💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT STIK4243 Analisis Runtun Waktu dan Kunci Jawaban

Soal UT STIK4243 Analisis Runtun Waktu
Soal UT STIK4243 Analisis Runtun Waktu

Tiba-tiba disuruh ngurus data time series tanpa paham bedanya fungsi autokorelasi sama autokorelasi parsial di Modul 2. Itu kendala paling umum pas mulai belajar STIK4243 Analisis Runtun Waktu. Pusingnya makin nambah kalau liat rumus notasi backshift di Modul 4. Soal UT yang kami sediakan mencakup latihan dari konsep dasar stasioner hingga tahap identifikasi model.

Bagian identifikasi model non-stasioner di Modul 6 sering bikin mahasiswa gagal paham, apalagi soal variance yang naik-turun gak karuan. Padahal beda tipis sama materi mean non-stasioner di KB sebelumnya. Coba deh kerjakan dulu soal-soal per modul. prediksi soal UAS Statistika ini langsung nge-drill perbedaan keduanya biar gak keliru pas ujian.

Soal Ujian UT di bawah ini mencakup studi kasus inventori dari Modul 3 sampai teknik ramalan interval di Modul 8. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban plus pembahasan singkat kenapa options yang lain salah. Jadi kalau stuck di bagian diagnostic checking, langsung cek penjelasannya. latihan UAS UT ini efektif banget buat tes pemahaman langkah Box-Jenkins.

Soal UT STIK4243 Analisis Runtun Waktu

1.

Dalam analisis runtun waktu, data yang dikumpulkan berdasarkan urutan waktu disebut sebagai…

  • A. Data cross-section
  • B. Data panel
  • C. Data runtun waktu
  • D. Data longitudinal
Jawaban: C
Data runtun waktu adalah data yang dikumpulkan secara berurutan dalam interval waktu yang sama.
2.

Tahap pertama dalam metodologi Box-Jenkins untuk analisis runtun waktu adalah…

  • A. Estimasi parameter
  • B. Diagnostic checking
  • C. Peramalan
  • D. Identifikasi model
Jawaban: D
Metodologi Box-Jenkins dimulai dengan identifikasi model stasioner atau non-stasioner.
3.

Fungsi autokorelasi (ACF) digunakan untuk mengukur…

  • A. Korelasi antara dua variabel berbeda
  • B. Korelasi antara nilai runtun waktu dengan nilai sebelumnya pada lag tertentu
  • C. Korelasi parsial antara nilai saat ini dengan nilai sebelumnya
  • D. Korelasi antara residual model
Jawaban: B
ACF mengukur korelasi linear antara nilai suatu runtun waktu dengan nilai lag-nya.
4.

Jika suatu proses runtun waktu bersifat stasioner, maka ciri-cirinya adalah…

  • A. Mean berubah tetapi varians konstan
  • B. Mean konstan tetapi varians berubah
  • C. Mean dan varians konstan sepanjang waktu
  • D. Mean dan varians berubah secara sistematis
Jawaban: C
Stasionaritas berarti mean dan varians tidak berubah seiring waktu.
5.

Model ARIMA(1,1,1) memiliki komponen…

  • A. AR 1, differencing 0, MA 1
  • B. AR 1, differencing 1, MA 1
  • C. AR 1, differencing 1, MA 0
  • D. AR 0, differencing 1, MA 1
Jawaban: B
Notasi ARIMA(p,d,q) menunjukkan AR orde p, differencing orde d, dan MA orde q.
6.

Notasi backshift B digunakan untuk menyederhanakan penulisan model ARIMA. Operator B bekerja dengan cara…

  • A. Menggeser waktu ke belakang satu periode
  • B. Menggeser waktu ke depan satu periode
  • C. Mengalikan data dengan konstanta
  • D. Menjumlahkan data dengan data sebelumnya
Jawaban: A
Operator backshift B(X_t) = X_{t-1} menggeser indeks waktu ke belakang.
7.

Proses AR(1) dengan koefisien φ=0,8 bersifat stasioner jika…

  • A. |φ| > 1
  • B. |φ| = 1
  • C. |φ| < 1
  • D. φ = 0
Jawaban: C
Proses AR(1) stasioner jika nilai absolut koefisien AR kurang dari 1.
8.

Jika plot ACF menunjukkan penurunan yang lambat dan tidak memotong setelah lag tertentu, maka indikasi awal adalah…

  • A. Proses MA(1)
  • B. Proses stasioner
  • C. Proses AR(2)
  • D. Proses non-stasioner
Jawaban: D
ACF yang menurun lambat menandakan data tidak stasioner dalam mean.
9.

Transformasi Box-Cox digunakan dalam analisis runtun waktu untuk mengatasi masalah…

  • A. Mean non-stasioner
  • B. Multikolinearitas
  • C. Autokorelasi tinggi
  • D. Variance non-stasioner
Jawaban: D
Transformasi Box-Cox digunakan untuk menstabilkan varians yang tidak konstan.
10.

Prinsip Maximum Likelihood Estimation (MLE) dalam estimasi parameter model ARIMA bertujuan untuk…

  • A. Meminimalkan jumlah kuadrat residual
  • B. Memaksimalkan fungsi likelihood
  • C. Meminimalkan nilai AIC
  • D. Memaksimalkan korelasi residual
Jawaban: B
MLE mencari parameter yang memaksimalkan probabilitas data observasi.
11.

Diagnostic checking pada model ARIMA bertujuan untuk memeriksa apakah…

  • A. Model memiliki parameter yang banyak
  • B. Model memiliki koefisien tinggi
  • C. Data bersifat stasioner
  • D. Residual model bersifat white noise
Jawaban: D
White noise residual menandakan model telah menangkap struktur data dengan baik.
12.

Ramalan titik (point forecast) dari model ARIMA untuk periode mendatang menghasilkan…

  • A. Satu nilai estimasi tunggal
  • B. Interval kepercayaan
  • C. Distribusi probabilitas
  • D. Nilai aktual masa depan
Jawaban: A
Ramalan titik memberikan satu nilai perkiraan terbaik untuk periode ke depan.
13.

Interval ramalan (forecast interval) memberikan…

  • A. Rentang nilai di mana data aktual diperkirakan berada dengan tingkat kepercayaan tertentu
  • B. Nilai pasti dari data masa depan
  • C. Nilai rata-rata data historis
  • D. Deviasi standar dari residual
Jawaban: A
Interval ramalan memberikan batas bawah dan atas untuk estimasi.
14.

Pada model ARIMA musiman, notasi SARIMA (p,d,q)(P,D,Q)_s menunjukkan bahwa…

  • A. hanya ada komponen non-musiman
  • B. hanya ada komponen musiman
  • C. komponen musiman dan non-musiman digabungkan
  • D. tidak ada differencing
Jawaban: C
SARIMA menggabungkan komponen non-musiman dan musiman untuk menangani pola musiman.
15.

Fungsi autokorelasi parsial (FAKP) pada proses MA(1) akan menunjukkan pola…

  • A. Menurun secara eksponensial
  • B. Cut off setelah lag 1
  • C. Cut off setelah lag 2
  • D. Menurun secara sinusoida
Jawaban: B
FAKP proses MA(1) terputus setelah lag pertama.
16.

Dalam model multiplikatif musiman, pola ACF yang signifikan pada lag musiman menunjukkan…

  • A. Pengaruh komponen musiman
  • B. Tidak ada efek musiman
  • C. Data bersifat random
  • D. Model sudah tepat
Jawaban: A
ACF signifikan pada lag musiman mengindikasikan adanya pola musiman.
17.

Jika plot ACF dari residual model ARIMA menunjukkan banyak lag yang signifikan, maka langkah selanjutnya adalah…

  • A. Memperbaiki model dengan menambahkan parameter AR atau MA
  • B. Melakukan peramalan
  • C. Menerima model tersebut
  • D. Mengabaikan hasil tersebut
Jawaban: A
Residual yang masih memiliki pola perlu diatasi dengan spesifikasi model ulang.
18.

Data runtun waktu dikumpulkan berdasarkan urutan waktu tertentu. Karakteristik utama yang membedakan data runtun waktu dari data biasa adalah…

  • A. Observasi bersifat independen
  • B. Observasi dependen terhadap waktu
  • C. Data bersifat kategori
  • D. Tidak memiliki tren atau musiman
Jawaban: B
Data runtun waktu memiliki ketergantungan antar observasi berdasarkan urutan waktu, menjadikannya tidak independen.
19.

Dalam pendekatan Box-Jenkins, langkah pertama yang harus dilakukan setelah memperoleh data runtun waktu adalah…

  • A. Estimasi parameter
  • B. Diagnostic checking
  • C. Identifikasi model
  • D. Peramalan
Jawaban: C
Identifikasi model adalah langkah awal untuk menentukan orde model ARIMA berdasarkan pola data.
20.

Fungsi autokorelasi (FAK) pada lag ke-k mengukur…

  • A. Hubungan linier antara dua variabel berbeda
  • B. Korelasi antara observasi dengan rata-ratanya
  • C. Korelasi antara observasi pada waktu t dan t-k setelah menghilangkan pengaruh lag di antaranya
  • D. Korelasi antara observasi pada waktu t dan t-k tanpa memperhitungkan variabel lain
Jawaban: D
FAK mengukur korelasi sederhana antara observasi pada lag tertentu tanpa mengontrol pengaruh lag lainnya.
21.

Proses stokastik dapat dipandang sebagai kumpulan dari variabel acak yang terurut waktu. Realisasi dari proses stokastik adalah…

  • A. Nilai harapan dari proses tersebut
  • B. Satu himpunan data yang teramati dari proses tersebut
  • C. Model matematis dari proses tersebut
  • D. Varians dari proses tersebut
Jawaban: B
Realisasi merupakan satu hasil pengamatan (data aktual) dari suatu proses stokastik.
22.

Syarat model yang baik dalam analisis runtun waktu ARIMA adalah residualnya bersifat white noise, yaitu…

  • A. Residual memiliki autokorelasi yang signifikan
  • B. Residual memiliki pola musiman yang jelas
  • C. Residual tidak memiliki autokorelasi yang signifikan
  • D. Residual memiliki varians yang tidak konstan
Jawaban: C
Residual white noise berarti tidak ada autokorelasi yang signifikan, menandakan model telah menangkap pola data dengan baik.
23.

Dalam studi kasus inventori dengan data mingguan, setelah dilakukan differencing satu kali, data menjadi stasioner. Kemungkinan model yang sesuai adalah…

  • A. ARIMA(1,1,0)
  • B. ARIMA(0,0,1)
  • C. ARIMA(1,0,1)
  • D. ARIMA(2,1,1)
Jawaban: A
Differencing satu kali menunjukkan d=1. Model ARIMA(1,1,0) adalah pilihan sederhana dan umum untuk data yang telah distasionerkan dengan differencing.
24.

Notasi backshift B digunakan untuk menyederhanakan penulisan model ARIMA. Jika diketahui model (1-0.5B)(1-B)Y_t = e_t, maka model tersebut setara dengan…

  • A. ARIMA(1,0,0)
  • B. ARIMA(0,1,1)
  • C. ARIMA(1,1,0)
  • D. ARIMA(1,1,1)
Jawaban: C
Faktor (1-B) menunjukkan differencing orde 1, dan (1-0.5B) menunjukkan AR(1). Jadi modelnya ARIMA(1,1,0).
25.

Interpretasi model ARIMA(1,0,0) atau AR(1) adalah bahwa nilai observasi saat ini dipengaruhi oleh…

  • A. Kesalahan acak pada waktu sebelumnya
  • B. Observasi satu waktu sebelumnya dan kesalahan acak saat ini
  • C. Rata-rata dari observasi sebelumnya
  • D. Hanya komponen musiman
Jawaban: B
Model AR(1) menyatakan Y_t = c + φY_{t-1} + e_t, sehingga dipengaruhi oleh Y_{t-1} dan e_t.
26.

Syarat stasioneritas untuk model AR(1) adalah…

  • A. |φ| < 1
  • B. |θ| < 1
  • C. |φ| > 1
  • D. |θ| > 1
Jawaban: A
Stasioneritas model AR(1) mensyaratkan nilai absolut koefisien AR kurang dari 1.
27.

Data runtun waktu dengan mean non-stasioner dapat diidentifikasi dari plot deret waktu yang menunjukkan…

  • A. Fluktuasi konstan di sekitar nilai tetap
  • B. Pola tren naik atau turun dalam jangka panjang
  • C. Varians yang meningkat seiring waktu
  • D. Pola musiman yang jelas setiap periode
Jawaban: B
Mean non-stasioner ditandai dengan adanya tren, sehingga mean berubah seiring waktu.
28.

Jika plot data menunjukkan varians meningkat seiring waktu, tindakan yang tepat untuk menstabilkan varians adalah…

  • A. Melakukan differencing biasa
  • B. Melakukan transformasi logaritma natural
  • C. Menambahkan komponen musiman
  • D. Menggunakan model moving average
Jawaban: B
Transformasi logaritma atau Box-Cox sering digunakan untuk menstabilkan varians yang tidak konstan.
29.

Metode estimasi parameter model ARIMA yang paling umum digunakan karena menghasilkan estimator yang efisien adalah…

  • A. Metode momen
  • B. Maximum likelihood
  • C. Regresi linier sederhana
  • D. Rata-rata bergerak
Jawaban: B
Maximum likelihood adalah metode estimasi yang efisien dan banyak digunakan dalam pemodelan ARIMA.
30.

Pada tahap diagnostic checking, jika residual model memiliki autokorelasi signifikan pada beberapa lag, maka langkah selanjutnya adalah…

  • A. Model tetap digunakan
  • B. Melakukan peramalan
  • C. Memodifikasi model dengan menambah atau mengurangi orde
  • D. Mengubah data menjadi data cross-section
Jawaban: C
Autokorelasi residual signifikan menandakan model belum adequate, perlu identifikasi ulang dan modifikasi model.
31.

Ramalan titik untuk langkah ke-h dari model ARIMA(0,0,1) atau MA(1) pada waktu t adalah…

  • A. Nol untuk semua h
  • B. Rata-rata dari data historis
  • C. Nol untuk h lebih besar dari 1
  • D. Tidak dapat dihitung
Jawaban: C
Untuk model MA(1), ramalan untuk h>1 akan konvergen ke nol karena moving average hanya melibatkan error hingga lag 1.
32.

Interval ramalan untuk peramalan runtun waktu akan semakin lebar seiring dengan…

  • A. Bertambahnya panjang langkah peramalan
  • B. Berkurangnya data historis
  • C. Meningkatnya koefisien AR
  • D. Menurunnya varians residual
Jawaban: A
Ketidakpastian peramalan meningkat seiring langkah ke depan, sehingga interval ramalan melebar.
33.

Pada model musiman, fungsi autokorelasi untuk proses MA musiman (SMA) akan menunjukkan pola…

  • A. Cut off setelah lag musiman
  • B. Dies down secara eksponensial
  • C. Cut off pada lag non-musiman
  • D. Tidak ada pola yang jelas
Jawaban: A
MA musiman memiliki FAK yang cut off setelah lag kelipatan periode musiman.
34.

Model multiplikatif musiman SARIMA(1,0,0)(1,1,0)12 sering digunakan untuk data bulanan karena dapat menangkap…

  • A. Hanya efek non-musiman
  • B. Efek musiman dan non-musiman secara terpisah tanpa interaksi
  • C. Interaksi antara komponen musiman dan non-musiman secara multiplikatif
  • D. Komponen tren saja
Jawaban: C
Model multiplikatif menggabungkan efek AR/MA musiman dan non-musiman secara perkalian, menangkap interaksi keduanya.
35.

Komponen utama yang membedakan data runtun waktu dari data cross-section adalah…

  • A. Data tidak dapat diulang
  • B. Data memiliki urutan waktu
  • C. Data bersifat independen
  • D. Data bersifat kategorik
Jawaban: B
Data runtun waktu memiliki urutan waktu yang berurutan, berbeda dengan data cross-section yang dikumpulkan pada satu waktu.
36.

Dalam metodologi Box-Jenkins, langkah pertama yang harus dilakukan adalah…

  • A. Estimasi parameter
  • B. Peramalan
  • C. Identifikasi model
  • D. Diagnostic checking
Jawaban: C
Box-Jenkins diawali dengan identifikasi model melalui plot data dan pemeriksaan stasioneritas.
37.

Fungsi autokorelasi (FAK) pada lag ke-k mengukur…

  • A. Korelasi antara nilai sekarang dengan semua lag sebelumnya
  • B. Varians data pada lag ke-k
  • C. Korelasi antara nilai sekarang dengan nilai pada lag ke-k
  • D. Nilai tengah data pada lag ke-k
Jawaban: C
FAK mengukur korelasi linier antara observasi pada waktu t dengan observasi pada waktu t-k.
38.

Fungsi autokorelasi parsial (FAKP) pada lag ke-k mengukur…

  • A. Varians residual model
  • B. Korelasi total dengan semua lag
  • C. Nilai ekspektasi data
  • D. Korelasi tanpa pengaruh lag lainnya
Jawaban: D
FAKP mengukur korelasi antara dua observasi setelah menghilangkan efek lag di antaranya.
39.

Salah satu kriteria model ARIMA yang baik adalah…

  • A. Nilai AIC yang besar
  • B. Parameter model tidak signifikan
  • C. Residual bersifat white noise
  • D. Jumlah parameter maksimal
Jawaban: C
Model yang baik memiliki residual yang white noise, yaitu tidak ada autokorelasi yang signifikan.
40.

Dalam studi kasus inventori, jika data menunjukkan tren naik maka langkah awal yang tepat adalah…

  • A. Menggunakan model MA
  • B. Menggunakan model AR
  • C. Melakukan differencing
  • D. Melakukan transformasi log
Jawaban: C
Data dengan tren naik bersifat non-stasioner dalam mean, sehingga perlu dilakukan differencing.
41.

Notasi backshift B dalam model ARIMA berarti…

  • A. Mengalikan data dengan konstanta
  • B. Menggeser data ke depan satu periode
  • C. Menjumlahkan data dua periode
  • D. Menggeser data ke belakang satu periode
Jawaban: D
Operator backshift B didefinisikan sebagai B y_t = y_{t-1}.
42.

Interpretasi model AR(1) dengan koefisien 0,7 adalah…

  • A. Pengaruh bersifat musiman
  • B. Nilai sebelumnya berpengaruh negatif sebesar 0,7
  • C. Tidak ada pengaruh lag sebelumnya
  • D. Nilai sebelumnya berpengaruh positif sebesar 0,7
Jawaban: D
Model AR(1) menunjukkan bahwa nilai saat ini dipengaruhi nilai sebelumnya dengan koefisien 0,7.
43.

Syarat stasioneritas untuk model AR(1) adalah…

  • A. |phi| < 1
  • B. |phi| > 1
  • C. phi = 0
  • D. phi = 1
Jawaban: A
Model AR(1) stasioner jika nilai absolut koefisien autoregresif kurang dari 1.
44.

Syarat invertibilitas untuk model MA(1) adalah…

  • A. |theta| < 1
  • B. |theta| > 1
  • C. theta = 0
  • D. theta = 1
Jawaban: A
Model MA(1) invertibel jika nilai absolut koefisien moving average kurang dari 1.
45.

Ciri data dengan mean non-stasioner adalah…

  • A. FAKP terputus setelah lag tertentu
  • B. Varians konstan
  • C. FAK turun cepat ke nol
  • D. Nilai rata-rata berubah seiring waktu
Jawaban: D
Mean non-stasioner ditandai dengan fluktuasi rata-rata yang tidak konstan sepanjang waktu.
46.

Untuk mengatasi variance non-stasioner, metode yang umum digunakan adalah…

  • A. Transformasi Box-Cox
  • B. Differencing biasa
  • C. Menambah lag
  • D. Menghapus outlier
Jawaban: A
Transformasi Box-Cox atau transformasi log dapat menstabilkan varians yang tidak konstan.
47.

Metode estimasi parameter ARIMA yang meminimalkan jumlah kuadrat residual adalah…

  • A. Momen
  • B. Least squares
  • C. Maksimum likelihood
  • D. Bayesian
Jawaban: B
Metode least squares meminimalkan jumlah kuadrat residual untuk estimasi parameter.
48.

Pada diagnostic checking, uji Ljung-Box digunakan untuk…

  • A. Mendeteksi autokorelasi residual
  • B. Menguji normalitas residual
  • C. Membandingkan dua model
  • D. Menentukan orde model
Jawaban: A
Uji Ljung-Box menguji apakah residual memiliki autokorelasi yang signifikan.
49.

Ramalan titik pada model ARIMA adalah…

  • A. Interval kepercayaan ramalan
  • B. Nilai ekspektasi bersyarat dari observasi masa depan
  • C. Nilai tengah data historis
  • D. Nilai maksimum data
Jawaban: B
Ramalan titik adalah nilai ekspektasi bersyarat dari observasi di masa depan berdasarkan model.
50.

Pada model musiman multiplikatif, lag musiman yang khas adalah…

  • A. s = 1
  • B. s = 4 atau s = 12
  • C. s = 0
  • D. s = 2
Jawaban: B
Model musiman menggunakan lag seperti s=4 untuk data kuartalan dan s=12 untuk data bulanan.

Identifikasi model ARIMA sering kali jadi bagian yang bikin banyak mahasiswa ragu di UAS, apalagi saat harus membedakan stasioner dan non-stasioner dari plot ACF. Pola turun lambat di ACF itu jebakan umum karena kelihatan mirip data stasioner, padahal belum. Itu kuncinya: lihat juga PACF-nya. Kalau sudah paham perbedaan modul 5 dan 6, sisanya tinggal nerapin di soal estimasi dan diagnostic checking.

Di STIK4243 Analisis Runtun Waktu, soal UAS UT biasanya gabung antara UTM yang hitungan langsung dan UO yang naratif analisis model. Bagian peramalan interval di modul 8 jarang dilewatkan, jadi pelajari rumus ramalan titik dan intervalnya barengan. Kalau masih ada yang bingung, coba cek soal ujian UT lain untuk latihan tambahan biar makin terbiasa sama pola soalnya.

Bagikan

error: Content is protected !!