💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT TPEN4407 Teknologi Kinerja dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT TPEN4407 Teknologi Kinerja
Soal UT TPEN4407 Teknologi Kinerja

Mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam mempersiapkan Ujian Akhir Semester TPEN4407 Teknologi Kinerja. Materi yang luas sering membuat fokus belajar menjadi terpecah. Tanpa panduan yang tepat, risiko tidak lulus semakin tinggi.

Kebutuhan akan referensi soal yang relevan menjadi sangat krusial. Mengerjakan latihan dari Soal UAS UT dapat membantu mengukur pemahaman materi. Latihan ini menguji teori aplikatif dalam teknologi kinerja.

Anda dapat mengakses kumpulan Soal UT secara gratis melalui soalut.com. Portal ini menyediakan bank Soal Ujian UT berbagai mata kuliah. Persiapkan diri sebaik mungkin untuk hasil optimal.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT TPEN4407 Teknologi Kinerja

1.

Apa yang mendasari munculnya Teknologi Kinerja sebagai bagian dari Teknologi Pendidikan?

  • A. Fokus pada pengembangan media pembelajaran
  • B. Pergeseran dari proses belajar ke hasil kinerja
  • C. Peningkatan penggunaan teknologi digital
  • D. Penggantian peran pendidik dengan mesin
Jawaban: B. Pergeseran dari proses belajar ke hasil kinerja.
Teknologi Kinerja merupakan evolusi dari Teknologi Pendidikan yang lebih menekankan pada peningkatan kinerja individu atau organisasi, tidak hanya proses belajar.
2.

Hakikat Teknologi Kinerja mencakup pendekatan sistematis untuk…

  • A. Mengganti pelatihan dengan otomatisasi
  • B. Mengidentifikasi dan memecahkan masalah kinerja
  • C. Menghilangkan kebutuhan akan sumber daya manusia
  • D. Mempercepat produksi barang
Jawaban: B. Mengidentifikasi dan memecahkan masalah kinerja.
Teknologi Kinerja berfokus pada pendekatan sistematis untuk menganalisis, mendiagnosis, dan mengintervensi masalah kinerja.
3.

Cara pandang Teknologi Kinerja menekankan bahwa kinerja dipengaruhi oleh faktor…

  • A. Hanya motivasi individu
  • B. Lingkungan, individu, dan sistem
  • C. Ketersediaan dana
  • D. Kebijakan pemerintah semata
Jawaban: B. Lingkungan, individu, dan sistem.
Teknologi Kinerja memandang kinerja sebagai hasil interaksi antara faktor lingkungan, individu, dan sistem organisasi.
4.

Langkah pertama dalam rangkaian proses Teknologi Kinerja adalah…

  • A. Implementasi intervensi
  • B. Evaluasi hasil
  • C. Analisis kebutuhan
  • D. Perancangan instrumen
Jawaban: C. Analisis kebutuhan.
Proses Teknologi Kinerja dimulai dengan analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi kesenjangan kinerja.
5.

Dalam analisis kinerja, yang dimaksud dengan 'gap' adalah…

  • A. Kesenjangan antara tujuan dan hasil yang dicapai
  • B. Jarak antara dua individu
  • C. Perbedaan anggaran
  • D. Waktu yang hilang
Jawaban: A. Kesenjangan antara tujuan dan hasil yang dicapai.
Analisis kinerja berfokus pada identifikasi kesenjangan antara kinerja yang diharapkan dan kinerja aktual.
6.

Langkah-langkah penilaian kinerja dimulai dari…

  • A. Pengumpulan data hingga pelaporan
  • B. Perencanaan hingga tindak lanjut
  • C. Pelatihan hingga evaluasi
  • D. Desain hingga produksi
Jawaban: B. Perencanaan hingga tindak lanjut.
Penilaian kinerja meliputi perencanaan, pengumpulan data, analisis, dan tindak lanjut untuk perbaikan.
7.

Salah satu jenis instrumen penilaian kinerja yang bersifat kuantitatif adalah…

  • A. Wawancara mendalam
  • B. Observasi terstruktur
  • C. Skala rating
  • D. Studi dokumentasi
Jawaban: C. Skala rating.
Skala rating merupakan instrumen kuantitatif yang mengukur kinerja berdasarkan angka atau skala tertentu.
8.

Langkah kunci dalam pengembangan instrumen penilaian kinerja adalah…

  • A. Uji coba instrumen
  • B. Membeli instrumen jadi
  • C. Mengabaikan validitas
  • D. Mengurangi jumlah indikator
Jawaban: A. Uji coba instrumen.
Uji coba instrumen penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas sebelum digunakan secara luas.
9.

Analisis penyebab masalah kinerja sering menggunakan model seperti…

  • A. SWOT
  • B. Gilbert's Behavior Engineering Model
  • C. PESTEL
  • D. Five Forces
Jawaban: B. Gilbert's Behavior Engineering Model.
Gilbert's Behavior Engineering Model membantu mengidentifikasi penyebab masalah kinerja dari aspek lingkungan dan individu.
10.

Intervensi Teknologi Kinerja dapat berupa…

  • A. Pelatihan saja
  • B. Perubahan dalam desain pekerjaan, alat, dan motivasi
  • C. Hanya kebijakan baru
  • D. Penambahan staf tanpa pelatihan
Jawaban: B. Perubahan dalam desain pekerjaan, alat, dan motivasi.
Intervensi bersifat multi-aspek, mencakup perubahan lingkungan, keterampilan, dan motivasi.
11.

Pemilihan intervensi yang tepat didasarkan pada…

  • A. Preferensi pribadi
  • B. Analisis akar penyebab masalah
  • C. Anggaran termurah
  • D. Teknologi terbaru
Jawaban: B. Analisis akar penyebab masalah.
Intervensi harus sesuai dengan penyebab masalah yang teridentifikasi untuk efektivitas maksimal.
12.

Implementasi intervensi kinerja memerlukan…

  • A. Perencanaan yang matang dan dukungan pemangku kepentingan
  • B. Keputusan sepihak
  • C. Pengabaian umpan balik
  • D. Hanya pelatihan singkat
Jawaban: A. Perencanaan yang matang dan dukungan pemangku kepentingan.
Keberhasilan implementasi bergantung pada perencanaan sistematis dan keterlibatan semua pihak terkait.
13.

Konsep dasar organisasi belajar menekankan pada…

  • A. Pembelajaran individu
  • B. Pembelajaran berkelanjutan di tingkat organisasi
  • C. Hirarki yang ketat
  • D. Struktur birokratis
Jawaban: B. Pembelajaran berkelanjutan di tingkat organisasi.
Organisasi belajar mendorong pembelajaran bersama untuk meningkatkan adaptasi dan inovasi.
14.

Pengembangan organisasi belajar dapat dilakukan melalui…

  • A. Pembentukan budaya berbagi pengetahuan
  • B. Peningkatan kontrol
  • C. Pembatasan informasi
  • D. Isolasi departemen
Jawaban: A. Pembentukan budaya berbagi pengetahuan.
Budaya berbagi pengetahuan adalah kunci dalam membangun organisasi belajar yang kolaboratif.
15.

Manajemen pengetahuan berkontribusi pada Teknologi Kinerja dengan cara…

  • A. Mengurangi akses informasi
  • B. Memfasilitasi transfer dan penggunaan pengetahuan untuk perbaikan kinerja
  • C. Mengabaikan data historis
  • D. Menyembunyikan pengetahuan dari karyawan
Jawaban: B. Memfasilitasi transfer dan penggunaan pengetahuan untuk perbaikan kinerja.
Manajemen pengetahuan menyediakan kerangka untuk mengelola aset pengetahuan guna mendukung peningkatan kinerja.
16.

Media pembelajaran dalam Teknologi Kinerja berfungsi sebagai…

  • A. Sarana hiburan
  • B. Sumber belajar untuk meningkatkan kompetensi
  • C. Pengganti interaksi manusia
  • D. Alat dokumentasi saja
Jawaban: B. Sumber belajar untuk meningkatkan kompetensi.
Media pembelajaran mendukung proses belajar untuk mengatasi kesenjangan keterampilan dan pengetahuan.
17.

Analisis kebutuhan pelatihan (training needs analysis) bertujuan untuk…

  • A. Menentukan materi pelatihan yang populer
  • B. Mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja saat ini dan yang diharapkan
  • C. Mengalokasikan anggaran pelatihan
  • D. Memilih peserta pelatihan
Jawaban: B. Mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja saat ini dan yang diharapkan.
TNA berfokus pada identifikasi kebutuhan aktual yang harus dipenuhi melalui pelatihan untuk meningkatkan kinerja.
18.

Teknologi kinerja sebagai bagian dari teknologi pendidikan memiliki fokus utama pada…

  • A. Pengembangan media pembelajaran
  • B. Peningkatan hasil belajar individu melalui desain sistem
  • C. Analisis kebutuhan pelatihan saja
  • D. Pengembangan kurikulum sekolah
Jawaban: B. Peningkatan hasil belajar individu melalui desain sistem.
Teknologi kinerja berfokus pada peningkatan kinerja individu dan organisasi melalui pendekatan sistematis, yang merupakan bagian dari ranah teknologi pendidikan.
19.

Dalam hakikat teknologi kinerja, istilah 'kinerja' merujuk pada…

  • A. Prestasi akademik siswa
  • B. Hasil kerja yang dapat diukur dan diamati
  • C. Proses belajar mengajar
  • D. Sikap kerja karyawan
Jawaban: B. Hasil kerja yang dapat diukur dan diamati.
Dalam teknologi kinerja, kinerja diartikan sebagai hasil kerja yang konkret, dapat diukur, dan diamati, bukan hanya proses atau sikap.
20.

Cara pandang teknologi kinerja menekankan bahwa masalah kinerja disebabkan oleh…

  • A. Faktor individu semata
  • B. Faktor lingkungan dan sistem
  • C. Kurangnya motivasi intrinsik
  • D. Keterbatasan sumber daya alam
Jawaban: B. Faktor lingkungan dan sistem.
Teknologi kinerja memandang masalah kinerja sebagai akibat dari faktor lingkungan, sistem, dan organisasi, bukan semata-mata kesalahan individu.
21.

Langkah awal dalam rangkaian proses teknologi kinerja adalah…

  • A. Implementasi intervensi
  • B. Evaluasi kinerja
  • C. Analisis kinerja
  • D. Desain intervensi
Jawaban: C. Analisis kinerja.
Proses teknologi kinerja dimulai dengan analisis kinerja untuk mengidentifikasi kesenjangan dan penyebabnya sebelum menentukan intervensi.
22.

Analisis kinerja bertujuan untuk…

  • A. Menentukan jenis pelatihan yang diperlukan
  • B. Mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja aktual dan yang diharapkan
  • C. Mengukur efektivitas program pelatihan
  • D. Menyusun kurikulum pelatihan
Jawaban: B. Mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja aktual dan yang diharapkan.
Analisis kinerja adalah proses mengidentifikasi perbedaan antara kinerja saat ini dan standar yang diinginkan.
23.

Langkah-langkah penilaian kinerja yang benar meliputi…

  • A. Menyusun instrumen, mengumpulkan data, menganalisis data
  • B. Menentukan tujuan, memilih metode, mengumpulkan data, menganalisis data, memberikan umpan balik
  • C. Menentukan sampel, mengukur, melaporkan
  • D. Mendesain, mengimplementasikan, mengevaluasi
Jawaban: B. Menentukan tujuan, memilih metode, mengumpulkan data, menganalisis data, memberikan umpan balik.
Penilaian kinerja yang sistematis meliputi urutan: menentukan tujuan, memilih metode, mengumpulkan data, menganalisis, dan memberikan umpan balik.
24.

Berikut ini yang termasuk jenis-jenis instrumen penilaian kinerja adalah…

  • A. Tes objektif dan esai
  • B. Daftar cek, skala penilaian, dan rubrik
  • C. Angket dan wawancara
  • D. Observasi dan studi dokumentasi
Jawaban: B. Daftar cek, skala penilaian, dan rubrik.
Instrumen penilaian kinerja spesifik seperti daftar cek, skala penilaian, dan rubrik dirancang untuk mengukur kinerja secara langsung.
25.

Dalam pengembangan instrumen penilaian kinerja, langkah pertama yang harus dilakukan adalah…

  • A. Menentukan kriteria penilaian
  • B. Membuat rubrik
  • C. Mendefinisikan kinerja yang akan dinilai
  • D. Menguji coba instrumen
Jawaban: C. Mendefinisikan kinerja yang akan dinilai.
Sebelum mengembangkan instrumen, perlu didefinisikan secara jelas kinerja apa yang akan dinilai agar instrumen valid.
26.

Analisis penyebab masalah kinerja dalam teknologi kinerja dapat dilakukan dengan menggunakan model…

  • A. ADDIE
  • B. Gilbert's Behavior Engineering Model
  • C. Kirkpatrick
  • D. Dick and Carey
Jawaban: B. Gilbert's Behavior Engineering Model.
Gilbert's Behavior Engineering Model adalah model yang digunakan untuk menganalisis penyebab masalah kinerja dari sisi lingkungan, individu, dan sistem.
27.

Intervensi teknologi kinerja yang bersifat non-instruksional contohnya adalah…

  • A. Pelatihan keterampilan
  • B. Pengembangan modul pembelajaran
  • C. Perbaikan sistem reward
  • D. Workshop motivasi
Jawaban: C. Perbaikan sistem reward.
Intervensi non-instruksional seperti perbaikan sistem reward bertujuan mengubah lingkungan atau sistem, bukan memberikan pembelajaran formal.
28.

Pemilihan dan pengembangan intervensi dalam teknologi kinerja harus didasarkan pada…

  • A. Ketersediaan dana
  • B. Hasil analisis penyebab masalah
  • C. Kemauan manajemen
  • D. Tren teknologi terbaru
Jawaban: B. Hasil analisis penyebab masalah.
Intervensi harus dipilih berdasarkan akar penyebab masalah yang telah diidentifikasi agar tepat sasaran dan efektif.
29.

Mengimplementasikan intervensi kinerja yang sukses memerlukan…

  • A. Dukungan penuh dari seluruh anggota organisasi
  • B. Anggaran yang tidak terbatas
  • C. Waktu yang singkat
  • D. Teknologi tercanggih
Jawaban: A. Dukungan penuh dari seluruh anggota organisasi.
Implementasi intervensi membutuhkan dukungan dan komitmen dari semua pemangku kepentingan dalam organisasi untuk keberhasilan.
30.

Konsep dasar organisasi belajar menekankan pada…

  • A. Efisiensi produksi
  • B. Kemampuan organisasi untuk terus belajar dan beradaptasi
  • C. Struktur organisasi yang hierarkis
  • D. Penguasaan pasar
Jawaban: B. Kemampuan organisasi untuk terus belajar dan beradaptasi.
Organisasi belajar adalah organisasi yang mampu terus menerus belajar, beradaptasi, dan berubah untuk meningkatkan kinerja.
31.

Salah satu kontribusi manajemen pengetahuan (knowledge management) dalam teknologi kinerja adalah…

  • A. Meningkatkan jumlah dokumen
  • B. Memfasilitasi berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kinerja
  • C. Menggantikan pelatihan formal
  • D. Mengurangi kebutuhan akan teknologi
Jawaban: B. Memfasilitasi berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kinerja.
Manajemen pengetahuan membantu organisasi dalam mengidentifikasi, menyimpan, dan berbagi pengetahuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja.
32.

Pemanfaatan media pembelajaran dalam teknologi kinerja berfungsi sebagai…

  • A. Pengganti instruktur
  • B. Sumber belajar yang mendukung peningkatan kinerja
  • C. Alat evaluasi
  • D. Media hiburan
Jawaban: B. Sumber belajar yang mendukung peningkatan kinerja.
Media pembelajaran berperan sebagai sumber belajar yang dapat membantu individu memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kinerja.
33.

Analisis kebutuhan pelatihan (Training Needs Analysis) bertujuan untuk…

  • A. Menentukan jumlah peserta pelatihan
  • B. Mengidentifikasi kesenjangan keterampilan yang dapat diatasi dengan pelatihan
  • C. Menyusun jadwal pelatihan
  • D. Mengevaluasi pelatihan sebelumnya
Jawaban: B. Mengidentifikasi kesenjangan keterampilan yang dapat diatasi dengan pelatihan.
TNA adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi saat ini dan yang dibutuhkan, yang dapat diisi melalui pelatihan.
34.

Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dalam pelatihan menekankan pada…

  • A. Penguasaan teori secara mendalam
  • B. Pencapaian kemampuan praktis yang terukur
  • C. Lamanya waktu pelatihan
  • D. Jumlah materi yang disampaikan
Jawaban: B. Pencapaian kemampuan praktis yang terukur.
Kurikulum berbasis kompetensi berfokus pada pencapaian kompetensi yang spesifik, terukur, dan dapat diterapkan dalam kinerja nyata.
35.

Bidang apa yang menjadi cikal bakal lahirnya Teknologi Kinerja dalam konteks Teknologi Pendidikan?

  • A. Desain Instruksional
  • B. Psikologi Kognitif
  • C. Manajemen Sumber Daya Manusia
  • D. Ilmu Komputer
Jawaban: A. Desain Instruksional.
Teknologi Kinerja berasal dari pengembangan bidang Desain Instruksional dalam Teknologi Pendidikan, yang kemudian meluas untuk mencakup intervensi non-instruksional guna meningkatkan kinerja.
36.

Hakikat dari Teknologi Kinerja adalah pendekatan sistematis untuk…

  • A. mengganti peran manusia dengan mesin
  • B. meningkatkan pengetahuan teoritis semata
  • C. memperbaiki dan meningkatkan kinerja individu dan organisasi
  • D. memproduksi alat-alat teknologi canggih
Jawaban: C. memperbaiki dan meningkatkan kinerja individu dan organisasi.
Hakikat Teknologi Kinerja adalah pendekatan sistematis yang bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kinerja pada level individu, proses, dan organisasi melalui berbagai intervensi.
37.

Cara pandang Teknologi Kinerja memandang kinerja sebagai hasil dari…

  • A. bakat alami yang tidak dapat diubah
  • B. hubungan sebab-akibat yang dapat dianalisis dan diintervensi
  • C. faktor eksternal semata tanpa pengaruh internal
  • D. keberuntungan dan situasi acak
Jawaban: B. hubungan sebab-akibat yang dapat dianalisis dan diintervensi.
Teknologi Kinerja memandang kinerja sebagai hasil dari hubungan sebab-akibat dalam sistem yang dapat dianalisis secara sistematis dan diintervensi untuk perbaikan.
38.

Rangkaian proses Teknologi Kinerja dimulai dengan langkah…

  • A. evaluasi program
  • B. implementasi intervensi
  • C. analisis kebutuhan dan kinerja
  • D. desain materi pelatihan
Jawaban: C. analisis kebutuhan dan kinerja.
Proses Teknologi Kinerja dimulai dengan analisis kebutuhan dan kinerja untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja aktual dan yang diharapkan.
39.

Analisis kinerja bertujuan utama untuk…

  • A. menghukum pegawai yang berkinerja buruk
  • B. mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja aktual dan standar
  • C. membandingkan gaji antar pegawai
  • D. menambah jumlah pegawai baru
Jawaban: B. mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja aktual dan standar.
Analisis kinerja difokuskan pada identifikasi kesenjangan (gap) antara kinerja aktual dengan standar atau kinerja yang diharapkan.
40.

Langkah pertama dalam penilaian kinerja adalah…

  • A. menentukan instrumen penilaian
  • B. melakukan observasi langsung
  • C. menetapkan standar kinerja yang jelas
  • D. memberikan umpan balik kepada pegawai
Jawaban: C. menetapkan standar kinerja yang jelas.
Sebelum menilai, langkah pertama adalah menetapkan standar kinerja yang jelas, valid, dan terukur sebagai acuan penilaian.
41.

Jenis instrumen penilaian kinerja yang paling sesuai untuk mengukur keterampilan prosedural kompleks adalah…

  • A. tes pilihan ganda
  • B. daftar cek (checklist)
  • C. skala penilaian (rating scale)
  • D. wawancara terstruktur
Jawaban: C. skala penilaian (rating scale).
Skala penilaian (rating scale) lebih sesuai untuk mengukur keterampilan prosedural kompleks karena memungkinkan penilaian kualitas pada setiap langkah atau dimensi kinerja.
42.

Dalam mengembangkan instrumen penilaian kinerja, validitas isi dapat dicapai dengan…

  • A. menguji instrumen pada sampel besar
  • B. melibatkan ahli untuk menelaah kesesuaian butir dengan indikator
  • C. memperbanyak jumlah butir soal
  • D. menggunakan analisis statistik faktor
Jawaban: B. melibatkan ahli untuk menelaah kesesuaian butir dengan indikator.
Validitas isi diperoleh melalui penelaahan oleh ahli (expert judgment) untuk memastikan butir instrumen mewakili seluruh indikator kinerja.
43.

Analisis penyebab masalah kinerja dalam Teknologi Kinerja membedakan antara…

  • A. masalah internal dan eksternal organisasi
  • B. kurangnya pengetahuan/keterampilan dan kurangnya motivasi/sumber daya
  • C. kinerja individu dan kinerja kelompok
  • D. masalah teknis dan non-teknis
Jawaban: B. kurangnya pengetahuan/keterampilan dan kurangnya motivasi/sumber daya.
Analisis penyebab membedakan apakah masalah disebabkan oleh kurangnya pengetahuan/keterampilan (deficit of knowledge) atau kurangnya motivasi dan sumber daya (deficit of execution).
44.

Intervensi Teknologi Kinerja yang tepat untuk masalah kinerja yang disebabkan oleh kurangnya motivasi adalah…

  • A. pelatihan teknis
  • B. pemberian insentif dan umpan balik
  • C. rekrutmen pegawai baru
  • D. pengembangan kurikulum
Jawaban: B. pemberian insentif dan umpan balik.
Untuk masalah motivasi, intervensi yang tepat seperti sistem insentif, penghargaan, atau umpan balik kinerja agar pegawai terdorong untuk berkinerja lebih baik.
45.

Tahap implementasi intervensi kinerja memerlukan…

  • A. penghentian semua aktivitas lain
  • B. rencana yang matang, komunikasi, dan dukungan manajemen
  • C. penyerahan penuh kepada konsultan eksternal
  • D. pengabaian terhadap resistensi perubahan
Jawaban: B. rencana yang matang, komunikasi, dan dukungan manajemen.
Implementasi intervensi memerlukan perencanaan matang, komunikasi efektif, dan dukungan manajemen untuk meminimalkan resistensi dan memastikan keberhasilan.
46.

Ciri utama organisasi belajar adalah…

  • A. struktur hierarki yang kaku
  • B. kemampuan untuk terus-menerus belajar dan beradaptasi
  • C. fokus pada laba jangka pendek
  • D. minimnya komunikasi antar departemen
Jawaban: B. kemampuan untuk terus-menerus belajar dan beradaptasi.
Organisasi belajar dicirikan oleh kemampuan adaptif dan komitmen untuk terus-menerus belajar, berbagi pengetahuan, serta melakukan perbaikan berkelanjutan.
47.

Kontribusi utama Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) dalam Teknologi Kinerja adalah…

  • A. mengganti pelatihan tatap muka
  • B. menyediakan akses terhadap pengetahuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja
  • C. menyimpan data pegawai secara rahasia
  • D. mengurangi biaya operasional secara drastis
Jawaban: B. menyediakan akses terhadap pengetahuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja.
Manajemen Pengetahuan membantu organisasi mengelola, menyimpan, dan membagikan pengetahuan sehingga pegawai dapat mengakses informasi yang relevan untuk meningkatkan kinerja mereka.
48.

Pemanfaatan media pembelajaran dalam Teknologi Kinerja terutama berfungsi sebagai…

  • A. pengganti instruktur permanen
  • B. sumber belajar yang memperkuat intervensi instruksional
  • C. alat hiburan untuk pegawai
  • D. sistem pengawasan otomatis
Jawaban: B. sumber belajar yang memperkuat intervensi instruksional.
Media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar yang mendukung intervensi instruksional, membantu pegawai memahami materi dan menerapkannya dalam pekerjaan.
49.

Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis) bertujuan untuk…

  • A. menentukan jumlah peserta pelatihan maksimal
  • B. mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi saat ini dan yang dibutuhkan
  • C. menyusun jadwal pelatihan tahunan
  • D. menilai efektivitas instruktur
Jawaban: B. mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi saat ini dan yang dibutuhkan.
Analisis Kebutuhan Pelatihan bertujuan mengidentifikasi gap antara kompetensi yang dimiliki pegawai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kinerja.
50.

Langkah akhir dalam evaluasi program pelatihan menurut model Kirkpatrick adalah…

  • A. evaluasi reaksi peserta
  • B. evaluasi pembelajaran
  • C. evaluasi hasil (result)
  • D. evaluasi perilaku
Jawaban: C. evaluasi hasil (result).
Model Kirkpatrick memiliki empat level: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Level tertinggi adalah evaluasi hasil yang mengukur dampak pelatihan terhadap organisasi.

Menguasai soal UAS UT TPEN4407 Teknologi Kinerja membutuhkan pemahaman yang mendalam, bukan sekadar menghafal. Format ujian seperti UTM dan UO menguji kemampuan Anda menerapkan konsep secara kontekstual. Percayalah pada proses belajar yang telah Anda lalui.

Kunci sukses adalah konsistensi belajar dan percaya diri. Semoga contoh soal UAS UT ini mempersiapkan Anda optimal menghadapi ujian TPEN4407 Teknologi Kinerja. Raihlah hasil terbaik dengan doa dan usaha maksimal.

Bagikan

error: Content is protected !!