Aplikasi Gratis

Soalut.com

v1.3.0

Install sekali, akses kapan saja tanpa browser

Ribuan soal & modul lengkap di aplikasi

GET IT ON Google Play

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir! 💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung
Rp
Rp
Rp
Rp
Selalu Gratis
Ribuan soal UT gratis,
karena kamu peduli
Ikut Dukung Sekarang

Soal UAS UT STIK4243 Analisis Runtun Waktu dan Kunci Jawaban

Aplikasi Gratis

Soalut.com
★★★★★ 5.0
Gratis
GET IT ON Google Play
Soal UT STIK4243 Analisis Runtun Waktu
Soal UT STIK4243 Analisis Runtun Waktu

Baru buka Modul 01, langsung disambut grafik data runtun waktu yang naik-turun. Belum lagi istilah Box-Jenkins yang terdengar asing. Padahal ini baru awal. STIK4243 Analisis Runtun Waktu memang butuh strategi belajar yang pas.

Modul 05 soal Fak dan Fakp teoretis itu jebakan klasik. Banyak yang ketuker antara proses AR dan MA. Modul 03 juga sering bikin salah langkah di pemilihan model ARIMA terbaik. bank soal UT Statistika di sini bantu kamu latihan membedakannya. Jangan ditunda.

Di halaman ini kamu bisa latihan soal dari Modul 07 tentang estimasi sampai Modul 09 tentang model multiplikatif musiman. Semua soal UAS di bawah sudah dilengkapi kunci jawaban. Pembahasannya bikin kamu ngerti kenapa jawabannya itu. Kalau perlu latihan matkul lain, buka kumpulan soal UAS UT yang kami sediakan.

Soal UT STIK4243 Analisis Runtun Waktu

1.

Seorang peneliti memiliki data tingkat inflasi bulanan Indonesia selama 10 tahun terakhir. Ia ingin memahami pola musiman dan tren untuk merancang kebijakan moneter. Kegiatan ini paling mencerminkan salah satu tujuan utama analisis runtun waktu, yaitu…

  • A. mengelompokkan data ke dalam cluster berdasarkan kemiripan pola
  • B. menguji hubungan kausal antara inflasi dan variabel ekonomi lainnya
  • C. merancang kebijakan pengendalian berdasarkan pemahaman mekanisme data
  • D. menghitung rata-rata dan standar deviasi data secara deskriptif
Jawaban: C
Tujuan analisis runtun waktu meliputi memahami mekanisme pembangkit data, meramalkan nilai masa depan, dan merancang kebijakan pengendalian. Dalam kasus ini, peneliti memanfaatkan pemahaman pola data untuk merancang kebijakan.
2.

Perbedaan mendasar antara data runtun waktu dan data cross-section terletak pada…

  • A. skala pengukuran variabel yang digunakan
  • B. dimensi waktu yang melekat pada pengamatan
  • C. jumlah variabel yang terlibat dalam analisis
  • D. metode statistik yang dapat diterapkan
Jawaban: B
Data runtun waktu dikumpulkan berdasarkan urutan waktu dengan interval yang sama, sedangkan data cross-section diamati pada satu titik waktu. Dimensi waktu menjadi pembeda utama keduanya.
3.

Komponen deret waktu yang menunjukkan fluktuasi jangka panjang yang tidak memiliki periode tetap dan sering dikaitkan dengan siklus bisnis adalah…

  • A. siklus
  • B. musiman
  • C. tren
  • D. ketidakteraturan
Jawaban: A
Komponen siklus menggambarkan fluktuasi jangka panjang tanpa periode tetap, berbeda dengan musiman yang memiliki periode tetap. Siklus sering dikaitkan dengan siklus bisnis ekonomi.
4.

Pak Budi mengamati data penjualan sepeda motor di dealer-nya setiap bulan selama lima tahun. Ia mencatat penjualan selalu meningkat tajam di bulan Desember dan menurun di bulan Januari. Pola ini termasuk komponen…

  • A. tren
  • B. siklus
  • C. musiman
  • D. ketidakteraturan
Jawaban: C
Pola yang berulang pada bulan yang sama setiap tahun merupakan komponen musiman karena memiliki periode tetap, dalam hal ini s=12 untuk data bulanan.
5.

Yang dimaksud dengan interval yang sama dalam pengertian data runtun waktu adalah…

  • A. data dikumpulkan oleh peneliti yang sama sepanjang waktu
  • B. jumlah data pada setiap periode pengamatan adalah identik
  • C. setiap pengamatan memiliki nilai yang berada pada rentang tertentu
  • D. jarak antar waktu pencatatan bersifat konstan dan seragam
Jawaban: D
Data runtun waktu disyaratkan dicatat berdasarkan urutan waktu dengan interval yang sama, artinya jarak antar waktu pencatatan bersifat konstan.
6.

Manakah dari berikut ini yang paling tepat menggambarkan ketidakteraturan dalam komponen deret waktu…

  • A. lonjakan harga saham akibat isu politik yang tak terduga
  • B. peningkatan penjualan es krim setiap musim kemarau
  • C. pertumbuhan PDB yang terus naik selama lima tahun terakhir
  • D. fluktuasi penjualan ritel yang berulang tiap akhir pekan
Jawaban: A
Komponen ketidakteraturan adalah fluktuasi acak yang tak dapat diprediksi dan tidak memiliki pola sistematis, seperti dampak isu politik mendadak pada harga saham.
7.

Pendekatan iteratif Box-Jenkins dalam pemodelan runtun waktu menekankan bahwa…

  • A. siklus identifikasi, estimasi, dan diagnostic checking diulang sampai model memadai
  • B. pemodelan hanya melibatkan satu tahap estimasi parameter
  • C. model dipilih berdasarkan jumlah parameter terbanyak agar akurat
  • D. identifikasi model dilakukan setelah semua parameter ditaksir
Jawaban: A
Metode Box-Jenkins bersifat iteratif dengan tiga tahap utama yaitu identifikasi, estimasi, dan diagnostic checking yang diulang sampai model yang memadai diperoleh.
8.

Prinsip parsimoni dalam pemodelan Box-Jenkins berarti…

  • A. memilih model dengan residual terkecil tanpa memperhatikan jumlah parameter
  • B. menggunakan seluruh data historis untuk menaksir sebanyak mungkin parameter
  • C. memilih model dengan parameter sesedikit mungkin yang masih memenuhi kriteria kecocokan
  • D. menyeragamkan jumlah parameter untuk semua model kandidat
Jawaban: C
Model parsimonious dipilih dengan parameter sesedikit mungkin selama masih memenuhi kriteria kecocokan statistik. Ini menghindari overfitting dan menjaga efisiensi model.
9.

Seorang analis mencoba tiga model ARIMA berbeda untuk data penjualan bulanan. Model pertama memiliki AIC 320, model kedua AIC 315, dan model ketiga AIC 318. Berdasarkan kriteria informasi saja, model manakah yang lebih direkomendasikan…

  • A. model kedua, karena memiliki nilai AIC paling rendah
  • B. model pertama, karena memiliki struktur paling kompleks
  • C. model ketiga, karena berada di tengah-tengah nilai AIC
  • D. ketiga model setara, karena perbedaan AIC tidak signifikan
Jawaban: A
Kriteria informasi seperti AIC menyeimbangkan kecocokan model dengan kompleksitas parameter. Nilai AIC lebih rendah menunjukkan model yang lebih baik dalam keseimbangan tersebut.
10.

Dalam praktik pemodelan Box-Jenkins, diagnostic checking bertujuan untuk…

  • A. menguji apakah residual model bersifat white noise melalui analisis autokorelasi
  • B. memperkirakan nilai awal parameter model sebelum estimasi
  • C. menghitung rata-rata data historis sebagai dasar peramalan
  • D. menentukan jumlah data minimum yang diperlukan dalam estimasi
Jawaban: A
Tahap diagnostic checking menguji apakah residual model sudah bersifat white noise, artinya tidak ada struktur autokorelasi yang tersisa dan model sudah memadai.
11.

PT Maju Jaya memiliki data inventori harian yang menunjukkan tren naik tidak konstan. Analis menerapkan pemodelan ARIMA dengan membagi data menjadi data pelatihan dan data pengujian untuk memeriksa keakuratan ramalan. Teknik ini disebut…

  • A. overfitting
  • B. diferensing
  • C. identifikasi model
  • D. validasi silang
Jawaban: D
Validasi silang membagi data menjadi data pelatihan dan pengujian untuk memeriksa seberapa akurat model dalam meramalkan data di luar data pelatihan.
12.

Dalam iterasi Box-Jenkins, urutan tahapan yang benar adalah…

  • A. diagnostic checking, identifikasi, estimasi
  • B. identifikasi, estimasi, diagnostic checking
  • C. estimasi, identifikasi, diagnostic checking
  • D. identifikasi, diagnostic checking, estimasi
Jawaban: B
Metode Box-Jenkins menetapkan urutan identifikasi terlebih dahulu untuk menentukan dugaan model, lalu estimasi parameter, dan terakhir diagnostic checking untuk menguji kelayakan model.
13.

Koefisien autokorelasi pada lag k mengukur…

  • A. korelasi antara pengamatan waktu t dan t-k setelah menghilangkan pengaruh linear pengamatan di antaranya
  • B. korelasi antara residual model pada waktu t dan t-k
  • C. korelasi antara pengamatan waktu t dan variabel prediktor eksternal pada lag k
  • D. korelasi antara pengamatan waktu t dan t-k tanpa menghilangkan pengaruh pengamatan di antaranya
Jawaban: D
Fungsi autokorelasi (FAK) mengukur korelasi antara pengamatan pada waktu t dan t-k tanpa menghilangkan pengaruh pengamatan di antaranya, berbeda dengan FAKP yang menghilangkan pengaruh linear tersebut.
14.

Perbedaan utama antara fungsi autokorelasi (FAK) dan fungsi autokorelasi parsial (FAKP) adalah bahwa FAKP…

  • A. tidak dapat digunakan untuk identifikasi orde model
  • B. hanya diterapkan pada model yang sudah stasioner
  • C. selalu bernilai lebih kecil dibandingkan FAK pada lag yang sama
  • D. mengabaikan pengaruh linear pengamatan di antara t dan t-k
Jawaban: D
FAKP mengukur korelasi antara pengamatan waktu t dan t-k setelah menghilangkan pengaruh linear dari pengamatan di antaranya, sedangkan FAK tidak menghilangkan pengaruh tersebut.
15.

Seorang analis mengamati plot FAK dari suatu data runtun waktu. Pada lag 1 nilai FAK tinggi, kemudian menurun secara eksponensial pada lag 2 dan 3. Pola ini paling sesuai untuk mengidentifikasi model…

  • A. MA(1)
  • B. AR(1)
  • C. ARMA(2,1)
  • D. MA(2)
Jawaban: B
Proses AR(1) memiliki FAK yang menurun secara eksponensial seiring bertambahnya lag, sedangkan FAKP-nya terpotong setelah lag 1. Pola penurunan eksponensial pada FAK adalah ciri khas AR(1).
16.

Istilah lag dalam analisis runtun waktu merujuk pada…

  • A. selisih antara nilai maksimum dan minimum dalam data
  • B. jumlah total pengamatan dalam satu periode musiman
  • C. selisih atau jeda waktu antara dua pengamatan
  • D. selisih antara nilai ramalan dan nilai aktual
Jawaban: C
Lag adalah selisih atau jeda waktu antara dua pengamatan dalam runtun waktu, misalnya lag 1 berarti membandingkan pengamatan waktu t dengan t-1.
17.

Suatu rangkaian data suhu harian Kota Bandung selama Januari 2024 merupakan contoh…

  • A. proses stokastik
  • B. realisasi
  • C. model runtun waktu
  • D. fungsi autokorelasi
Jawaban: B
Satu rangkaian data konkret hasil amatan dari suatu proses stokastik disebut realisasi. Data suhu harian adalah satu wujud nyata dari mekanisme probabilistik yang mendasarinya.
18.

Seorang mahasiswa menghitung korelasi antara data curah hujan hari ini dengan curah hujan tiga hari sebelumnya setelah menghilangkan pengaruh linear dari curah hujan pada satu dan dua hari sebelumnya. Mahasiswa tersebut sedang menghitung…

  • A. Fungsi autokorelasi pada lag 3
  • B. Fungsi autokorelasi parsial pada lag 3
  • C. Koefisien korelasi Pearson biasa
  • D. Fungsi autokorelasi pada lag 1
Jawaban: B
FAKP mengukur korelasi dengan menghilangkan pengaruh linear dari semua pengamatan di antaranya. Karena mahasiswa menghilangkan pengaruh hari ke-1 dan ke-2, maka yang dihitung adalah FAKP pada lag 3.
19.

Suatu mekanisme probabilistik yang mendasari terbentuknya data runtun waktu disebut…

  • A. Realisasi
  • B. Model deterministik
  • C. Fungsi autokorelasi
  • D. Proses stokastik
Jawaban: D
Proses stokastik adalah mekanisme probabilistik yang menghasilkan data runtun waktu, sedangkan realisasi adalah satu rangkaian data konkret hasil amatan dari proses tersebut.
20.

Seorang analis mengamati data penjualan harian suatu toko selama satu bulan. Data yang tercatat tersebut, menurut terminologi analisis runtun waktu, disebut sebagai…

  • A. Proses stokastik
  • B. Model ARIMA
  • C. Realisasi
  • D. Fungsi autokorelasi
Jawaban: C
Data konkret hasil pengamatan dari suatu proses stokastik disebut realisasi. Proses stokastik adalah mekanisme di baliknya, sedangkan data yang dicatat adalah wujud nyata dari proses tersebut.
21.

Perbedaan paling mendasar antara proses stokastik dan realisasi adalah…

  • A. Proses stokastik adalah mekanisme probabilistik, realisasi adalah data konkret hasil amatan
  • B. Proses stokastik adalah data, realisasi adalah persamaan
  • C. Proses stokastik bersifat deterministik, realisasi bersifat probabilistik
  • D. Proses stokastik hanya ada dalam model linear, realisasi dalam model non-linear
Jawaban: A
Proses stokastik adalah mekanisme atau aturan probabilistik yang membangkitkan data, sedangkan realisasi adalah satu rangkaian nilai konkret yang teramati dari proses tersebut.
22.

PT Nusantara Sejahtera memiliki data harian harga saham selama tiga tahun. Manajemen ingin membuat model yang menggambarkan struktur ketergantungan antar harga saham pada berbagai waktu. Langkah ini termasuk dalam…

  • A. Membentuk model runtun waktu
  • B. Melakukan diferensing
  • C. Menghitung fungsi autokorelasi
  • D. Mengidentifikasi komponen musiman
Jawaban: A
Model runtun waktu adalah representasi matematis yang menggambarkan struktur ketergantungan antar pengamatan dalam suatu proses stokastik. Inilah yang ingin dibangun manajemen.
23.

Jika suatu proses stokastik memiliki rata-rata dan varians yang konstan, serta kovarians antara dua pengamatan hanya bergantung pada jeda waktu di antaranya, maka proses tersebut bersifat…

  • A. Non-stasioner total
  • B. Stasioner lemah
  • C. Invertibel
  • D. Deterministik
Jawaban: B
Tiga syarat stasioneritas lemah adalah rata-rata konstan, varians konstan, dan kovarians hanya bergantung pada lag.
24.

Suatu model matematis yang merepresentasikan struktur ketergantungan dalam data runtun waktu tetapi tidak mencakup komponen acak disebut…

  • A. Model stokastik
  • B. Model probabilistik
  • C. Model deterministik
  • D. Model ARIMA
Jawaban: C
Model deterministik tidak memasukkan komponen acak, berbeda dengan model stokastik yang menyertakan unsur probabilistik. Model ARIMA termasuk model stokastik.
25.

Bu Rina membandingkan dua model ARIMA untuk data penjualan bulanannya. Model X memiliki 3 parameter dengan AIC 250, sedangkan Model Y memiliki 5 parameter dengan AIC 248. Berdasarkan prinsip parsimoni dan kriteria informasi…

  • A. Kedua model sama baiknya
  • B. Model Y lebih baik karena AIC-nya lebih kecil
  • C. Model X lebih baik karena lebih parsimonious dengan AIC yang hampir sama
  • D. Perlu menambah parameter lagi pada kedua model
Jawaban: C
Prinsip parsimoni memilih model dengan parameter sesedikit mungkin yang memenuhi kriteria. Selisih AIC hanya 2, sehingga model X dengan 3 parameter lebih direkomendasikan.
26.

Seorang analis mengevaluasi tiga model ARIMA: Model P (p=1, d=0, q=0, AIC=300), Model Q (p=2, d=0, q=1, AIC=295), Model R (p=1, d=0, q=1, AIC=298). Jika menggunakan AIC sebagai kriteria pemilihan model terbaik…

  • A. Model P karena paling sederhana
  • B. Model P karena beda AIC dengan Q tidak signifikan
  • C. Model R karena seimbang antara AR dan MA
  • D. Model Q karena AIC paling kecil
Jawaban: D
AIC menyeimbangkan kecocokan dan kompleksitas. Nilai AIC terkecil menunjukkan model terbaik berdasarkan kriteria ini, sehingga Model Q dipilih.
27.

Setelah mengestimasi model ARIMA, analis memeriksa apakah residual model tidak lagi mengandung struktur autokorelasi. Tahap ini disebut…

  • A. Identifikasi model
  • B. Estimasi parameter
  • C. Peramalan
  • D. Diagnostic checking
Jawaban: D
Diagnostic checking adalah tahap pengujian residual untuk memastikan residual bersifat white noise, yaitu tidak mengandung pola autokorelasi yang tersisa.
28.

Kriteria Informasi Akaike (AIC) dalam pemilihan model ARIMA digunakan untuk…

  • A. Menguji stasionaritas model
  • B. Mengukur keseimbangan antara kecocokan model dan jumlah parameter
  • C. Menentukan order diferensing yang tepat
  • D. Menghitung koefisien autokorelasi residual
Jawaban: B
AIC menyeimbangkan goodness of fit dengan kompleksitas model (jumlah parameter). Nilai AIC lebih kecil menunjukkan model yang lebih baik dalam keseimbangan tersebut.
29.

Seorang peneliti menguji model ARIMA(1,0,1) dan menemukan bahwa residualnya tidak white noise. Langkah yang PALING tepat sesuai iterasi Box-Jenkins adalah…

  • A. Menerima model dan melanjutkan ke peramalan
  • B. Menambah data observasi
  • C. Mengidentifikasi ulang model lain yang lebih memadai
  • D. Mengganti metode estimasi tanpa mengubah model
Jawaban: C
Jika residual tidak white noise, model belum memadai. Iterasi Box-Jenkins mengharuskan kembali ke tahap identifikasi untuk mencari model lain yang menghasilkan residual white noise.
30.

PT Mega Retail ingin memilih model ARIMA terbaik dari beberapa kandidat. Analis menggunakan kriteria informasi dan prinsip parsimoni secara bersama-sama. Manakah situasi yang PALING mencerminkan prinsip parsimoni…

  • A. Memilih model dengan AIC terendah tanpa memperhatikan jumlah parameter
  • B. Memilih model dengan parameter paling sedikit meskipun AIC jauh lebih besar
  • C. Selalu memilih model dengan orde AR dan MA tertinggi
  • D. Dari dua model dengan AIC hampir sama, memilih yang jumlah parameternya lebih sedikit
Jawaban: D
Prinsip parsimoni memilih model paling sederhana di antara model yang sama baiknya. Jika dua model memiliki AIC yang hampir sama, model dengan parameter lebih sedikit lebih dipilih.
31.

Dalam studi kasus inventori, data menunjukkan pola non-stasioner dengan tren naik. Langkah awal yang diperlukan sebelum memodelkan dengan ARIMA adalah…

  • A. Menerapkan diferensing untuk mencapai stasionaritas
  • B. Langsung mengestimasi parameter AR dan MA
  • C. Menghapus data yang ekstrem
  • D. Mengubah data bulanan menjadi tahunan
Jawaban: A
Data inventori yang non-stasioner memerlukan diferensing terlebih dahulu untuk menghilangkan tren dan mencapai stasionaritas sebelum model ARIMA dapat diterapkan.
32.

Seorang mahasiswa mengerjakan studi kasus pemodelan inventori. Ia membagi data menjadi 80% data pelatihan dan 20% data pengujian. Setelah memilih model final, ia mengevaluasi akurasi ramalan pada data pengujian. Kegiatan ini disebut…

  • A. Validasi silang
  • B. Identifikasi model
  • C. Diagnostic checking
  • D. Estimasi parameter
Jawaban: A
Validasi silang adalah teknik membagi data menjadi data pelatihan dan pengujian untuk menguji performa model pada data yang tidak digunakan dalam estimasi, sehingga akurasi ramalan dapat dievaluasi secara objektif.
33.

Dalam studi kasus inventori, seorang analis mengamati bahwa plot FAK data asli menurun sangat lambat dan tidak mendekati nol hingga lag 20. Hal ini mengindikasikan bahwa data…

  • A. Sudah stasioner dan siap dimodelkan
  • B. Bersifat non-stasioner dan memerlukan diferensing
  • C. Bersifat white noise
  • D. Mengandung pola musiman dengan periode 12
Jawaban: B
FAK yang menurun sangat lambat (dies down slowly) merupakan indikasi kuat data non-stasioner dalam rata-rata, sehingga perlu dilakukan diferensing sebelum pemodelan ARIMA.
34.

Setelah melalui tahap identifikasi, estimasi, dan diagnostic checking, seorang analis dihadapkan pada dua model yang keduanya memiliki residual white noise. Model A: ARIMA(0,1,1) dengan AIC=400, Model B: ARIMA(0,1,2) dengan AIC=402. Keputusan terbaik berdasarkan praktik pemodelan yang baik adalah…

  • A. Memilih Model A karena lebih parsimonious dengan AIC lebih kecil
  • B. Memilih Model B karena memiliki orde MA lebih tinggi
  • C. Menolak keduanya dan mencari model lain
  • D. Merata-ratakan hasil dari kedua model
Jawaban: A
Ketika dua model sama-sama memenuhi kriteria diagnostic checking, model dengan AIC lebih kecil dan parameter lebih sedikit (lebih parsimonious) merupakan pilihan terbaik.
35.

Seorang analis di PT Logistik Nusantara memodelkan data inventori harian yang menunjukkan tren naik tidak konstan. Ia membagi data menjadi 80% data pelatihan dan 20% data pengujian, lalu mengevaluasi akurasi ramalan model final pada data pengujian. Kegiatan evaluasi ini dikenal sebagai…

  • A. diagnostic checking
  • B. estimasi parameter
  • C. validasi silang
  • D. identifikasi model
Jawaban: C
Mengevaluasi model pada data yang tidak digunakan dalam pelatihan disebut validasi silang, yang menguji kemampuan generalisasi model.
36.

Dalam studi kasus inventori, seorang analis menjumpai plot FAK data asli yang nilai-nilainya tetap tinggi dan menurun sangat perlahan hingga lag 15. Pola FAK semacam ini memberikan indikasi kuat bahwa data…

  • A. stasioner dalam rata-rata
  • B. non-stasioner dalam rata-rata
  • C. mengandung komponen musiman
  • D. memiliki varians yang konstan
Jawaban: B
FAK yang meluruh sangat lambat tanpa mendekati nol merupakan indikator kuat bahwa data belum stasioner dalam rata-rata dan memerlukan diferensing.
37.

Operator backshift B yang diterapkan pada suatu pengamatan Z_t akan menghasilkan…

  • A. Z_t dikurangi Z_{t-1}
  • B. Z_t ditambah Z_{t-k}
  • C. Z_t dikalikan dengan konstanta
  • D. pengamatan pada waktu t-k
Jawaban: D
Operator backshift B^k menggeser indeks waktu mundur sebanyak k langkah, sehingga B^k Z_t = Z_{t-k}.
38.

Suatu model ARIMA(2,1,2) memiliki komponen diferensing sebanyak…

  • A. satu kali pada lag 1
  • B. dua kali berturut-turut
  • C. satu kali pada lag musiman
  • D. tidak memiliki diferensing
Jawaban: A
Notasi ARIMA(p,d,q) dengan d=1 menunjukkan satu kali operasi diferensing biasa, yaitu pengurangan antara pengamatan waktu t dan t-1.
39.

Seorang mahasiswa menuliskan model ARIMA(1,0,1) dalam bentuk persamaan menggunakan operator backshift. Bentuk umum yang tepat adalah…

  • A. (1 – B) Z_t = (1 – θ_1 B) a_t
  • B. (1 – φ_1 B) Z_t = (1 – θ_1 B) a_t
  • C. Z_t = (1 – φ_1 B)(1 – θ_1 B) a_t
  • D. (1 – φ_1 B)(1 – B) Z_t = a_t
Jawaban: B
ARIMA(1,0,1) tidak memiliki diferensing sehingga bentuknya adalah φ(B) Z_t = θ(B) a_t, dengan φ(B) = 1 – φ_1 B dan θ(B) = 1 – θ_1 B.
40.

Dalam notasi ARIMA(p,d,q), jika d = 0 maka dapat disimpulkan bahwa…

  • A. data harus didiferensing sebelum dimodelkan
  • B. model hanya memiliki komponen rata-rata bergerak
  • C. model tidak memerlukan parameter autoregresif
  • D. data sudah stasioner dalam rata-rata
Jawaban: D
Nilai d = 0 menunjukkan tidak diperlukannya diferensing, yang berarti data asli sudah memenuhi kondisi stasioner dalam rata-rata.
41.

Operasi diferensing orde satu pada runtun waktu Z_t ekuivalen dengan mengalikan data asli dengan operator…

  • A. (1 – B^2)
  • B. (1 + B)
  • C. (1 – B)
  • D. (1 – φ B)
Jawaban: C
Diferensing orde satu didefinisikan sebagai W_t = Z_t – Z_{t-1} = (1 – B) Z_t sehingga operator yang digunakan adalah (1 – B).
42.

PT Agro Sejahtera memiliki data harga gabah bulanan yang menunjukkan tren naik. Analis menerapkan ARIMA(0,1,1) pada data tersebut. Arti notasi (0,1,1) pada konteks ini adalah…

  • A. data didiferensing dua kali, tanpa komponen AR, dengan satu komponen MA
  • B. data didiferensing satu kali, tanpa komponen AR, dengan satu komponen MA
  • C. data stasioner tanpa diferensing, dengan satu komponen AR dan satu komponen MA
  • D. data didiferensing satu kali, dengan satu komponen AR dan tanpa komponen MA
Jawaban: B
Pada ARIMA(p,d,q), d=1 berarti satu kali diferensing, p=0 berarti tanpa komponen autoregresif, dan q=1 berarti satu komponen rata-rata bergerak.
43.

Koefisien autoregresif pada model ARIMA menunjukkan…

  • A. bobot residual lampau terhadap nilai saat ini
  • B. bobot pengamatan lampau terhadap nilai saat ini
  • C. jumlah diferensing yang diperlukan
  • D. periode musiman dalam data
Jawaban: B
Koefisien AR menangkap pengaruh linear dari nilai-nilai pengamatan masa lalu terhadap nilai saat ini, berbeda dengan koefisien MA yang bekerja pada residual lampau.
44.

Suatu model ARIMA(0,0,2) memiliki persamaan Z_t = a_t – 0,4 a_{t-1} – 0,3 a_{t-2}. Interpretasi koefisien -0,4 pada model ini adalah…

  • A. pengaruh residual satu periode lalu terhadap Z_t
  • B. pengaruh pengamatan satu periode lalu terhadap Z_t
  • C. korelasi antara Z_t dan Z_{t-1}
  • D. koefisien diferensing pada lag 1
Jawaban: A
Model ARIMA(0,0,2) adalah model MA(2) murni, sehingga setiap koefisien θ bekerja pada residual masa lalu a_{t-k}, bukan pada pengamatan Z_{t-k}.
45.

Seorang analis membandingkan dua model: ARIMA(1,0,0) dengan persamaan Z_t = 0,7 Z_{t-1} + a_t dan ARIMA(0,0,1) dengan persamaan Z_t = a_t – 0,7 a_{t-1}. Meskipun koefisiennya sama-sama 0,7, interpretasi keduanya berbeda karena…

  • A. model pertama non-stasioner sedangkan model kedua stasioner
  • B. model pertama memerlukan diferensing sedangkan model kedua tidak
  • C. koefisien pada model pertama bekerja pada pengamatan lampau, sedangkan pada model kedua bekerja pada residual lampau
  • D. tanda koefisien saling berlawanan
Jawaban: C
Pada AR(1), koefisien φ mengalikan Z_{t-1} (pengamatan lampau), sedangkan pada MA(1), koefisien θ mengalikan a_{t-1} (residual lampau). Keduanya memiliki makna struktural yang berbeda.
46.

Model ARIMA(1,1,0) dapat dituliskan secara eksplisit dalam bentuk persamaan sebagai…

  • A. (Z_t – Z_{t-1}) = φ_1 (Z_{t-1} – Z_{t-2}) + a_t
  • B. Z_t = φ_1 Z_{t-1} + a_t
  • C. Z_t = a_t – θ_1 a_{t-1}
  • D. Z_t = φ_1 Z_{t-1} – θ_1 a_{t-1} + a_t
Jawaban: A
ARIMA(1,1,0) berarti diferensing satu kali dan komponen AR(1) pada data yang sudah didiferensing, sehingga W_t = φ_1 W_{t-1} + a_t dengan W_t = Z_t – Z_{t-1}.
47.

Dalam interpretasi model ARIMA, koefisien rata-rata bergerak yang bernilai negatif dan signifikan menunjukkan bahwa…

  • A. pengamatan lampau menaikkan nilai saat ini
  • B. data perlu didiferensing sebelum dimodelkan
  • C. residual lampau memiliki efek berlawanan arah terhadap nilai saat ini
  • D. model tidak memenuhi syarat invertibilitas
Jawaban: C
Koefisien MA negatif berarti residual positif pada periode sebelumnya justru menurunkan nilai saat ini, menunjukkan efek koreksi berlawanan arah.
48.

Bu Rina memodelkan data jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol setiap jam. Ia mendapatkan model Z_t = 1,2 Z_{t-1} – 0,4 Z_{t-2} + a_t. Interpretasi koefisien -0,4 pada model ini adalah…

  • A. pengaruh jumlah kendaraan dua jam lalu terhadap jumlah kendaraan saat ini setelah memperhitungkan pengaruh satu jam lalu
  • B. pengaruh residual dua jam lalu terhadap jumlah kendaraan saat ini
  • C. korelasi parsial antara Z_t dan Z_{t-2}
  • D. koefisien diferensing lag 2
Jawaban: A
Model tersebut adalah AR(2) dengan koefisien φ_2 = -0,4 yang menunjukkan bobot pengaruh Z_{t-2} terhadap Z_t setelah mengontrol Z_{t-1}.
49.

Suatu proses white noise memiliki karakteristik FAK yang bersifat…

  • A. menurun eksponensial mulai dari lag 1
  • B. bernilai 1 pada semua lag
  • C. terpotong setelah lag 1
  • D. tidak berbeda signifikan dari nol untuk semua lag bukan nol
Jawaban: D
White noise didefinisikan sebagai proses tanpa struktur autokorelasi, sehingga FAK teoretisnya bernilai nol untuk semua lag k ≠ 0.
50.

Pola FAK dari proses MA(1) dengan parameter θ positif akan menunjukkan…

  • A. nilai signifikan negatif pada lag 1 lalu mendekati nol
  • B. nilai signifikan positif pada lag 1 lalu mendekati nol
  • C. nilai menurun eksponensial dari lag 1
  • D. nilai berosilasi tanpa pola jelas
Jawaban: A
Proses MA(1) memiliki FAK terpotong setelah lag 1. Jika θ positif, autokorelasi lag 1 bernilai negatif karena ρ_1 = -θ/(1+θ^2).
51.

Seorang analis mengamati plot FAK dan FAKP dari data return saham harian. FAK menunjukkan satu nilai signifikan pada lag 1 lalu terpotong, sedangkan FAKP menurun secara bertahap. Temuan ini paling konsisten dengan proses…

  • A. AR(1)
  • B. ARMA(1,1)
  • C. White noise
  • D. MA(1)
Jawaban: D
Pola FAK terpotong pada lag 1 dan FAKP menurun bertahap (dies down) merupakan ciri khas proses MA(1). Sebaliknya, AR(1) memiliki FAK menurun dan FAKP terpotong.
52.

Suatu proses white noise dengan varians σ^2 memiliki FAK pada lag 2 sebesar…

  • A. 1,0
  • B. σ^2
  • C. -1
  • D. 0
Jawaban: D
White noise didefinisikan memiliki autokorelasi nol untuk semua lag bukan nol, sehingga FAK pada lag 2 bernilai nol.
53.

Diketahui suatu proses stasioner memiliki FAK yang terpotong setelah lag 1 dan FAKP yang menurun secara eksponensial. Proses tersebut paling mungkin adalah…

  • A. MA(1)
  • B. AR(1)
  • C. ARMA(1,1)
  • D. White noise
Jawaban: A
Pola FAK terpotong pada lag 1 dan FAKP menurun eksponensial merupakan ciri khas proses MA(1).
54.

Seorang analis memodelkan data harian suhu dan mendapatkan plot FAK yang menurun perlahan menyerupai gelombang sinus yang meluruh, sementara FAKP menunjukkan nilai signifikan hanya pada lag 1 dan 2 lalu mendekati nol. Karakteristik ini paling sesuai dengan…

  • A. AR(1)
  • B. MA(2)
  • C. AR(2)
  • D. ARMA(1,2)
Jawaban: C
FAKP yang terpotong setelah lag 2 dengan FAK menurun sinusoidal adalah pola teoretis proses AR(2).
55.

Syarat agar suatu proses AR(1) dengan parameter φ bersifat stasioner lemah adalah…

  • A. φ = 0
  • B. |φ| > 1
  • C. φ = 1
  • D. |φ| < 1
Jawaban: D
Stasioneritas lemah proses AR(1) mensyaratkan akar karakteristik 1 – φB = 0 berada di luar lingkaran satuan, yang ekuivalen dengan |φ| < 1.
56.

Proses MA(1) dengan parameter θ dikatakan invertible jika…

  • A. |θ| < 1
  • B. |θ| > 1
  • C. θ = 1
  • D. θ = -1
Jawaban: A
Invertibilitas proses MA(1) mensyaratkan akar persamaan 1 – θB = 0 berada di luar lingkaran satuan, yang terpenuhi jika |θ| < 1.
57.

Perbedaan mendasar antara konsep stasionaritas dan invertibilitas dalam analisis runtun waktu adalah…

  • A. Stasionaritas menyangkut sifat probabilistik proses, invertibilitas menyangkut kemampuan menulis ulang model
  • B. Stasionaritas menjamin FAK menurun, invertibilitas menjamin FAKP menurun
  • C. Stasionaritas berkaitan dengan proses AR, invertibilitas berkaitan dengan proses MA
  • D. Keduanya merupakan syarat yang sama namun dengan istilah berbeda
Jawaban: A
Stasionaritas adalah sifat distribusi proses yang tidak berubah terhadap waktu, sedangkan invertibilitas adalah kemampuan suatu proses MA direpresentasikan sebagai proses AR yang konvergen.
58.

Suatu proses AR(2) memiliki persamaan karakteristik 1 – 0,5B – 0,3B^2 = 0. Agar proses ini stasioner, syarat yang harus dipenuhi oleh akar-akar persamaan tersebut adalah…

  • A. Semua akar bernilai real positif
  • B. Semua akar berada di dalam lingkaran satuan
  • C. Semua akar berada di luar lingkaran satuan
  • D. Salah satu akar harus bernilai 1
Jawaban: C
Proses AR(p) stasioner jika semua akar persamaan karakteristik φ(B) = 0 terletak di luar lingkaran satuan pada bidang kompleks.
59.

Seorang mahasiswa menguji suatu proses MA(2) dan menemukan bahwa salah satu akar persamaan karakteristiknya bernilai 0,8. Kesimpulan yang tepat mengenai proses tersebut adalah…

  • A. Proses tidak invertible
  • B. Proses tidak stasioner
  • C. Proses stasioner tetapi tidak invertible
  • D. Proses stasioner dan invertible
Jawaban: A
Invertibilitas proses MA mensyaratkan semua akar persamaan karakteristik θ(B) = 0 berada di luar lingkaran satuan. Akar bernilai 0,8 berada di dalam lingkaran satuan, sehingga proses tidak invertible.
60.

Jika suatu proses stokastik memiliki rata-rata yang berubah secara sistematis terhadap waktu mengikuti fungsi linear, tetapi varians dan kovariansnya konstan, maka proses tersebut…

  • A. Stasioner lemah
  • B. Tidak stasioner dalam varians
  • C. Tidak stasioner dalam rata-rata
  • D. Stasioner kuat
Jawaban: C
Stasioneritas lemah mensyaratkan rata-rata konstan. Jika rata-rata berubah mengikuti tren deterministik, proses tidak stasioner dalam rata-rata meskipun varians konstan.
61.

PT Nusa Konstruksi mencatat data bulanan penggunaan semen yang menunjukkan kenaikan konsisten sekitar 2% setiap bulan. Pola ini merupakan contoh…

  • A. Tren stokastik
  • B. Tren deterministik
  • C. Random walk
  • D. White noise
Jawaban: B
Kenaikan dengan persentase tetap yang dapat diprediksi secara sistematis merupakan ciri tren deterministik, bukan fluktuasi acak yang terakumulasi.
62.

Data harga saham harian sering dimodelkan sebagai random walk. Karakteristik utama random walk yang membedakannya dari proses stasioner adalah…

  • A. Variansnya konstan sepanjang waktu
  • B. Rata-ratanya konstan tetapi variansnya berubah
  • C. Rata-ratanya berubah secara deterministik
  • D. Variansnya membesar seiring bertambahnya waktu
Jawaban: D
Random walk memiliki varians yang bergantung pada t (membesar seiring waktu), sehingga tidak memenuhi syarat stasioneritas lemah.
63.

Untuk mengatasi data dengan tren stokastik, teknik yang paling tepat digunakan sebelum pemodelan ARIMA adalah…

  • A. Transformasi logaritma
  • B. Transformasi Box-Cox
  • C. Diferensing
  • D. Pemusatan data
Jawaban: C
Diferensing merupakan teknik utama untuk menghilangkan ketidakstasioneran rata-rata yang disebabkan oleh tren stokastik, sesuai dengan komponen d dalam ARIMA(p,d,q).
64.

Seorang analis mengamati data triwulanan PDB Indonesia selama 20 tahun. Plot data menunjukkan kenaikan yang tidak mulus dan tampak terakumulasi dari waktu ke waktu. Setelah dilakukan diferensing orde satu, data menjadi stasioner. Data asli kemungkinan besar memiliki…

  • A. Tren deterministik linear
  • B. Tren stokastik
  • C. Tren deterministik kuadratik
  • D. Komponen musiman
Jawaban: B
Data yang menjadi stasioner setelah diferensing orde satu mengindikasikan adanya tren stokastik, yang khas pada proses random walk atau proses terintegrasi orde satu.
65.

Perbedaan utama antara tren deterministik dan tren stokastik terletak pada…

  • A. Sifat perubahan rata-rata, apakah sistematis atau akumulasi acak
  • B. Keberadaan komponen musiman
  • C. Arah tren, apakah naik atau turun
  • D. Frekuensi pengamatan data
Jawaban: A
Tren deterministik adalah perubahan rata-rata yang mengikuti fungsi waktu tertentu secara sistematis, sedangkan tren stokastik merupakan akumulasi dari kejutan acak yang menghasilkan perubahan rata-rata tidak terduga.
66.

Data penjualan kuartalan suatu perusahaan menunjukkan varians residual yang membesar seiring meningkatnya volume penjualan. Kondisi ini disebut…

  • A. Autokorelasi
  • B. Heteroskedastisitas
  • C. Multikolinearitas
  • D. Stasioneritas
Jawaban: B
Heteroskedastisitas adalah kondisi varians residual yang tidak konstan, dalam kasus ini varians membesar mengikuti level data.
67.

Transformasi Box-Cox pada data runtun waktu bertujuan untuk…

  • A. Menghilangkan tren
  • B. Menstabilkan varians
  • C. Mengubah data menjadi white noise
  • D. Menghilangkan autokorelasi
Jawaban: B
Transformasi Box-Cox adalah keluarga transformasi pemangkat yang dirancang untuk menstabilkan varians ketika varians berubah seiring perubahan level data.
68.

Seorang analis mengamati data bulanan jumlah wisatawan yang menunjukkan varians tinggi pada musim puncak dan varians rendah pada musim sepi. Sebelum memodelkan dengan ARIMA, transformasi yang paling sesuai untuk menangani masalah ini adalah…

  • A. Diferensing orde satu
  • B. Diferensing musiman
  • C. Pemusatan dengan rata-rata
  • D. Transformasi logaritma
Jawaban: D
Transformasi logaritma efektif menstabilkan varians yang berubah secara proporsional terhadap level data, seperti varians tinggi saat volume wisatawan besar dan rendah saat volume kecil.
69.

PT Sandang Prima mencatat data penjualan bulanan yang menunjukkan varians residual tinggi saat penjualan sedang puncak dan rendah saat penjualan normal. Kondisi ini dikenal dalam analisis runtun waktu sebagai…

  • A. heteroskedastisitas
  • B. autokorelasi
  • C. non-stasioneritas rata-rata
  • D. musiman
Jawaban: A
Heteroskedastisitas merujuk pada varians residual yang tidak konstan, dalam kasus ini membesar seiring level penjualan.
70.

Seorang analis mengamati data produksi harian pabrik tekstil. Plot residual menunjukkan pola melebar saat level produksi naik. Untuk menstabilkan varians sebelum pemodelan ARIMA, teknik yang paling tepat diterapkan adalah…

  • A. diferensing orde satu
  • B. transformasi Box-Cox
  • C. diferensing musiman
  • D. pemusatan data
Jawaban: B
Transformasi Box-Cox dirancang untuk menstabilkan varians yang berubah seiring level deret, berbeda dengan diferensing yang mengatasi ketidakstasioneran rata-rata.
71.

Dalam estimasi parameter model ARIMA, metode yang menyamakan momen sampel dengan momen teoretis model disebut…

  • A. least squares
  • B. maximum likelihood
  • C. metode momen
  • D. metode Bayesian
Jawaban: C
Metode momen bekerja dengan mencocokkan momen statistik sampel pada momen teoretis model untuk memperoleh taksiran parameter.
72.

Bu Dewi mengestimasi model ARIMA(1,0,1) pada data penjualan kuartalan dengan memilih parameter yang memaksimalkan fungsi peluang data di bawah model tersebut. Metode estimasi yang ia gunakan adalah…

  • A. metode momen
  • B. least squares tak bersyarat
  • C. least squares bersyarat
  • D. maximum likelihood
Jawaban: D
Maximum likelihood mencari estimator dengan memaksimalkan fungsi peluang (likelihood) data observasi di bawah model yang diasumsikan.
73.

Seorang peneliti memilih metode estimasi yang meminimalkan jumlah kuadrat residual untuk memperoleh parameter model ARIMA. Metode ini dikenal sebagai…

  • A. metode momen
  • B. maximum likelihood
  • C. least squares
  • D. inferensi Bayesian
Jawaban: C
Least squares menaksir parameter dengan meminimalkan total kuadrat selisih antara nilai observasi dan nilai yang diprediksi model.
74.

Perbedaan utama antara conditional least squares dan unconditional least squares dalam estimasi ARIMA terletak pada…

  • A. perlakuan terhadap nilai awal residual
  • B. cara menghitung fungsi autokorelasi
  • C. jenis transformasi data
  • D. orde diferensing yang digunakan
Jawaban: A
Conditional least squares mengasumsikan nilai awal residual tertentu (biasanya nol), sedangkan unconditional least squares tidak mengkondisikan pada nilai awal tertentu.
75.

Pak Ibrahim membandingkan dua pendekatan estimasi: metode momen dan maximum likelihood. Keunggulan utama maximum likelihood dibandingkan metode momen adalah…

  • A. perhitungannya lebih sederhana
  • B. tidak memerlukan asumsi distribusi
  • C. selalu menghasilkan residual white noise
  • D. menghasilkan estimator yang lebih efisien secara asimtotik
Jawaban: D
Estimator maximum likelihood bersifat efisien secara asimtotik dan memiliki varians lebih kecil dibanding metode momen ketika asumsi distribusi terpenuhi.
76.

Setelah mengestimasi model ARIMA, Pak Andi memeriksa apakah residual model sudah bersifat white noise. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahap…

  • A. identifikasi
  • B. diagnostic checking
  • C. estimasi parameter
  • D. peramalan
Jawaban: B
Diagnostic checking bertujuan menguji kelayakan model, salah satunya dengan memeriksa apakah residual tidak mengandung struktur autokorelasi yang tersisa.
77.

Statistik Ljung-Box digunakan dalam diagnostic checking untuk menguji…

  • A. stasionaritas data
  • B. normalitas residual
  • C. apakah sekumpulan autokorelasi residual secara simultan sama dengan nol
  • D. signifikansi parameter model
Jawaban: C
Uji Ljung-Box menguji hipotesis nol bahwa semua autokorelasi residual hingga lag tertentu bernilai nol, sehingga residual bersifat independen.
78.

Seorang analis menguji model ARIMA(1,0,0) dan mendapatkan statistik Ljung-Box pada lag 12 dengan p-value 0,03 pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan yang tepat adalah…

  • A. terdapat autokorelasi signifikan pada residual
  • B. model sudah memadai
  • C. residual bersifat white noise
  • D. data perlu diferensing
Jawaban: A
Karena p-value Ljung-Box 0,03 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya masih terdapat autokorelasi signifikan pada residual sehingga residual belum white noise dan model belum memadai.
79.

Teknik overfitting dalam diagnostic checking dilakukan dengan cara…

  • A. mengurangi parameter model
  • B. menambah parameter model untuk menguji apakah model lebih sederhana sudah cukup
  • C. mentransformasi data
  • D. membagi data menjadi dua bagian
Jawaban: B
Overfitting menambah parameter ekstra pada model untuk mendeteksi apakah parameter tambahan tersebut signifikan, jika tidak maka model lebih sederhana sudah memadai.
80.

Dalam diagnostic checking model ARIMA, uji Ljung-Box berbeda dari uji Durbin-Watson terutama karena…

  • A. Ljung-Box hanya untuk model AR
  • B. Ljung-Box menguji sekelompok autokorelasi sekaligus, bukan hanya lag 1
  • C. Durbin-Watson tidak menggunakan residual
  • D. Ljung-Box menguji normalitas
Jawaban: B
Ljung-Box menguji signifikansi bersama beberapa autokorelasi residual hingga lag tertentu, sementara Durbin-Watson hanya menguji autokorelasi pada lag 1.
81.

Suatu peramal dikatakan tak bias dalam konteks ramalan titik jika…

  • A. varians galat ramalan minimum
  • B. selang kepercayaan ramalan simetris
  • C. nilai harapan ramalan sama dengan nilai harapan observasi masa depan
  • D. residual model berdistribusi normal
Jawaban: C
Peramal tak bias berarti ekspektasi dari ramalan sama dengan ekspektasi nilai aktual yang akan terjadi, sehingga secara rata-rata ramalan tidak meleset sistematis.
82.

PT Logistik Nusa memiliki data permintaan harian. Manajer menginginkan ramalan dengan varians galat terkecil di antara semua peramal linear tak bias. Kriteria ini disebut…

  • A. peramal tak bias
  • B. peramal efisien asimtotik
  • C. peramal konsisten
  • D. peramal varians minimum
Jawaban: D
Peramal varians minimum adalah peramal yang di antara semua peramal linear tak bias memiliki varians galat terkecil, sehingga memberikan ramalan paling presisi.
83.

Bu Ratna menghitung ramalan titik untuk 3 bulan ke depan menggunakan model ARIMA(1,1,0). Formula rekursif yang ia gunakan melibatkan parameter model dan data historis. Formula ini dikenal sebagai…

  • A. fungsi peramalan ARIMA
  • B. fungsi autokorelasi
  • C. fungsi likelihood
  • D. fungsi transfer
Jawaban: A
Fungsi peramalan ARIMA adalah formula rekursif yang memanfaatkan parameter model dan data historis untuk menghitung ramalan titik ke depan.
84.

Seorang analis membandingkan dua jenis ramalan: ramalan titik memberikan satu nilai, sedangkan ramalan interval memberikan rentang nilai. Perbedaan esensial di antara keduanya terletak pada…

  • A. metode estimasi yang digunakan
  • B. orde diferensing model
  • C. jenis data yang dimodelkan
  • D. ada tidaknya informasi tentang ketidakpastian ramalan
Jawaban: D
Ramalan interval menyertakan informasi ketidakpastian dalam bentuk rentang nilai dengan tingkat keyakinan tertentu, sedangkan ramalan titik hanya berupa satu nilai tunggal.
85.

Pak Darmawan menghitung ramalan permintaan produk untuk bulan depan menggunakan model ARIMA. Ia mendapatkan nilai ramalan sebesar 250 unit. Agar ramalan ini dapat disebut sebagai peramal tak bias, maka syarat yang harus dipenuhi adalah…

  • A. nilai harapan ramalan sama dengan nilai harapan observasi masa depan
  • B. varians galat ramalan bernilai minimum di antara semua peramal
  • C. ramalan selalu tepat sama dengan nilai aktual yang akan terjadi
  • D. selang kepercayaan ramalan mencakup nilai nol pada horizon manapun
Jawaban: A
Peramal tak bias memiliki nilai harapan yang sama dengan nilai harapan observasi masa depan, bukan berarti ramalan selalu tepat atau memiliki varians minimum.
86.

Seiring bertambahnya horizon ramalan dalam model ARIMA, varians galat ramalan cenderung…

  • A. menurun menuju nol
  • B. tetap konstan untuk seluruh horizon
  • C. berfluktuasi tanpa pola tertentu
  • D. membesar dan mendekati varians proses
Jawaban: D
Ketidakpastian ramalan meningkat seiring horizon yang lebih jauh, menyebabkan varians galat ramalan membesar hingga akhirnya mendekati varians data asli ketika informasi historis semakin lemah pengaruhnya.
87.

PT Bumi Resources memodelkan data produksi minyak harian. Manajer ingin mengetahui rentang nilai yang memuat produksi aktual 5 hari ke depan dengan tingkat keyakinan 95%. Informasi ini diberikan oleh…

  • A. ramalan titik dengan varians minimum
  • B. selang kepercayaan ramalan
  • C. fungsi peramalan ARIMA rekursif
  • D. diagnostic checking residual
Jawaban: B
Selang kepercayaan ramalan memberikan batas bawah dan atas yang memuat nilai masa depan dengan probabilitas tertentu, sehingga menjawab kebutuhan manajer akan rentang nilai produksi di masa mendatang.
88.

Bu Lestari membandingkan selang kepercayaan ramalan untuk horizon 1 bulan dan 6 bulan ke depan dari model ARIMA yang sama. Ia menemukan bahwa selang untuk horizon 6 bulan lebih lebar. Penyebab utama perbedaan ini adalah…

  • A. data historis yang digunakan untuk horizon 6 bulan lebih sedikit
  • B. varians galat ramalan membesar seiring bertambahnya horizon
  • C. model ARIMA mengalami perubahan parameter pada horizon panjang
  • D. tingkat keyakinan yang digunakan berbeda antar horizon
Jawaban: B
Varians galat ramalan adalah fungsi yang meningkat terhadap horizon. Semakin jauh langkah ke depan, semakin besar ketidakpastian, sehingga rentang selang kepercayaan ikut membesar.
89.

Seorang analis menghitung ramalan interval untuk data bulanan 12 periode ke depan. Ia menggunakan taraf signifikansi 5%. Interpretasi yang tepat dari selang kepercayaan 95% pada horizon ke-12 adalah…

  • A. 95% data historis berada dalam selang tersebut
  • B. 95% dari seluruh ramalan 12 periode akan tepat mengenai nilai aktual
  • C. probabilitas nilai aktual horizon ke-12 berada dalam selang adalah 95%
  • D. model memiliki kecocokan 95% terhadap data pelatihan
Jawaban: C
Selang kepercayaan ramalan memberikan probabilitas bagi nilai masa depan untuk terjatuh dalam rentang yang dihitung, dengan asumsi model yang digunakan benar dan galat berdistribusi normal.
90.

Dalam konteks ramalan interval model ARIMA, horizon ramalan didefinisikan sebagai…

  • A. jumlah parameter dalam model ARIMA
  • B. selisih waktu antara asal ramalan dan waktu yang diramalkan
  • C. panjang data historis yang digunakan untuk estimasi
  • D. banyaknya iterasi dalam algoritma estimasi
Jawaban: B
Horizon ramalan adalah selisih waktu antara asal ramalan dan waktu yang diramalkan, bukan ukuran data historis atau jumlah parameter.
91.

Seorang analis mengamati plot FAK data bulanan penjualan es krim. Ia menemukan nilai autokorelasi yang tinggi pada lag 12, 24, dan 36, sementara pada lag lainnya relatif rendah. Pola ini paling mengindikasikan adanya…

  • A. komponen musiman dengan periode 12 bulan
  • B. tren deterministik jangka panjang
  • C. proses white noise dengan pencilan
  • D. model ARMA(1,1) non-musiman
Jawaban: A
FAK yang menonjol pada kelipatan periode tertentu menunjukkan struktur musiman. Lag 12, 24, dan 36 pada data bulanan menunjukkan pengulangan tahunan, sehingga mengindikasikan komponen musiman dengan s = 12.
92.

Periode musiman (s) dalam analisis runtun waktu merujuk pada…

  • A. panjang data historis minimum yang diperlukan untuk estimasi
  • B. panjang siklus musiman yang tetap dan berulang dalam data
  • C. jumlah diferensing yang diperlukan untuk mencapai stasionaritas
  • D. selang waktu antara dua pengamatan berturutan dalam deret
Jawaban: B
Periode musiman menunjukkan panjang satu siklus musiman yang konstan, misalnya s = 12 untuk pola tahunan pada data bulanan, atau s = 4 untuk pola tahunan pada data kuartalan.
93.

PT Tirta Segar mencatat data produksi air minum kuartalan yang selalu meningkat tajam setiap kuartal keempat. Sebelum memodelkan dengan ARIMA musiman, analis menerapkan operasi pengurangan antara Z_t dan Z_{t-4}. Teknik ini disebut…

  • A. diferensing biasa orde satu
  • B. overfitting musiman
  • C. transformasi Box-Cox musiman
  • D. diferensing musiman dengan periode 4
Jawaban: D
Pengurangan antara pengamatan pada waktu t dan t-s, dengan s = 4, adalah definisi diferensing musiman. Teknik ini menghilangkan ketidakstasioneran yang disebabkan oleh pola musiman kuartalan.
94.

Perbedaan utama antara diferensing biasa dan diferensing musiman terletak pada…

  • A. orde diferensing yang selalu lebih tinggi pada diferensing musiman
  • B. penggunaan operator backshift yang berbeda secara fundamental
  • C. jarak lag antara dua pengamatan yang dikurangkan
  • D. tujuan akhir, yaitu stasionaritas varians vs stasionaritas rata-rata
Jawaban: C
Diferensing biasa menghitung selisih Z_t – Z_{t-1}, sedangkan diferensing musiman menghitung selisih Z_t – Z_{t-s}. Perbedaan esensial terletak pada jarak lag yang digunakan.
95.

Seorang mahasiswa mengamati FAKP data bulanan dan melihat nilai signifikan hanya pada lag 12. Pada lag 1 sampai 11 dan lag 13 sampai 23, FAKP mendekati nol. Pola FAKP seperti ini paling konsisten dengan…

  • A. proses AR non-musiman orde 12
  • B. proses MA musiman dengan periode 12
  • C. proses AR musiman dengan periode 12 dan orde P=1
  • D. proses white noise dengan outlier tahunan
Jawaban: C
FAKP yang terpotong pada lag musiman (s=12) dan nol di antaranya adalah karakteristik proses autoregresif musiman orde satu, dimana hanya pengamatan pada lag kelipatan s yang berpengaruh langsung.
96.

Model ARIMA musiman dengan notasi ARIMA(p,d,q)(P,D,Q)_s menggunakan pendekatan multiplikatif. Arti dari pendekatan multiplikatif dalam konteks ini adalah…

  • A. komponen musiman dan non-musiman dijumlahkan secara linear
  • B. hanya komponen musiman yang diestimasi, non-musiman diabaikan
  • C. semua parameter model dikalikan dengan faktor musiman s
  • D. polinomial AR/MA non-musiman dan musiman dikalikan dalam persamaan model
Jawaban: D
Dalam model multiplikatif, operator AR dan MA non-musiman serta musiman dikalikan, bukan dijumlahkan. Ini berarti efek musiman dan non-musiman berinteraksi secara multiplikatif pada struktur korelasi data.
97.

PT Sentosa Abadi memodelkan data penjualan bulanannya dengan model ARIMA(0,1,1)(1,0,0)_12. Berdasarkan notasi ini, komponen musiman model memiliki karakteristik…

  • A. diferensing musiman orde 1 dan MA musiman orde 1
  • B. MA musiman orde 1 tanpa diferensing musiman
  • C. AR musiman orde 1 tanpa diferensing musiman
  • D. AR musiman orde 2 dengan diferensing musiman orde 1
Jawaban: C
Notasi (P,D,Q)_s = (1,0,0)_12 menunjukkan komponen musiman memiliki AR orde 1, tanpa diferensing musiman maupun MA musiman.
98.

Seorang analis membandingkan dua model untuk data kuartalan: Model A adalah ARIMA(1,0,0)(0,1,1)_4 dan Model B adalah ARIMA(1,0,0) dengan tambahan variabel dummy kuartalan. Perbedaan fundamental antara kedua pendekatan ini adalah…

  • A. Model A menangani musiman melalui operator backshift multiplikatif, Model B melalui regresi
  • B. Model A mengasumsikan efek musiman deterministik, Model B stokastik
  • C. Model A hanya dapat digunakan untuk data bulanan, Model B untuk data kuartalan
  • D. Model A menghasilkan ramalan titik, Model B menghasilkan ramalan interval
Jawaban: A
Model multiplikatif ARIMA musiman menangani musiman lewat operator backshift dalam struktur model, sedangkan pendekatan dummy menggunakan regresi pada indikator musim.
99.

Dalam model ARIMA(1,0,0)(0,1,1)_12, koefisien MA musiman pada komponen (0,1,1)_12 bekerja pada…

  • A. seluruh lag dari 1 hingga 12
  • B. semua lag genap dalam deret waktu
  • C. hanya pada lag pertama setelah diferensing biasa
  • D. lag-lag kelipatan periode musiman, yaitu 12, 24, 36, dan seterusnya
Jawaban: D
Koefisien MA musiman (Q) mempengaruhi residual pada lag kelipatan s. Pada model dengan s=12, parameter ini bekerja pada lag 12, 24, 36, dan kelipatan 12 lainnya, yang mencerminkan ketergantungan musiman.
100.

PT Nusa Logistics mengamati data pengiriman barang bulanan yang menunjukkan pola puncak setiap Desember. Analis mengusulkan model ARIMA(0,1,1)(1,0,0)_12. Koefisien AR musiman pada lag 12 dalam model ini menginterpretasikan bahwa…

  • A. pengiriman bulan ini dipengaruhi oleh pengiriman 12 bulan lalu secara langsung
  • B. pengiriman bulan ini dipengaruhi oleh residual 12 bulan lalu
  • C. pengiriman bulan ini dipengaruhi oleh pengiriman 1 bulan lalu
  • D. pengiriman bulan ini dipengaruhi oleh diferensing 12 bulan lalu
Jawaban: A
Pada komponen AR musiman orde satu, parameter AR pada lag 12 menunjukkan bobot pengaruh langsung pengamatan 12 bulan sebelumnya terhadap pengamatan bulan ini, setelah efek non-musiman diperhitungkan dalam model multiplikatif.

Stasioneritas itu kunci. Kalau data belum stasioner, model ARIMA kamu cuma tembak-tembak doang. Bedain mana yang mean non-stationer, mana yang variance non-stationer. Itu titik rawan. Banyak yang terbalik.

Modul 06 sering jadi penentu pas UAS. Soal UTM biasanya minta identifikasi, UO suruh kamu putuskan langkah selanjutnya. Kalau konsep differencing dan transformasi log belum nempel, coba ulangi lagi latihan soal dari Modul 05 dan 06. Jangan cuma hafal rumus. Di STIK4243 Analisis Runtun Waktu, diagnostic checking juga nggak kalah penting, kamu harus bisa baca residual ACF. Kalau fondasi statistika dari Modul 02 masih goyah, ada latihan soal Pengantar Statistika Matematis 1 yang bisa bantu mantapin dasarnya.

Bagikan

error: Content is protected !!