi Pajak Keluaran.
12.

Aplikasi yang digunakan untuk membuat Faktur Pajak elektronik oleh Pengusaha Kena Pajak adalah:

  • A. e-Filing
  • B. e-Billing
  • C. e-Faktur
  • D. e-Registration
Jawaban: C. e-Faktur.
e-Faktur adalah aplikasi yang disediakan oleh DJP untuk pembuatan Faktur Pajak elektronik oleh PKP yang telah dikukuhkan, sebagai pengganti faktur pajak dalam bentuk kertas.
13.

Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan jenis pajak:

  • A. Pajak Pusat yang dipungut oleh DJP
  • B. Pajak Provinsi yang dipungut oleh Pemerintah Provinsi
  • C. Pajak Kabupaten/Kota yang dipungut oleh Pemerintah Daerah
  • D. Retribusi Daerah
Jawaban: C. Pajak Kabupaten/Kota yang dipungut oleh Pemerintah Daerah.
PBB-P2 merupakan pajak daerah yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota sejak dialihkan dari pajak pusat berdasarkan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
14.

Tarif Bea Meterai yang berlaku saat ini berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2020 adalah:

  • A. Rp 3.000 dan Rp 6.000
  • B. Rp 6.000 dan Rp 10.000
  • C. Rp 10.000 untuk semua dokumen
  • D. Rp 5.000 dan Rp 10.000
Jawaban: C. Rp 10.000 untuk semua dokumen.
Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, tarif bea meterai adalah Rp 10.000 untuk dokumen yang nilai nominalnya lebih dari Rp 5.000.000.
15.

Perbedaan utama antara Tax Avoidance dan Tax Evasion adalah:

  • A. Keduanya sama-sama ilegal
  • B. Tax Avoidance adalah upaya legal mengurangi pajak, sedangkan Tax Evasion adalah penggelapan pajak yang ilegal
  • C. Tax Avoidance hanya untuk perusahaan, Tax Evasion untuk orang pribadi
  • D. Tidak ada perbedaan keduanya
Jawaban: B. Tax Avoidance adalah upaya legal mengurangi pajak, sedangkan Tax Evasion adalah penggelapan pajak yang ilegal.
Tax Avoidance adalah upaya legal untuk meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan celah hukum, sedangkan Tax Evasion adalah tindakan ilegal berupa penggelapan pajak yang dapat dikenakan sanksi pidana.
16.

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) diterbitkan oleh DJP apabila:

  • A. Wajib Pajak membayar pajak lebih dari yang seharusnya
  • B. Berdasarkan pemeriksaan ditemukan bahwa pajak yang terutang kurang dibayar
  • C. Wajib Pajak mengajukan keberatan
  • D. Wajib Pajak tepat waktu melaporkan SPT
Jawaban: B. Berdasarkan pemeriksaan ditemukan bahwa pajak yang terutang kurang dibayar.
SKPKB diterbitkan apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau penelitian ternyata jumlah pajak yang terutang kurang dibayar atau terdapat kekurangan pembayaran pajak.
17.

Dalam praktik administrasi perpajakan terpadu, urutan langkah yang benar dimulai dari:

  • A. Pelaporan SPT – Registrasi NPWP – Pembayaran pajak – Pemotongan/pemungutan
  • B. Registrasi NPWP – Pemotongan/pemungutan pajak – Pembayaran pajak – Pelaporan SPT
  • C. Pembayaran pajak – Registrasi NPWP – Pelaporan SPT – Pemotongan pajak
  • D. Pelaporan SPT – Pembayaran pajak – Registrasi NPWP – Pemeriksaan
Jawaban: B. Registrasi NPWP – Pemotongan/pemungutan pajak – Pembayaran pajak – Pelaporan SPT.
Alur administrasi perpajakan yang benar dimulai dari registrasi/pendaftaran NPWP, kemudian dilakukan pemotongan/pemungutan pajak atas transaksi, pembayaran/penyetoran pajak, dan terakhir pelaporan melalui SPT.
18.

Dalam sistem perpajakan Indonesia, fungsi pajak yang berperan untuk mengatur stabilitas ekonomi dan redistribusi pendapatan disebut dengan fungsi…

  • A. Fungsi Budgetair
  • B. Fungsi Regulerend
  • C. Fungsi Alokasi
  • D. Fungsi Kompensasi
Jawaban: B. Fungsi Regulerend.
Fungsi Regulerend adalah fungsi pajak untuk mengatur perekonomian, stabilitas, dan redistribusi pendapatan. Sementara fungsi Budgetair adalah fungsi untuk mengumpulkan dana bagi pembiayaan negara.
19.

Berdasarkan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), sanksi administrasi berupa bunga yang dikenakan atas keterlambatan pembayaran atau penyetoran pajak adalah sebesar…

  • A. 1% per bulan
  • B. 2% per bulan
  • C. 1,5% per bulan
  • D. 3% per bulan
Jawaban: B. 2% per bulan.
Sanksi administrasi berupa bunga atas keterlambatan pembayaran pajak adalah sebesar 2% per bulan dari jumlah pajak yang terutang, dihitung dari tanggal jatuh tempo hingga tanggal pembayaran.
20.

Aplikasi yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk pendaftaran NPWP secara online adalah…

  • A. e-Filing
  • B. e-Billing
  • C. e-Registration
  • D. e-Faktur
Jawaban: C. e-Registration.
e-Registration adalah sistem pendaftaran NPWP secara online melalui DJP Online. e-Filing untuk pelaporan SPT, e-Billing untuk pembayaran pajak, dan e-Faktur untuk pembuatan faktur pajak.
21.

Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk Wajib Pajak orang pribadi dengan status kawin dan memiliki 2 orang tanggungan (K/2) per tahun adalah…

  • A. Rp 54.000.000
  • B. Rp 58.500.000
  • C. Rp 63.000.000
  • D. Rp 67.500.000
Jawaban: C. Rp 63.000.000.
PTKP untuk K/2 adalah PTKP dasar Rp 54.000.000 + tambahan kawin Rp 4.500.000 + tambahan 2 tanggungan (2 x Rp 4.500.000) = Rp 63.000.000 per tahun.
22.

Formulir yang digunakan sebagai bukti pemotongan PPh Pasal 21 yang dibuat oleh pemberi kerja untuk karyawan tetap adalah…

  • A. Formulir 1721-A1
  • B. Formulir 1721-A2
  • C. Formulir 1770-I
  • D. Formulir 1721-VI
Jawaban: A. Formulir 1721-A1.
Formulir 1721-A1 adalah bukti pemotongan PPh Pasal 21 bagi pegawai tetap atau pensiunan yang diterbitkan oleh pemberi kerja sebagai lampiran SPT Tahunan.
23.

Dalam penghitungan PPh Badan, biaya entertainment yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah…

  • A. 100% dari total biaya entertainment
  • B. 50% dari total biaya entertainment dengan syarat ada daftar nominatif
  • C. 75% dari total biaya entertainment
  • D. Tidak dapat dikurangkan sama sekali
Jawaban: B. 50% dari total biaya entertainment dengan syarat ada daftar nominatif.
Biaya entertainment hanya dapat dikurangkan sebesar 50% dari jumlah yang dikeluarkan dengan syarat perusahaan membuat daftar nominatif yang berisi nama, alamat, dan NPWN pihak yang diberi entertainment.
24.

Koreksi fiskal positif dalam rekonsiliasi laporan keuangan komersial dan fiskal akan menyebabkan…

  • A. Penghasilan Kena Pajak bertambah
  • B. Penghasilan Kena Pajak berkurang
  • C. Pajak terutang berkurang
  • D. Tidak mempengaruhi Penghasilan Kena Pajak
Jawaban: A. Penghasilan Kena Pajak bertambah.
Koreksi fiskal positif menambah laba komersial sehingga Penghasilan Kena Pajak (PKP) bertambah. Contohnya adalah biaya yang tidak dapat dikurangkan menurut pajak tetapi sudah dicatat sebagai beban dalam laporan komersial.
25.

PPh Pasal 22 atas impor barang dipungut oleh…

  • A. Direktorat Jenderal Pajak
  • B. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
  • C. Bank Persepsi
  • D. Wajib Pajak sendiri
Jawaban: B. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
PPh Pasal 22 atas impor dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada saat penyelesaian dokumen impor. DJBC bertindak sebagai pemungut pajak.
26.

Tarif PPh Pasal 23 yang dikenakan atas jasa konsultan adalah…

  • A. 2% dari jumlah bruto
  • B. 15% dari jumlah bruto
  • C. 2% dari jumlah neto
  • D. 10% dari jumlah bruto
Jawaban: A. 2% dari jumlah bruto.
Tarif PPh Pasal 23 atas jasa tertentu termasuk jasa konsultan adalah 2% dari jumlah bruto (tidak termasuk PPN). Tarif 15% dikenakan untuk dividen, bunga, dan royalti.
27.

Pengaruh Tax Treaty (Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda) terhadap PPh Pasal 26 adalah…

  • A. Menghapuskan kewajiban PPh Pasal 26 sepenuhnya
  • B. Dapat mengurangi tarif pemotongan PPh Pasal 26
  • C. Meningkatkan tarif PPh Pasal 26
  • D. Tidak mempengaruhi tarif PPh Pasal 26
Jawaban: B. Dapat mengurangi tarif pemotongan PPh Pasal 26.
Tax Treaty dapat mengurangi atau membatasi tarif PPh Pasal 26 dari tarif normal 20% menjadi lebih rendah sesuai kesepakatan antar negara untuk menghindari pajak berganda.
28.

Mekanisme PPN di mana Pengusaha Kena Pajak (PKP) dapat mengkreditkan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran disebut dengan mekanisme…

  • A. Indirect Tax
  • B. Credit Method
  • C. Deduction Method
  • D. Direct Tax
Jawaban: B. Credit Method.
Indonesia menerapkan Credit Method dalam PPN, di mana PKP dapat mengkreditkan Pajak Masukan (PM) yang dibayar saat pembelian terhadap Pajak Keluaran (PK) yang dipungut saat penjualan.
29.

Aplikasi resmi yang digunakan untuk membuat faktur pajak elektronik adalah…

  • A. e-Filing
  • B. e-Billing
  • C. e-Faktur
  • D. e-Registration
Jawaban: C. e-Faktur.
e-Faktur adalah aplikasi resmi dari DJP untuk membuat faktur pajak elektronik yang berlaku sejak 1 Juli 2016. Aplikasi ini wajib digunakan oleh PKP yang ditunjuk.
30.

Pajak daerah yang dipungut oleh Pemerintah Provinsi atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor adalah…

  • A. BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor)
  • B. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)
  • C. PAP (Pajak Air Permukaan)
  • D. PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan)
Jawaban: B. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor).
PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) adalah pajak provinsi yang dipungut atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor. BBNKB dipungut saat penyerahan kepemilikan kendaraan.
31.

Tarif bea meterai yang berlaku berdasarkan UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai adalah…

  • A. Rp 3.000 dan Rp 6.000
  • B. Rp 6.000 dan Rp 10.000
  • C. Rp 10.000
  • D. Rp 10.000 dan Rp 20.000
Jawaban: C. Rp 10.000.
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2020, tarif bea meterai yang berlaku adalah tunggal sebesar Rp 10.000 untuk dokumen yang memuat jumlah uang nominal di atas Rp 5.000.000.
32.

Strategi perencanaan pajak yang legal dengan memanfaatkan celah dalam undang-undang perpajakan disebut…

  • A. Tax Evasion
  • B. Tax Avoidance
  • C. Tax Planning
  • D. Tax Compliance
Jawaban: B. Tax Avoidance.
Tax Avoidance adalah upaya penghematan pajak secara legal dengan memanfaatkan celah atau ketentuan yang tidak diatur dalam undang-undang. Berbeda dengan Tax Evasion yang merupakan penggelapan pajak secara ilegal.
33.

Surat Ketetapan Pajak yang diterbitkan dalam hal Wajib Pajak tidak menyampaikan SPT dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan adalah…

  • A. SKPKB (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar)
  • B. SKPKBT (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan)
  • C. STP (Surat Tagihan Pajak)
  • D. SKPN (Surat Ketetapan Pajak Nihil)
Jawaban: A. SKPKB (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar).
SKPKB diterbitkan dalam hal SPT tidak disampaikan dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya. SKPKB juga diterbitkan jika berdasarkan pemeriksaan ditemukan pajak yang kurang dibayar.
34.

Dalam praktik komprehensif perpajakan, dokumen yang menjadi dasar pengisian SPT Tahunan PPh Badan adalah…

  • A. Laporan Keuangan Komersial saja
  • B. Laporan Keuangan Fiskal hasil rekonsiliasi
  • C. Buku Besar perusahaan
  • D. Neraca Saldo
Jawaban: B. Laporan Keuangan Fiskal hasil rekonsiliasi.
SPT Tahunan PPh Badan harus diisi berdasarkan Laporan Keuangan Fiskal yang merupakan hasil rekonsiliasi dari Laporan Keuangan Komersial dengan melakukan koreksi fiskal positif dan negatif sesuai ketentuan perpajakan.
35.

Dalam sistem perpajakan Indonesia, fungsi pajak yang mengatur perekonomian melalui kebijakan fiskal untuk stabilisasi ekonomi disebut fungsi:

  • A. Fungsi Budgetair
  • B. Fungsi Regulerend
  • C. Fungsi Distribusi
  • D. Fungsi Alokasi
Jawaban: B. Fungsi Regulerend.
Fungsi regulerend adalah fungsi pajak yang digunakan untuk mengatur atau mengendalikan perekonomian melalui kebijakan fiskal, seperti stabilisasi ekonomi dan redistribusi pendapatan.
36.

Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi untuk tahun pajak yang berakhir 31 Desember adalah:

  • A. Akhir bulan Februari tahun berikutnya
  • B. Akhir bulan Maret tahun berikutnya
  • C. Akhir bulan April tahun berikutnya
  • D. Akhir bulan Januari tahun berikutnya
Jawaban: B. Akhir bulan Maret tahun berikutnya.
Sesuai ketentuan KUP, batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi adalah paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun pajak, yaitu akhir bulan Maret.
37.

Aplikasi yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk melakukan pembayaran pajak secara elektronik adalah:

  • A. e-Filing
  • B. e-Faktur
  • C. e-Billing
  • D. e-Registration
Jawaban: C. e-Billing.
e-Billing adalah sistem pembayaran pajak secara elektronik dengan membuat kode billing yang digunakan untuk melakukan pembayaran pajak melalui bank atau pos persepsi.
38.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berfungsi untuk:

  • A. Mengurangi penghasilan bruto wajib pajak
  • B. Mengurangi penghasilan neto untuk menghitung PKP
  • C. Menambah penghasilan kena pajak
  • D. Mengurangi pajak terutang
Jawaban: B. Mengurangi penghasilan neto untuk menghitung PKP.
PTKP digunakan untuk mengurangi penghasilan neto dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP) orang pribadi, sehingga hanya penghasilan di atas PTKP yang dikenakan pajak.
39.

Formulir bukti pemotongan PPh Pasal 21 yang diberikan kepada pegawai tetap pada akhir tahun adalah:

  • A. Formulir 1721-A1
  • B. Formulir 1721-A2
  • C. Formulir 1770
  • D. Formulir 1770S
Jawaban: A. Formulir 1721-A1.
Formulir 1721-A1 adalah bukti pemotongan PPh Pasal 21 yang diberikan pemberi kerja kepada pegawai tetap sebagai lampiran SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
40.

Dalam penghitungan PPh Badan, biaya entertaiment yang tidak didukung dengan daftar nominatif termasuk dalam kategori:

  • A. Biaya yang dapat dikurangkan (deductible expense)
  • B. Biaya yang tidak dapat dikurangkan (non-deductible expense)
  • C. Biaya yang dapat dikreditkan
  • D. Biaya yang ditangguhkan
Jawaban: B. Biaya yang tidak dapat dikurangkan (non-deductible expense).
Biaya entertaiment tanpa daftar nominatif merupakan biaya yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto, sehingga akan menjadi koreksi fiskal positif.
41.

Rekonsiliasi fiskal dilakukan untuk:

  • A. Menyesuaikan laporan keuangan komersial dengan ketentuan perpajakan
  • B. Mengurangi beban pajak perusahaan
  • C. Menghitung kredit pajak perusahaan
  • D. Menentukan tarif pajak yang berlaku
Jawaban: A. Menyesuaikan laporan keuangan komersial dengan ketentuan perpajakan.
Rekonsiliasi fiskal adalah proses penyesuaian antara laporan keuangan komersial dengan ketentuan perpajakan untuk mendapatkan penghasilan kena pajak yang sesuai dengan peraturan perpajakan.
42.

PPh Pasal 22 atas impor barang dipungut oleh:

  • A. Direktorat Jenderal Pajak
  • B. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
  • C. Bank persepsi
  • D. Wajib pajak sendiri
Jawaban: B. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
PPh Pasal 22 atas impor barang dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada saat penyelesaian dokumen impor (PIB).
43.

Tarif PPh Pasal 23 atas jasa konsultan, jasa manajemen, dan jasa teknik adalah:

  • A. 15% dari jumlah bruto
  • B. 2% dari jumlah bruto
  • C. 10% dari jumlah bruto
  • D. 5% dari jumlah bruto
Jawaban: B. 2% dari jumlah bruto.
Tarif PPh Pasal 23 atas jasa konsultan, jasa manajemen, jasa teknik, dan jasa lainnya yang diatur dalam PMK adalah 2% dari jumlah bruto (tidak termasuk PPN).
44.

Subjek Pajak luar negeri yang menerima penghasilan dari Indonesia dikenakan PPh Pasal:

  • A. PPh Pasal 21
  • B. PPh Pasal 23
  • C. PPh Pasal 26
  • D. PPh Pasal 25
Jawaban: C. PPh Pasal 26.
PPh Pasal 26 dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri dari sumber penghasilan di Indonesia.
45.

Mekanisme pajak masukan (PM) dan pajak keluaran (PK) dalam PPN dikenal dengan sistem:

  • A. Tax credit method
  • B. Self assessment system
  • C. Withholding tax system
  • D. Official assessment system
Jawaban: A. Tax credit method.
Sistem PPN di Indonesia menggunakan tax credit method, dimana pajak masukan yang dibayar dapat dikreditkan dengan pajak keluaran yang dipungut untuk menghitung PPN yang harus disetor.
46.

Faktur pajak harus dibuat paling lambat:

  • A. Pada saat penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak
  • B. Pada akhir bulan penyerahan
  • C. Dalam waktu 30 hari setelah penyerahan
  • D. Sebelum SPT Masa PPN dilaporkan
Jawaban: A. Pada saat penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.
Sesuai ketentuan PPN, Faktur Pajak harus dibuat pada saat penyerahan BKP/JKP atau pada saat penerimaan pembayaran (mana yang lebih dahulu).
47.

PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) merupakan jenis pajak:

  • A. Pajak Pusat
  • B. Pajak Provinsi
  • C. Pajak Kabupaten/Kota
  • D. Pajak Negara
Jawaban: C. Pajak Kabupaten/Kota.
PBB-P2 merupakan pajak Kabupaten/Kota yang pengelolaannya telah diserahkan kepada pemerintah daerah sesuai UU PDRD.
48.

Tarif Bea Meterai berdasarkan UU No. 10 Tahun 2020 adalah:

  • A. Rp 3.000 dan Rp 6.000
  • B. Rp 6.000 dan Rp 10.000
  • C. Rp 10.000
  • D. Rp 5.000 dan Rp 10.000
Jawaban: C. Rp 10.000.
UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai menetapkan tarif tunggal sebesar Rp 10.000 untuk dokumen yang terutang Bea Meterai.
49.

Strategi penghematan pajak yang dilakukan secara legal dengan memanfaatkan celah dalam peraturan perpajakan disebut:

  • A. Tax Evasion
  • B. Tax Avoidance
  • C. Tax Planning
  • D. Tax Fraud
Jawaban: B. Tax Avoidance.
Tax Avoidance adalah upaya penghematan pajak yang legal dengan memanfaatkan celah atau ketentuan yang diperbolehkan dalam peraturan perpajakan, berbeda dengan tax evasion yang ilegal.
50.

Surat yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk menagih pajak yang terutang setelah Surat Teguran tidak diindahkan adalah:

  • A. Surat Ketetapan Pajak
  • B. Surat Paksa
  • C. Surat Tagihan Pajak
  • D. Surat Perintah Pemeriksaan
Jawaban: B. Surat Paksa.
Surat Paksa adalah surat perintah untuk membayar utang pajak dan biaya penagihan pajak, yang diterbitkan setelah Surat Teguran tidak diindahkan dalam jangka waktu 21 hari.

Latihan soal secara konsisten akan membantu Anda lebih siap menghadapi ujian, baik dalam format UTM maupun UO. Kerjakan Soal UAS UT secara berkala dan evaluasi pemahaman Anda terhadap materi perpajakan. Jangan ragu untuk kembali mempelajari konsep yang masih sulit dipahami agar hasil ujian maksimal.

Semoga panduan latihan ini bermanfaat untuk persiapan ujian Anda. Teruslah berlatih dan manfaatkan setiap kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam mata kuliah FSSP4XXX Panduan Laboratorium Perpajakan. Dengan persiapan matang dan latihan yang cukup, Anda pasti dapat meraih hasil terbaik dalam ujian nanti.

Bagikan

error: Content is protected !!